Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 21


__ADS_3

tut..tut...tut....Tut...


tidak ada sahutan sama sekali,membuat pak haikal frustasi kemana ia harus mencari anaknya, Adelia


"aaaarh...kemana mereka semua,aku harus segera bertemu dengan pak revin " ucapnya lalu pergi meninggalkan gedung tua itu.


Sedangkan di tempat lain


"selamat siang pak" ucap assisten Revin


"heh" jawab Revin singkat


"ada pak Haikal kemarin ingin bertemu sama bapak " ucap nya


"atur jadwalku bertemu dengannya," jawabnya di balas anggukan sang asisten


Revin merogoh sakunya,menggeser geser ponselnya mencari cari nama seseorang,setalah ketemu langsung mendial nomer tersebut


Tut...Tut...


2 kali deringan si empunya ponsel mengangkatnya


"eeeemmm.. kenapa? " tanya nya masih dengan nada serak bangun tidur


"apa rencanamu terhadap Adelia," tanya Revin to the point


"apa Bonyok nya udah curiga? " tanya Zelda mulai serius


"sepertinya,dia ingin ketemu sama aku,dan aku akan menemuinya malam ini " jelas Revin


"baiklah " jawab zelda langsung mematikan telponya


"hiis...mulai dia" ketusnya langsung mengambil jasnya dan keluar gedung pencakar langitnya.


ia mengemudi kan mobil sendiri karena tujuannya kini ialah ruangan bawah tanah tempat Adelia berada, Karen ia yakin Zelda sedang menuju ke sana.


*


Plak


plak


"Apa yang kau lakukan haah..." teriak Adelia saat Zelda kembali menamparnya.


"Tamparan ini tidak sebanding dengan apa yang loe lakuin ke gue dan keluarga gue,cuiih..." Zelda kali ini benar benar mengeluarkan taringnya.


ia kini mulai mengeluarkan belati nya,mungil tapi beracun.


"Gue pernah bilang,gue gak akan mengampuni orang yang menyentuh keluarga gue,bahkan membuat nyokap gue celaka" lanjutnya


ia berjalan sambil memutari tubuh Adelia yang di ikat tak bisa bergerak sama skali,


ia sesekali mengelus lembut ujung belatinya membuat Adelia menelan ludah dan gemetar.

__ADS_1


Sreeeeet...


sreeeeet


"aaaaawwwhhh.....aaaaarrrkkkk" jerit Adelia saat belati itu menyentuh kulitnya.


"uuuups...gak sengaja.." ucapnya sambil menutup bibirnya dengan tanganya dengan nada suara mengejek.


"hiiikkk...hikkkk....bunuh gue skalian..biar loe puas" teriaknya di sela tangisnya menahan sakit akibat goresan kecil benda tajam kesayangan sang Angel mafia.


"Gak segampang itu nona,gue bakalan membuat loe merasakan apa yang nyokap gue rasain saat elo menyekapnya" geramnya saat mengingat kejadian penyekapan ibunya itu.


Zelda kembali berjalan ke arah Adelia, dan


sreeeek


lagi dan lagi,dia menggores luka pada pipi mulus Adelia.


"aaaarrrkhh.....sakiiitt....." jeritnya


"maafin gue,,,,bunuh saja gue...gue gak sanggup " ibanya sambil menggeleng kan kepalanya


"Maaf loe bilang?...kemana aja loe baru minta maaf sekarang Hah...." teriak Zelda kini benar benar sudah muak dengan Adelia


Ia masih punya hati untuk Adelia,Satu Minggu belakangan ini dia hanya ingin melihat sampai di mana Adelia akan menjunjung tinggi egonya, Zelda hanya ingin mendengar kata Maaf yang tulus dari seorang Adelia yang sangat anti dari kata Maaf dan terimakasih,ia begitu sombong akan kekuasaan orang tuanya yang sangat di segani,namun ia tak tau bahwa orang yang selama ini ia injak injak jauh lebih tinggi derajatnya dari dirinya.bahkan jauh lebih kaya dari dirinya yang sombong dan angkuh.


Namun baru kali ini ,ia mendengar Adelia meminta maaf dengan nada lirih dan mengiba,kenapa tidak dari kemarin saja,agar dia tidak sampai melukainya ( fikir Zelda)


Setiap hari dia mengunjungi Adelia hanya untuk sekedar melihat keadaanya,namun tak pernah ia dapatkan perubahan dalam diri Adelia,hingga saat Revin menelponnya,memberi tahu jika pak Haikal ingin menemuinya,ia langsung menemui Adelia,bahkan Adelia sempat meludah di muka Zelda membuat Zelda marah, dan langsung menampar Adelia.


*


"maaf...maafin aku ...maafin aku zel" kini ucapanya semakin melemah,


mungkin karena kelelahan menangis dan merasakan sakit yang luar biasa akibat goresan belati milik Zelda


Zelda berjongkok menyetarakan tingginya dengan Adelia yang terduduk lemas .


"Maafmu terlambat nona" seringai nya


Brak


suara dobrakan Pintu memekikan telinga Zelda.


"****...siapa sih...gangguin aja" kesalnya sambil melirik pintu


"jahat loe Zel...tega loe sama gue,. hosssh..hosshhh..." ucapnya ngos ngosan sambil berjongkok ,kedua tanganya menumpu pada lutut,sedang badannya condong kedepan.


Bruk


Bruk


ia kembali di kagetkan dengan suara cempreng milik kedua teman perempuan nya dan Erland berjalan dengan santainya .

__ADS_1


"ngapain loe pada kesini, hah" teriaknya pada temannya yang tak tau kondisi


"mau ikut main mainlah sama loe...loe kira loe aja yang mau main main sama nih anak .gue juga mau...gue gak sabar ingin c1nc4ng bagian itu..." ucapnya sambil melirik ke arah bagian bawah Adelia dengan mengedip kedipkan matanya .


mendengar itu Adelia gemetar dan kembali menelan ludah ,takut akan apa yang di katakan Andi benar terjadi.


Zelda melihat sekilas dari sudut matanya ,ia melihat ketakutan yang luar biasa dari sorot mata Adelia.


"loe ya..gak tau kondisi.. kondisi kaya gini bisa bisanya loe bercanda.." ucap Sinta menyela


"haiiiisssh...apaan sih kalian.....gak usah ikut campur urusan yang satu ini " timpal Zelda


"Kenapa enggak...! " kini Revin yang baru saja sampai ikut menimpali perdebatan mereka.


Diwa yang menatap mereka satu persatu yang saling tatap memberi kode satu sama lain,langsung membelah jalan antara Zelda dan andi dan langsung menuju ke arah belakang Adelia .


"mau apa loe" tanya Adelia ketakutan.


"Mau gue apain dulu nih anak? " ucapnya


"kita main main..atau langsung kreeeeek aja lehernya" lanjutnya sambil meniru gaya orang mengg0r0k di lehernya.


"please maafin gue ..maaf ..gue janji gak bakalan ganggu kalian lagi ...gue janji hiks ..hikss..." tangisnya kembali pecah


mendengar kebuasa teman temanya Zelda bahkan Revin orang yang sangat ia cintai


"dan buat kak Revin,gue minta maaf..maaf telah egois akan perasaan ini,gue janji gue gak kan ganggu kalian lagi .gue akan jauh pergi dari hidup kalian..gue pasrah..." lanjutnya


ia kembali menarik nafas dan membuangnya


"gue siap,,..gue pasrah..silahkan ambil nyawa gue sekarang,yang terpenting gue sudah meminta maaf kepada kalian semua,dan satu lagi..titip salam sayang gue sama kedua orang tua gue,buat nyokap gue dan bokap gue,mereka orang tua terbaik yang pernah ada dalam hidup gue..." ucapnya sendu melihat ke arah Revin,Zelda dkk.


"zel..skali lagi aku minta maaf sama kamu ya" ucapnya lagi sambil menatap intens Zelda sebelum dia memejamkan mata siap untuk di eksekusi .


Bersiaplah .....


satu....dua....tigaa ..


"aaaaarkkkk...." teriak Adelia .


brakk


brak...


srekkk..


kleeek


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2