
Theo penasaran seperti apa skill Strike Slash.
"Tuan daripada penasaran akan kutunjukan seperti apa skill Strike Slash itu, biar kugunakan serigala itu sebagai sasarannya"
"Hah...apa...tunggu...serigala itu..."
Belum sempat Theo menyelesaikan kata-katanya Freedom sudah berlari ke arah serigala.
"Strike Slash"
Freedom mengangkat pedangnya tinggi dan menebaskan kebawah terlihat seperti tebasan biasa tetapi memiliki cahaya biru petir yang seakan menyambar dari atas ke bawah.
[Serigala telah mati]
"..."
"Bagaimana tuan," tanya Freedom dengan muka polos.
Theo tidak tahu harus berekspresi bagaimana antara kagum dengan skillnya dan akan marah dengan hewan latihan yang dibunuhnya.
"Kau dasar brengsek kenapa kau bunuh dia!"
"Hah?...aku kira tuan bermain main dengan serigala itu."
Theo tidak bisa berkata dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baiklah sekarang kau bebas menggunakan semua skillmu nanti kita akan melakukan sparring."
"Benarkah tuan aku sudah tidak sabar baiklah kabari saya jika sudah siap dan silahkan bermain dengan serigala lagi."
Sambil berkata dengan semanngat Freedom pergi meninggalkan Theo.
"Brengsek."
Theo melanjutkan latihan lagi setelah mencari serigala lainnya.
**********
Setelah 5 jam akhirnya Theo mendapatkan skill penyembuhan pengembangan dari Heal.
Tapi anehnya bukan skill Healing light yang didapatnya tetapi skillnya adalah Dark Mist, dengan sangat penasaran Theo langsung membaca deskripsinya.
Dark Mist
Rank : C
Deskripsi : menyelimuti target dengan kabut kegelapan
Efek : mengembalikan kesehatan target 5% per detik selama 30 detik, mengubah target menjadi elemen Dark
Cost mana : 21
Cooldown : 11 menit 20 detik
Menurut Theo dari namanya cukup keren, Theo ingin segera melihat efeknya.
"Dark Mist"
Tiba tiba tubuh Theo terbungkus dengan asap hitam dan membuat tubuhnya terasa nyaman tetapi juga membuat tubuhnya menjadi agak gelap.
Theo memandangi kedua tangannya dengan kagum karena mirip efek asap seperti film.
Setelah 30 detik asap mulai menghilang tetapi tubuh gelap Theo tidak berubah.
Theo bingung dan tidak mengerti bagaimana cara mengembalikan tubuhnya seperti semula.
Dia melakukan berbagai macam hal tetapi tidak ada yang berhasil tetapi setelah satu jam dengan sendirinya tubuh Theo kembali seperti semula.
Theo tidak mengerti kegunaan efek tubuhnya menjadi gelap yang penting menurutnya dengan skill ini bisa mengembalikan Healthnya dengan penuh.
Berikutnya Theo melatih skill Buff yang waktu itu dia beli bersamaan dengan Glass Shield yaitu Agile Feet.
Skill yang memberikan kelincahan pada target.
Theo memberikan skill tersebut pada tim gobiru yang terakhir dan segera membaca deskripsinya.
__ADS_1
Agile Feet
Rank : E
Deskripsi : gerakan kaki yang menyaingi angin
Efek : meningkatkan Agi pengguna +10% selama 20 detik
Cost mana : 5
Cooldown : 5 menit 12 detik
Sayang sekali skill ini hanya bisa digunakan oleh pengguna seandainya kepada target maka bisa meningkatkan kecepatan Theo tanpa harus menggunakan Spell Scave.
Tapi itu tidak masalah karena perkembangan skillnya akan menjadi milik Theo.
Untuk mempelajari skill ini harus menggunaknnya sebanyak 500 kali, dengan cooldownnya yang lama Theo tidak akan memiliki cukup waktu untuk mempelajarinya maka dia memutuskan untuk memanggil Freedom.
Theo memanggil Freedom untuk mengajaknya berlatih Sparring, selain ingin menguji kemampuan Freedom Theo juga ingin menguji dirinya sendiri sebagai seorang Swordsman.
Theo membuka saluran chat dan menghubunginya.
"Hei dimana kau."
"Aku sedang bertarung dengan para Arm Kong tuan, disini ada beberapa, ada apa tuan."
"Ayo kita Sparring," tantang Theo.
"Baik tuan aku juga ingin menguji kemampuanku saya akan segera kesana."
"Tidak perlu."
Theo segera mengaktifkan system pemanggil budak dan dalam hitungan detik Freedom sudah berada di depan Theo.
"Bagaimana lebih cepatkan?" Ujar Theo dengan tertawa.
"..."
Setelah melakukan persiapan sebuah pelindung kasat mata muncul untuk membatasi agar player tidak terbunuh.
"Mulai."
"Mulai."
Tidak seperti biasanya di awal dimana Freedom langsung memamerkan skillnya tapi dia hanya bergerak hati-hati dan mengayunkan pedangnya membuat dentingan dari beradu pedang.
Tapi hanya beradu pedangpun bisa memukul mundur Theo karena perbedaan level dan equipment.
Saat Theo terpukul mundur Freedom segera melancarkan kombonya.
"Slash"
"Double Slash"
"Triple Slash"
Sekarang Theo cukup kesulitan meskipun masih bisa menahannya.
"Masih belum selesai tuan," ujar Freedom.
"Quad Slash"
Kali ini Theo Tidak akan bisa menahannya.
"Air Curtain"
Sebuah Tirai menghalangi ayunan Freedom tetapi Freedom sudah tidak berada di depan melainkan di belakang Theo.
"Blink Step"
Freedom mengayunkan pedangnya dari atas berniat membelah Theo menjadi dua.
Theo kelihatan tidak sadar tetapi tangan kirinya dibelakang punggung dengan telapak tangan menghadap Freedom memancarkan bola api.
"Spell Scave"
__ADS_1
"Fireball"
Sebelum terkena api Freedom menggunakan Light Step untuk menghindar ke samping dan menjauhi Theo.
"Kau bisa menggunakan skillmu dengan baik sekarang," puji Theo.
"Berkat latihan dari tuan."
Entah kenapa sekarang Freedom tidak sesombong yang dulu tetapi lebih berhati-hati.
"Bersiaplah lagi tuan."
Freedom berlari dengan pedang terhunus dan Theo pun sudah bersiaga.
Tebasan lebar diluncurkan Freedom yang akan ditangkis oleh Theo tetapi itu hanya tipuan.
"Strike Slash"
Tebasan petir menyambar menghancurkan tanah tempat Theo berdiri.
"Oh sial!" teriak Theo panik.
Theo menghindar dengan terjatuh ke belakang tapi serangan Freedom tidak berhenti disitu.
"Zigzag Step"
Dengan gerakan diagonal cepat Freedom sudah dibelakang Theo dan dalam jarak tebasan Freedom.
"Thousand Slash"
Tabasan cepat mencabik-cabik tubuh Theo hingga darahnya habis.
[Player Freedom memenangkan pertarungan]
"Ah gila bagaimana kau bisa sehebat ini," protes Theo.
Freedom yang mendengar pujian Theo senang sekali.
"Seandainya waktu itu skillmu seperti ini mungkin aku akan jadi budakmu," ledek Theo.
"Kau salah tuan jika waktu itu aku menang aku tidak akan bisa berkembang seperti ini."
"Yah...mungkin kau benar, tapi tampaknya sangat susah sekali bertarung satu lawan satu denganmu apalagi menghadapi Ranker," desah Theo dengan wajah murung.
"Ehm..tuan...mungkin..."
Freedom sepertinya ingin berkata sesuatu tapi mengurungkan niatnya.
"Katakan saja jika ada yang ingin kau katakan."
"Ehm mungkin jika pertarungan antar Swordsman kau kalah karena kau bukan Swordsman tapi coba bayangkan jika seorang Swordsman kalah dalam pertarungan pedang melawan job yang bukan Swordsman, maka dia akan membenci jobnya sendiri, jika kau bisa mengalahkan mereka semua dengan senjata andalannya bukankah tuan terlalu sombong, kenapa tidak bertarung layaknya Summoner saja."
Mendengar penjelasan Freedom, Theo bak tersambar petir dalam otaknya, benar kenapa dia bertarung pedang harus menjadi Swordsman dia bisa tetap menjadi Summoner baik itu pertarungan tim ataupun PVP (Player Versus Player).
Setelah berkata Freedom hanya menundukan kepala takut Theo tersinggung dengan ucapannya.
"KAU..."
"Y-ya tuan"
Freedom semakin takut mendengarnya.
"Kadang bisa mengatakan ucapan yang bagus juga," puji Theo dengan tulus.
"Hah...tentu saja tuan," kata Freedom menjadi semangat lagi.
"Theo."
"Ya tuan."
"Mulai sekarang panggil aku Theo."
"Ap-benarkah?"
Theo tampaknya mulai menghargai Freedom dan sebaliknya Freedom pun sangat menghargai Theo.
__ADS_1