
Yang dikhawatirkan Theo terjadi, kedua Carpara yang tadi dilewatinya mendatanginya.
Sepertinya mereka datang karena mendengar pertarungan Theo.
Theo mulai panik bagaimana menghadapi dua monster ini sedangkan membunuh satu saja setengah mati.
Otaknya berpikir dengan cepat sebelum tubuhnya dicabik-cabik oleh kedua monster ini.
"Summon"
Theo mengeluarkan Gotcha untuk menghadapi salah satunya dan lainnya akan ditahan Ghost sementara Gort membantunya untuk melindungi dirinya.
Dentingan pedang dan pisau beradu dengan kuku tajam Carpara terdengar keras, untungnya mereka dapat mengimbangi meskipun Carpara sedikit lebih cepat.
Theo tidak bisa mempertahankan harga dirinya untuk bertarung sebagai Swordsman dan mau tidak mau dia harus bertarung dengan segala yang dia punya.
"Spell Scave"
Theo mengcopy Bullet Spear dan mengeluarkan tombak Urcelos untuk bertarung
Lama-kelamaan kedua goblin Theo tidak mampu mengimbangi Carpara lagi dan menerima serangan sepihak dari kedua monster.
"Mundur!" Perintah Theo
Kedua Goblin segera mundur melewati kedua sisi Theo dan Carpara Tidak mau melepaskan buruannya sehingga mengejarnya dengan ganas.
Theo mencocokan timing skillnya dengan kedua monster karena sudah pernah melawannya dalam keadaan normal Theo sudah menghafal ritme kecepatannya.
"Thunder Field"
Theo menancapkan tombak Urcelosnya tepat saat kedua Carpara berada disisinya hendak membunuh kedua Goblinnya membuat mereka kejang ditempat.
"Habisi mereka!"
Kedua goblin yang tadinya mundur kembali menyerang Carpara yang mematung.
[Carpara telah mati]
[Carpara telah mati]
"Huuufff" desah Theo.
Dia merasa beruntung dapat mengalahkan mereka berdua tetapi saat ini banyak skillnya sedang cooldown dia tidak akan siap jika monster itu datang lagi sekarang.
"Status"
Theo
Level : 42
Ras : manusia
Job : Summoner.
Title : Goblin expert, Insect Repellent, Fire Fist, Forest king, Dragon Slayer, Wolf Expert, Elf Tribe.
Fame : 770
__ADS_1
Str : 21+5
Agi : 12
Int : 21+11
Vit : 11
HP : 150
MP : 125+55
Capacity : 28+25
Skill : [Capture, Release, Summon, Call, First Aid , Asklepios Sight, Goblin Warcry, Spell Scave, Einherjar Gift, Double Slash, Triple Slash, Triple Attack, Blink Step, Haste, Bullet Spear, Air Curtain, Wave Slash, Dark Mist, Fire Blaze, Fusion, Ice Tower, Agile Boost, Sage Seal, Eye of Precision.]
Point distribution : 13
Equip : Ring of Power, Artog Ring, Lassart Glove, Hertan II
Theo membuka Statusnya untuk mengecek combo apa lagi yang dapat dia lakukan dengan sisa skillnya yang masih Cooldown.
Theo melihat poin distribusinya masih banyak sehingga dia memutuskan mengirimkan 10 poin untuk agility agar dapat setidaknya mengimbangi kecepatan mereka, Hanya itu keputusan terbaik saat ini yang bisa dia buat.
"Spell Scave"
Theo kembali mengeluarkan pedangnya dan mencoba mengayunkannya kali ini menjadi lebih ringan dan cepat.
Theo tidak terlalu percaya diri sehingga mencari Carpara yang sendirian lagi.
Kembali dia memerintahkan Ghost untuk mencari dan menarik kedua goblinnya.
Theo menunggu informasi dari Ghost sambil bersandar di pohon terdekat, sepertinya Ghost cukup kesulitan mencari dengan skill Shadow Walknya yang masih Cooldown.
Setelah cukup lama berlalu tiba-tiba terdengar pemberitahuan yang meresahkannya.
[Ghost telah mati]
"Sial!" Umpatnya.
Sepertinya Ghost ketahuan saat sedang mencari dan berlari kembali tetapi kecepatannya bukan tandingan Carpara apalagi jika mereka lebih dari satu sehingga dia terbantai.
Theo tidak punya cara lain dan memutuskan dia sendiri yang akan mencari Carpara.
Theo menuju arah sebaliknya dari tempat Ghost pergi.
Theo sangat beruntung karena diperjalanannya tidak menemukan satupun Carpara dan ketika sampai di dekat sungai dia melihat seekor Carpara minum seperti anjing dengan menjilatkan lidahnya ke air.
Theo ingin memberikan serangan kejutan meskipun percuma dan mengetes kemampuannya setelah peningkatan agility.
'Ronde ketiga' batinnya.
Carpara segera menyadari begitu Theo muncul dan menghentikan minumnya.
Carpara berlari seperti serigala dari jauh mendekati Theo, begitu dekat dia bergerak kembali dengan kedua kaki dan melancarkan kuku tajamnya.
kanan kiri kanan belakang, kali Ini Theo bisa menangkis dengan sempurna setiap serangan Carpara.
__ADS_1
Saat akan hendak membalasnya Carpara segera mundur dan menyerang lagi, meskipun dapat bertahan tetapi Theo tidak dapat menyerang balik.
Biarpun begitu ini sungguh merupakan sebuah kemajuan dari awalnya menangkis saja sudah kesulitan sekarang sudah mulai mengimbanginya.
Carpara yang tidak dapat mencabik mangsanya mulai kesal dan mencoba menyerang lebih beringas dan Theo sudah siaga.
Carpara menerjang dari kiri, kanan, kiri hingga dia menemukan kesempatan ketika punggung Theo penuh celah, saat hendak membenamkan cakarnya di punggung Theo, muncul ujung pedang dari bawah ketiak dan menusuk tepat di jantung Carpara membuatnya tewas seketika.
[Carpara telah mati]
Theo sengaja memberikan celah di bagian belakang untuk pancingan dan ternyata umpannya berhasil sehingga Theo bisa memberikan serangan telak.
Theo mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya untuk membantunya lebih fokus.
Sedikit demi sedikit Theo sudah mulai terbiasa dengan Carpara tetapi tanpa tipuan dia masih belum dapat mengalahkan monster musang ini karena serangan Theo tidak ada yang masuk.
"Ayo kita cari lagi, kali ini aku akan memberikan serangan telak padanya," kata Theo menyemangati diri sendiri.
Dan begitulah Theo terus berburu Carpara satu persatu hingga gerakan dan refleksnya terbiasa dengan kecepatannya.
Setelah beberapa jam berburu Theo akhirnya sudah terbiasa bahkan membalas serangan Carpara yang datang serta mengalami kenaikan level hingga 4 kali, tidak salah dia memilih tempat berburu di bukit ini.
Theo masih belum percaya diri untuk melawan dua Carpara tetapi setelah beberapa jam berlalu lagi, kali ini dia menemukan keberaniannya untuk melawan dua Carpara sekaligus.
Kebetulan Theo menemukan dua Carpara yang sedang bertengkar memperebutkan buruannya.
"Sudahlah jangan bertengkar maju sini kalian," kata Theo setelah keluar dari semak-semak.
Carpara yang mendengar suara Theo segera menoleh dan menyerang secara cepat.
"Double Slash"
Theo menebaskan dua kali kearah kanan melukai Carpara meskipun tidak membunuhnya tetapi Carpara satunya berhasil mencabik punggung Theo.
KHUAGHHH
Theo merasakan perih dipunggungnya, rasa panas menjalar di bagian belakang tubuhnya.
"Siall!" Umpatnya sambil merintih kesakitan.
Carpara kembali menyerang dan Theo memilih untuk bertahan dengan menangkisnya sayangnya Carpara satunya mencakar otot bisep sebelah kanannya.
Mereka menyerang bersamaan dan mengikis darahnya sedikit demi sedikit.
"Jika terus begini aku akan tamat," pikirnya.
Theo membuat isyarat saat akan menyerang, ketika menebas satu Carpara, yang lain kembali menyerang tetapi kali ini sebuah panah meluncur dari semak-semak.
"Blitzsting"
Theo menyiapkan Gotu untuk berjaga-jaga jika ada situasi diluar kendalinya seperti saat ini.
Carpara yang hampir menyerang punggung Theo terkena paralysis, Theo memanfaatkan kesempatan ini dengan menusukan Silver Scar tepat kejantung dan si monster mati seketika, sisa satu Carpara tidak berdaya menghadapi Theo satu lawan satu.
[Carpara telah mati]
Theo yang terluka mendudukan tubuhnya dan meminum potion, dia menyadari jika belum siap untuk melawan dua sekaligus.
__ADS_1