
suara mama mengagetkanku saat ini,segera ku lepas pelukan yang erat tadi setalah mendengar mama.
"mama" ucapku penuh Malu.
entahlah wajahku mungkin saat ini sudah merah di pergoki berpelukan oleh mama.
"mama cariin kalian ada di sini,ayok makan malam" ajak mama
"iya ma,nanti kita turun" sahut kak Revin
"jangan lama lama,yang lain sudah lama menunggu" ucap mama lagi
"iya " sahutku
kak Revin terlihat terdiam ,aku segera menarik tangannya untuk turun" ngapain bengong,ayok" ajakku
kak Revin menurut dengan mengikuti langkahku di belakangnya.
POV Revin
apa yang buat aku paling bahagia saat ini? kalian sudah pasti tahu bukan?
yah itu dia,aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan Dari dulu,orang yang selalu bikin aku semangat dalam. mengejar apapun,dia lah gadis kecil yang sejak pertama kali bertemu sudah masuk ke dalam hatiku,tak ada yang mampu menggantikan posisi dia di hatiku,
hal yang paling membahagiakan itu seminggu lagi,tapi rasanya aku sudah tidak sabar untuk menjadi pasangannya sampai maut memisahkan.
malam itu aku mencarinya setelah kami membicarakan tentang Persiapan pernikahan kami.
"ma zel mana ya?" tanya ku sama mama
"di kamar,katanya tadi mau mandi " jawab mama
"Revin samperin ya" ucap ku
"iya " jawab calon mertuaku yang ku temui di ruang Keluarga masih bergosip ria sama mama ku.
tok
tok
tok
ku ketuk pintu kamarnya berkali kali tapi tak mendapatkan jawaban, akhirnya aku masuk dan melihat sekeliling tak ada Zelda,aku berjalan ke arah kamar mandi tak ku dengar suara air mengalir,dan akhirnya aku melihat siluet wanita yang akan menjadi pendamping ku di balkon kamarnya.
"Tu dia,ngapain di sana?" tanya ku pada diri sendiri
Ku berjalan ke arahnya, seperti nya ia tak menyadari keberadaan ku,aku mendekat dan mendengarkan ocehan nya yang bergumam tak percaya dengan semua ini,akupun merasakan hal yang sama terlebih saat mama dan papaku tidak merestui kami.
seminggu lagi" gumamnya pelan ku dengar
"gak nyangka ya?" ucapku langsung memeluk nya dari belakang,
Wangi rambutnya yang paling aku sukai hingga aku betah berlama lama membenamkan wajahku di lehernya dengan mengecup kecil bahunya.
__ADS_1
aku memandangnya dengan tersenyum ,ia membalas senyumanku dan aku pun mengalihkan pandanganku ke langit malam yang menyinari kami saat ini,aku akan tidak bisa mengontrol diri jika terus menatap wajah mungil dan senyum manis itu,aku bisa bisa melahap tubuhnya mentah mentah saat ini juga,akhirnya aku mengalihkan Rassa itu degan mengajaknya berbicara.
"Sama,aku juga tidak akan menyangka dengan semua ini,gadis kecil yang ku tolong saat itu kini menjadi wanitaku" ucapku masih memeluknya dari belakang
ia meraih tanganku yang melingkari pinggangnya dengan kuat" sama,aku juga tidak menyangka pahlawan ku akan menjadi tunjangan ku " jawabnya
"terimakasih " ucapku menunduk mencium bahunya
" terimakasih buat apa?" ucapnya
"semuanya" jawabku dengan membalik tubuhnya agar menghadap ku.
aku menatap bibir manisnya ,aku rasanya tidak sanggup menahan diri lagi ,aku menarik dagunya dan ku tundukkan kepalaku agar bisa mencium bibir manisnya itu,aku senang ia tak melawan
"honey?" ucapnya namun saat ini aku hanya ingin memeluknya merasakan aroma vanila yang membuatku candu
"ssst, , aku tidak ingin mendengar apapun ," ucapku kembali menariknya ke dalam pelukanku
"jangan pernah pergi dariku" ucapnya
"tidak akan " jawab ku dengan penuh kasih sayang.
aku bisa merasakan ia memelukku semakin erat,dan akupun berjanji akan berusaha membahagiakan dirinya sampai kapanpun.
"I Love you honey" ucapnya
"i love you too" aku membalasnya ucapan cintanya dan mencium puncak kepalanya
ternyata mama Selena calon mertuaku mencari kamu untuk makan malam,aku sempat terdiam entah merasa malu atau akan bersikap biasa saja,karena sejujurnya aku sangat malu,sampai akhirnya dia menarik tanganku untuk berjalan ke ruang makan dan aku menuruti langkahnya dengan sedikit kekecewaan,
"niat ingin berduaan malah di ganggu" gumamku dalam hati .
****
"What, , elo di ajak boy untuk menemani dia di acara peresmian usaha barunya?" kaget Diwa mendengar kabar dari Sinta.
"lebay banget loe,gak usah kaget segitunya kali" ucap Sinta menghampirinya dengan membawa beberapa makanan dan minuman dari dapur.
Sinta meletakkan makanan itu dan duduk di dekat Diwa dengan memegang toples makanan kemudian mengambil remote televisi,mereka menonton serial televisi Yang ada di Chanel ikan terbang,
orang yang biasanya menonton film drama Korea,mereka malah menonton sinetron yang di dalamnya pasti ada tangisan seorang istri yang membuat sinetron itu mempunyai ciri khas tersendiri di kalangan penikmat karya dalam negeri,serial favorit mereka selain itu yaitu sinetron yang di mana menurut pribadi author itu merupakan sinetron yang paling banyak menghabiskan nyawa seseorang ,dikit dikit meninggal,dikit dikit meninggal,yah tidak perlu di detailkan kalian sudah pasti tahu kan???
tak lama Andi dan erland juga Tiara datang,
"nonton itu yang bermutu?" sahut Andi melompat langsung duduk di sofa
Erland dan Tiara duduk di sofa sebelah dengan langsung mengambil makanan mereka dan ikut menonton.
"sini remote nya" ucap Andi
"apaan sih,sini kalau gak suka gak usah nonton" ucap Sinta merebut remote nya kembali.
"nonton yang bermutu dikit Napa?" ucap Andi
__ADS_1
"elo aja sono nonton drama kecintaan elo,gue mah sukanya nonton drama karya dalam negeri," jawab Sinta
"tau nih,hargai Dong karya dalam negeri" sahut Diwa
"beda beda selera dodol" uceh Andi mau tak mau mengikuti mereka yang ingin menonton drama" ku menangis".
"eeh dengar dengar,ada yang lagi PDKT nih" sahut Diwa di sela mereka menonton
"ember" sahut Sinta menyonor kepala Diwa dengan tangannya.
"mana Ada? orang dia cuma ngajak gue buat menemani peresmian restauran nya aja" jelas Sinta.
"siapa? " Tanya Tiara penasaran
"si bule Malaysia" jawab Diwa.
"BOY" ucap mereka bersamaan.
Sinta menoleh kekompakan temannya "iya" jawabnya mengangguk.
",Jangan bilang elo suka Sama dia? " tebak Erland
"Gak lah ngacok Lo" sahut Sinta
"Gue kan di suruh si zel buat jual rumah yang dulu kita beli ke mamahnya,jadinya mau gak mau gue sering kesana" jelasnya
"terus tentang elo yang nginep di sana gimana?" tanya Diwa berkedip
"gak ada apa apa,gue cuma nginep doang kan dia gak tahu rumah gue " jawab sinta
"yakin??" goda Tiara
"muka loe merah gitu?" lanjut Diwa menggoda Sinta
"iish apaan sih" ucap Sinta langsung berlari ke kamarnya
"ngambek lu" teriak Diwa
"bodo" jawab Sinta membalas teriakan Diwa
ia segera masuk kamarnya dan berkaca melihat apakan wajahnya benar benar memerah jika dekat dengan boy.
"Haish, , please jangan gini dong" ucap Sinta menepuk wajahnya sendiri.
"Apa gue jatuh cinta?" gumamnya kembali menatap wajahnya
"nah kan bayangan dia aja muncul saat gue ngomongin dia" gunanya lagi melihat bayangan boy di belakangnya.
"haish, , pergi pergi,jangan datang dalam bayangan gue dong" pintanya bermonolog di depan cerminnya.
"saye tak kan balik,Sebelum tengok wajah manis mu" ucap boy mengagetkan Sinta
Sinta berbalik "BOY??" Tunjuknya
__ADS_1