Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 79


__ADS_3

Gak,gak,JANGAAAAAAAN" teriak Tiara melihat orang itu sudah melayangkan pukulanya ke arah Erland.


Bugh


dugh


sreeet


"Aaark"


Tiara menutup matanya tak ingin melihat pemandangan kejam di depan matanya.


"APA!!!" geram Johan menghempaskan Tiara kasar hingga Tiara terhuyung sedikit ke belakang sampai membentur Pitu mobil.


Tiara terpengarah saat melihat Erland yang kini sedang berdiri dan mendekatinya,dan di sisi lain beberapa orang kini sedang bertarung melawan komplotan Johan .


"Kurang ajar,siapa kalian hah" geram Johan sambil menyerang mereka membAbi buta.


"kak,kak Erland gak apa apa kan" khawatir Tiara.


Erland terpincang-pincang mendekatinya dengan menekan sedikit bahunya,


"Ayok cepat kita pergi dari sini Ra" ajak Erland sambil menahan kesakitan ia berjalan ke arah mobilnya dengan Tiara memapah tubuh nya.


selang beberapa lama seorang suruhan Zelda menghampiri dan membawa Tiara dan Erland pergi dari sana meninggalkan Johan dan yang lain sedang berkelahi.


"Kak,maafin aku ini semua salahku" tangis Tiara melihat keadaan erland.


Erland tersenyum " bukan salahmu, sudahlah jangan di fikirkan" jawab erland.


***


Ruang operasi telah padam,itu artinya proses operasi sudah selesai,Zelda dan yang lain kini harap harap cemas dengan keadaan diwa yang masih terbaring lah di brangkar rumah sakit.


cklek


"Dokter bagaiman teman kita" tanya Sinta


sang dokter menatap selidik mereka satu persatu dan tersenyum kemudian berkata


"pasien beruntung punya teman teman seperti kalian,dia juga sekarang sudah stabil tinggal menunggu dia sadar,jika mau berkunjunglah silahkan tapi jangan ribut,agar tidak mengganggu pasien lain" jelas sang dokter panjang lebar.


"Aaah syukurlah" ucap mereka bersamaan


"pasien akan di pindahkan ke ruang rawat " jelas dokter itu kemudian pergi meninggalkan mereka.


tak


tak


tak


suara langkah terdengar,semua menoleh ke arah suara,Tiara terlihat berlari kecil di ikuti anak buah yang menjemputnya tadi,


"bagaimana Diwa" khawatir Tiara


"Dia sudah baik baik saja,kamu gimana ra?" tanya Sinta


"Aku gak apa apa, tapi kak Erland luka lagi,tapi sudah di tangani dokter di ruang rawat" jelas Tiara.


"Baiklah kita liat keadaan erland sekarang ayok" ajak Andi.

__ADS_1


Baru beberapa langkah Erland sudah terlihat batang hidungnya,


"Land loe gak apa apa kan" tanya Andi


"udah gak apa apa,gue bisa jaga diri" bela Erland


"Sombong amat" sarkas Sinta.


"sudah lah jangan berdebat di sini," ujar Zelda.


"mau liat Diwa atau tetap di sini" ucap Revin tiba tiba membungkam semuanya.


Zelda dengan santainya meninggalkan mereka semua.


"Tungguin zel" Sinta berlari.


**


"Gimana orang tua Diwa?" tanya Tiara membuka suara saat kini mereka semua sedang berada dalam ruang rawat Tiara.


"Mereka terlalu sibuk untuk mengurusi Diwa saja mereka enggan" jawab Sinta lirih


"Segitunya?" tanya Tiara


"Begitulah Ra,makanya Diwa bisa sama kita karena rata rata kita punya masalah sendiri yang bisa membawa kita ke dunia kejam ini,haha" tawa sesal Sinta


"Kaya orang nyesel aja Lo sin" jawab Andi


"Bukan menyesal,hanya saja gue merasa nasib gue sama Diwa 11 12, gak pernah di anggap" jawab nya melirih


"Sudah lah,kan ada kita jangan di inget inget lagi" jawab Andi.


"Tuh liat duo sejoli,tidur di sofa gaya sama, lucu juga" ucap Andi kembali


"Sudah lah mereka capek mungkin" jawab Sinta.


tok


tok


tok


"Masuk" sahut Sinta


"Bimo,ada apa?" tanya Erland


"bos Revin " jawabnya pelan takut membangunkan sang bos


"oh," jawab erland mendekat ke arah revin.


"Vin,bangun" Erland mengguncang pelan pada bahu Revin


"Bang bangun bang?" Erland kembali membangunkan Revin


Revin terbangun dan langsung menatap Erland, Erland dengan cepat mengarahkan tatapannya ke arah Bimo,Revin mengikuti arah pandangan Erland.


"Ada apa?" tanya Revin.


"ada urusan mendadak di kantor bos" ucapnya


"kenapa gak telpon saja" ujar Revin

__ADS_1


"Maaf bos,tadi sudah saya telpon,tapi bos tidak membalas" jawabnya.


"Oh,baiklah ayok" ucapnya kemudian dengan pelan dia memindahkan posisi Zelda dan membenarkan tidurnya zelda agar tidak terganggu.


"biarkan saja bang,nanti kita kasi tau Zelda " ucap Andi


"Baiklah,jaga dia" perintah Revin


"Siap" jawab Andi di balas anggukan dari yang lain kemudian Revin pergi dari sana.


setelah kepergian Revin mereka semua kembali membicarakan hal hal yang tak penting,sampai ketika Erland bertanya serius.


"Oh ya,bagaimana kalian tau aku di gudang tua itu kemarin?" tanya Erland tiba tiba


Mereka semua saling menatap,


"Sudah jawab jujur" tukas Erland kembali


"Sebenernya...! " ujar Sinta tanggung tanggung.


"apa?" tanya erland kembali.


"Gue tau semuanya lan, loe lupa siapa kita?" tiba tiba Zelda menjawab pertanyaan Erland yang beberapa hari ini memang ingin bertanya tentang hal ini,tapi waktu belum pas.


"Maksud loe" ujar Erland lagi


"Iya gue tau apa masalah Lo,bahkan masalah keluarga loe gue tau,dan gue juga tahu kenapa elo mau melakukan itu semua? " jelas Zelda


Zelda kembali menjelaskan saat dirinya mengetahui Erland berubah karena mamanya Erland di culik,dengan cepat Zelda mendapatkan informasi dari anak buahnya siapa dan di mana mama erland berada,Zelda juga memberi tahu juga jika beberapa hari dia di ikuti oleh anak buah nya dan mereka berhasil mendapatkan informasi tentang Erland,


"Dan bukanya elo juga yang mengaktifkan kode GPS Yang ada di ruang rapat markas?" tanya Zelda


"Gue fikir kalian tidak akan balik ke markas,karena yang gue tahu kalian pergi kerumah desa untuk menjenguk buk ananda kan" ujar erland


"Kamu salah kak,justru kita menunggu GPS yang kamu aktifkan itu menjauh dan kita mengamati kamu dari sana" timpal tiara


"Jadi kalian?"


"Iyaps,,kita sengaja memberi tahu jika kita sedang tidak di markas,agar kamu bisa mengambil senjata itu tanpa d ketahui oleh siapapun,yang kami fikirkan jika kamu akan pergi sendiri tanpa meninggalkan jejak,tapi taunya kamu mengaktifkan GPS darurat itu,dan kami yakin kamu memang terpaksa melakukan itu" timpal Sinta


"Jadi kalian sempat mikir aku adalah penghianat?" tanya selidik Erland.


"Hahaha bercanda b*ge" ujar Andi sambil menyonor kepala Erland.


"B4ngsat loe " ujar erland.


mereka kembali menikmati suasana hangat di rumah sakit, sementara itu Johan yang kini sedang marah lagi mengamuk,semua barang di ruangan itu ia hancurkan.


"aaaark, br3ngs3k kau erland,gue akan balas loe lagi" geram Johan,


Baginya cintanya harus berada di sekitarnya,tak perduli jika yang ia cintai harus mencintai nya,yang terpenting baginya iyalah hidup bersama dengan orang yang dia cintai meski orang itu tersiksa dengan dirinya.begitupun dengan Tiara,dia mencintai Tiara,tak perduli jika tiara mencintai nya ataupun tidak,yang iya inginkan hanya Tiara ada di sampingnya saat dia butuh,dan dengan Tiara dia bisa sejenak tidak merasa lelah dengan semua yang ia hadapi,dia tidak bisa melihat Tiara dengan orang lain,dia bertekad untuk menghabisi siapapun yang berada di dekat Tiara.


"Gue balas Lo Erland,gue gak rela Tiara bersama loe" gumam pelan Johan .


"Dan gue yang akan balas loe Tiara,loe sudah mengambil hidup gue dan orang yang gue cinta" gumam Jihan mendengar ocehan pelan dari Johan.


(bersambung)


semangat 💪 ngehalu


salam kity-kity 😻

__ADS_1


__ADS_2