
sedang Andi memberikan tepuk tangannya.
prok
prok
prok
Tiara masih bingung apa yang terjadi,kenapa Zelda tiba tiba menyerangnya,tiarapun sigap memberi kuda kuda untuk melindungi dirinya.
"woey,maksudnya apa ini? " tanya Tiara bingung akan situasi saat ini,
Zelda tiba tiba menyerang dan beberapa anak buahnya juga muncul mengepung Tiara dengan berbagai macam senjata di tangannya,jantung Tiara berdetak sangat kencang,
"kalian kenapa bawa gue ke sini? terus ini apa? " tanya Tiara ke Diwa,Sinta dan Andi.
merekapun bingung karena tidak di beri tahu oleh Zelda akan seperti ini,mereka gugup bagaimana menjelaskan pada Tiara,tatapan mereka kini tertuju pada Zelda yang hanya di balas senyuman kecut penuh arti.
"kalian bertiga minggir,dan kalian semua serang dia!" perintah Zelda menyuruh anak buahnya menyerang Tiara
Hiyaaaaa
Tiara dengan lincah melawan mereka satu persatu,tangan dan kaki Tiara seolah menari nari mengikuti irama serangan demi serangan,ketajaman mata Tiara mampu menumbangkan sebagian dari mereka dengan tangan kosongnya.
"hosh,hosh,hosh" nafas Tiara beradu saat sebagian besar dari mereka tumbang dan seketika mereka kembali bangkit dengan mengambil senjata tajam masing masing,
Tiara melihat itu menjadi wanti wanti dan memasang kuda kuda agar dirinya bisa mengalahkan semuanya,mata Tiara terlihat fokus dan siap merebut salah satu senjata mereka untuk dia pergunakan,
"Hiyaaaaa" teriak semua nya ingin menyerang lagi Tiara,
"JANGAAAN!!!" tiba tiba Erland muncul dan memeluk Tiara guna untuk melindunginya,hampir saja punggung kekar erland tertancap pisau tajam itu,
"STOP!!!" teriak Zelda sambil tersenyum kecil.
Tiara yang kaget pun hanya bisa memandang Erland yang memejamkan mata sambil memeluk dirinya seperti orang yang takut kehilangan,
Erland perlahan membuka matanya,
"Kamu gak apa apa kan,apanya yang sakit," ucap Erland panik sambil melihat muka tangan dan di putarnya tubuh Tiara guna memastikan tubuh Tiara baik baik saja,
"Kaliaaaaan" geram Erland sambil menatap teman temannya satu persatu yang kini mulai terlihat seperti menahan tertawa mereka akibat menyaksikan sebuah tontonan menarik bagi mereka.
Erland kebingungan dengan sikap teman temannya dan pandangannya mengarah ke Zelda yang hanya mengangkat kedua tangan dan bahunya,
"Gak lucu tau gak" lanjut Erland ternyata semua ini rencana Zelda untuk memastikan apa benar yang Zelda fikirkan tentang Erland yang beberapa hari ini terlihat berbeda,
PROK
PROK
__ADS_1
PROK
Zelda bertepuk tangan dan mengibaskan tangannya untuk menyuruh anak buahnya pergi,
"udah lah land,Lo gak usah nutupin dari kita" ucap Zelda yang membuat Tiara menyeritkan alisnya tidak mengerti.
"aaah,jadi loe suka sama Tiara land? antusias Diwa
Tiara terlihat malu dan mukanya seperti kepiting rebus.
"hai bro,gue gak percaya loe bisa suka sama cewek! " ucap Andi menimpali dan menepuk nepuk punggung Erland
"Diam loe bangs4t! " jawab Erland sambil memandang geram semua teman temannya,
saat situasi hatinya lagi kacau di saat itulah semua temanya mengerjainya,tak salah memang karena Erland tidak memberi tahu teman temannya apa yang membuat dirinya murung belakang ini ,ya memang salah satunya masalahnya sama Tiara ini.
Erland tak menyahuti apa kata teman temannya,ia malah mengajak Tiara menuju taman belakangan untuk berbicara.
"Ikut aku" ucapnya menarik tangan Tiara
"mau ke mana,kita belum selesai land,loe belum jawab pertanyaan kita? teriak Sinta
"sudah biarkan mereka berbicara terlebih dahulu" ucap Zelda merasa lega namun masih menjanggal dalam hatinya tentang Erland.
"Ada yang mau gue kasi tau ke kalian,ikut gue " ucap Zelda dan di ikutin teman temannya ke ruang rapat.
#balik ke Erland
"Ra,"sendu Erland
"hiks,hiks,hiks" Tiara menangis
"ssst,maafin aku " ucapnya langsung memeluk Tiara namun Tiara menolak dan mendorong tubuh Erland.
"Ra,dengerin gue dulu" ucap Erland
"apa,apa yang mau loe bilang ha,Lo mau bilang Lo khilaf tentang malam itu?" ucap Tiara dalam isakan nya.
"bukan seperti itu Ra,!" jawab Erland mencoba menjelaskan dengan memegang tangan Tiara namun di tepis oleh Tiara.
"terus apa,jahat loe,4n1ng loe,baj1ng4n Lo" ucap Tiara emosi dengan Erland,
"loe kemana sejak malam itu,loe gak pernah ngabarin gue,loe gak pernah Dateng ke rumah,bahkan sampai teman teman jemput gue loe gak ada,apa namanya kalau bukan baj1ng4n hah" Tiara meluapkan segala emosinya dengan perkataan yang kasar pada Erland.
"Oke,oke gue minta maaf,gue minta maaf beberapa hari ini gue gak ada kabar sama loe,gue gak pernah ke rumah loe gue minta maaf,tapi satu yang harus loe tau,gue sayang sama loe Ra,gue cinta sama loe," ucap Erland mengutarakan perasaannya ke Tiara
"oke gue ngaku,awalnya gue bingung sama perasaan gue ini,tapi tadi saat gue liat elo di keroyok banyak orang gue jadi semakin yakin kalau gue cinta sama loe Ra,gue suka sama loe,dan gue akan jadi orang yang selalu ada buat loe " lanjut Erland
Tiara terdiam dan menatap Erland,menatap kedua mata Erland untuk melihat kejujuran dari mata Erland.
__ADS_1
Erland mencoba mendekati Tiara,di raihnya kedua pipi Tiara dengan tangan gemetar,entah kenapa tubuhnya seperti di setrum ribuan volt listrik saat ini di depan Tiara.
"loe percaya sama gue" ucapnya sambil menatap dalam mata sembab Tiara yang menangis karenanya.
"Ra, jawab" tanya Erland kembali karena Tiara diam saja tak merespon apapun.
Tiara kembali menitikan air matanya,dan Erland mengusapnya dengan jempol tanganya,
"jangan nangis,ada gue di sini,gue janji akan jaga loe apapun yang terjadi,jadi please Ra terima gue ya jadi satu satunya laki laki di hidup loe" ucap erland kembali meyakinkan Tiara.
Tiara mengangguk dan memeluk Erland.
"Terimakasih Rara sayang " ucap Erland sambil memeluk Tiara.
satu masalah Erland telah terselesaikan,Tinggal satu lagi,waktunya hanya 3 hari untuk menyelesaikan misinya untuk membawa senjata itu untuk menebus ibunya,
senjata yang sangat di jaga ketat oleh TBW,karena senjata itu hanya satu belum di buat lagi oleh mereka,jadi untuk pelelangan kemarin hanya untuk memancing ular liar keluar dari kandangnya,dan terbukti banyak yang mengincar senjata itu untuk di rebut paksa.
*di ruang rapat
Zelda terdiam di depan teman temannya sambil terlihat berfikir
"gue ada tugas untuk kalian bertiga " ucap Zelda
"apa?" tanya Andi
kemudian Zelda memberi tahu apa yang harus mereka lakukan.
"ingat jangan sampai ada yang tahu dan pastikan semuanya berjalan mulus dan harus selesai lusa " ucap Zelda kemudian pergi meninggalkan mereka.
"huh, apalagi sih ini! " gerutu Sinta
"tidak bisakah kita hidup damai dulu tanpa berurusan sama senjata lagi,senjata lagi" lanjutnya
"sudahlah kita kerjakan saja" ucap Diwa berjalan menuju ruang rahasia khusus mereka.
"hah,sekarang ?" ucapnya lagi
"gak,tahun depan " ucap Andi mengikuti Diwa
"hadeeeeehhh" malas Sinta ikut ke ruang rahasia itu.
Mau tahu apa yang akan mereka lakukan?
stay terus dan jangan lupa jempol serta kritik dan sarannya ya..
terimakasih*
(bersambung)
__ADS_1
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻