
Tidak ada yang perlu di khawatir kan pa,ma" jawab Zelda sambil melirik mama papa nya.
"selama ada kan Revin aku baik baik saja,kak Revin selalu menjaga aku " jelasnya lagi
" Kapan kalian menikah?"
ukhuk ukhuk
pertanyaan papa Handoko membuat Zelda terbatuk bukan karena minuman melainkan ia susah payah menahan salivanya karena pertanyaan sang papa.
"Pah,kok tanya gitu,kasihan zel pa," ujar mama Selena sambil mengusap usap punggung nya
"Sayang,jangan dengar perkataan papa kamu ya,papa kamu hanya bercanda saja" ujar mama Selena dari mengusap punggung sampai memegang bahu Zelda.
Zelda terlihat menahan rasa sakit,tapi sebisa mungkin ia tak tunjukan pada mama dan papanya,Revin yang melihat ekspresi itu tahu jika Zelda menahan rasa sakit di karenakan insiden saat pembebasan mama Erland.
"Om, Tante aku akan segera menikahi Zelda," jawab Revin sambil menatap Zelda penuh sayang
Mata Zelda berkaca kaca,mendengar dia akan di lamar sang kekasih.
"maafin ucapan papa ya nak,papa hanya bercanda,semuanya kami serahkan pada kalian,kami hanya ingin yang terbaik buat kalian dan kalian yang berhak menentukan jalan hidup kalian,kami hanya bisaa berdo'a agar kalian selalu bahagia" jelas mama Selena merasa tidak enak dengan Revin atas perkataan sang suami.
"kak,aku ngantuk" rengek zuita
"ya sudah yuk tidur " ajak Zelda
"Gak mau,zui udah besar kak gak mau tidur sama kakak" ucapnya manja
"tapi kakak kan kangen sama zui,gimana dong" rayu Zelda
"Mmmmm,gimana yah" ucap zuita terlihat berfikir
"yah,yah please"
"Gak mau,tidur aja saja di kamar kakak," jawab zuita di sahuti tawa dari sang orang tua .
Zelda mendengar Jawaban itu, mengerucut kan bibirnya kesal.
"Awas ya kalau adek takut nanti,kakak gak mau bantuin " ancam Zelda
"Gak akan kakak,aku kan berani sama kaya kakak" teriak zuita sambil berlari memasuki kamarnya
"anak itu" ucap mama Selena menggeleng
"ya sudah kalian nginap kan,besok malam acaranya sayang,kamu harus siap siap ," jelas mama Selena
Yach,mereka saat Zelda menerima notifikasi dari mama Selena,ia sangat senang karena sang papa pulang dan kebetulan juga hari itu hari anniversary pernikahan orang tua mereka bertepatan dengan ulang tahun zuita.
"Iyah mah,zel nginep" jawab Zelda melirik ke arah revin
__ADS_1
"kak Revin nginep juga?" tanya Tiara
Revin menoleh ke mama dan papa Handoko di balas anggukan mereka.
"boleh kamu boleh menginap,yah sudah papa sama Mama mau istirahat,kalian berbincang saja,dan nanti kamu antar Revin ke kamar tamu ya sayang" ucap papa sambil berjalan mencium pucuk kepala anak pertamanya.
"siap papa" jawab Zelda memberi hormat.
**
"Gimana menurut kamu" tanya Revin membuyar kan lamunan Zelda di taman belakang rumahnya,
Zelda duduk di pinggiran kolam dengan memasukan setengah kakinya kedalam kolam renang.
"Eh,Kaka, kenapa? belum tidur?" jawab Zelda menatap Revin
"gimana menurut mu ,? " tanya Revin kembali
"Gimana apanya?" tanya Zelda
"tentang perkataan papa " jawab nya
Zelda kembali menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.
"kamu yakin kak?" tanya Zelda membuat Revin mengerutkan keningnya
"kamu tau sendiri kak alasannya apa!" jawab Zelda melemah .
Revin duduk di dekat Zelda dengan menyilangkan kakinya,
"Kamu tau ,kenapa sampai sekarang aku masih bernafas?" tanya Revin
"kenapa?"
"Karena kamu,sejak pertama kali ketemu sama kamu dalam sebuah gubuk tua di tengah hutan,saat itulah aku melihat masa depan ku ada dalam dirimu, bersama mu" Jawab Revin.
"percaya sama aku,kita jalani sama sama dan kita harus yakin jika kita bisa membuat mereka percaya akan cinta kita, aku yakin mereka lama lama akan mengerti dan bisa menerima kamu " jelas Revin memeluk Zelda dari samping.
Zelda menyender di pundak Revin sebagai bantalannya,rasa nyaman dan juga aman memang sangat ia rasakan ketika bersama Revin sejak pertama kali mereka bertemu,hubungan yang mereka jalin selama ini sangat mulus tanpa orang ketiga,bahkan bisa di bilang hubungan cinta yang di impikan semua orang,cinta pada pandangan pertama dan tidak bertepuk sebelah tangan, hubungan mereka semakin dekat saat Revin mengutarakan perasaannya pada Zelda,sikap satu sama lain mewakili kata kata romantis yang sering di ucapkan pada pasangan orang orang,sikap yang saling terbuka dan tanpa di sadari sikap mereka membawa mereka merasakan indahnya bagaimana di cintai dan mencintai tanpa di ganggu.
hingga suatu hari,Revin membawa Zelda ke kediaman orang tuanya,Revin membawa Zelda dengan nama calon istri,orang tua Revin memperhatikan Zelda dari bawah sampai atas,dengan tatapan sinis membuat Zelda menahan amarahnya.
"Ma,pa,kenalin ini calon istri Revin,Zelda meisya Handoko," ucap Revin memperkenalkan zelda
"oh,ini wanita pilihan kamu,kamu menolak mentah mentah pilihan mama hanya karena gadis kecil ini!" ucap mama revin
"Ma,sudah lah Revin gak mau di jodoh jodohkan "
"Vin kamu sudah dewasa,kamu mau jadi perjaka ting-ting tak memiliki pewaris?"
__ADS_1
"REVIN,apa apaan kamu membawa gadis kecil di perkenalkan sebagai CALON istri kamu?" jangan bercanda Revin," sahut papa Revin.
"Berapa usiamu?" tanya papa Revin pada Zelda
Zelda yang sedari tadi hanya menunduk,berani menatap wajah kedua orang tua Revin.
"18 tahun om" jawab Zelda
Deg
papa Revin merasakan tatapan tajam Zelda menjadi tak biasa,entah kenapa rasa gugup menjalar ke seluruh tubuhnya saat mata itu menatap matanya.namun dengan segala usaha ia mencoba membuang perasaan itu.
"APA?" kamu jangan mengada ada revin,mana ada menikah di usia 18 tahun,"
"pokoknya mama gak mau tahu,kamu harus tetap menerima perjodohan ini," final mama revin.
"Gak ma,enggak,Revin gak mau,Revin hanya cinta sama Zelda ma,pa,tolong di mengerti, Revin akan menikahi Zelda saat usianya sudah 20 tahun" jelas Revin
"Jangan bercanda Revin? papa tidak mau menunggu lagi,papa ingin kamu cepat cepat menikah dan memberikan keturunan pada kami,keturunan yang bisa mewarisi semua kekayaan keluarga kita,karena kamu anak tunggal ,anak kami satu satunya Revin! " jelas papa Revin.
"Gak pa,ma Revin sudah putuskan untuk tepat menunggu Zelda dan akan menikah hanya bersama Zelda" bentak Revin
"Lihat pa,anak kamu ini sudah bisa membentak orang tua hanya karena membela gadis ingusan ini,hik hik" mama revin menangis di depan suaminya.
"kamu sangat keterlaluan Revin,papa tidak pernah mengajari kamu membentak orang tua,ini yang kamu dapatkan bermain dengan gadis kecil yang masih labil,hah"
"Dan untuk kamu! " ucap papa Revin sambil menunjuk wajah Zelda dengan tangan kirinya
tapi saat Zelda menatapnya,ia seakan tak bisaa berkata apa apa,hanya ekspresi marah yang keluar dari mimik wajahnya,satu katapun tak berhasil keluar dari bibirnya saat Zelda menatap dirinya dengan tatapan kecewa..
Zelda menatap mata papa Revin kemudian tatapan tajamnya turun ke tangan papa Revin yang bergetar ,entah karena marah atau memang tatapan Zelda membuatnya tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun.
Zelda lebih memilih untuk keluar berlari dengan rada kecewanya,
"Permisi" jawab pelan Zelda.
Zelda berlari sekencang mungkin dengan dedaunan air mata
"Kalian keterlaluan" geram Revin
"Kamu yang keterlaluan,berani melangkah keluar mengejar nya jangan harap kamu bisa pulang" ancam papa Revin.
"AKU GAK PERDULI" balas Revin menyusul Zelda
( bersambung)
semangat 💪 ngehalu
salam kity-kity 😻
__ADS_1