Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Garahad


__ADS_3

Theo terkejut dengan keramaian ini jika dibandingkan dengan Romant terlihat kota itu bagaikan desa di pedalaman.


Ia berjanji akan bertemu Boby didekat patung raksasa pasangan Swordsman yang berada di pusat kota.


Theo mengecek di daftar teman dan terlihat Boby sedang online sehingga langsung menghubunginya.


"Hei bodoh dimana kau, aku sudah menunggu di tempat yang kau inginkan."


"Tunggulah sebentar lagi aku akan kesana."


"Jangan terlalu lama."


"Iya aku tahu."


Sambil menunggu Theo memperhatikan setiap interaksi manusia serta mengagumi bangunan Istana Rudovan yang begitu megah jika dibandingkan dengan istana Romant tampak seperti gubuk tua.


Setelah dua puluh menit menunggu Theo mendengar langkah kaki berat mendekatinya.


"Halo bung."


Theo menengok dan terlihat seorang ksatria dengan baju zirah perak mengkilap lengkap dengan helm seperti pasukan ksatria abad pertengahan.


"Siapa kau," tanya Theo dengan pandangan tajam penuh kecurigaan.


"Hei ini aku Boby sahabat terbaikmu," katanya sambil membuka pelindung wajah di helmnya.


Theo memperhatikan wajah Boby yang berbeda dan terlihat seperti aktor film perang dengan banyak otot ditubuhnya, sepertinya dia memilih ras raksasa karena perawakannya yang besar dan tinggi ditambah dengan baju zirahnya orang yang tidak mengenalnya akan menganggap dia seperti NPC penjaga yang gagah dan berkarisma.


"Kau..."


Mendengarnya tiba-tiba wajah Theo menjadi pucat dan detik berikutnya dia tertawa sampai terguling guling.


"Kau Boby HAHAHAHA," kata Theo yang masih tertawa dengan terpingkal-pingkal.


"Hei hentikan bajingan, lihat kita menjadi pusat perhatian."


"Iya iya maaf HAHAHAHA."


"Sudah kubilang hentikan atau kupukul kepalamu dengan perisai ini," ancam Boby dengan melihat perisai yang dipegangnya.


"Baik baik maaf aku terlalu terbawa suasana hihi," kata Theo meminta maaf karena melihat kerutan di dahi Boby.


"Tapi serius bagaimana mungkin penampilanmu seperti ini seorang Knight sepertinya cukup kuat," ucap Theo dengan menyandarkan sikunya ke bahu Boby.


"Tentu saja kuat, aku termasuk sepuluh besar nasional dengan job Knight dan ngomong-ngomong namaku adalah Garahad," katanya dengan bangga sambil menyingkirkan Theo dari bahunya.


"Ayo ikuti aku," perintah Boby sebelum Theo mulai tertawa lagi karena mendengar nama yang tidak cocok dengan dirinya.


"Garahad nama apa itu, ksatria dari raja Arthur?" Katanya dengan cekikikan.


"Sudah diam tutup mulutmu dan ikuti saja aku," ujar Garahad dengan sedikit kesal.


Garahad membawa Theo ke tempat agak jauh dari Istana Rudovan dan menuju perumahan agak kumuh hingga tiba di suatu rumah tidak berpenghuni dipenuhi dengan debu yang menempel di perabotan dan tembok.

__ADS_1


Boby berdiri di tengah ruangan menyingkirkan karpet yang diinjaknya dan terlihat lantai yang bergaris sepertinya sebuah pintu rahasia.


"Pintu ini akan menuju ke hutan Rudovan sebelah barat, ayo masuk."


Theo tidak menjawab dan hanya mematuhi ajakan Boby sambil menelusuri lorong berbatu yang tidak terlalu gelap karena adanya lumut yang mengeluarkan cahaya.


Setelah berjalan sekitar setengah jam Theo keluar dari sebuah pohon besar dan terlihat pemandangan hutan yang penuh dengan monster mulai dari serigala, ular dan lain- lain, mungkin hutan ini akan menjadi tempat Theo untuk leveling.


"Hutan ini sepertinya cocok untuk level sepertimu dan pesanku jangan terlalu sembrono di Land Of Valiant, levelmu adalah yang terendah siapapun dapat mengalahkanmu apalagi jika mereka mengeroyok kau akan tamat," kata Garahad berusaha menasehati yang disetujui oleh Theo.


"Level tertinggi saat ini adalah sekitar 120 jadi berhati-hatilah usahakan levelmu mendekati mereka agar dapat mengimbangi dan levelku sekarang 78," tambahnya dengan sedikit menyombongkan diri, Theo tidak menyangka level Boby hampir dua kali lipat dari levelnya.


"Hei bodoh."


"Apa."


"Aku ingin tahu apakah kemampuanku tidak cukup buruk untuk bersaing dengan para Ranker, bagaimana jika kita melakukan Sparring agar aku tahu batasanku."


Theo memberikan usul yang bagus dan Boby juga penasaran sekuat apa Theo dan menyetujui usulannya.


"Kau benar mari kita Sparring dan jangan segan keluarkan semua kemampuanmu."


"Setuju."


Mereka mencari tempat yang sedikit lapang dan jauh dari monster untuk melakukan pertarungan berikutnya sebuah pelindung tak kasat mata melindungi mereka.


[Pertarungan antara Player Theo melawan player Garahad dimulai]


"Spell Scave"


Theo mulai maju menyerang dengan berlari sementara Garahad hanya diam ditempat mewaspadai gerakan Theo.


Theo menebaskan pedangnya berkali- kali yang ditahan dengan mudah oleh Garahad dengan pedang dan tamengnya.


"Hanya ini," sindir Garahad.


"Sabarlah."


"Blink Step."


Theo berpindah membelakangi Boby dan mengeluarkan skillnya.


"Double Slash"


"Triple Slash"


"Wave Slash"


Boby tidak dapat merespon tebasan Theo yang bertubi-tubi sehingga pedang Theo menggores punggungnya


"Kena kau!" seru Theo tetapi Boby hanya tersenyum sinis.


"Apanya yang kena."

__ADS_1


Theo melihat bekas tebasan pedangnya sama sekali tidak ada goresan bahkan masih bersih seperti tidak terjadi sesuatu.


"K-kau sialan kenapa menahan dengan pedang dan tamengmu jika tubuhmu saja sekuat ini," protes Theo.


"Biar lebih seru kan," kata Boby dengan menjulurkan lidah.


"Oh oke mungkin pertahanan fisik mu kuat bagaimana dengan magic defense."


Theo menggerakan telapak tangan kirinya keatas dan memunculkan es dari bawah kaki Boby.


"Ice Tower"


Boby mengarahkan pedangnya kebawah seperti hendak menancapkan pedangnya ke tanah dan es yang hendak keluar hancur berantakan membuat Theo terperangah.


"Ayolah jangan buat aku mengantuk," ujar Boby sambil pura-pura menguap.


Theo menjauh dari Boby dan memikirkan cara untuk menyerangnya.


"Aku adalah Summoner dan aku akan bertarung seperti Summoner."


"Terserah kau saja."


"Summon."


Theo mengeluarkan semua monsternya dan membuat formasi dengan keempat penyerangnya Gald, Gotcha, Ghost dan dipimpin Gornage serta kedua serigala miliknya Remus dan Remulus.


"Wow ini dia pasukan goblin yang terkenal dan apa gunanya serigala itu."


"Jangan banyak tanya hadapi saja."


"ya..ya silahkan maju."


"Warcry."


Gald mengeluarkan teriakan yang menggema membuat para Goblin bersemangat dan meningkatkan kekuatannya.


"SERBU!"


Dengan aba-aba Theo mereka semua berlari menerjang dengan kedua serigala dari kedua sisi sementara Ghost sudah menghilang, berikutnya Gotcha yang paling depan.


Cakaran dan gigitan serigala tidak memberikan damage dilanjutkan tebasan Gotcha yang sangat cepat dan Ghost yang muncul dari belakang mengincar leher disaat bersamaan, tetapi semua serangan mereka tidak dapat menembusnya.


"Cyclone Sweep"


Boby menggerakan pedangnya berputar seperti angin puyuh memberikan luka yang parah kepada mereka yang didekatnya.


[Ghost telah mati]


[Gotcha telah mati]


[Remus telah mati]


[Remulus telah mati]

__ADS_1


Theo tidak dapat mempercayainya hanya dengan satu serangan memusnahkan monsternya tetapi dia masih belum menyerah masih ada mereka.


*koment kalian membuat author selalu bersemangat*


__ADS_2