Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Carpara


__ADS_3

Theo mengeluarkan pedangnya untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan dadakan.


Theo menunggu Cooldown Spell Scave habis untuk menggunakan skill yang lain.


Bukit Karvin adalah tempat yang tidak akan pernah didatangi player seorang diri apalagi saat bulan purnama karena monster disini cukup kuat dan menjadi lebih ganas saat bulan dilangit penuh, kuat dalam hal ini adalah kecepatannya tetapi Theo seorang Summoner dengan gilanya mendatangi tempat ini sendiri.


Theo ingin menguji kemampuan bertarungnya sampai sejauh mana dia dapat bertarung sendiri tanpa mengandalkan summonnya dan mencoba untuk leveling lebih cepat.


"Spell Scave"


Theo menggunakan skill Shadow Walk milik Ghost untuk memantau situasi


Dia bergerak dengan cepat menuju pusat bukit Karvin dan melihat tiga monster dengan ukuran dan cara berjalannya mirip manusia, berbulu coklat, wajahnya mirip seekor musang dengan kuku panjangnya terlihat dapat mengiris baja dengan muda, didalam katalog monster yang sudah terdaftar monster ini disebut Carpara, Theo tidak yakin kenapa mereka berburu bertiga biasanya Carpara lebih senang berburu seorang diri terutama mereka lebih suka bermain-main dengan mangsanya hingga kelelahan dan tidak bisa bergerak barulah mereka melahapnya.


Terlihat ada tiga ekor sedang memakan mangsanya, Theo tidak mau mengambil resiko untuk menyerang mereka, kemungkinan dengan sergapan Theo dapat membunuh salah satunya tetapi dia tidak yakin dapat mengalahkan keduanya.


Theo kembali bergerak dengan cepat, seandainya skill ini adalah miliknya dia bisa menjadi Assassin pikirnya.


Setelah mengamati cukup lama tampaknya bukit ini hanya terdiri dari satu spesies yaitu Carpara.


Theo melewati banyak Carpara dan tidak mau menganggu mereka karena yang dia incar adalah yang seorang diri, tampaknya mereka bergerak bersama karena bulan purnama.


Theo berkeliling cukup lama dan kebetulan bertemu dengan Carpara seorang diri yang sedang tidur dibawah pohon.


"Ketemu," katanya lirih.


Theo berjalan pelan dengan langkah senyap dan ketika sudah dalam jarak tebasannya Theo mengayunkan pedangnya tepat ke leher Carpara.


SRASSHHH


sayangnya tebasan Theo kurang dalam sehingga hanya membuat si Carpara merintih kesakitan dan bergerak tidak karuan mencari siapa yang telah menyerangnya dan dia melihat dengan mata runcingnya seorang petualang didepannya pastilah pelakunya.


Dengan memegangi lehernya si Carpara memamerkan taringnya dan Theo sudah dalam kuda-kuda bertarung.


Dengan satu kedipan mata Carpara yang tadi didepannya sudah menghilang dan sekarang berada di samping kanannya hendak mencabik kepala Theo.


Meskipun terkejut Theo masih bisa menangkisnya meskipun dengan kesusahan.


Tahu serangannya berhasil ditangkis Carpara berpindah lagi kali ini tengkuk Theo menjadi sasaran.


Theo tidak dapat merespon serangan Carpara kali ini.


"Air Curtain"


Sebuah pelindung kasat mata melindungi punggung Theo dari cakar Carpara membuat si monster kebingungan.


Theo memanfaatkan kelengahan Carpara dan mengayunkan pedangnya horizontal hingga memutar tubuhnya.

__ADS_1


Meskipun tidak berhasil membelahnya tetapi cukup untuk mengiris perutnya membuat si musang harus mundur.


Darah terus menetes dari leher dan perutnya membuat kecepatannya menurun.


Tidak mau kesempatan ini hilang, Theo berlari maju menyambut Carpara yang juga siap menyerang membuat pedang dan kuku saling beradu.


"Double Slash"


Sayangnya Carpara yang terluka parah kecepatannya menurun drastis hingga Theo dapat membenamkan tebasannya dengan telak.


[Carpara telah mati]


Theo mencari ditempat Carpara mati tetapi tidak ada drop item dan dia tampaknya kecewa dengan pertarungannya karena tidak ada rasa puas diwajahnya.


"Seandainya aku tidak memberikan serangan kejutan mungkin aku yang akan meringkuk disana," keluhnya.


Theo berpikir tampaknya dia belum siap untuk grinding di tempat ini tetapi kesempatan untuk mendapatkan skill yang dicarinya hanya hari ini jika tidak dia harus menunggu bulan purnama lagi.


Karena tidak dapat menggunakan Shadow Walk mulai sekarang Theo harus berhati-hati dalam bergerak.


"Summon"


Theo masih memiliki ide lain meskipun tidak bisa menyelinap tetapi dia masih punya Ghost yang akan jadi pengintainya.


"Pergilah temukan monster Carpara yang sendirian, jangan menyerangnya tetapi kembalilah dan laporkan padaku."


Setelah menjawab, Ghost segera menghilang, tidak Sia-sia Theo menghabiskan kapasitasnya untuk goblin ini karena banyak manfaatnya.


Setelah cukup lama Ghost kembali dan menjelaskan ada Carpara yang sendirian sebelah barat dari tempatnya berdiri sejauh 100 meter tetapi untuk kesana dia harus melewati dua Carpara yang sedang bermain dengan mangsanya.


Theo segera menuju tempat yang ditunjuk oleh Ghost tidak peduli resikonya, saat perjalanan dia melihat dua Carpara seperti info dari Ghost Theo memilih memutar dan berjalan lagi.


"Ketemu," bisiknya pada diri sendiri.


Theo melihat Carpara yang sedang mengaiskan kukunya ditanah seperti sedang mencari sesuatu.


Dan kali ini tidak seperti sebelumnya dia tidak dapat memberikan serangan kejutan dan murni pertarungan satu lawan satu.


Theo berlari dengan menghunuskan pedangnya tetapi Carpara menyadari itu dan segera bergerak menyambut musuh yang menyerangnya.


Meskipun masih terkejut dengan kecepatan Carpara tetapi Theo dapat menangkisnya dengan benar serangan yang datang dari sebelah kirinya tapi sayangnya serangan berikutnya mengenai bahu kanannya.


Saat berhasil menangkis, serangan berikutnya tidak bisa dia hindari, kecepatan Carpara sungguh luar biasa bahkan sedikit lebih cepat dari Ghost.


Tidak mau menjadi bulan-bulanan Theo mencoba menyerang balik dengan skillnya.


"Triple Slash"

__ADS_1


Sayangnya tebasan Theo hanya memotong angin karena Carpara sepertinya bisa melihat serangannya.


Carpara yang mundur sejenak kembali menyerang dengan beringas.


"Agile Boost"


Theo meningkatkan kecepatannya untuk mengimbangi Carpara tetapi sia-sia karena Carpara masih lebih cepat.


Carpara benar-benar menyerangnya satu sisi tanpa balas membuat darahnya berkurang terus menerus.


[Perhatian anda sedang sekarat]


Sebuah pemberitahuan muncul membuatnya lebih panik dan tidak mungkin dia meminum potion, Carpara akan segera menusukan cakar kelehernya.


"Dark Mist"


Asap gelap menyelimuti Theo dan mengembalikan darahnya sedikit demi sedikit, tidak ada skillnya yang berguna untuk menghadapi Carpara ini, kecuali skill yang disimpannya untuk keadaan terdesak.


Kurang terdesak apalagi dirinya sekarang.


"Jangan senang dulu kau musang jelek aku akan mulai serius," hardik Theo.


"Eye of Precision"


Mata Theo yang awalnya hitam berubah menjadi hijau bercahaya seperti Zamrud.


"Maju kau," kata Theo dengan mengintimidasi.


Carpara yang tidak peduli berlari maju tetapi dia merasakan bahaya di sekujur tubuhnya sehingga dia mundur sebentar.


"Takut!"


Theo terus memancingnya hingga si Carpara tidak tahan dan menyerangnya.


Theo menebaskan pedangnya secara diagonal dari bawah keatas dan sebuah tangan berbulu terbang dengan mencipratkan darah, benar saja tangan Carpara terpisah dari pemiliknya membuatnya menggeram kesakitan tetapi Carpara tidak mau menyerah dan kembali menyerangnya.


Kali ini Theo memutar pedangnya secara horizontal dari kanan kekiri berikutnya kepala Carpara terjatuh di rerumputan


[Carpara telah mati]


[Level Up]


Theo menyarungkan pedangnya dan matanya kembali menjadi hitam.


Meskipun tidak dapat mengimbangi kecepatan tetapi Theo dapat memprediksi arah gerakannya


"Huff berat sekali," katanya sambil duduk di rumput.

__ADS_1


Benar-benar pertarungan gila hanya untuk menghadapi satu monster saja harus mengeluarkan jurus rahasianya, sepertinya level tempat ini cukup tinggi hanya dengan dua monster levelnya sudah naik meskipun memang expnya tinggal sedikit untuk naik, tetapi dia lebih khawatir bagaimana caranya bertahan jika menghadapi dua monster sekaligus.


__ADS_2