
Zelda menendangnya sampai terlempar bebrapa meter,
Zelda masih dengan gaya tenaga full menyerang mereka satu persatu,saat ke 5 preman itu tiba menyerang bersamaan Zelda Karena kurang fokus,preman itu berhasil menendang perut bagian kirinya ,zelda terdorong mundur sampai meja tempat menyimpan makanan di warung itu menabrak punggung Zelda.,
Dug
"iish " ringisnya pelan tangan kiri memegang perut kirinya
"hahah,segitu saja kemampuanmu gadis nakal haha" tawa remeh dari preman itu.
Dengan cepat Zelda memperbaiki posisi berdirinya,
"Cuih,boleh juga " ucapa Zelda tak kalah meremehkan
"Dasar bocil " geram nya kembali menyerang Zelda
preman itu menggenggam tangannya kala Zelda Sedang melawan temanya,ia terlihat sangat geram dan dengan cepat dia berjalan ke arah Zelda dengan tangan yang terkepal erat
Hiyaaaaa aaa
"Mati kau " umpatnya
DUAAAAG
BRUUUKKK
Kepalan tangan itu berhasil mendarat di pipi sebelah kanan,membuat sang pemilik pipi kini terlempar menimpa kursi dan meja yang ada di warung makan tersebut,preman itu menganga bukan karena dia merasa telah mengalahkan Zelda melainkan ia menganga Karena keahlian Zelda yang dalam sekejap merubah posisinya dengan posisi lawan sehingga yang terkena kepalan tangan itu temanya sendiri,bukan Zelda sang musuh.
"astaga paman,bagaimana bisa kamu melukai temanmu sendiri hah" Zelda kembali bersuara dengan ejekan dan tanpa di sadari Zelda kini sudah berada di depan preman itu,dengan gerakan tak terbaca preman itu sudah tersungkur dengan serangan tiba tiba dari Zelda,menendang dan menghantam pangkal hidung preman tersebut,
"Bagaimana paman paman?,masih mau melawan ?
masih mau memalak semua pedagang di sini? " pertanyaan beruntun dari Zelda membuat semuanya bungkam tak bersuara.
"Kalian diam aku artikan kalian setuju tidak akan kesini lagi mengganggu mereka " lanjutnya kemudian berjalan ke tempat ibu pemilik warung tersebut
flash back off
Zelda kembali melanjutkan perjalanan nya ke markas, sedang Revin kini lagi meeting di kantornya,untuk itu dia menghubungi Zelda lewat sekertaris pribadi nya Dion.
"hallo nona"
"iya"
"Tuan Revin akan menemui anda 2 jam lagi, sekarang dia ada rapat dadakan tentang perusahaan yang bermasalah" lapor Dion
__ADS_1
"Masalah apa? " tanya Zelda
"Di kantor sedang genting,ada seseorang yang berusaha menerobos pada keamanan,dia berusaha meng-hack data keamanan kantor nona,untuk itu tuan Revin masih membahas jalan keluarnya di sini dengan staf staf yang lain " jelasnya.
"Kemana mereka yang bertugas di sana? "
"mereka juga sedang berada di ruang rapat nona!,jika tidak ada lagi saya tutup telponnya ya "
"baiklah " sambungan pun terputus.
Zelda berjalan ke sebuah ruangan,sebuah ruangan rahasia tempat penyimpanan data data penting perusahaan maupun tempat tempat tertentu yang sengaja Zelda persiapkan dari dulu untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuknya.Di ruangan itu juga terdapat layar bening yang besar menampilkan dengan jelas kota kota yang ada di negara itu khususnya kota tempat ia tinggali sekarang bagaikan miniatur kota .dari sana pun terlihat jelas jalan jalan yang ada di sana,di samping layar itu lagi masih terdapat layar khusus keamanan,kemanan GPS rancangan merekpun semuanya ada di sana.untuk itu dengan mudah ia mencari dan memperbaikinya lewat sana.
Dengan menekan bebrapa kode keamanan,ia sudah masuk pada data data perusahaan yang kini satu langkah lagi,para hacker bisa masuk dan mencuri semua data data perusahaan Revin,
Jari jemari Zelda masih dengan lincah berselancar pada layar bening di depannya saat ini, earphone nya terhubung pada Erland dan Andi sekarang.
" masuk ke ruang kendali " printahnya pada Erland dan Andi
Ting
suara pintupun terdengar seperti suara lift terbuka. Andi dan Erland berjalan mendekati Zelda.
"Mulai sekarang "
dengan lincahnya mereka dengan segala keahliannya kini ikut memperbaiki sistem keamanan data data penting kantor Revin.
"Prince ada yang berhasil menembus data keamanan kantor kita " ucap Mafioso yang bertugas menjaga keamanan di kantor itu
Para staf di buat ikut panik,
"Lakukan yang terbaik,kunci semua data semampu kalian,saya percaya kalian orang orang berpengaruh dan berpengalaman dalam hal ini," ucapan Revin membuat mereka semakin kagum dengan bos mereka,
Mereka mengira bos mereka akan marah,namun hal itu jauh dari pemikiran mereka,bukanya marah Revin malah menyemangati mereka untuk tetap bersemangat melawan para hacker tersebut.
"Hah,"
"Ada apa " tanya Revin
"ada yang berusaha mengunci data data tersebut prince,orang yang berhasil masuk itu sedang melawan hacker itu,jika dia berhasil mengalahkan hacker itu,maka data data pribadi dari hacker itu juga akan hilang semuanya,jika mereka bisa masuk dan menerobos ke data kita,maka semua data data kita akan di ambil alih olehnya dan dengan bukti itu dia bisa mengambil alih semua perusahaan prince" jelas hacker dari Mafioso itu
"Siapa yang mengetahui ini selain kita? tidak mungkin ada orang lain mengetahui masalah ini selain yang ada di sini! " fikir Revin..
"Maaf bos,tadi saya memberi tahu nona Zelda masalah ini" jelasnya.
Revin dengan segera menghubungi Andi namun tidak di angkat,lanjut menghubungi Erland dan masih tidak di angkat juga , terakhir dia mencoba menghubungi Zelda,namun masih sama tidak di angkat. Revin kembali menghubungi buk Maya,
__ADS_1
"Hallo buk,Zelda ada di sana? " tanya Revin
"ada di kamarnya nak Revin! " jawab buk Maya
"bisa minta tolong antarkan ponselnya ke Zelda saya ingin bicara,saya sudah menghubungi nya namun tidak ada jawaban"
"tadi seperti nya erland dan Andi juga di sini, sebentar saya naik ke kamar nya"
Tok,,tok,,tok
kreeeeeaaak
Pintu kamar Zelda perlahan di buka buk Maya,namun tidak menemukan siapapun di sana.
"maaf nak Revin mereka tidak ada di sini ,tapi tadi bibik liat mereka masuk kamar Zelda " jelasnya kebingungan
"baiklah bik,tidak apa apa, terimakasih ya " jawab Revin langsung mematikan ponsel nya.
"kalian lanjutkan sebisa mungkin agar data kita tidak di curi,saya ada urusan " ucap Revin berlalu dari ruangan meeting.
"Dion,kamu antar saya "
"baik bos"
Tak lama kemudian Revin telah sampai di markas, terlihat beberapa Mafioso menyapa nya dengan sebutan prince.
"kamu tunggu di sini," ucapnya meninggal kan Dion dengan segala kebingungan nya.
"Lo nak Revin,sudah pulang !" sapa buk Maya namun tidak ada balasan dari Revin
"Ada apa dengan mereka? ach sudahlah nanti juga baik sendiri jika berantem " fikirnya.
Kreeeeaak
Revin masuk ke kamar Zelda pelan,ia menyusuri setiap ruangan itu dan berhenti pada walk on closed milik Zelda,ia membuka lemari Zelda dan terlihat beberapa baju yang menggantung di sana tapi seperti terlihat renggang jarak antara gantungan yang satu dengan yang lain,seperti ada yang sengaja mengikisnya agar memberi jarak yang cukup untuk 1 tubuh melewati nya,dengan segera ia meraba sesuatu di balik pakaian itu , setelah menemukan nya ia menekan tombol itu dan seketika lemari itu terbuka sendiri menembus ruangan lain,ruangan itu masih tertutup rapat Revin kembali menekan beberapa digit nomor yaitu tanggal lahir Zelda dan ,,,
Ting
Perlahan pintu terbuka layaknya sebuah lift terbuka.
Revin berdiri tegak setelah masuk dan menatap lurus ke arah orang orang di depannya yang kini juga tengah menatapnya.
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻