
Plak
plak
"Cepat jawab...? apa tujuan mu datang ke sini?" bentak gadis pada Tamara
"Ak-ku hanya ingin menjalankan tugas dari Mr.zain saja" ucap Tamara terbata bata.
kini Tamara di kurung di sebuah ruangan yang tampaknya seperti sebuah gudang.
"Pato, kurung dia di sini,Jangan sampai dia kabur dari sini,saya ada urusan" ucap Gadis keluar
sampai di luar,Gadis menemui revin yang masih setia duduk di teras menghadap kolam ikan.
gadis menghampiri " sayang,kamu kok bengong?" tanya gadis
Revin tersenyum " Kenapa dia di bawa ke dalam?" bukanya menjawab Revin malah bertanya balik.
"Dia orang jahat,kalau bukan orang jahat gak mungkin sirine berbunyi di pagar" ujar gadis
"Kamu gak usah pikirin ya,supaya cepat sehat,aku tinggal sebentar " lanjut gadis meninggalkan Revin sendiri,para anak buah nya berjaga di dalam dan di luar mansion,takutnya tiba tiba ada yang menyerang terlebih sirine sudah hampir 30 menit berbunyi.
Ini kesempatan Revin untuk mencari tahu,ia mengeluarkan sebuah ponsel dari balik bajunya,itu ponsel Tamara yang terjatuh saat di seret oleh anak buah Gadis,saat itu saat sirine berbunyi,tiba tiba ponsel Tamara bergetar dan lampu ponselnya juga tiba tiba mati,tiba tiba menyala dengan sendirinya,Tamara langsung mengeluarkan ponselnya dengan tubuh yang sudah bergetar,ia melihat di ponsel nya tertulis "DANGER" seketika membuat tamara panik,saat itu juga gadis melirik ke arahnya dan langsung menyuruh anak buahnya untuk menangkap Tamara dan langsung menyeret nya ke ruangan lain,melihat ponsel Tamara yang mencurigakan Revin pun langsung mengambilnya Dan menyembunyikan nya.
Kini ponsel itu ia keluarkan dan melihat isi di dalam nya,Revin terkejut melihat bermacam aplikasi yang menurut Revin tak asing baginya,ia tak mau ambil Resiko untuk berusaha mengingat apapun,ia kembali melihat lihat isi dalam ponsel itu,saat dirinya membuka sebuah aplikasi dengan logo telepon hijau itu,ia terlihat sangat terkejut..
Deg
Revin membaca satu persatu pesan yang di ponsel Tamara,ia terlihat sedikit paham dengan keadaan di sini,ia pun segera menyimpan kembali ponsel itu dan kembali mengaktifkan mode GPS yang sempat di nonaktifkan tadi saat sirine berbunyi,setelah itu ia kembali menyimpan nya dan bersikap seperti biasa,seolah olah tidak tahu apa apa.
sementara itu,gadis langsung menghubungi mr.zain ,
"Haish, , Daddy kemana sih !" kesal gadis karena sejak tadi Mr Zain tidak mengangkat ponselnya .
setelah mencoba menghubungi Daddy nya yang tak kunjung mengangkat telepon nya,ia kembali menghubungi anak buahnya untuk tetap menjaga dengan lebih ketat,dia juga menghubungi anak buahnya yang di bawah kaki bukit untuk segera naik ,ia khawatir akan ada penyerangan yang tak terduga.
"sial, ,wanita itu merusak mood ku hari ini?" kesal gadis pada Tamara
"Kalau bukan karena Daddy,malas aku kasi ikut dia".
__ADS_1
Di lain tempat,Dion yang mendapatkan signal "DANGER" itu juga merasa terheran kenapa bisa GPS itu mati.
"sial, kenpa bisa langsung hilang kaya gini! ujar Dion mengarah ke Erland
"Sini gue liat" ujar Andi menyambar tab itu dan memeriksanya
"Cepat kerahkan semua anggota untuk langsung meluncur ke sana,pakai helikopter juga untuk memantau dari jauh" perintah Andi
"Siap pak" jawab mereka serempak dan langsung menuju lokasi di mana GPS itu terakhir kali berjalan.
Sebelum itu Dion mendapatkan signal GPS baru dari ponsel nya Tamara,ia segera mengecek dan memberitahu Erland dan juga Andi Untuk menganalisanya
"Tidak ada yang mencurigakan,lebih baik kita kasi tau semua anggota TBW di sini untuk langsung menuju titik terbaru di GPS itu" ujar Erland..
mereka segera mengambil segala keperluan mereka dan mereka langsung mengarah ke titik lokasi,
"Ini sangat jauh dan membutuhkan waktu lama pak," ujar Dion
"tidak perlu khawatir,kita tetap awasi dan lakukan kendaraan dengan sedikit cepat dan harus hati hati" ucapnya kambali.
awalnya perjalanan mereka tenang dan aman,namun saat suara peringatan sirine yang mengatakan " Danger" mereka dengan cepat mencoba mengecek apa yang terjadi di sana,Daan GPS tiba tiba mati.
"Sudah biarkan saja,yang penting kita sudah tahu arah kemana kita akan jalan" ujar Erland berusaha tenang .
"Andi ,cepat periksa apa penyebab sirine itu berbunyi " ujar Erland
setalah lama berkutat dengan tab nya,Andi tersenyum mendapat kan apa yang mereka cari.
"gue rasa tempat itu adalah tempat di mana Revin berada,dan gue yakin kalau wanita itu dalam bahaya,"
"Di sana sudah terpasang alat untuk menonaktifkan semua data seluler,kenapa sirine bisa berbunyi?, saat itu Ponsel wanita itu sedang tidak menonaktifkan data seluler nya,," ujar Andi
"Seperti nya ini akan seru " ujar Erland bersemangat.
"Daerah sana tidak ada yang bisa melacak karena alat itu, kemungkinan kenapa kita sulit mendapat prince Revin,karena dia sudah di kurung di sana tanpa di kasi keluar " ujar Andi kembali
"Loe benar,Ndi, , jadi kira harus lebih pintar di Banding dia"
"Harus!!!"
__ADS_1
tak lama salah satu Anggota nya menelpon dan memberi tahu jika mereka sudah mendarat di sebuah hutan yang sangat lebat.
"kalian susur Semua yang ada di sana,"
"Baik boy" ucap nya lagi.
Andi menoleh " kenapa land? " tanya Andi
"mereka sudah sampai lokasi,tapi kita kehilangan posisi mereka ,jadi kita harus berusaha selicik mereka mempermainkan kita" sahut erland.
Tak lama kemudian dion terkejut dengan adanya lokasi GPS itu aktif kembali,dengan cepat memberi kan pada Andi dan Andipun langsung mengeceknya.
"Lihat lah, GPS-nya aktif kembali," ujarnya
" oke sekarang kita ke sana,"
"Tapi kok kaya mereka mempermainkan kita," gumam Dion
"sudah gue bilang bukan? kita harus lebih licik dari dia" ucap erland kembali
Menempuh perjalanan hampir 2 jam,mereka tiba di sebuah tempat yang jaraknya lumayan jauh dari tempat Revin,tapi sudah jelas terlihat dari bawah bahwa di sana terdapat bangunan tua yang terlihat seperti tidak berpenghuni sekitaran puluhan tahun yang lalu.
"Eeh,gak salah ini tempat nya?" tanya Dion
"Gue rasa benar,GPS nya mengarah sana" ujar Andi
"Gue rasa kita turun di sini,gue yakin kalau benar kak Revin ada di sana,mereka semua pasti akan berjaga diuar, terlebih saat ponsel wanita itu menunjukan dirinya dalam bahaya" ujar Erland di benarkan Andi
mereka menghubungi para anak buahnya untuk segera berpencar dan bersiap untuk menyerang jika keadaan sudah tak memungkinkan bagi mereka untuk tetap bersembunyi.
"SIAP BERMAIN????" tanya Andi pecicilan
"AYOK, !!! Dion, ,! anggap saja kamu berada di sebuah permainan online eFeF itu,oke" ucap Erland memberi semangat pada Dion .
"BAIKLAH, , KITA MULAI !!!!!"
Next
sampai ketemu di bab selanjutnya
__ADS_1