
"Hahah,segitu saja kemampuan mu anak manis" ucapnya kemudian menyeret mama Erland untuk di jadikan Sandra agar Zelda tidak bisa berkutik.
"Berani melangkah,nyawanya melayang" ucapnya mengancam
paman leon menyeret mama Erland ke lemari yang ada di sana, sementara itu Zelda memperhatikan dengan teliti tiap pergerakan nya.
Klek
pintu lemari terbuka dan paman Leon mengambil senjata yang di rampasnya dari Erland beberapa waktu lalu.
"Hahaha,jangan pernah macam macam sama ku nona manis,jika kau tidak mau nasipmu berakhir di peluru senjata terhebat ku ini hahaha" bangganya dengan apa yang ia punya saat ini.
Zelda tak takut sama skali,meski tau senjata itu senjata kedap suara milik TBW yang Erland ambil secara diam diam
Zelda hanya tersenyum sinis melihat senjata kedap suara yang sangat di jaganya itu,kini berpindah tangan ke tangan penjahat dan penjilat seperti paman Leon.
paman Leon menodongkan senjata itu ke arah Zelda,
"bersenang-senang lah dengan ku di atas sana,layani aku maka aku akan mengampuni nyawamu manis hehe" ucapnya pada Zelda sembari wajah mengarah ke ranjangnya.
"Licik kamu Leon, baj1ng4n kamu,lepasin aku" mama Erland kini sudah muak dengan paman Leon
"Lepasin kamu bilang? gak,aku gak akan melepaskan mu sampai kapanpun,! "
"B4jing4n kamu,aaark lepasss" mama Erland masih berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman tangan paman Leon.
"Aku fikir kamu orang baik,tapi ternyata aku salah,selama ini kamu sudah menghancurkan kehidupan ku,aku tidak menyesal telah menolak mu mentah mentah" bentak mama Erland semakin marah dengan paman Leon.
PLAK
"apa kamu bilang? aku sudah menghancurkan kehidupan mu? tidak salah ,hah? bukanya kamu yang sudah menolak cintaku dan menikah dengan kakak kandungku sendiri,sampai kamu memiliki anak,kamu tidak pernah memikirkan apa yang aku rasakan saat kalian sudah sah menjadi suami istri." marah paman Leon merasa dirinya lah yang paling di rugikan.
melihat Zelda melangkah dengan ekor matanya,ia semakin menodongkan senjatanya.
"Berani mendekat lagi,ku bunuh dia dan juga kamu! " ucapnya mengancam.
"Haish, menyusahkan sekali paman tua ini" kesal Zelda merasa di abaikan dan menjadi penonton.
Zelda menekan tombol di telinga nya .
"Sekarang" ucap Zelda
BRAK
pintu terbuka kasar,sontak membuat paman Leon menatap ke arah sumber suara,saat itulah tanpa terlihat pergerakan Zelda yang sangat cepat menganyunkan kakinya,menendang perut paman Leon, terlihat paman Leon menarik pelatuk senjata itu ke atas hingga menimbulkan suara .
Syuuuuuutttt
JLEB
bukanya suara tembakan yang dahsyat dari Senjaya tersebut,melainkan suara seperti mainan anak anak, seperti sebuah slime yang menempel di atap ruangan itu,dengan cepat Zelda menarik mama Erland dan menyuruh anak buahnya membawa mama Erland keluar dari sana.
kemudian Zelda dengan cepat mengambil belati mungilnya dan menyayat tangan Paman Leon
"aaark" ringisnya
"Senjata apa yang punya paman?, terdengar sangat lucu" ucap Zelda.
"Apa ini,anak s14lan" geramnya mencoba menembak lagi tapi masih sama seperti sebuah slime yang keluar sebagai pelurunya kemudian paman Leon langsung melempar senjata itu.
"UPS,itu apa paman,kok seperti mainan anak anak ya" Zelda semakin mengejek paman Leon sampai membuat paman Leon murka
__ADS_1
"Br3ngs3k,siapa loe sebenarnya hah?" tanya paman Leon
"aku adalah Dewi kematian untukmu paman" seringai Zelda
aaarkh
teriak nya mencoba melawan,tapi kembali Zelda mengayunkan tangan kirinya dan langsung saja belati kecil itu kembali menyayat tubuhnya kembali,
"aaarkh,sialll!" geramnya
ia kembali mengambil sebilah kayu,dan mengayunkan ke Zelda,
tapi kaki Mungil Zelda dengan cepat menangkisnya dan kembali kaki kecilnya mendarat di pipi paman Leon.
BUGH
BRAK
"Ini yang terakhir paman" ucap Zelda mendekat dan menekan kakinya pada dada paman Leon,
dengan santainya Zelda menyayat wajah paman leon bukan hanya sekali,bahkan sampai 3 kali sayatan dan berakhir pada pundak paman Leon ,ia menancapkan belatinya kemudian ia meninggalkan paman Leon yang meringis kesakitan.
"Bawa dia" printah Zelda pada anak buahnya.
"Aaarkh,awas kau anak kecil,gue balas perlakuan loe,aaaarh" jeritan kesakitan kembali menggemakan ruangan itu,
***
"Bagaimana dia?" tanya zelda
" belum sadar zel? " jawab lesu Tiara
"Apa kata dokter?"
Tok
tok
tok
cklek
mama Erland berlari menuju tempat tidur Erland.
"Erland bangun sayang" tangis mama Erland.
Tiara menatap Zelda,
"Dia mamanya Erland" jawab Zelda singkat.
"Erland ma'afin mama sayang,gara gara mama kamu celaka"
"Tante, kak Erland gak kenapa kenapa,hanya belum sadar aja" ucap Tiara memberanikan diri.
mama Erland menatap Tiara dan kembali menatap Zelda.
"ayok bik,duduk di sana dulu,biarkan Erland istirahat." ajak Zelda.
"nak, terimakasih sudah membantu kami" ucap mama Erland berterima kasih pada Zelda
"aku yang minta maaf Tan,kalau bukan karena senjata itu yang om itu incar,semua tidak akan seperti ini!" jelas Zelda
__ADS_1
"Maksudmu?"
cklek
pintu terbuka, terlihat Diwa dan Sinta serta Andi membawa sebuah plastik berisi makanan untuk mereka.
"Makan dulu,nanti sakit,menunggu orang sakit kan butuh tenaga!" ucap Sinta mengeluarkan makanan dan menaruhnya di meja.
"iya Tante,makan dulu ya" ucap Tiara
mama Erland menatap Tiara dengan senyuman di bibirnya.
"zel,Lo juga luka Lo harus di tangani,gue gak mau ya kak Revin nanti murka ke gue Karena elo terluka" jelas Andi
"Berisik loe ndi,gue udah rawat luka gue,Lo gak usah khawatir" Jawab Zelda.
Ting
pesan dari ponsel Zelda,Zelda mengambil ponselnya dari saku jaketnya.
"Gimana main mainnya sayang,? menyenangkan?" tanya Revin dari pesan WhatsApp nya.
"Sangat sangat menyenangkan!" balas Zelda
"jangan sampai aku melihat luka itu jika aku sudah sampai ke rumah nanti" pesan Revin
"iya iya,bawel"
"kalau sampai bekas luka itu masih terlihat,aku akan menghukum mu"
"siap pangeran ku" jawab Zelda dengan senyum senyum sendiri.
mereka semua menatap Zelda bersamaan
"Palingan bucin" tebak Andi
"kayak elo enggak aja" balas Zelda kembali menyimpan ponselnya pada jaketnya .
**
"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa bisa Leon berurusan sama kalian?" tanya mama Erland membuat semuanya terdiam saling menatap
"Tante," ucap Tiara berani memegang tangan mama Erland.
"apapun itu Tante akan coba mengerti dan memahami" balas mama Erland.
semuanya kembali saling menatap dan kini semua tatapan mengarah ke Zelda.
"Sialan kalian ya,giliran gini aja gue yang kena " gumamnya dalam hati.
"Awas aja kalian gue hukum kalian nanti" lanjutnya bergumam dalam hatinya .
"kalian percaya kan sama Tante? " tanya mama Erland kembali membuyarkan lamunan mereka.
"hmm,baiklah, tapi Tante percaya kan sama kita?" tanya Zelda balik,di balas anggukan mama Erland.
"Sebenarnya...."
(bersambung)
semangat 💪 ngehalu
__ADS_1
salam kity-kity 😻