Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia
episode 160


__ADS_3

"aaaark,,,lepas,,lepas,,,saya tidak mau " teriak seseorang laki laki yang kini di paksa beberapa orang untuk meminum obat.


"Lepaskan " teriak wanita itu.


"Siapa yang berani menyentuh suami saya" teriaknya lagi.


"Maaf nona,kami hanya menjalankan tugas seperti biasanya " ucapnya


"mulai hari ini tidak ada yang boleh menyentuhnya seujung kuku pun" suara lantang itu terdengar kembali.


"Hah, , haaah, , hahhh" nafas tak teratur dari lelaki itu semakin terdengar di telinga


"Sayang,kamu gak apa apa?" tanya wanita itu yang ternyata adalah gadis,ia membelai sayang wajah lelaki itu .


laki laki itu membuang muka tak ingin di sentuh.


"Siapa kamu?" tanya nya


"sayang,apa kamu tidak ingat siapa aku?"


dia menggeleng.


"Aku istrimu " ucapnya


"Is-tri ku...?" ucapnya pelan


Gadis mengangguk,"iya aku istrimu" ucapnya lagi


"Lihat sayang,ini bukti kebersamaan kita selama ini" ucapnya memberikan sebuah foto pernikahan dan juga beberapa foto kebersamaan mereka.


lelaki itu menatap ke wajah gadis dan kembali menatap ke foto itu


"Ka-mu , , istriku?" ucap lelaki akhirnya .


gadis tersenyum sambil mengangguk " iya sayang,aku istrimu" ucapnya lagi .


"Kamu ingat?" tanya gadis


lelaki itu menggeleng " ti-dak" jawabnya.


"Tidak apa, pelan pelan ya,kamu pasti akan ingat semuanya" ujarnya lagi.


lelaki itu hanya mengangguk .


"Bos" sapa seseorang menghampiri gadis.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya gadis


" Dokter dan perawat yang biasa datang sekali sebulan itu telah datang untuk mengecek keadaan tuan Revin" ujarnya.


"Baiklah ,suruh mereka masuk" ucap gadis.


"Re-viin, , itu namaku?" gumam Revin mendengar percakapan gadis dan pengawalnya.


"Aku merasa sedikit perubahan padaku,mengingat aku selalu memuntahkan obat yang tidak bermerk itu" gumamnya


flash back on


Yach,laki laki itu adalah Revin,Revin yang selama ini di bawa ke suatu tempat yang ia sendiri tak tahu di mana itu,saat dia bangun semua serba putih ,dan ia sudah tak mengingat apapun,hingga seorang wanita berjalan mendekati nya dan histeris mengatakan bahwa dia adalah istrinya.


Revin selama ini tinggal dengan gadis,entah apa tujuannya,yang pasti setiap sebulan sekali akan ada dokter dan juga perawat yang akan mengecek keadaannya ,setelah dokter itu pulang Revin akan merasa semakin tersiksa dan semakin tidak bisa berfikir apapun ,hingga dua bulan lalu dia sedikit terdiam di depan cermin,


"Kenapa aku tidak ada perubahan? bukankah tiap hari minum obat yang akan membuatku sembuh?" tanya Revin dalam hati saat dirinya kini menatap wajahnya di cermin.


mencoba mengingat siapa gadis ,dia tidak pernah ingat,justru dia sering bermimpi bersama seorang wanita di sebuah gubuk tua dan memeluk wanita itu,yang jelas terlihat hanya tatapan mata wanita itu,wajahnya Revin tak tahu .


"aaark, ,ssshhh " tiap kali mengingat tatapan mata itu Revin selalu mengalami sakit kepala yang hebat,terlebih saat akhir bulan,dia semakin drop dengan semua ingatan akan semakin memudar.


"Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres" ucap Revin dalam hati.


Revin mencoba mendorong kursi rodanya dan menatap obat obatan yang di berikan padanya,ia melihat beberapa obat yang tertera nama obat dan khasiatnya,dan ada satu botol obat di dalam laci yang tidak memiliki nama dan juga merk apapun.


Ia melihat setiap malam gadis akan memberikan obat itu padanya sebelum tidur,dan kali ini Revin akan mencoba tidak meminum obat itu,dengan cara membuangnya ke bawah kasurnya setelah gadis meninggalkan nya.


semakin hari setelah tidak mengkonsumsi obat itu,Revin terlihat semakin sehat,namun ia sengaja membuat dirinya lemah agar dia tahu apakah mereka benar keluarga Revin atau tidak.


sepeti saat ini, ketajaman pendengaran Revin semakin hari semakin tajam,hingga dia bisa mendengar jelas apa yang di ucapkan gadis pada pengawalnya ,padahal jika di lihat jarak mereka cukup jauh dan orang normal tidak akan bisa mendengar jelas ucapan itu,tapi Revin ia jelas mendengar semua percakapan itu,hingga sudut bibirnya tak di sangka sedikit terangkat,menandakan dia tengah tersenyum.


"Baiklah,kita mulai dari sekarang" gumam Revin masih menatap lurus kedepan namun telinganya seolah ikut dengan gadis.


tak


tak


tak


terdengar kembali suara derap langkah gadis dan mengambil alih kursi roda itu ,


"Sayang, waktunya kita periksa ya" ucapnya membawa Revin ke sebuah kamar khusus buat perawatan Revin berapa bulan belakangan ini .


"Bisa kita bicara? " ucap dokter itu

__ADS_1


gadis mengangguk dan membiarkan Revin terbaring di berangkar ,sedangkan kini gadis sedang berbicara berdua dengan dokter itu.


"Bagaimana dokter" ucap gadis .


"Seperi biasa Nona,keadaannya semakin membaik ," ucap dokter itu


yah memang setiap di periksa keadaan Revin anak semakin membaik tapi siapa sangka 2/3 Minggu akan datang dia akan semakin lemah kembali,begitu seterusnya.


"bagus dokter, terimakasih kasih atas waktunya dan selamat siang" ucap gadis berdiri dengan tersenyum kecut.


"Sepeti biasa nona?" ucapnya


gadis mendekat,dan berbisik


"Saya tunggu di tempat biasa" bisiknya


Revin terpejam,namun siapa sangka telinganya yang semakin membaik membuat dia mendengar beberapa fakta yang membuktikan bahwa kecurigaan nya benar adanya.


"Aku sudah mengira,ada yang tidak beres" ucap revin dalam hati.


"biarkan dia istirahat,mari saya antar dokter" ucap gadis mengiring dokter itu.


"Sial,kenapa dia tidak menaruh ku di kursi roda.,aku harus cari cara untuk bisa bagun sendiri" ucap Revin kembali.


ia melihat sekeliling dan tidak menemukan CCTV, "Bagus di sini tidak ada CCTV" ucap Revin mencoba bangun dan menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit,


"iissh, , sudah sekali" ucap Revin mengeluh dengan dirinya yang tak kunjung bisaa bergerak sendiri


"mungkin ini waktu yang tepat untukku belajar jalan sendiri, urusan mereka biarlah nanti belakang," ucapnya kembali.


Biasanya setelah pemeriksaan Revin akan di tinggal sendiri sampai pagi,hanya ada suster yang akan membawa kan makan siang dan makan malam buatnya . setelah itu tidak akan ada lagi orang yang akan masuk kesana,keadaan itu di lakukan oleh Revin untuk belajar berjalan tanpa sepengetahuan orang orang.


"ayok,kamu pasti bisa" ucapnya memberikan dirinya semangat untuk bisa berjalan.


seriring berjalannya waktu,semakin hari Revin semakin membaik dan dia akan memulai untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya dan untuk apa dia di bawa ketempat ini,


bukankah sedikit aneh,selama tinggal di sana Revin tidak pernah di bawa keluar gerbang sekali pun.kali ini dia memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat itu ,apapun caranya.


"istriku,bisa bawa aku keluar,aku suntuk di sini " ucap Revin memelas.


"TIDAK. !!!"


Next


happy reading

__ADS_1


__ADS_2