Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 168


__ADS_3

Hembusan angin menyejukkan wajah dan juga hati seorang wanita hamil yang lagi memandang pemandangan di depan villa tempat ia tinggali sejak kehamilan nya.


Zelda,wanita itu lagi memandang kosong ke arah pemandangan di villa itu, ia tak tahu saat ini hati nya begitu rindu dengan sosok suami yang baru beberapa Minggu resmi jadi miliknya, semalaman ia tak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya hanya tertuju pada sesosok laki laki itu,laki laki yang entah tak tahu di mana saat ini,laki laki yang apakah masih bernafas atau sudah menjadi Abu di sana,entahlah..!


saat ini ia hanya rindu,rindu belaian Revin,rindu sentuhan Revin,rindu suara Revin,rindu kasih sayang revin, beberapa bulan ini ia berusaha tegar dan tak lagi mengingat suaminya itu demi kondisi janin di perutnya,tapi entah sejak semalam bayangan Revin selalu datang dalam mimpinya bahkan saat ia membuka mataku kenangan tentang Revin tak henti berputar di pikirannya.


Seseorang mendekatinya dan mencoba menyapanya " zel, , loe lagi mikirin Daddy nya si baby?" tanya Sinta yang kini menemaninya di villa.


"Huh,gue gak tahu sin,sejak semalam bayangan kak Revin selalu hadir di mimpi gue,bahkan gue membuka matapun bayangan nya selalu datang,entah kenapa gue mikirin dia saat ini" ucap Zelda sendu masih menatap lurus ke depan .


"Wajar loe kangen,kan bentar lagi lahiran,tanggal berapa HPL si baby?" tanya Sinta


"Menurut dokter seminggu lagi sin," ucap Zelda


tik


setitik air mata Zelda menetes,ia sangat sedih di saat saat ia akan melahirkan Revin tak lagi bersamanya, dulu ide Smpat bermimpi akan pensiun dari dunia mafia nya saat dirinya sudah memiliki anak,ia akan fokus mengurus anak dan suaminya,ia ingin hidup tenang bersama keluarganya,tapi Tuhan berkehendak lain,tuhan memisahkan dirinya dengan suaminya di saat dirinya baru merasakan indahnya rumah tangga,indahnya pengantin baru,indahnya hidup bersama pujaan hati.


Sinta melihat kesedihan Zelda saat ini ,seakan ia tak tega untuk menyembunyikan kenyataan yang sekarang di perjuangkan,namun Erland belum mau memberitahu Zelda karena ia sendiri belum bertemu dengan Revin,ia tak mau jika kenyataan tak sesuai harapan meski Erland 100% Yakin kalau Revin masih hidup.


"gue yakin semua akan indah pada waktunya" hanya itu yang Sinta ucapkan sebelum pergi meninggalkan Zelda sendiri.


"Aamiin" ucap Zelda kembali menatap lurus ,seakan pemandangan itu yang menjadi penguat nya saat ini.


***


"Vin" panggil Erland menatap Revin yang kini menggunakan kursi roda


Revin memandangnya dengan heran, seperti pernah melihat tapi ia pun tak ingat.


"Siapa?" tanya Revin menatap Erland , Andi dan Dion.


"Benar pak,pak Revin hilang ingatan" ucap dion.


"Vin,loe gak ingat sama gue,sama kita?" tanya erland


Revin menggeleng," siapa kalian?" tanya Revin.


Erland berjongkok menyetarakan tingginya dengan Revin, " Vin,tatap gue! apa loe sama skali gak ingat sama gue ?" tanya Erland kembali.


"Vin,sudahlah kita gak perlu paksa dia,nanti akan mempengaruhi kesehatan nya,lebih baik kita selamatkan kak Revin dan Tamara," ucap Andi mengingatkan Erland kalau mereka saat ini dalam zona bahaya dan tidak mungkin untuk berbicara panjang lebar.


"Oke,loe ke dalam,gue cari cara agar bisa bawa kak Revin keluar dari tempat ini." ujar Erland


Dion dan Andi pun ke dalam dengan cara mengendap,ia mencari keberadaan Tamara tapi tak juga menemukannya,Langkah mereka terhenti saat mendengar suara jeritan kesakitan dari Tamara,


"brengsek,wanita j4l4ng, beraninya loe bohongin gue,loe mau mati hah" bentak Mr. Zain saat mengetahui anak yang di kandung Tamara masih hidup.


"Gak,sampai kapanpun gue gak akan bunuh anak ini,anak ini tak berdosa anak ini suci" teriak Tamara.


"Baiklah,jika begitu ,itu artinya loe mau mati sekarang" ucap Mr. Zain

__ADS_1


"Silahkan ,gue gak takut,lagipula gue yakin sebentar lagi loe akan hancur sehancur hancurnya tuan Zain yang TERHORMAT " ucap Tamara menekan kata terhormat.


"Dasar b4j1ngan"


plak


plak


"Aaark, ,huu,. ,huu, , ," tangis Tamara mendapatkan serangan demi serangan di tubuhnya.


Dion mendengar semua itu dari dalam pun merasa geram,ia segera menendang pintu itu hingga pintu itu terbuka dengan kasar


BRAKK


Mr,Zain dan Tamara menoleh, " Dion " gumam Tamara.


"Tuan Dion" ucap mr.zain terbata.


"Jangan pernah sentuh dia " ujar dion


"Hahaha,siapa anda berani datang kesini?" ucapnya


"Ooh, anda mau jadi pahlawan kesiangan bagi wanita j4l4ng ini?" ujarnya lagi.


"Tutup mulut anda tuan" ujar Dion menujuk mr.zain


Andi hanya diam,ia lebih memilih untuk menyenderkan kepalanya pintu ruangan itu,dengan melipat kedua tangannya.


"Daddyyyyyy, ,. " teriaknya


Mr Zain mendengar itu langsung berlari meninggalkan Tamara di sana,tanpa memperdulikan yang lain ia lebih mementingkan anak angkatnya.


Dion mendekat dan membantu Tanara berdiri,


"Dion,bawa dia keluar dengan mobil yang kita gunakan tadi" ucapnya


"Tapi tuan , bagaimana dengan anda?" ucap Dion


"Segera hubungi yang lain untuk menjemput kami" ucapnya


*


Sesampainya di luar,gadis lagi berebut Revin,Erland mendesak Revin agar masuk ke mobil,sedangkan gadis masih menarik narik Revin sambil memanggil semua bodyguard nya.


seketika banyak penjaga mengepung Erland,


mr.zain juga sudah sampai.


prok


prok

__ADS_1


prok


"Seperti nya ada pahlawan kesiangan!" ucap mr.zain


"Sayang, Revin ayok kita masuk" ucap gadis masih halus membujuk Revin


"Jangan dekat sama meraka Vin, Loe harus ikut gue,karena tempat loe bukan di sini" ujar Erland


Revin masih sibuk, sementara para bodyguard itu masih setia menunggu perintah Tuanya,namun senjata mereka sudah siap di gunakan.


Tak berapa lama,semua anggota TBW pun langsung masuk menyerang para anggota dari mr.zain


Dor


dor


dor


terdengar tiga kali tembakan mengarak ke mereka,dan dua di antaranya mati di tempat, Erland menggunakan kesempatan itu untuk menaikan Revin ke dalam mobil dan mengunci nya dari luar.


setalah itu Erland mengeluarkan senjatanya dan mulai menyerang mereka satu persatu,saat beberapa dari mereka tumbang,kini tiba mr.zain mendekat dan langsung menodongkan senjatanya tepat di kepala Erland.


Di saat para anak buah perang senjata,para bos kini bertiga sedang berdiskusi serius.


"Kembalikan dia ,atau loe mati di tempat" gertaknya


"Heh,loe pikir gue takut sama kalian,kalian mengambil yang bukan hak kalian" ucap Erland


"Titip mulut loe? Revin milik gue, selamanya dia milik gue," teriak gadis tak terima


"hahaha, ,siapa loe bilang Revin milik loe," tawa sinis Erland


"REVIN MILIK GUE" tekan gadis.


"Jangan mimpi nona"


Revin mendengar percakapan mereka dari dalam mobil,ia semakin bingung dengan keadaan ini,ia tak ingat sama skali siapa mereka,hingga suara Erland yang terkahir membuat Revin kesakitan.


"Revin bukan milik loe nona,sadar loe,Revin sudah punya suami Dan sebentar lagi akan punya anak" teriak Erland


"Cukup!!" banyak gadis


"Revin bukan milik loe,Revin punya ZELDA" Ucap Erland dengan lantang


Deg


jantung Revin seakan berpacu kencang saat mendengar nama Zelda ,bersama dengan itu terdengar pula suara tembakan yang berasal dari luar.


DOORRRR!!!???


next

__ADS_1


bertemu di bab selanjutnya


__ADS_2