
Dion membawa pergi Tamara dengan selamat dari kejaran pada adjudan Mr,Zein dan dia membawa Tamara ke apartemennya.
sebelum itu,Dion sudah menyuruh anak buahnya mengatur camera tersembunyi yang sudah terhubung dengan Erland di ruang rahasia Marjan TBW.
" silahkan apa yang anda ketahui nona Tamara" ucap Dion
" apa yang anda ingin tahu?" ucap Tamara berbelit
"Di mana tuan Revin ? " tanya Dion to the point.
"Apa yang aku dapatkan jika memberi tahu di mana pak Revin ? " ucap Tamara
"kalian jangan menipu ku" sarkasnya
"nona anda tenang saja,kami bekerja selalu jujur dan konsisten dengan ucapan kami,kami sudah ucapkan bukan akan keselamatan anda dan juga keluarga anda,Jadi JANGAN BERBELIT,CEPAT KATAKAN!!!" ucap Dion dan sedikit berteriak di akhir kalimat nya.
"kunci mobil " ucap Dion melempar kunci mobil itu pada Tamara
"Mr,Zein, , kehilangan pak Revin karena ulah Mr,Zein" ucap Tamara.
"tuan Revin masih hidup dan ada di suatu tempat " ucap nya
"Aku rasa informasi selanjutnya akan memakan biaya yang banyak "
Dion kembali melempar kartu kredit tanpa batas untuk Tamara.
"Mr,Zein membawa tuan Revin saat setelah operasi,dia memanfaatkan situasi genting saat gempa untuk membawa tuan Revin bersama mereka menggunakan helikopter " ucapnya lagi
Dion memang melihat helikopter saat itu,tapi dia mengira itu adalah helikopter milik tim yang akan turun langsung untuk mengevakuasi para pasien rumah sakit.
"Kemana dia pergi membawa tuan Revin " tanya Dion
Tamara diam
Dion kembali melempar sebuah kunci apartemen beserta surat kepemilikan apartemen itu.
"Dia membawa untuk anaknya gadis! "
"Siapa gadis?"
"Lebih tepatnya anak angkat Mr.zain. lebih tepatnya anak angkat Mr.zain" ucapnya lagi.
Dion tampak berfikir siapa gadis dan apa tujuannya.
sementara itu Erland sedikit mengangguk.
"Bimo, cepat cari informasi tentang Gadis rayanza, " ucap Erland pada Bimo.
"Baik tuan"
"Di mana mereka?" tanya Dion
"Mohon maaf,saya kurang tahu karena menurut informasi yang saya dapatkan,mereka membawa tuan Revin ke suatu tempat yang sangat terpencil,tempat rahasia yang tidak ada satupun orang bisa melacak tempat itu" jelas Tamara.
Dion berfikir sejenak apa yang akan dia lakukan pada Tamara,
"Berikan telepon mu" ucap Dion
"Eeh,buat apa? " Tamara was was
__ADS_1
"cepat serahkan ,aku punya rencana yang harus kau lakukan" ucap Dion
memikirkan apa yang dia dapatkan dan juga Operasi mamanya ,tanpa fikir panjang Tamara menyerahkan ponselya.
"Dion bekerja cepat juga" gumam Erland mendapati notifikasi kalau dia sudah menambah aplikasi tersembunyi di ponsel itu dan langsung tersambung ke jaringan koneksi Sinta.
"good job" ucap Sinta
JLEB
seketika layar besar itu terputus dengan Dion,mereka sudah cukup mendapatkan informasi tentang tuanya Revin
dan mereka sedikit lega Revin masih hidup ,namun untuk sementara mereka akan memastikan sendiri sebelum memberi tahu Zelda,
"Bimo,siapkan keberangkatan ku Sekarang juga ke Turki" ucap Erland
"Kalian aku titip istriku," ucap Erland kembali
Bukanya pamit dengan Tiara tidak penting,tapi Tiara lagi bersama Zelda ia tak mau melihat Zelda curiga dengannya,untuk itu erland menitipkan Tiara pada temannya
"gue ikut" ujar Andi
"Bimo kamu tetap pantau situasi di sini,jika kamu perlu kamu kami akan hubungi" ucap Erland.
"Baik bos"
saat itu juga Erland dan Andi berangkat ke Turki menggunakan jet pribadi TBW.
***
"Kenapa aku tidak boleh keluar mansion?" tanya Revin
mata Revin terlihat memelas,dan itu berhasil membuat garis luluh
"Aku rasa jalan dekat dekat sini tidak akan bahaya deh,lagian kan ada aku yang mengawasi langsung,lagipula banyak pengawal di sini" gumam gadis dalam hati
"Katanya mau aku cepat sembuh,biar bisa ingat kamu sayang" ucap Revin tak sesuai kata hatinya
"Cuih, , jijik panggil sayang,tapi demi mengetahui tujuannya aku rela bersandiwara seperi ini" gumam Revin
"lagipula aku memang belum ingat siapa aku dan aku tidak tahu siapa dia sebenarnya,kalaupun aku suaminya pasti di sini ada foto pernikahan kami sejak awal aku tinggal di sini"
"masa ada foto pernikahan di taruh dalam map coklat" fikir Revin lagi merasa dia di anggap bodoh oleh mereka.
tapi Revin menggunakan amnesianya untuk mengetahui tujuan mereka di mansion yang cukup private ini.
Mendengar kata sayang dari mulut Revin membuat gadis tersenyum senang" baiklah kita jalan-jalan di sekitar mansion aja ya sayang" ucapnya
tatapan gadis menuju para adjudan nya,dengan segera adjudan itu membuka gerbang untuk mereka jalan jalan.
"di mana ini?" gumam Revin menatap sekitar tidak ada tetangga sama skali ,
"pantas saja tidak ada keributan suara mobil di sini,ternyata di sini tempat yang cukup terpencil dan sangat tersembunyi " gumam Revin dalam hati mengamati sekitar.
mansion tempat Revin saat ini terbilang mewah dengan tembok menjulang Tinggi lebih terlihat seperti benteng,
namun tampak luar seperti sebuah bekas benteng jaman dahulu kala,hingga tiada yang sangka di dalam benteng itu ternyata sebuah mansion yang sangat mewah layaknya istana, di sekeliling tempat itu seperti sebuah tebing tinggi dengan pohon yang sangat rimbun hingga membuat suasana di sana sedikit gelap dengan pepohonan yang lebat.
bahkan mereka menciptakan pohon buatan di tembok tebing hingga dari atas tidak terlihat seperti sebuah hunian melainkan hanya sebuah bekas benteng pertahanan jaman dahulu.
__ADS_1
"telepon bisa tersambung,otomatis tempat ini punya akses untuk melihat internet " gumam Revin sambil melihat sekitar Engan ekor matanya.
"Gimana sayang,? suka gak?" tanya gadis
"Di mana ini? aku seperti nya tidak ingat" ucap Revin sengaja
dan memang dia tidak tahu tempat itu di mana.
"Ini rumah kita sayang,rumah impian kita sejak dulu" ucap gadis mengarang cerita .
Revin sama skali tidak mengingat bahkan tidak merasakan apapun ketika dirinya berusaha mengingat tempat itu,
beda halnya dengan ia mencoba mengingat wajah dari gadis di dalam mimpinya itu,ia seakan semakin mengingat lekuk tubuhnya dan juga wajahnya semakin jelas terlihat meski tidak terlalu jelas dan ingat,itu yang membuat sakit kepalanya kumat.
"Aaarrrkk, , iisssshh" jerit Revin memegang kepalanya seakan bayangan gadis di mimpinya berputar putar di kepalanya.
"pengawal" teriak gadis
"Cepat bawa dia ke dalam ,dan kasi minum obat" ucap gadis khawatir dengan kepala Revin.
****
"Bagaimana,kamu paham apa yang akan kamu lakukan?" ucap Dion
"Aku akan berusaha,tapi lakukan operasi secepatnya dengan mama ku,dan aku ingin bertemu dengan mama" ucapnya
prok
prok
Dion menepuk tangannya dan seseorang berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah ponsel.
"Hallo nak" ucap mama Tamara
"ma,mama di mana? mama gimana kabarnya" ucap Tamara sedikit meneteskan air matanya.
"kamu gak usah khawatir,mama di sini semakin baik nak,mereka merawat mama dengan baik" ucap mama Tamara.
JLEB
"Hei kenapa di matikan" teriak Tamara
"operasi mamamu 2 jam lagi akan di lakukan,cepat tanda tangan surat perjanjian ini"ucap Dion
Dengan kesal Tamara membaca isi surat itu dan tidak ada yang merugikan dirinya selain dia harus jadi mata mata buat Dion untuk mencari tahu lokasi Revin.
tanpa lama Tamara menandatangani surat itu dan menyerahkan pada Dion
"bagus,,sekarang kerjakan tugasmu" ucapnya memberikan sebuah alat yang akan di gunakan untuk membatu aksinya ,
Tamara juga sudah di jelaskan cara kerja dan juga manfaat alat alat itu,
"Baiklah,aku juga bisa sekalian balas dendam dengan pria Jahannam itu" geram Tamara dengan tatapan penuh kebencian.
next
ketemu di bab selanjutnya
happy reading
__ADS_1