Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Carpara Unik


__ADS_3

Theo sudah mengetahui batasnya dalam pertarungan pedang dia belum bisa mengalahkan dua Carpara sehingga dia bertarung dengan cara Summonernya.


"Summon"


Theo mengeluarkan monsternya dan membuat strategi untuk naik level.


Dengan jumlahnya Theo menghabisi para Carpara yang dia temui dengan batas maksimal tiga ekor, jika lebih dari itu Theo memilih untuk menghindar.


Setelah lama berburu Theo berhasil meningkatkan levelnya tiga kali tetapi belum menemukan yang dicarinya hingga dia beristirahat sebentar di bawah pohon dengan menyandarkan tubuhnya sambil menerawang jauh.


"Dimana keberadaannya," kata Theo sedikit mengeluh.


Disaat dia duduk memandangi hijaunya perbukitan dari kejauhan terlihat rerumputan bergerak-gerak sepertinya ada monster Carpara yang mendekat.


Theo tidak menduga memang wujudnya seperti Carpara tetapi perawakannya lebih besar dan warnanya ungu gelap dan dari taringnya terlihat air liur yang menetes.


Theo memperhatikan monster itu bukannya ketakutan tetapi malah terlihat gembira jika orang lain melihatnya akan menganggap dia gila.


"Akhirnya muncul juga," seringai Theo.


Sepertinya Theo memang sudah menunggu kemunculan monster ini.


"Bentuk Formasi," teriaknya.


Kiikkkk


Dengan satu aba-aba mereka sudah bersiaga sesuai arahan Theo.


Monster yang ada didepan Theo adalah Carpara tipe unik yang hanya akan muncul saat bulan purnama.


Theo mengetahui itu dari forum dan Theo sangat menginginkan drop item dari monster ini.


Pemain yang diceritakan di forum berasal dari Korea, setelah membunuh monster tersebut dia mendapatkan Carpara Boots, item kelas unik yang dapat meningkatkan kecepatan secara drastis dan sekarang player tersebut masuk dalam 10 besar player tercepat di Asia.


Theo ingin mencoba kekuatan monster ini dan memerintahkan Gobiru untuk maju.


Saat Gobiru hendak menusuk Carpara didepannya, dia menghilang dari hadapannya dan berpindah membelakangi Gobiru, berikutnya tubuh Gobiru terpotong menjadi lima bagian.


[Gobiru telah mati]


Seketika wajah Theo berubah pucat melihat pemandangan sadis didepan matanya.


"Kalian bertahanlah sebisa mungkin," kata Theo sambil mengganti senjatanya dengan Urcelos Spear.


Carpara kembali menyerang dengan brutal kali ini target sasarannya Gort yang bertahan.


Carpara berkali-kali mencakar dan mengoyak berusaha melepaskan perisai dari pegangan Gort tetapi Gort rupanya dapat bertahan dengan baik.


"Blitzsting"


Sebuah panah meluncur dengan cepat dari arah samping tetapi dapat dihindari dengan mudah oleh Carpara.


Si monster musang menoleh kesamping tempat asal panah dan mulai mengejar si penembak.


Dalam hitungan detik tubuh Gotu sudah terkoyak dan menjadi daging mati.


[Gotu telah mati]


Theo berusaha berlindung dari sergapan Carpara dengan memasang Gald dan Gort didepan dan belakang untuk melindunginya.

__ADS_1


Carpara berusaha menjangkau Theo dengan mengulurkan cakar tajamnya tetapi berkat perlindungan kedua monsternya dia menjadi sedikit tenang.


Theo yang melihat kesempatan segera mengaktifkan skill tombaknya.


"Thunder Field"


Carpara yang menyadari adanya bahaya segera mundur dengan cepat sehingga medan listrik tidak dapat menyentuhnya.


Theo tidak ingin kehilangan kesempatan sehingga menggunakan skill yang lain.


"Urcelos Wrath"


Sambaran petir menyambar dengan cepat dari langit menuju tempat Carpara berdiri sayangnya sambaran itu hanya mengenai rerumputan tempat dia berada sebelumnya.


Theo hanya bisa menggertakan giginya melihat semua serangannya gagal berkali-kali.


Kali ini Theo ingin melawan kecepatan dengan kecepatan, dia memerintahkan kedua serigalanya.


"Remus, Remulus serang dia."


Dengan perintah Theo kedua serigala berlari dengan cepat menonjolkan cakar dan taringnya.


"Haste"


Theo memberikan skill penambah kecepatan kepada Remus, Carpara yang dikeroyok mulai saling mencakar saling tukar menukar serangan tetapi sayangnya kedua serigala tidak mampu bertahan dan harus meregang nyawa.


[Remus telah mati]


[Remulus telah mati]


Meskipun Theo harus kehilangan kedua serigalanya, dia tidak menyesal setidaknya berhasil mengurangi darah dari Carpara.


Monster tipe kecepatan miliknya tinggal tersisa Gotcha, Theo tidak mengeluarkan semua monsternya seperti Gupi dan Silphie karena hanya akan menjadi tumbal Carpara.


Theo mengeluarkan Gornage karena masih memiliki serangan AoE (Area of Effect) siapa tahu dapat melukainya meskipun sedikit.


Melihat Carpara yang napasnya tersengal-sengal sepertinya darahnya sisa separuh, tanpa menunggu perintah Gornage segera menerjang.


"Hei tunggu..."


Tidak mengindahkan peringatan Theo Gornage berlari menuju Carpara siap membelahnya jadi dua.


"Goblin bodoh...sudahlah..." keluh Theo.


Gornage mengayunkan kapaknya secara horizontal dengan lebar, seperti yang sudah diprediksi Theo Carpara menghindarinya dengan mudah.


Melanjutkan combonya Gornage mulai mengayunkan kapaknya 360 derajat.


"Whirlwind Cleave"


Gornage mulai berputar-putar seperti orang bodoh dan Carpara hanya menjauhinya saja.


Theo menepuk jidatnya melihat ketololan goblin miliknya.


Merasa tidak berguna Gornage menghentikan serangannya dan mencari keberadaan Carpara, begitu melihatnya si mahluk Hijau segera melemparkan kapaknya.


"Tomahawk"


Kapak yang dilemparkan kembali lagi ke pemiliknya karena tidak mengenai target, Gornage menangkap dan mengeluarkan skill Ultimatenya.

__ADS_1


"Leap Crush"


Gornage melompat dan menghantam tanah tempat Carpara berada tetapi si monster musang menghindarinya dengan mudah.


Meskipun hantaman Gornage tidak mengenainya tetapi efeknya yang menghancurkan sekitarnya, sepertinya Carpara tidak mengetahui sehingga membuat dirinya terkena damagenya meskipun sedikit karena dia menghindar cukup jauh.


[Darah Carpara tersisa 25%]


"SUKSES"


dengan pemberitahuan itu membuat Theo cukup bersemangat.


Sayangnya Carpara yang terluka menjadi berang dan mulai menargetkan Gornage.


Dengan cakarnnya monster musang mencabik-cabik si goblin sementara Gornage membalasanya dengan mengayunkan kapak ke udara kosong.


Dalam sekejab darah Gornage berkurang drastis dan harus meregang nyawa.


[Gornage telah mati]


Saat darahnya tersisa sedikit Theo memperhatikan mata Carpara berubah menjadi merah seperti darah.


"Ukhh...akhirnya dia menggunakan skill ini," geram Theo.


Sepertinya Theo tahu apa yang dilakukan Carpara.


Seperti uraian dalam forum, monster ini sedang dalam keadaan haus darah dimana kecepatan dan kekuatannya akan meningkat drastis.


Theo harus bertarung mati-matian jika ingin mengalahkan Carpara ini.


SYATTTT


dalam sekejab Carpara yang berada jauh muncul dihadapan Theo dan menusukan cakarnya.


KHUGGGHH


[Darah player Theo tersisa setengah]


Dengan kecepatannya bahkan Gald dan Gort tidak sempat bereaksi, Theo yang berusaha menghindar tetap terkena serangannya bahkan satu serangan menghabiskan setengah darahnya.


Kali ini Gald dan Gort lebih bersiaga karena serangan Carpara benar-benar seperti iblis haus darah.


Gald yang memiliki armor terkuat pun mulai rusak karena cabikan monster ini.


Mereka tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi bulan-bulanan Carpara dan sepertinya monster ini hanya main-main seolah berpikir dapat memusnahkan party Theo kapanpun dia mau.


[Gald telah sekarat]


[Gort telah sekarat]


Theo tidak menyangka kedua goblin yang memiliki pertahanan terbesarpun bisa terluka parah.


Mau tidak mau Theo harus menyembuhkan mereka.


"Summon"


Theo mengeluarkan Silphie untuk membantu penyembuhan mereka tetapi itu adalah langka yang buruk.


Belum sempat memberikan penyembuhan, tubuh Silphie sudah menjadi dua bagian.

__ADS_1


[Silphie telah mati]


__ADS_2