
Revin memutar kursi rodanya ke pinggiran kolam,sengaja di sana untuk menenangkan fikirkan nya dan berusaha mengingat kembali masa lalunya,sekitar 30 menit berlalu Revin hanya bermain game dari ponsel yang di belinya tadi,namun Revin sedikit terheran tak ada tanda tanda apapun dari signal GPS itu,ia berfikir akan ada yang datang setelah sirine itu berbunyi,nyatanya setelah lebih dari 1 jam kejadian tak ada keributan satu pun di sana,malah terlihat aman aman saja.
DDRRTTT
ponsel Tamara berdering,Revin kembali meletakkan ponsel yang di tangannya dan mengambil kembali ponsel Tamara yang berbunyi,di sana tertera nama "Pak Dion ganteng",Revin membaca nya hanya menggelang kepalanya dan. tersenyum kecil,seakan mereka bocah kecil yang masih Labil,tapi nyatanya wanita yang bernama Tamara sudah dewasa,otomatis yang namanya Dion juga dewasa bukan?.
Revin mengeluarkan ponsel itu dan mencoba mengangkat nya.
",Hallo" ucap seseorang di seberang sana
Revin diam tak menjawab,ia seakan tak asing mendengar suara itu,tapi ia tak ingat di mana!
"Hallo,!" ucap nya lagi namun Revin masih tak bergeming
"Tamara,cepat jawab saya,apa yang terjadi di sana?" ucap Dion lagi dengan sedikit membentak
Revin sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena suara Dion terlalu kencang di telinganya.
Terdengar sama dari ponsel itu , seseorang mengambil alih ponsel milik Dion,
"Hallo,Tamara? Anda masih aman di sana?" ucap Erland
Deg
jantung Revin berdetak semakin kencang, mendengar suara Erland semakin membuatnya yakin bahwa ia kenal dengan mereka yang menelpon Tamara,ia juga mengira kalau Tamara sengaja datang ke sini untuk menyelamatkan nya, akhirnya Revin menjawab.
"Hallo" ucapnya
Deg
jantung erland juga tak kalah berdendang,ia yakin 100% pemilik suara itu adalah Revin,
"Pa-pak Revin" kaget Erland mendengar suara revin
Begitupun dengan Revin,ia sama kagetnya karena lawan bicaranya menyebutkan namanya,
"Si-siapa ini?" tanya erland
Deg
kembali Erland merasakan senam jantung olek keterkejutan nya ,
"Gue Erland Vin,loe gak inget sama gue?" tanya Erland
Andi dan Dion pun kaget mendengar Erland menyebut Revin,Erland melihat tatapan penasaran dari rekannya pun langsung me-loudspeaker ponselnya.
"Hallo,Revin ,? ini elo kan kak?" tanya Erland lagi
Tak ada jawaban, Erland pun menanyakan hal lain " Vin, di mana yang punya ponsel ini,di mana Tamara?" tanya Erland.
"wanita itu,di sekap di dalam" jawab Revin spontan.
"Oke,sekarang gue minta loe tetap pantau di sana,dan kasi tahu gue bagaimana kondisi di sana,gue sama yang lain akan kesana selamatkan kalian" ucap Erland
Revin hanya diam tak merespon namun ia tahu jika dirinya memang dalam bahaya ,bukti beberapa hari ini dia curiga dengan gadis dan para anak buahnya.
"Di luar banyak penjaga,di dalam hanya aku,gadis dan wanita itu juga beberapa penjaga yang menjaga wanita itu" jelas Revin
"Oke ,loe tatap cari aman ,gue masuk ke sana!" ucap Erland mematikan ponselnya.
__ADS_1
"Bagaimana land?" tanya Andi
"Fix,Revin di sana dan Tamara di sekap" ucap Erland
Erland menekan tombol di earphone nya dan memerintah kan para anak buahnya untuk langsung ke lokasi dengan melumpuhkan para penjaga di sana,
mereka juga kini sudah sampai di mulut gerbang,mereka melihat banyak penjagaan di sana,
"Mereka lumayan banyak land,apa yang akan kita lakukan?" tanya Andi melihat situasi.
Erland terlihat berbisik pada Andi dan Dion,setalah itu mereka menelusuri satu tempat dan mulai menyerang penjaga yang hanya beberapa orang di bagian samping.
Tak lama dua mobil mewah datang ke arah sana,
para penjaga itu segera membuka gerbang untuk mobil itu dan kembali menutupnya rapat.
***
sementara keadaan di dalam,terlihat Mr.zain keluar dan menatap ke arah revin yang masih duduk sendiri di pinggiran kolam,setelah itu ia langsung masuk untuk menemui anaknya .
"Daddy, , ?" sapa gadis
"Sayang apa yang terjadi? maafkan Daddy,tadi Daddy ada meeting penting,jadi ponsel papa silent" ucap mr.zain.
"Sekretaris Daddy, siapa namanya ? " tanya gadis
"sekretaris Daddy, June?" tanya mr.zain
"Bukan,yang dulu sering ketemu pas aku main ke kantor Daddy!"
"Tamara!!" jawab Mr.zain dingin
"APA!!! Daddy gak pernah minta dia ke sini? Daddy bahkan tak tahu kalau dia si sini,tadi pagi Daddy pecat dia," jelas Mr.zain
"Jadi siapa yang suruh dia kesini?" tanya gadis masih dengan nada manja,
gadis memang manja jika berbicara dengan Daddy nya.
"Kurang ajar,pasti ada yang menyuruhnya sampai sini" gumam Mr.zain.
"Gadis di mana wanita itu?" ucap mr.zain.
"Di dalam,aku kurung" jawab gadis masih cemberut.
"Gadis,kamu temui Revin jangan sampai ada orang yang mengambilnya di sini" ucap Mr.zain yang yakin pasti akan ada pertumpahan darah di sini..
segera Mr. Zain ke ruangan penyekapan Tamara.
"Buka pintunya" ucap Mr. Zain
kreeaaakkk
Tamara menoleh dan tersenyum kecut.
"Siapa yang menyuruh mu?" tanya Mr. Zain
Tamara hanya diam " CEPAT JAWAB!!!" bentak Mr. Zain
Tamara masih tak menjawab, Mr. Zain mendekat ,dan
__ADS_1
Plak
plak
dua tamparan mendarat di wajah Tamara,Tamara masih diam tak menjawab namun rasa sakit yang di rasakan membuat air bening mengalir di wajahnya.
"Cepat katakan,atau ku bunuh kamu!!" ucap mr.zain
"Hahaha, , ,apa yang harus aku katakan Zain?" jawab Tamara dengan tawa sinis.
"Siapa yang menyuruh mu datang ketempat ini?" ucap Mr. Zain lagi
"Tidak ada. !'" jawab Tamara
"Jangan bohong kamu!" bentak mr.zain
"Pato,tutup pintunya" ucap Mr.zain ,
Pato dengan patuh menutup pintu itu meninggalkan Mr.zain berdua dengan Tamara.
Mr, Zain menatap sangar pada Tamara,Tamara melihat tatapan itu sebenarnya sangat ketakutan,tapi mengingat pengorbanan nya untuk membuat sang mama sembuh,ia jadi tak takut apapun yang terjadi padanya nanti,toh ia banyak uang dan mobil bahkan tempat tinggal untuk di tinggalkan buat sang mama.dan Tamara yakin Dion akan menyerahkan itu pada mamanya.
Tamara melihat Mr. Zain membuka sabuk ikat pinggangnya.
"Apa yang mau kamu lakukan Zain?" ucap Tamara lantang
"Menurutmu???" tanya Mr. Zain
Kini Mr. Zain sudah mendekat dan memainkan ikat pinggangnya di samping Tamara.
Syuuttt
syuutt
"aaark" ringis kesakitan dari mulut Tamara
"Tidak mau ngaku?" ucap Mr Zain
"Gak,sampai kapanpun aku gak akan pernah bicara apapun " teriak Tamara lantang seolah rasa sakit itu sudah pergi dari tubuhnya
Syyuttt
syuut
kembali Mr. Zain melayangkan ikat pinggang itu ke tubuh Tamara
"Aaarrrhh, , , stop " ringis Tanara
"Cepat jawab!" bentak nya lagi
" Aku gak di suruh siapapun,aku hanya ingin gadis tahu kalau aku hamil anakmu" ucap Tamara lagi,
ucapan Tamara membuat Mr.zain terpaku,ia tak menyangka tamara masih mempertahankan anak itu.
***
next
ketemu di bab selanjutnya.
__ADS_1