Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Dorcan


__ADS_3

"Apa maumu nak," tanya Garth.


"Tuan apakah tidak ada petunjuk untukku mendapatkan resep obat lain," ucap Theo dengan penuh harap.


"Hmm...sudah tidak ada yang bisa kuberikan padamu."


"Begitu ya," kata Theo dengan nada kecewa.


Mendengar jawaban Garth menghilangkan semangat Theo, memang tidak mudah untuk mendapatkan resep pembuatan potion bahkan di forumpun tidak ada catatan sama sekali, memang ada beberapa player yang menjual potion tetapi mereka benar-benar merahasiakan agar dapat keuntungan dari penjualan itu, jika Theo jadi mereka maka dia akan melakukan hal yang sama.


"Baiklah terima kasih tuan Garth saya akan pergi dulu."


Theo terpaksa pergi dengan langkah lunglai dan berusaha mencari petunjuk lain dari para NPC, saat hendak keluar Garth memanggilnya dari jauh.


"Tunggu nak!"


Theo berhenti dan kembali menoleh pada Garth.


"Ya tuan."


"Aku memang bilang tidak ada yang kuberikan padamu tetapi orang lain belum tentu."


Mendengarnya Theo kembali bersemangat.


"Kau pergilah ke Alagant City dan temui elf bernama Dorcan mungkin dia bisa membantumu, sebut saja namaku dia pasti mengerti."


"Baik tuan Garth terima kasih atas bantuannya." Kata Theo dengan gembira.


Setelah berpamitan Theo segera menuju Warp Gate untuk pindah ke Alagant City kota para elf.


Garth memang menunjukan Dorcan berada di Alagant City tetapi tidak terperinci dimana tempatnya sehingga Theo harus mencari rumah satu persatu dan bertanya pada para NPC.


Karena Theo memiliki Fame yang tinggi para NPC pun menjawabnya dengan ramah tetapi kebanyakan mereka juga tidak tahu dimana Dorcan berada.


Setelah bertanya pada banyak NPC akhirnya Theo menemukan tempat tinggal Dorcan, Theo mencoba mengikuti melalui gang-gang kecil dan didalamnya terdapat beberapa rumah kecil penuh debu terlihat tidak pernah dibersihkan tetapi di salah satu rumah terlihat papan nama dari kayu tua bertuliskan Dorcan Shop.


"Ini dia."


Theo segera mendorong pintu tua dan bau debu, tanaman serta obat obatan bercampur menjadi satu.


Ruangannya gelap, Theo mencari pemilik toko ini dan terlihat dia berada di tumpukan tanaman obat sepertinya sedang meracik herbal.


"Maaf tuan," sapa Theo dengan lirih.


Pria itu kaget mendengar suara Theo dan menjatuhkan beberapa obat.


"Apa yang...siapa kau!" kata elf Tua itu marah, terlihat wajahnya putih bersih dengan rambut putih panjang terlihat wujud pria paruh baya dan kacamata kecil yang menempel dihidungnya seperti hanya hiasan.


"Maaf tuan saya mengagetkan anda," kata Theo dengan sikap meminta maaf.


"Sudahlah ada urusan apa kau kemari."


"Tuan Garth mengutusku kemari."


Mendengar kata Garth wajah elf tua itu berubah menjadi cerah.


"Oh Garth menyuruhmu bagaimana kabar dia sekarang sudah lama aku tidak bertemu dia."


"Dia masih sehat seperti biasa tuan."


"Lalu apa yang Garth inginkan."

__ADS_1


"Bukan tuan Garth tapi saya tuan."


"..."


Setelah diam sejenak Dorcan kembali bertanya.


"Baiklah apa yang kau inginkan."


"Apakah kau bisa memberikan resep pembuatan potion."


Mendengar permintaan Theo Dorcan memicingkan sebelah matanya.


"Untuk apa kau meminta resep segala, biarpun kau suruhan Garth tapi aku tidak akan memberikan secara gratis."


Mendengar perkataan Dorcan sepertinya Elf tua ini memang memiliki resep.


"Tentu saja tuan saya tidak berharap gratis, apa yang bisa saya lakukan agar tuan bersedia memberikan resep potion tersebut."


"Sebentar."


Dorcan berusaha berpikir keras permintaan apa yang harus dia berikan kepada pemuda didepannya ini.


"Hmm... begini saja bawakan aku Spring Orchid maka akan kuhadiahi resep potion bagaimana."


"Baik saya setuju."


DING


Quest


Dorcan membutuhkan bahan obat berupa bunga untuk membuat ramuannya.


Misi : temukan Spring Orchid


Syarat : -


Hadiah : resep Power Potion, afinitas dengan Dorcan + 30%


Terima/tolak


Tidak ada alasan bagi Theo untuk menolaknya dan Theo segera menerima Quest itu.


"Tunggulah tuan saya akan membawa bunga tersebut, tapi darimana saya harus mencarinya tuan."


"Kau memang bodoh kau carilah bunga itu di Fairy Garden tetapi tempat itu sangatlah luas aku sudah memberikan quest ini kepada dua orang tahun lalu tetapi belum membuahkan hasil sampai saat ini."


"Jangan khawatir tuan saya pasti akan menemukannya," ujar Theo dengan mantap.


"Aku tidak tahu darimana kepercayaan dirimu datang tapi semoga berhasil."


"Baik tuan saya pergi dulu."


Theo segera keluar meninggalkan bangunan kumuh dan langsung menuju Fairy Garden.


Fairy Garden memang terkenal dengan daerahnya yang luas bahkan sampai sekarang belum ada forum yang berhasil memetakannya dengan sempurna karena banyaknya player yang tersesat, semakin kedalam semakin menyesatkan seolah hutan itu sendiri hidup.


Bagi orang biasa akan sangat kesulitan untuk mencari tanaman tersebut tetapi bagi Theo dia akan sangat cepat mencarinya dengan skill Asclepius Sight miliknya.


Semua tanaman herbal akan nampak dalam kepalanya tidak terkecuali bunga ini.


Menurut deskripsi Dorcan tanaman ini berbentuk bunga Anggrek dan disekitarnya akan tumbuh bunga lain yang tampak seperti musim semi.

__ADS_1


"Summon"


Theo mengeluarkan semua summonnya semuanya mencari kecuali Gornage dan Theo membiarkannya saja.


Sambil mencari setiap bertemu monster Theo segera menghabisinya untuk menaikan levelnya.


Monster tipe Gnome Fairy bukan tandingan goblin milik Theo dan menjadi latihan saja bagi mereka.


Dari kejauhan Theo melihat monster raksasa bertanduk rusa yang tidak asing baginya.


"Dorburo"


Dipertemuan pertama dulu Theo beruntung bisa mengalahkannya tapi seiring kekuatannya meningkat Theo ingin mencobanya sekarang.


Monster itu sudah menyadari keberadaan Theo dan siap menerjangnya.


"Gornage"


Theo memerintahkan goblinnya yang paling sombong untuk beradu kekuatan.


Gornage menebaskan kapak besarnya bersamaan dengan kipasan tangan Dorburo dan hasilnya adalah seimbang.


Dipertarungan yang terakhir Gornage bahkan terlempar dengan satu kibasan tetapi kali ini sepertinya Gornage dapat mengimbanginya.


Dorburo mengibaskan tangannya berkali-kali dibalas dengan tebasan kapak Gornage sepertinya tidak ada yang mau mengalah.


Dorburo melompat ke belakang dan memasang kuda-kuda hendak menyeruduk tetapi Gornage sama sekali tidak gentar.


Saat Dorburo berlari dengan kencang Gornage bukannya bertahan malah menyerang balik


"Gornage Charge"


Keduanya bertubrukan dan sama sama terpental.


"Mantap!" seru Theo dengan semangat


"Pergantian pemain."


Theo menyuruh Gornage mundur digantikan dengan Goblin Champion Gald, Gornage terpaksa mundur dengan menggerutu.


"Strenghtening"


Gald menebas Dorburo dan berhasil menembus kulitnya yang tebal bahkan tebasan Gotcha tidak mampu menggoresnya tapi Gald menebas seakan tubuh Dorburo terbuat dari tahu.


Darah Dorburo berceceran sepertinya dia sudah sekarat.


"Habisi..."


Belum sempat Theo menyelesaikan kata-katanya Gornage dari belakang melompat dan menghantamnya dengan keras.


"Leap Crush"


Hantaman Gornage membuat Dorburo tewas seketika.


[Dorburo telah mati]


Kikkk kikkk


Terlihat Gald tidak terima dengan mangsanya yang telah dicuri darinya tetapi Gornage tidak peduli dan hanya menghiraukannya sambil mengelap kapaknya.


"Goblin bodoh itu," kata Theo sambil menepuk mukanya.

__ADS_1


Theo tidak menyangka pertarungan dengan Dorburo semudah mengalahkan Armkong padahal dulu dia harus mati-matian untuk mengalahkannya mungkin karena levelnya sudah meningkat sehingga Dorburo hanya seperti monster goblin sekarang.


__ADS_2