
"Selamat pak,buk, , anaknya laki laki" ucap dokter itu mendekati Zelda..
"terimakasih dokter" ucap Revin.
Zelda terlihat masih lemas,Revin menggenggam tangan Zelda dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengelus rambut Zelda.
mereka menangis .
"Sa-ya-ang" lirihnya meneteskan air matanya.
"Iya" jawab Revin sambil mengangguk
"in-ni ka-mu, , " tanya Zelda mengulurkan tangannya ke wajah revin
Revin menggenggam tangan Zelda "iya sayang , , ini aku, , aku kembali, , " ucap Revin dengan haru memeluk Zelda
terlihat dari keduanya menangis,saling memeluk,tangis bahagia dari mereka membuat para suster dan dokter juga ikut terharu.
Dokter keluar dan memberi tahu kabar bahagia itu pada keluarga pasien yang di luar,
sedangkan di dalam dr.Gina memberikan ucapan selamat serta turut bahagia melihat prince mereka kembali " Prince,Anggel selamat atas lahirnya anak pertama kalian,dan saya pribadi mengucapkan selamat datang kembali prince Revin,saya senang anda pulang dengan selamat" ucap dr.gina dengan wajah haru sampai ia mengusap sudut matanya dengan tanganya saking harunya .
"Terimakasih Dokter"ucap Zelda dengan senyuman
"Terimakasih Dokter, terimakasih bantuan anda pada istri dan anak saya" lanjut Revin
"Sudah menjadi tugas saya, permisi saya harus keluar" ucapnya lagi
baru saja dokter Gina berbalik badan , terdengar suara pintu yang terbuka dan seseorang anak cantik berlari ke arah mereka
"kakak , ,. " teriaknya langsung memeluk Zelda haru
"Sayaang" Tangis mama selena mengukur langkah anaknya dan ikut memeluk zelda
"An-nak ma-ma" ucap mama revin tercekat melihat Revin anaknya masih hidup di depannya
"Mama" lirih Revin langsung memeluk erat sang mama.
Tangis haru terdengar dari ruangan VVIP itu,mereka sangat bahagia melihat Zelda melahirkan anak laki laki dalam keadaan sehat dan juga kembalinya Revin dengan selamat meski kondisinya masih di atas kursi roda.
bergiliran mereka saling membagi kasih
"Vin, , anak papa, , " sapa papa Revin menggantikan mama revin memeluk anaknya,papa Revin juga ikut menangis.
"Sayang,kamu sehat sehat ya .. terimakasih sudah memberi kami cucu yang sangat cantik" ucap mama Selena.
"Revin anak mama, , ,mama kangen sayang" ucap mama Selena menghampiri Revin dan memeluk mantu nya itu.
"Kak Revin kemana aja,zel kangen, , huuu , , ,huu , , " tangis zuita memeluk erat tubuh Revin.
"kak Revin gak kemana mana sayang,kak revin bekerja jauuuh di sana,hari ini kak Revin kembali" ujar Revin sambil mengelus lembut rambut panjang zuita
"Kak Revin janji ya, , jangan tinggalin kak zel lagi, , kak zel tiap hari nangis rindu kak Revin" ujarnya polos
"iya sayang, , kakak janji" balas Revin lagi.
"Revin, , selamat nak, papa senang kamu kembali" ujar papa Handoko memeluk menantunya.
di saat semua terharu saling sayang, terdengar suara ketuka pintu di sambut suara pintu di buka.
__ADS_1
kreeekk
"Waah sudah rame aja, ,ni bayinya sudah saya mandikan " ujar dokter Gina memberikan Bayi laki laki itu dan meletakkan nya di samping Zelda.
langkah Dr.gina di susul oleh sekelompok kawanan yang selalu menemani Zelda maupun Revin sejak dulu.
"Zel, , selamat ya" ujar Tiara
"Kak Revin" kaget ketiganya melihat revin duduk di samping Zelda dengan kursi rodanya.
"Syukurlah kak Revin kembali,kak Revin ingat kan sama kita?" tanya Sinta
Diwa segera menyenggol lengan Sinta,karena Sinta hampir keceplosan bicara .
"Maksud kalian apa?" tanya Zelda
"Upss" ucap Sinta menutup bibirnya dengan kedua tanganya.
melihat mereka mati Kutu di depan Zelda,Tiara angkat bicara " sudah lah,nanti kita bahas,belum waktunya bahas yang lain,hari ini hari nya kita bahagia " ujar Tiara
"benar banget sayang" ujar Erland mendekat dan merangkul Tiara
"Kalian sudah menikah" tanya Revin menunjuk Tiara
"Iya kak,kita menikah setelah beberapa bulan kalian menikah" ujar Revin
"Ooh, , syukurlah" jawab Revin.
"Hai cucu Oma,cucu opa" ucap mama Selena mengambil bayi mungil itu untuk di gandong.
"Lucu banget kamu sayang" ucap nya kembali sambil mengelus lembut wajah bayi itu, sementara yang lain ikut melihat dengan mengerumuni bayi kecil itu yang terlihat sangat tampan dengan kulit putih ,mata biru laut dan hidung mancung,pipi chubbynya membuat siapa saja gemas ingin mencubit nya.
"Addudu sayang, , gemas banget Oma sama kamu" ucapnya langsung mencubit pelan hidung bayi itu .
"Oh ya zel,Vin apa kalian sudah punya nama buat anak kalian?" tanya mama revin menatap kedua nya sambil menggendong bayi itu .
Revin dan Zelda saling menatap " aku terserah kamu sayang" ujar Revin pada Zelda
Zelda mengangguk " aku ingin memberi nama , , , DARRELL AUSTIN PRAMUDA " ucap Zelda
" waa..nama yang bagus" ujar mama revin
"Panggilan Darrel atau Austin?" tanya papa Revin
"Bagus namanya? " ucap mama Selena
"Panggil Austin aja!" ucap papa Handoko
"Darrel aja" jawab mama Selena
"gak mau..pokoknya papa mau panggil Austin" kekeh papa Handoko
"Eeh gak bisa gitu, , panggil Darrel dong,itu kan awal dari namanya " ucap mama Selena masih tak mau kalah.
",Aduuh mama..panggil nama itu gak musti harus awalnya. .biar keren gitu " ucap papa Handoko
"PAPAAAAA "
" MAMAAA "
__ADS_1
",HAHAHAHAHA" semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah laku kedua orang tua Zelda.
setelah cukup lama mereka melepas kangen dan juga menjenguk Zelda..akhirnya beberapa dari mereka pulang.
kini tinggal Revin,Zelda dan juga mama dan papa mereka.
"Vin , , kalau belum siap cerita kami tunggu ceritanya" ucap mama Selena di sela sela mereka bicara
"iya Vin, mama juga ingin tahu" ujar mama revin menimpali
"Gak perlu ma,papa dan pak Revin tadi sudah di kasi tahu oleh Erland,jadi nanti kami yang akan ceritakan ke kalian" ujar pak Handoko.
"iya.. lagipula biarkan mereka menikmati masa masa indah mereka yang Smpat tertunda,biarkan mereka menikmati bulan madu mereka,bukan kah mereka Belum bulan madu " ujar papa Revin
"astaga papa..gimana mau bulan madu,orang anak mereka baru berojol juga " kesal mama revin di sambut tawa yang lain
"Hahaha, ,maksud papa..biarkan mereka menikmati kebersamaan mereka,kita gak perlu ganggu dengan pertanyaan apapun,cukup mereka menikmati rasanya jadi orang tua" ujar papa Revin kembali
"Terimakasih ma,pa...mungkin Memang itu yang kami butuhkan " ujar Revin masih membelai Zelda .
"oh ya,mau pulang ke mana?" tanya mama Selena
"villa aja mah,aku sudah nyaman di sana " ucap Zelda.
"baiklah,kami akan usahan sering jenguk kalian ya" ucap mama Selena di angguki mama revin .
"iya..mama juga nanti temani kamu deh beberapa hari buat bantuin kamu dan juga revin" ucap mama revin
"gak perlu repot repot ma,kan ada bik mah dan juga yang lain nanti" jawab Zelda
"Gak apa apa...mama yang mau kok" balas nya lagi
"Baiklah " pasrah Zelda.
Keesokan harinya mereka pulang,dan kini mereka ada di villa,seminggu lamanya mama revin menemani Zelda dan Revin di villa,saat itu juga mereka tatap bergantian untuk menjenguk baby Darrel,Karena posisi villa memang sangat jauh dari kota,tapi tempat itu sangat nyaman buat Zelda hingga dia lebih memilih ke sana.
Dua bulan berlalu,Revin sudah berangsur pulih meski kakinya belum bisa bergerak bebas,tapi dia sudah tak di kursi roda,seminggu skali Revin menjalani perawatan di villa,Bimo mempersiapkan segalanya untuk tuanya di villa,untuk itu mereka tak perlu keluar villa untuk kebutuhan apapun.
sampai hari ini jadwal terapi buat Revin ,terapi yang di lakukan Revin sengaja memilih akan terbuka,agar dia merasa lebih menyatu dengan alam,supaya masa pemulihan juga lebih cepat,karena pasien tidak bosen terapi di dalam ruangan khusus.
"Tuan,dokter sudah sampai" ucap mang Udin
"Oh .suruh masuk mang" jawab Revin
",Sayang aku ke belakang dulu ya,siapkan minuman" ujar Zelda
"iya sudah hati hati ya" ucap Revin
"iya sayang,bik mah juga kayaknya pulang masih lama..banyak yang harus di beli" ujar Zelda
"iya sudah .aku ke luar dulu" ucapnya menuju ruang tamu .
sesampainya di luar
"Siapa Kalian " ujar Revin melihat orang asing di sana
next
ketemu di part selanjutnya.
__ADS_1
bisa jadi part akhir,bisa pula part ke dua ending