Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Perekrutan


__ADS_3

Theo melihat semua orang yang diundangnya sudah datang dan hendak menyampaikan kata.


"Terima kasih sudah bersedia hadir..."


Saat Theo hendak menyampaikan sambutan tiba-tiba pintu terbuka kembali dan terlihat seorang berpakaian Assassin memakai topeng dari perawakannya seorang wanita.


Dia memasuki ruangan dengan gerak-gerik mencurigakan seperti sedang diawasi.


"Dana," sapa Theo.


Assassin itu kaget begitu ada yang memanggil namanya.


"Ka-kau bagaimana kau tahu siapa aku," tanyanya keheranan.


"Tentu saja aku tahu karena yang mengetahui tempat ini hanya mereka yang aku undang, kenapa kau datang kesini."


"Ka-karena kau juga mengundangku dasar bodoh."


"Oh salahku... mungkin aku salah kirim karena aku lihat kau sudah memiliki guild."


"Kau sudah mengundangku dan aku sudah datang sekarang kau mau mengusirku."


"Bukan begitu...sudahlah kau duduk saja," kata Theo dengan dahi berdenyut.


Begitu Theo mempersilahkan duduk Dana segera mencari kursi yang kosong.


"Baiklah langsung saja aku mengundang kalian semua karena aku ingin mengajak kalian bergabung dengan guildku."


Mendengar ucapan Theo mereka semua terdiam, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Keheningan terjadi didepan mereka yang masih belum mempercayainya padahal baru beberapa hari kemarin Summoner dihadapan mereka menyampaikan akan membuat guild tetapi sekarang guild sudah dibuatnya dan bahkan mulai merekrut anggota.


"Hooii Theo jangan becanda, baru juga masuk ke Land of Valiant sekarang kau sudah memiliki Guild," protes Scand yang masih tidak percaya.


"Apa keuntungannya jika aku bergabung dengan guildmu," tanya Catrain dingin.


Pertanyaan Catrain membubarkan pikiran mereka yang masih tidak percaya, benar sekarang bukan saatnya untuk tidak percaya tetapi apa alasan mereka harus bergabung.


Theo berpikir sebentar sebelum menjawab.


"Untuk sekarang tidak ada tetapi jika kita bekerjasama dan membesarkan Guild aku akan memberikan persentase keuntungan dan kalian semua akan menjadi pendiri awal guild ini."


"Berapa persentasenya?" Kata Catrain.


"Masing-masing akan menerima 3% dari keuntungan guild, maaf hanya itu yang bisa aku tawarkan saat ini, dan sebelumnya aku minta maaf tujuan kedua aku mendirikan guild ini adalah karena aku ingin membangun kekuatan untuk menghadapi guild ayahku dan pastinya bentrokan akan terus terjadi."


Theo menceritakan kisahnya bagaimana bisa bertikai menghadapi guild terkuat dunia Egotist dan situasi menjadi hening kembali sepertinya semua orang berpikir sejenak apakah harus bergabung atau tidak karena selain tidak ada keuntungan mereka akan terus menjadi incaran player terutama Ranker belum lagi banyaknya Guild cabang dari Egotist.


Saat semua sedang berpikir, sebuah tangan dari samping memegang tangan Theo dan itu adalah Lynna.


"Aku akan bergabung," katanya dengan lembut.

__ADS_1


Theo yang menoleh wajahnya tersipu merah.


"Yo Theo bersamamu akan lebih menarik tentu saja aku bergabung," ujar Scand.


"Tuan Theo saya akan mengikuti anda kemanapun," kata Gain dengan menepuk dadanya diikuti oleh partynya.


"Theo aku sudah berjanji saat kau membuat Guild aku akan bergabung," ucap Rannard dengan sungguh-sungguh.


"Aku ikut," jawab Isana singkat.


"Bergabung dengan guild lain akan lebih menguntungkan...." sepertinya hanya Catrain yang menolak untuk bergabung.


"Tapi sepertinya bergabung denganmu akan lebih menarik."


Mereka semua bersorak setelah sempat salah sangka dengan ucapan Catrain.


Theo bersyukur semuanya sudah bergabung dengan guildnya.


"A-aku juga bergabung dengan Guildmu," sergah Dana.


Kali ini Theo benar-benar tidak dapat berkata apa-apa dan kebingungan memenuhi kepalanya.


"Kau kan sudah..."


"Kenapa tidak boleh...yang lain tidak masalah kenapa hanya aku."


"Bukan begitu kau sudah punya guild."


"Aku sudah keluar dari Guildku."


"Aku sudah tidak punya Guild dan sekarang kau melarangku bergabung."


"Kau...ya sudah terserah kau saja."


dahi Theo semakin berdenyut tiap bicara dengan gadis Assassin ini


"Tentu saja memang terserah aku," jawab Dana dengan ketus.


Theo tidak habis pikir bagaimana gadis ini bisa dengan mudahnya keluar Guild tanpa ada konsekuensi.


Boby dalam hatinya sangat bahagia melihat sahabatnya memiliki banyak teman yang dapat dipercaya padahal dulu semua orang menganggapnya sampah sekarang banyak orang tertarik dengannya bukan karena materi tetapi murni karena persahabatan.


"Baik aku tegaskan tujuan Guild ini adalah untuk saling membantu siapapun yang membutuhkan bantuan baik quest, pencarian material atau raid boss silahkan menghubungi Guild," tegas Theo.


Sebelum Theo melanjutkan tiba-tiba Scand mengangkat tangannya.


"Ada apa Scand?" Tanya Theo.


"Yo Theo sebelum kita bergabung apa nama Guild kita."


Benar juga hanya Boby yang sudah setuju sedari awal bergabung sudah mengetahui nama guildnya.

__ADS_1


"Jika sampai nama Guildnya jelek aku akan mengurungkan niatku bergabung dengan Guild ini," ancam Catrain begitu juga dengan Isana yang terlihat mengernyitkan dahi.


'Sepertinya mereka berdua kompak sekali' pikir Theo.


Yang lainpun penasaran ingin tahu apa nama guildnya membuat Theo semakin tertekan takut namanya menjadi ejekan, dengan hati-hati Theo menyebutkan namanya.


"Ehm...namanya adalah Genesis."


"..."


"..."


Semuanya terdiam seakan sedang berpikir, Theo menunggu reaksi mereka apakah bakal terjadi penolakan, ejekan maupun yang lain


Beberapa detik kemudian Scand meneriaki Theo


"Boleh juga kau memberi nama."


Disambut dengan sorakan yang lain.


"Syukurlah aku bisa tetap bergabung dengan Guild ini," ucap Catrain.


Theo menghembuskan nafas panjang tanda kelegaan karena semua bisa menerima namanya.


semua menganggukan kepala tanda setuju dan berikutnya papan layar muncul didepan mereka semua yang berisi ajakan untuk bergabung dengan guild, dan mereka semua menekan tanda setuju.


Theo melihat di dalam tampilan layar terlihat jumlah anggota guild saat ini berjumlah 11 orang termasuk dirinya.


"Sekarang kalian sudah bergabung dengan Guild ini dan silahkan cek dibagian gudang penyimpanan," pinta Theo.


Mereka semua kebingungan kenapa mereka harus mengecek Storage untuk Guild yang baru berdiri dan pastinya belum ada item berharga jika adapun pasti tidak banyak.


Tetapi prediksi mereka semua salah begitu mereka membuka Storage mata mereka membelalak seakan tidak percaya bahkan Catrain dan Isana tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


Mereka menggerakan jarinya untuk mengecek apa saja yang ada didalamnya, Theo memasukan semua power potion yang telah dibuatnya serta berbagai tanaman yang didapatnya saat quest Spring Orchid kedalam penyimpanan.


"I-ini gila," ujar Scand sambil menyeka liurnya.


"Theo apa aku tidak salah lihat ada ratusan power potion dan juga health potion didalam sini," kata Ranard sambil menunjuk kearah layar penyimpanan.


"Ada tanaman yang aku cari selama ini," kata Isana dengan tersenyum, baru kali ini Theo melihatnya tersenyum.


"Tuan Theo tidak salah aku mengikutimu," kata Gain.


Bahkan Catrainpun masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Theo jika semua orang melihat ini tanpa kau bujukpun mereka akan dengan senang hati bergabung dengan Guild ini."


"Aku tahu, aku ingin melihat ketulusan kalian saja," kata Theo dengan mengeluarkan lidahnya sedikit.


"Apa maksudmu melihat ketulusan dasar Summoner Noob," kata Dana kesal.

__ADS_1


"Tolong jangan marah sebagai permintaan maafku kalian boleh mengambil satu item dari penyimpanan."


"Yang benar awas jika bohong," ucap Dana memastikan.


__ADS_2