Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 115


__ADS_3

TALAK AKU SEKARANG JUGA! DAN KALIAN PERGI JAUH DARI HIDUPKU" teriaknya


"Ma jangan gini ma,maafin aku" tangis Cindy


"Kurang ajar"


plak


belum sampai tangan Cindy meraih mamanya ,sebuah tamparan keras membuat Cindy meringis kesakitan,merasakan panasnya bekas tamparan mama revin sambil memegang pipi nya,


"Tan, , ," belum selesai ucapanya mama revin lebih dahulu memarahinya


"Dasar wanita ular,saya fikir kamu lebih baik dari pada wanita di luaran sana yang menginginkan anak saya,tapi nyatanya apa? saya hampir saja menjatuhkan anak saya sendiri ke jurang kehancuran nya" geramnya melihat Cindy tidak lebih dari seorang pelac**.


"Tante,dengerin Cindy Tan" tangisnya lagi membujuk mama revin.


"Berani sekali kamu mempermainkan kami dan menjebak anak kami , , "


plak


kali ini papa Revin yang melayangkan tangannya ke wajah cantik Cindy


"Aaw" ringis nya


"Hei,jaga tangan anda dari dia, jangan pernah berani menyentuhnya seujung kuku pun" bentak papa Cindy melihat Cindy di tampar ke dua kalinya,


kali ini bukan hanya orang tua Revin yang geram,tapi juga mama Cindy yang dengan nyata melihat suaminya membela anaknya di depan matanya sendiri,


mama Cindy menatap suaminya dengan tatapan intimidasi,suaminya itupun gelagapan melihat tatapan tajam itu


"Karena, , karena dia anak ku" ucapnya kembali setelah melihat tatapan tajam dari istrinya.


mama Cindy tersenyum sinis melihat adegan demi adegan di depan matanya,


"Aku muak melihat semuanya,terlebih kalian,PERGI SEKARANG JUGA, AKU TUNGGU SURAT CERAI DARIMU,DAN KAMU JANGAN PERNAH MUNCUL LAGI DI HADAPANKU" bantak mama Cindy sambil menunjuk mereka berdua bergiliran


"Ma , , please , !"


"STOPP panggil aku mama,aku bukan lagi ibumu" ucapnya kemudian bangkit meninggalkan tempat sakral itu.


"Ma, , mama " panggil Cindy tapi mamanya pergi tanpa menoleh.


"Cepat kalian pergi dari sini" usir papa Revin


"Awas kalian" ucap papa Cindy kemudian pergi membawa Cindy dari sana


"Jangan pernah ada yang mencoba menyebarkan berita ini ,jika ada tunggu surat penangkapan kalian" ancam papa Revin


"mohon maaf atas segala kekacauan ini dan silahkan para tamu semuanya bisa meninggalkan tempat ini" ucap nya dengan sopan.


Di luar sana Cindy di dampingi papanya berhenti sejenak dan menatap kebelakang memandang sendu tempat yang selangkah lagi akan membuat dia menjadi seorang istri dari seorang CEO muda yaitu direktur Revin ,namun karena semua kejahatannya terbongkar di depan banyak orang di hari bahagianya menjadikan hari ini hari yang paling dia benci,karena semua impianya hancur sehancur hancurnya dalam waktu sekejap,

__ADS_1


ia menangis menatap dekorasi yang begitu indah,mewah dan cantik kini hancur bagaikan kapal pecah,menyisakan tangis dan kekacauan, pandangan Cindy teralih ke atas di mana seorang pria menatap datar dirinya dari balkon atas tempat itu,


"Help me" gumamnya dalam mati sambil menatap seseorang itu yang hanya diam tanpa ekspresi,memasukan kedua tanganya pada kedua saku celananya,ia masih mengenakan pakaian pengantinnya,


melihat wanita itu akan mengeluarkan kata kata,Revin terlebih dahulu melayangkan tangan untuk mengusir nya,


cindy yang mengerti akan pengusiran itu pun kembali menatap kebawah dan semakin menangis meratapi nasibnya yang gagal menjadi nyonya Revin.


Revin yang berada di balkon atas itu kini tanpa menunggu Cindy pergi ia terlebih dahulu berbalik arah dengan tampang datarnya yang semakin menambah ketampanan dengan aura yang ia miliki,


ia berjalan ke arah tempat kekacauan melihat orang tuanya yang terlibat frustasi,terlihat dari papanya yang memijit pelan pelipis matanya agar mengurangi rasa yang sedikit sakit setelah kekacauan ini,mama revin hanya bisa menangis di sofa itu sambil menyangga kepalanya dengan tangan kanannya yang bertumpu pada pinggiran sofa itu .


"Kenapa jadi kaya gini sih pa'" tangis mama revin


"Ini semua kan kemauan mama,hampir saja mama menyerah kan anak mama sendiri kepada ular betina itu" ucap papa Revin


tak


tak


tak


suara langkah kaki yang terdengar dari tangga mengalihkan pandangan orang yang berada di sana,revin dengan tenang melangkah menghampiri kedua orang tua nya.


"apa belum menyesal?" tanya Revin


"Maafin mama sayang" ucapnya berhamburan memeluk Revin


sementara dirinya membalas pelukan mamanya,tangan kiri Revin menekan sesuatu di earphone nya,


"Bereskan semuanya Dangan cepat, dan ganti dekorasi nya " printah Revin


ucapan Revin berhasil membuat mama dan papanya kebingungan,apa maksud dari anaknya ini


"Maksud mu apa Revin? kamu jadi mau menikah dengan wanita ular itu,hah, .,,mama tidak setuju" tegas mama revin


"Revin apa maksud kamu mengganti dekorasi ini " tanya papa Revin..


Revin membalas tatapan itu dengan senyuman hangat,dengan cepat semua kekacauan itu di bereskan dan di ganti dekorasi yang baru,


sementara itu,Zelda masih di jalan menuju tempat acara pernikahan Revin,di dalam taksi ia menerawang ke masa dahulu,di mana dia dan Revin bercanda ,jalan bareng, tidur bareng,semua itu terbayang dalam ingatan nya seolah sengaja di putar untuk mengingatkan dirinya tentang memori indah itu,Zelda perlahan tersenyum namun ia kembali tersadar akan kenyataan di depan mata,bahwa Revin saat ini mungkin sudah menjadi suami dari Cindy,ia kembali memantapkan hatinya untuk ke sana,ia tidak ada niatan lain selain menyelamatkan sahabatnya dari orang orang Revin yang Zelda sangka telah membantu Revin meringkus Andi dan Erland, dalam perjalanan ia tak hanya memantapkan hati melihat dan menerima kenyataan ,ia juga mempersiapkan diri dan untuk melawan semua yang membantu Revin.


"Pak bisa lebih cepat?" cemas Zelda


"Maaf neng,ini mobil udah tua jadi hanya bisa jalan pelan seperti ini,mau di ganti tapi belum ada biaya, mohon bersabar ya neng" ucap sopan supir taksi itu


"huh,ya sudah"


zelda menatap jalan dan melirik sedikit jam di tangannya,rasanya sangat lama Hingga sampai di sana ,terlebih dirinya sudah berjalan jauh meninggalkan kota itu saat dirinya berniat Pergi dari kehidupan yang dia jalani sekarang.


"dduh ,,pak cepat dikit Napa?" kesal Zelda melihat Supir taksi itu yang terlihat sudah tua,

__ADS_1


"Stop pak" ucap zelda tiba tiba


supir taksi itu meminggirkan mobilnya,


"Ada apa neng? bukanya masih sedikit lagi" ucap pak supir itu


"eemm..sini saya yang bawa saja mobil nya" ucap Zelda berjalan ke arah pintu mobil kemudi.


"Tapi neng?" tolak sang supir


"Sudah lah pak,kalau apa apa nanti saya tanggung jawab" ucap zelda yang kemudian mengambil alih kemudi itu


dengan segera ia menancap gas menuju tempat acara pernikahan Revin.


di tempat lain,dua wanita cantik itu kini sedang melambaikan tangannya pada mobil orang tua Zelda.


"Mah,itu kan kk diwa sama kak sinta" teriak zuita


mobil itu berhenti tepat didepan mereka,


"Tante, om" sapa mereka sopan


"ada apa,Zelda kemana? bukanya kalian juga harusnya membantu teman kalian?" tanya papa Zelda yang terlihat khawatir dengan anaknya ,


"Eeumm, ,begini om ,Tante" ucap mereka menggabung.


balik ke tempat acara,


"Revin ada apa sih ini!" tanya mama revin penasaran.


"Jangan macam macam lagi Revin,papa sudah sangat malu sama kejadian tadi,kamu jangan bikin tambah malu lagi" geram papa revin melihat semua orang sedang memperbaiki dekorasi itu yang sebenernya sudah selesai di perbaiki.


terlihat seseorang menghampiri,


"Bos,semuanya sudah siap" ujar Bimo


Revin juga mendapat kabar bahwa target sudah akan sampai.


"Baiklah kalau begitu, kalian siap siap dan mulai dalam 5 menit dari sekarang" perintah Revin.


"Revin,tolong jelaskan " tanya mama revin yang tak habis Fikri apa yang akan di lakukan anaknya ini


"Revin mau menjemput menantu mama yang sesungguhnya " ucap Revin sambil tersenyum


"APPA!!!"


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2