
dan apa kau tahu,aku tidak akan puas Sebelum kalian semua mati di tanganku" lanjutnya dengan nada penuh kebencian.
"Jangan bilang paman yang sudah membunuh papa?" tebak Erland ketika mendengar penjelasan pamannya itu .
"Hahahaha,aku kira kau sudah tahu lebih awal keponakan,aku fikir dengan adanya kamu dalam mafia besar itu kamu dengan mudah mencari tahu kebenaran akan kematian papamu" sinis nya
Tubuh Erland bergetar bagaikan di sambar petir saat mengetahui keberadaan jika bokap ya meninggal di karenakan ulah pamannya sendiri
"Kurang ajar,b4jing4n loe tua Bangka aaarrrk" erang Erland langsung memberikan sebuah hantaman namun berhasil di tangkis oleh tangan bos preman tersebut.
"Jangan berani berani kau menyentuh bos kami seujung kuku pun " ucapnya sambil menahan kepalan tangan erland
tapi Erland bukannya diam,malah semakin menjadi jadi,ia pun menyerang semua anak buah pamannya satu per satu.
BUGH
dugh
Ting
BRAK
satu persatu Erland kalahkan dengan tangan kosong,sekilas ia melihat sang paman beranjak ingin keluar ruangan tersebut, Erland pun mengejarnya,tapi sebuah pistol tertodong di pelipis Kanannya membuat dia berhenti seketika.
Sang paman menoleh "jangan pernah main main jika mau ibumu selamat" ucapnya
"seret dia" perintah pamannya.
Erland tak bisa melawan,hanya bisa ikuti permainan sang paman.
"Lepas"
"Diam loe,jangan banyak bicara"
cklek
prok
prok
prok
Erland di bawa ke sebuah ruangan yang cukup luas namun kumuh,sangat kotor,di pandannya sudut demi sudut dan tepat matanya mengarah kepada satu objek,di sana seorang perempuan berkepala 4 di ikat dengan benda tajam mengarah tepat di kepalanya.
Erland kembali menatap tajam sang paman,.
"Waaah ada yang marah rupanya" ejek nya
"Cuih,untung saja ibuku tidak memilihmu,aku tidak akan pernah Sudi punya orang tua kaya kamu " sinis Erland sambil meludah ke sembararah arah.
"Lepaskan dia" printah sang bos
"sekarang mana yang ku minta!" ucapnya.
"Lepaskan ibuku,baru aku akan kasi senjata itu ke kamu" tawar Erland.
"cepat mana senjata itu" teriaknya sambil mengarahkan tembakan ke pelipis mamanya Erland.
"Oke oke," ucapnya kemudian mengambil tas nya dan mengambil sesuatu dari sana
"Ini kan yang loe mau" ucap Erland
"ambil," lanjutnya mengarahkan tangannya ke pada sang paman.
"priksa senjata itu " printah sang bos
__ADS_1
bos preman maju dan mengambil senjata itu kemudian seperti seorang peneliti,ia meneliti senjata itu dengan sangat teliti.
"Hahaha,asli bos" lapornya.
"baiklah,kemarikan senjatanya" ucap sang bos
tak lama senjata itu dengan cepat ada di tanganya,
"hahahah, sebentar lagi aku kan menjadi yang terkuat di dunia bawah tanah haha," tawa penuh kemenangan darinya membuat Erland muak.
"sekarang lepaskan ibuku" teriak Erland.
"Baiklah,lepaskan dia" perintahnya pada anak buahnya
sekarang ibunya sudah di lepaskan tapi masih dalam keadaan pingsan,
"Ma,mama bangun ma" ucap erland mencoba mendekati sang mama tapi di halangi oleh anak buahnya .
"hahaha,jika kamu mau ibumu kalahkan semua anak buah ku," ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu
sedangkan erland kembali di serang mereka
"SIAL, b4jing4n itu menipuku" geram Erland
haaaa
hiya
dugh
BUGH
Erland dengan lincah menangkis dan menghindari serangan lawannya,
satu persatu dari mereka tumbang bahkan pingsan.
"ya Tuhan,aku tidak akan bisa mengalahkan semuanya sendirian,bantu aku tuhan " ucapnya dalam hati
Tiba tiba
BRAAAAK
PRAAANK
Erland terlempar dan mengenai jendela ruangan itu,punggungnya terbentur kaca sangat keras,pecahan kaca pun berserakan beserrta tubuh Erland yang mulai mengeluarkan darah segar,
meski begitu dia masih bisa bangun dan melawan para penculik mama nya.
kembali di serang secara bersamaan membuat Erland kelimpungan,tapi ia berusaha tetap fokus untuk mengalahkan semuanya dan menjemput sang mama,
"Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri paman Leon" sumpah Erland dalam hati,
Di sisi kiri ia mencoba untuk menangkis kaki yang akan menendangnya,tapi di sisi kanan seseorang juga bersiap untuk memukul dirinya ,
huaaaaaaaa
hiyaaaaa
secara bersamaan sisi kanan Erland terkena pukulan keras sisi kiri pun tendangan sang penculik tepat mengenai kakinya,alhasil Erland terkapar tak berdaya dengan darah segar keluar dari bibir dan hidungnya,
Erland terkurap di lantai,berusaha bangun dan mengembalikan fokus matanya,dan berusaha mengangkat tubuhnya yang semakin lemah dan kepala semakin pening,
"Hahaha," tawa para penculik merasa sudah menang dari Erland
Erland masih berusaha untuk tetap sadar meskipun kini matanya tak bisa berbohong karena merasa ingin sekali terpejam,
__ADS_1
"No,no,gue gak boleh kalah,gue harus bisa bangkit" gumamnya dalam hati berusaha tetap membuka matanya agar tetap sadar.
melihat musuh sudah terkapar,sang anak buah mencoba untuk menghubungi sang bos
"Hallo boss,kita apakan dia"
"Bereskan saja dia,jangan biarkan dia hidup" perintah sang bos
"Baiklah" ucapnya kemudian menutup telepon dengan tawa menggelegar di seluruh ruangan itu
"Tamat sudah riwayat mu anak muda" ucap nya sudah siap dengan pistol dan siap menarik pelatuk nya.
Erland pasrah,hidupnya akan berakhir di tangan sang anak buah pamannya,
"Ma,maafin Erland ya,hanya bisa menjaga mama sampai di sini,aku harap mama baik baik saja di sana,aku berdo'a agar seseorang datang menjemput mama" gumamnya dalam hati kemudian ia teringat pada sesosok gadis tangguh dan kuat yang baru kemarin ia mengutarakan perasaannya pada gadis itu,Tiara.
"Rara ku,maafin aku tidak bisa menepati janjiku,aku cinta kamu Ra" lanjut Erland
"Selamat jalan kawan" ucap para penculik itu
hahaha
tawa renyah pun mengiringi detik detik terakhir Erland
SATU
DUA
TIGAAA
DOR
DOR
DOR
Erland menurut matanya saat hitungan ke tiga di teriakkan olehnya,
tapi anehnya ia tak merasakan sedikitpun timah panas di tubuhnya, terdengar juga suara cukup berisik dari luar sana,tiba tiba seseorang terasa menggoyang goyangkan tubuhnya,
Erland tak berani membuka mata,ia merasa ia sudah mati,
"Erland bangun" ucap seseorang yang sangat familiar di telinganya
"Kak bangun kak" terdengar seseorang lagi yang baru saja ia ingat
Erland mencoba membuka matanya.tapi kemudian ia menutup matanya kembali,
"Andi cepat" teriak Sinta
terlihat di sana juga Diwa yang masih berusaha mengalahkan para penculik
"Jangan di kasi ampun,cepat selesai sebelum nyawa bibik taruhannya" ucap sang Anggel Zelda yang masih juga berkelahi di luaran sana dengan masih beberapa anak buah paman Erland yang masih setia berjaga di sana.
Diwa dan Andi pun kini tak perlu susah susah mengeluarkan tenaganya,ia cukup mengeluarkan senjata andalan mereka untuk membunuh mereka semua tanpa terkecuali.
setelah itu mereka membawa Erland keluar dari sana, dan seketika suara ledakan terjadi dari gedung itu.
DUUUUAAAR
DUAAARRR
"aaaarkh" teriak Tiara yang belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu tepat di dekatnya .
(bersambung)
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻