Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 92


__ADS_3

Tombak itu bukan sembarang tombak,tombak itu terbuat dari perak,dengan senang hati Zelda mengambilnya dan menancapkan nya di tengah tengah ruangan itu,


dan sontak saja sebuah lemari dengan sendirinya keluar dari sana,di lemari itu begitu banyak narkotika dan sejenisnya yang siap untuk di edarkan.


Zelda berjalan santai ke arah lemari itu,di susul oleh Revin yang bisa masuk tanpa kendala dari belakang Markas,Revin menyusul Zelda dengan arahan yang sama,


"Honey!" panggil Revin


"Lihat sini?" ujarnya


Revin pun dengan patuh berjalan di belakang Zelda,Zelda melihat lihat dan menerka apa isi di dalam botol botol kecil dan kotak kotak kecil di sana,tatapannya terkunci pada sebuah kotak hitam,kecil dan menurut nya sangat berbeda dengan kotak kotak yang lain yang berada di lemari itu,Zelda mengangkat tangannya ke arah kotak itu,tapi suara Leon memberhentikan dirinya.


"Stoppp!" ucap Revin


"Ada apa?" tanya Zelda kembali menarik tangannya dan memasukannya ke dalam saku jubah hitamnya.


"idak kah kamu lihat,kotak kotak dan botol botol ini semuanya hampir sama,hanya kotak kcil itu yang berbeda" jelas Revin


"Oya terus?" ucap Zelda menunggu apa yang akan Revin katakan.


Revin mendekat dan memeriksa satu persatu ,di lemari atas terdapat banyak sekali kotak hitam yang ukurannya sama sementara di rak ke dua ada beberapa botol yang juga hampir sama ukurnya dan ada beberapa botol di letakkan di tengah dengan ukurn yang lebih kecil,sedangkan di rak ke tiga,kotak yang ukuranya sama lagi,melainkan 1 buah kotak yang memang sengaja di letakkan di tengah tengah dengan ukuran yang paling kecil,dan di rak terakhir banyak sekali botol dan kotak yang bergeletakan di sana tanpa di bereskan,tangan Revin terulur untuk melihat beberapa botol,di angkatnya botol itu dan tidak menemukan apa pun, sementara botol yang ukuranya lebih kecil memiliki sebuah perekat di bawah botol itu,Revin dengan teliti melihat botol itu dan ia sedikit menggosok nya namun tidak memiliki perbedaan apapun


"Ada apa honey" suara Zelda membuyarkan lamunannya.


"Ah,tidak ada aku hanya berfikir untuk apa botol botol ini di letakkan berbeda,sedangkan yang lain tidak" ujar Revin


Zelda yang mendengar penjelasan itu mendekat dan mengambil botol itu, sementara Zelda melihat kembali botol itu,Revin juga mengambil satu botol lagi,


Zelda dengan iseng meniupnya hingga uap dari nafasnya terlihat jelas di botol kaca itu,Revin yang melihatnya pun segera mengambil botol itu lagi,


"Haaaaa"


"Haaaa"


Revin sengaja membuat botol itu beruap dengan nafasnya,tak di duga uap dari botol itu mengeluarkan sebuah hirup "O"


"Huruf O" beo Zelda


Revin kembali meniup botol yang lain dengan nafasnya lagi,nan mengeluarkan huruf "L"


sampai ke botol yang terakhir terdapat sebuah huruf,Zelda mencoba menyusul Huruf-huruf itu dan ia letakkan di atas tatakan botol yang memang telah tersedia di sana.

__ADS_1


Revin dan Zelda membaca urutan botol itu dengan bersamaan.


"UNLOCK" ucap mereka bersama


TING


tiba tiba lemari itu terbuka dengan membelah diri menjadi dua dan terdapat di belakang sama sebuah lorong lagi,Zelda berjalan di belakang Revin,Revin dengan sigap mengangkat senjatanya untuk berjaga jaga,


sementara di luar sana juga sudah sangat ramai dengan para penjaga Markas dengan Erland dan yang lainya,merek bergelut tanpa ampun.


SYUT


syuuut


syuut


kletak


kletak


suara panah dan suara senjata lain terdengar memekik telinga,satu persatu penjaga itu tumbang,tidak banyak penjaga di sini,hanya beberapa saja,untuk itu mereka dengan mudah mengalahkan semuanya.


"Huh,akhirnya" ujar Diwa duduk santai di salah satu sofa di sana


"yuhuuu,akhirnya tumbang juga" ujarnya.


"hmm" bisa istirahat


"eeh Anggel sama king Mana" ucap Andi


"Biarkan mereka bekerja" ucap erland


"jadi kita menunggu di sini" ucap Sinta


"seperti itu lebih bagus" lanjut Erland duduk menyilangkan kakinya.


sementara di dalam ruang rahasia, Revin dan Zelda terus berjalan mengikuti setapak demi setapak ruangan itu, sedikit demi sedikit pencahayaan mulai terang di karenakan ruangan itu seperti melingkar,Revin menempelkan telinganya ke tembok dinding pembatas ruangan itu,di sana terdengar jelas ada aktivitas manusia,jadi bisa di simpulkan ada beberapa orang di sana sedang beraktivitas.


"Ada orang" ucap Revin pelan berbisik ke arah Zelda,


Zelda mengambil tab yang sudah di ranjangnya untuk melihat situasi di sana,di bantu oleh bang jarot,

__ADS_1


ternyata di sana tinggal beberapa orang yang beraktivitas,lebih tepatnya di paksa untuk bekerja 24 jam tanpa istirahat,dengan di awasi 2 orang berbadan kekar, tinggi,dan besar.


"Di sana belum," ucap salah satu penjaga itu


"cepat campurkan" bentak yang lain


Revin lebih memilih menjadi pendengar,sedang Zelda mencoba mencari celah agar bisa masuk tanpa di ketahui oleh mereka,


"Ketemu" ucap Zelda pelan


Revin mendekat dan melihat apa yang Zelda katakan tadi,jadi di sana ada dua titik yang siapa saja melewati nya ,alarm tanda bahaya akan berbunyi,dan kini Zelda sudah tau bagaimana caranya bisa memasuki ruangan itu tanpa bunyi alarm.


belum juga masuk lebih dalam Zelda dan Revin di buat menganga dengan pemandangan yang di lihatnya,dia melihat orang orang yang di paksa bekerja tadi bukan hanya untuk bekerja meracik obat obatan terlarang,melainkan juga mencoba apakah obat itu bereaksi atau belum, setelah meracik para wanita itu di suruh untuk mengkonsumsi obat itu,setelah merasa obat itu bereaksi barulah para penjaga itu melakukan aksinya,ia menarik rambut para wanita itu,di arahkan ke bag1an b4wah tubuhnya,dan di paksa nya untuk mengh1s4pnya,


"Iiuuuh,menj1j1kkan" gumam Zelda terlihat malu melihat adegan ini di dekat Revin


"Tapi kamu suka" bisik Revin


"Apaan sih" kesal Zelda dalam situasi kaya gini masih saja bisa menggoda dirinya.


Zelda terlihat buang muka melihat pandangan p*r*0 ini,beda dengan Revin ,Revin sangat menikmati bahkan dia mengambil ponselnya dan merekam semuanya.


"Uuuh,,aaAh,,," d3s4h para lelaki tak tau diri itu,


menyiksa para wanita itu dan memaksanya melakukan hal yang sangat tidak pantas di lakukannya,bahkan terlihat dari reaksi para wanita ini yang sangat jelas menolak tapi dengan adanya reaksi obat obatan itu membuat mereka hanya bisa menurut tanpa bantahan.


Revin segera mematikan ponselnya,dan memasukannya ke dalam celananya,


"bersiaplah" ucapnya pada Zelda


dengan satu kali tarikan,Revin berhasil menembak CCTV yang terpasang di sana, dengan senjata kedap suara itu,


Zelda juga demikian,dia mengarahkan senjatanya pada CCTV di sana, bersamaan dengan matinya seluruh lampu di sana itu di gunakan untuk Revin menembak sound alarm tanda bahaya itu ,Revin menggunakan kacamata khusus TBW yang bisa melihat segala arah meskipun gelap gulita,


Semua yang di sana terkejut dengan padamnya lampu,


"Ada apa ini? kenapa tiba tiba mati lampu? " ucap salah satu penjaga itu masih dalam posisinya yang menekan kepala wanita itu agar tetap merasakan Ken**m*t*n nya.


5 detik kemudian seluruh lampu menyala seketika dan penjaga itu terkejut melihat seseorang berada di sampingnya dan langsung memukul wajahnya dengan kepalan tangannya,


BUGH

__ADS_1


"aaark" ringisnya


__ADS_2