
"Aku merindukan mu " bisik Johan kembali di telinga Jihan
"aku juga merindukan mu" balas Jihan menatap Johan .
Johan mengangkat tubuh Jihan ke dalam kamar nya,di baringkan tubuh Jihan di Atas ranjangnya.ia mengunci tubuh Jihan dengan tubuhnya,Johan melihat senyum Manis Jihan yang sudah lama hilang dari bibirnya.
"Jangan pernah tersenyum manis seperti ini pada orang lain " ucapnya kemudian mendaratkan b1b1rnya pada b1bir Jihan dengan lembut.
Jihan membalasnya dengan sedikit mengg1g1t b1b1r Johan ,
"Nakal ya" ucap Johan dan mengecup kening Jihan, turun ke mata,pipi,bib1r dan kini turun lagi ke leher Jihan,ketulang selangka Jihan dan lama di d4d4 Jihan.
"eeuuh" lenguhnya
dua JJ itu kembali menikmati kebersamaan mereka di malam yang indah itu,melupakan semua masalah yang kemarin dan sejenak johan bisa melupakan Tiara.
**
sementara itu
"Terimakasih makan malamnya boy, aku pamit ya,salam om sama Tante!" ujar Zelda
"perlu saye antar?" tawar boy
"Tidak usah,aku bisa sendiri,aku pake motor dan aku juga mau ketempat lain ,ada urusan." ujarnya.
"Baiklah,hati hati di jalan ya baby" ucap boy melambaikan tanganya melihat Zelda melajukan motornya.
"aku harap belum ada orang yang singgah di hatimu baby" gumam boy kemudian memasuki rumahnya.
Zelda mendapatkan informasi dari bawahannya bahwa Pak firman adalah dalang di balik penyerang saat pesta papa nya,pak firman adalah salah satu kandidat yang ikut persentase dalam Job pembangunan sirkuit di Indonesia bagian tengah,dan yang memenangkan tender itu ialah papa Zelda,untuk itu pak firman sangat dendam dan ingin mengambil alih kerja sama mereka,dengan cara mencoba membunuh pak Handoko dalam acara pesta anniversary nya,pak firman membuat skenario agar nanti berita menyebar Karena adanya perampokan,pak firman juga sudah menyuruh orang untuk membobol brangkas hotel tapi di gagalkan oleh anak buah Zelda kala itu.
Zelda mengarahkan motornya ke tempat penjara bawah tanah.seperti biasa Zelda ke sana dengan tangan kosong dan ia melajukan langkah nya cepat menuju ruangan di mana salah satu anak buah pak firman masih hidup,sengaja tidak di habiskan agar menjadi senjata bagi Zelda saat dirinya di serang balik oleh pak firman.
Cklek
Zelda memasuki ruangan itu dan sedetik kemudian Zelda menepuk tangan nya.seketika ruangan itu menjadi ruangan yang terang benderang,membuat penghuninya membuka lebar matanya.
ia mengedarkan pandangannya kala melihat seisi ruangan itu yang tidak seperti penjara,lebih tepat ruangan tanpa cahaya yang di dominasi warna hitam dan berbagai jenis hiasan cantik di dinding bahkan ada beberapa lambang TBW terpampang jelas di sana.
DEG
dia terkejut melihat lambang TBW ,ia kenal betul lambang itu karena ia juga hidup dalam dunia mafia,itu adalah jawNan atas ketidak adaan teman temannya datang membantu,karena tidak ad seorang pun yang mampu menembus pertahanan milik TBW.
"Bagaimana hari harimu paman?" tanya Manis Zelda.
dia hanya terdiam dan hanya menunduk tak berani menatap wajah Zelda yang baginya meneduhkan sekaligus mematikan.
tak
__ADS_1
tak
tak
"Anggel" sapa nya
"Apa Anggel? jadi dia?" gumamnya dalam hati
tak pernah ia sangka jika dirinya akan bertemu sang malaikat pencabut nyawa versi dunia ada di depan matanya dalam keadaan bersalah.hatinya bergemuruh ingin segera mati saja atau menjauh dari bumi ini agar tidak pernah dan tidak akan berurusan dengan Dewi kematian di depannya saat ini.
"Benar kata orang,Anggel dunia mafia sangat sangar Dan menakutkan,tatapan matanya menusuk jiwa dan kecantikan nya membuat siapa saja terhipnotis akan auranya,manis,dan kejam, memang pantas dia menjadi Anggel dunia bawah tanah" gumamnya lagi
"ampun Anggel" ucapnya tanpa mengangkat wajahnya.
"Aku tidak suka melihat orang berbicara tanpa menatapku" ucap Zelda.
"ini makanlah!" ucap Zelda menyerah kan sepiring nasi dengan lauk dan segelas air putih untuk ia nikmati di malam itu.
"Dan kamu,kasi tahu semuanya besok semua akan di periksa,aku tidak mau kalian sakit jadi siapkan diri kalian ,akan ada hukuman bagi yang berat badannya turun akibat jarang makan," ujar Zelda
"Baik Anggel" jawabnya kemudian berlalu
"apa,Anggel TBW masih memikirkan kesehatan para mafianya? wajar saja mereka tak terkalahkan ,punya pemimpin baik dan memperhatikan para bawahannya,kenapa aku tidak berada di sini sejak dulu" gumamnya lagi sambil menyantap makanannya.
setelah ia selesai makan,Zelda menghampiri nya dan melempar beberapa berkas untuk ia jelaskan.
"Apa ini?" tanya nya
"Tidak perlu ku kasi tahu juga kamu pasti sangat mengenal tempat ini" ujar Zelda yang kini duduk mengangkat kaki kanannya di pangku di atas paha kirinya.
"Denah markas pak firman" ucapnya
"yups, aku mendapatkan informasi jika di sana ada lorong rahasia yang hanya beberapa orang yang mengetahui nya,jelaskan" ujar Zelda
tangan orang itu gemetar tak bisa berkata apa apa,dari mana Zelda tahu jika di markas itu ada lorong rahasia di mana lorong itu merupakan gudang terbesar Narkotika berbagai jenisnya ada di sana.
"Jelaskan" ujar Zelda membuat orang itu susah menelan ludahnya saking takutnya.
dia hanya terdiam,sedetik kemudian Zelda mengeluarkan belati yang sempat ia ambil di ruang senjata sebelum ia memasuki ruang penjara .
"Jelaskan atau belati kesayangan ku ini mendarat di tubuhmu paman" seringai jahat Zelda mulai terlihat .
Ketakutan jelas terlihat dari sorot mata lelaki ini,ia sudah berjanji untuk menjadi kaki tangan pak firman,sudah belasan tahun ia bekerja dengan pak firman, Untuk itu dia berfikir keras bagaimana caranya agar dia bebas dari sana ,
"CEPAT KATAKAN!!!" teriak Zelda
namun dia masih enggan untuk menjawab,
sreettt
__ADS_1
"Aaarkh" jerit kesakitan terdengar dari mulutnya,
Zelda melayangkan belatinya mendarat di lengan orang itu,semburan darah segar sangat di nikmati oleh Zelda,
"Belum mau menjelaskan?" ucapnya lagi
Masih dalam posisi yang sama,ia enggan untuk menjawab bahkan untuk menatap wajah Zelda ia tak berani
sreeekk
Untuk ke dua kalinya lengan kirinya di robek oleh belati milik Zelda.
"Aaaark,BUNUH SAJA AKU," pintanya saat ini
ia belasan tahun bekerja dengan pak firman dan selama itu pak firman sangat menjamin kehidupan anak dan istrinya,dengan tetap tutup mulut mungkin akan membuat pak firman untuk tidak menyakiti keluarganya.ia percaya pak firman akan menjaga keluarganya dengan baik.
"Bunuh katamu,Tidak segampang itu paman" ujar Zelda
"Penjaga!" teriak Zelda
beberapa orang masuk ke dalam dan memberikan Zelda Beberapa lembar foto,
deg
Rasanya dunianya sudah hancur melihat apa yang Zelda berikan,ia melihat foto itu dan sedetik kemudian ia jatuhkan berserakan di lantai,
airmata nya tiba tiba jatuh tak tertahankan,satu sisi ia berusaha untuk tetap menjaga rahasia bosnya,satu sisi lagi ia harus menderita di penjara dan berurusan dengan mafia tingkat pertama di tambah lagi foto tak senonoh yang Zelda berikan, memperlihatkan bagaimana pak firman memerlukan istrinya layaknya budak s**nya . di foto terlihat pak firman tertawa lepas dengan memegang tali layaknya menari seekor anjing peliharaan,dan di sana juga terlihat jelas istri dari orang itu berjongkok dengan kedua kaki dan tangan menumpu tubuhnya mengikuti tali yang mengikat tubuhnya yang dalam keadaan tak berlapis apapun,wajah penuh penekanan terlihat jelas di foto itu dengan air mata sang istri yang membasahi pipinya membuat orang yang sekarang ini berada di depan Zelda tak kuasa menahan emosinya.
"AAAARK BR3NGS3K KAMU FIRMAN, B4JING4N KAMU" geramnya.
Zelda membuatkan Dia untuk meluapkan emosinya Dan membiarkan dirinya untuk menstabilkan dirinya dahulu.
Zelda meninggalkan dia dalam keadaan frustasi dan emosi,selang beberapa waktu seorang berpakaian serba putih dengan kacamata bening menempel di batang hidungnya,ia mendekat setelah orang itu bersandar lemah di lantai dengan punggung menempel di dinding sedang kaki terulur di lantai.
dia adalah dokter yang di utus Zelda untuk merawat lukanya ,ia biarkan dirinya di obati.
"musuh terluka mereka obati,orang yang bekerja selama puluhan tahun dengan segenap jiwa raga di hianati, br3ngs3k kamu firman,aku bersumpah akan membalas kamu jika aku bebas nanti" sumpahnya dalam hati sambil menerawang jauh
"Baiklah,lukanya sudah saya obati ya,ini obatnya di minum rutin" ujar sang dokter kemudian beranjak dari sana
"Katakan pada Anggel,aku siap" ujarnya membuat dokter itu berhenti sejenak dan tersenyum saat mendengar penuturan orang itu,tanpa menoleh dokter itu keluar dan langsung menemui Zelda.
"Dia bersedia" ujarnya membuat Zelda tersenyum penuh kemenangan.
(Bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻
__ADS_1