Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 147


__ADS_3

"Hei pelayan ,gue mau makan" teriak seseorang berbadan gemuk dengan di temani beberapa pengawal dan juga di dampingi dua orang wanita cantik si sisi kiri kanannya.


"sini kau " ucapnya pada boy,boy menatap Sinta Sinta mengangguk dan boy berjalan pelan ke arah pria itu.


"Sini menunya?" ucapnya merebut menu yang di pegang boy


"awak nak pesan ape?" tanya boy pelan


"saya mau semua menu yang mahal di sini" ucapnya dengan melempar menu itu ke perut boy,boy dengan sigap menangkapnya.


"baiklah,saye siapkan segera" ucap boy.


Sinta langsung menggantikan posisi boy yang melayani emak emak sosialita itu untuk memesan menu yang mereka inginkan."silahkan tunggu sebentar ya" ucap Sinta.


Sinta dan boy bertemu di pantry, " sabar ya,gue dukung loe, semangat" ucap Sinta mengangkat lengannya memberi semangat pada boy,boy membalas dengan senyuman.


tak lama pesanan mereka pun datang,Sinta melayani para emak emak sosialita itu sedangkan boy melayani pria gemuk itu.


"selamat menikmati" ucap Sinta


"Silahkan tuan, selamat menikmati" ucap boy


"Hei kamu,sini" teriak pria itu menunjuk Sinta


boy juga menoleh ke arah Sinta" saya?" tunjuk Sinta pada dirinya sendiri


"Iya kamu sini?" ucapnya kembali


boy menggeleng tapi Sinta tetap mendekat,"gak apa apa" sinta memberikan kode pada boy bahwa dia tidak apa apa.


Sinta mendekat " ada yang bisa saya bantu tuan" sapa Sinta dengan menunduk.


"Duduk,temani saya makan" ucapnya melirik bangku kosong di depannya.


Sinta kembali melirik boy dan menarik kursi itu kemudian duduk."kamu pergi !" ucapnya pada boy


"PERGI ! " bentaknya saat boy tak merespon


boy melihat tangan sinta yang menyuruhnya pergi, entahlah boy merasa perasaannya tidak enak melihat perlakuan pria itu pada Sinta.


"Kenapa Loe boy,cemburu,?" ucap Andi yang ikut melihat adegan itu


boy tak menjawab malah duduk dengan kasar di bangku tempat teman teman barunya makan.


"om om genit," ujar Diwa


"awas saje,jika brani macam macam kena Sinta,saye bunuh dia" kesal boy melihat pria itu


",loe tenang saja,Sinta bisa jaga diri" ucap Erland


"gue tahu semua informasi tentang dia" ucap Erland

__ADS_1


"maksud loe?" tanya Diwa


"dia Broto , laki laki hidung belang yang memiliki 3 orang istri," terang Erland


"What ,3 orang istri" ucap Diwa terkejut


"kecilin suara loe begok" ucap Andi mentoel kepala c


Diwa


"haish , sorry " ucap Diwa


"Dia target Tiara selanjutnya " ucap Erland kembali semakin membuat mereka terkejut


"Apa, , gue gak ngerti apa yang loe ucapkan " Andi kali ini yang berbicara.


Erland melihat sekitar ,Dan merasa aman dia memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi.


"wah kau gue jadi Tiara gue udah bunuh dia,secara dia di depan mata gue" ucap Diwa


" tapi kan Tiara gak di sini" ucap Andi.


boy hanya mangut mangut paham,tak tahu apa yang akan di lakukan mereka.


Erland terlihat memikirkan sesuatu untuk membalas pria itu.


"Erland,jangan macam macam kau" ucap boy melihat tatapan Erland yang tersenyum melihat Sinta di depan pria itu.


"loe fikir gue teman apa yang bakal nyakitin teman sendiri" ucap Erland mendapati tatapan tajam dari boy.


"makan manis" ucap pria itu melirik Sinta dengan mengedipkan matanya


para wanita di dekatnya itu terlihat tidak senang melihat keberadaan Sinta.


"sayang kenapa mesti ada dia sih" ucap salah satu dari mereka membelai lengan pria itu.


"loe mending makan saja" ucapnya.


"haish" ucap wanita itu dengan kesal melanjutkan makannya.


"sayang aku suapi ya" ucap yang satunya lagi dengan manja .


"Hahaha, , ," tawa pria itu membuat Sinta bergidik ngeri.


"sayang aku ke toilet" ucap salah satu wanita itu


"iya aku juga " ucap yang jutek tadi.


kini hanya tinggal Sinta dan pria itu duduk di mejanya,Sinta menatap ke arah mereka yang lagi mengawasi Sinta,dengan sedikit kesal Sinta menulis sebuah ucapan dan menyerahkan nya pada pria itu.


"bisakah saya kembali bekerja tuan?" ucap Sinta tersenyum palsu

__ADS_1


"baiklah silahkan ,sampai bertemu kembali manis" ucap pria itu merasa tersenyum setelah membaca tulisan dari Sinta..


ia masukan kertas itu ke dalam sakunya sambil tertawa " hahahaha"


Sinta kembali dengan rasa kesal " kali ini saja" ucap Diwa menyemangati Sinta.


"awas kalian " kesal boy.


keesokan harinya,bertempat di sebuah gedung lama seperti tak berpenghuni,yang letaknya lumayan jauh di pedalaman rumah warga di sebuah desa yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.


Sinta terlihat duduk manis dengan beberapa botol minuman beralkohol di depannya,dengan Dress warna pink muda , rambut yang di buat ikal semakin menambah kecantikan dari sinta.


masih dengan wajah kesal dia menunggu seseorang yang kemarin bertemu dengannya,


terdengar suara mobil dan tak lama suara hentakan kaki memasuki gedung tua itu,


"Manis di mana kamu" ucapnya


Sinta mendengar itu sangat jijik,namun ia harus melakukan nya demi temannya.


"wah kamu di sini rupanya" ucapnya mendekati Sinta dan duduk di dekatnya


Sinta terlihat tidak tenang berdekatan dengan pria gemuk itu, terlihat dari wajah nya yang masam ,


"silahkan minum om" ucap Sinta dengan senyuman paksaan.


"baiklah, , tuangkan " ucapnya pada dua bodyguard yang selalu menemani nya


pria itu kembali mendekati Sinta,kali ini lebih dekat,Sinta sudah terlihat sangat menderita di dekat pria itu,


"Hai om, , apa kabar" suara itu mengagetkan mereka yang ada di sana.


Tiara,dia datang dengan menggunakan kaos yukensi hitam sampai di atas perut,sedang dada sedikit terbuka,di padukan dengan celana jeans pendek menambah aura keseksiannya dari Tiara.


"masih ingat saya" ucap Tiara semakin mendekat.


tak di sangka Tiara menuangkan segelas air kemudian meneguknya sampai habis di depan om Broto ,melihat tiara yang menelan air dengan air sedikit menetes ke leher Tiara membuat om Broto terlibat susah menelan ludahnya,


Tiara mengangkat satu kakinya ke atas meja," bagaimana,masih mengingat saya om " tanya Tiara lagi


Tiara kemudian melirik ke dua bodyguard nya "gue rasa kalian juga masih mengingat gue" ucap Tiara


terlihat mereka sedikit berfikir, seperti pernah melihat wanita itu tapi di mana dan kapan,samar samar terlihat di ingatan mereka tentang Tiara,tapi mereka tak kunjung mengingat.


salah satu dari mereka tiba tiba berbisik pada om Broto, " apa penampilan ku sangat berubah hingga membuat kalian tidak mengingat ku " ucapnya kembali.


"Tiara sayang, ,haha, lama tidak berjumpa" ucap om Broto akhirnya mengingat Tiara


para bodyguard itu adalah orang yang sudah lama bekerja sama pak Broto setelah pemecatan dua bodyguard yang telah berhianat kepadanya demi melancarkan aksi Tiara waktu itu. bodyguard itu juga dulu ikut mengejar Tiara saat dirinya melarikan diri.


"akhirnya om ingat juga," ucap Tiara menyalakan sebatang rokok kemudian di hisapnya dan di hembuskan nya asap rokok itu pada om Broto

__ADS_1


"Hahaha, rupanya kamu masih ingat dengan permainan ku waktu itu,makanya kamu menampakkan diri lagi di depanku" seringai om Broto


"Ringkus dia" ucapnya pada bodyguard nya


__ADS_2