
Seperti dugaan pertarungan Anakin berakhir dengan begitu cepat dan berikutnya adalah pertarungan yang ditunggu-tunggu oleh penonton yaitu pertarungan final.
"Aku sudah tidak sabar menunggu pertarungan ini."
"Tidak kusangka finalis keduanya summoner."
"Menurutmu siapa yang akan menang Theo atau Anakin."
"Sulit menentukannya, Theo dengan pasukan goblin dan multitaskingnya sementara Anakin dengan Drakenya seperti bos dungeon."
"Menurutku Anakin yang akan menang bayangkan saja Theo akan seperti Raid Boss Dungeon tapi seorang diri."
"Belum tentu siapa tahu Theo masih punya trik lain yang disembunyikannya."
Berbagai spekulasi mulai muncul dari penonton karena pertandingan final penuh dengan hal yang tidak terduga.
Bel yang ditunggu semua orang pun berbunyi tanda pertandingan akan dimulai.
[Akhirnya sampai di penghujung acara player terkuat melawan player terkuat kita sambut Theo sang Summoner]
Theo memasuki arena dengan sambutan meriah datang dari berbagai penonton yang mendukungnya serta player yang dikalahkannya.
"Kau pasti juara Theo," dukung Ranard dari tribun.
"Kau harus menang Summoner jika tidak awas saja," ancam Dana.
'Kau malah menakutiku' batin Theo.
Sementara Isana hanya mengepalkan tangannya sepertinya dia masih ketakutan dengan adegan matinya oleh Theo.
"Semoga beruntung Theo" seru Lynna dibalas dengan lambaian tangan oleh Theo
[Berikutnya kita sambut yang tidak kalah tangguhnya Anakin sang Summoner]
Sambutannya juga tidak kalah dari Theo.
"Kalahkan dia Anakin."
"Aku mendukungmu Anakin."
"Kau pasti akan menang mudah."
Kembali kedua peserta berhadap-hadapan dan saling menatap sebagai rival.
"Aku sudah tidak sabar ingin melawanmu Theo."
"Aku juga Anakin."
"Kita lihat siapa yang lebih hebat sebagai Summoner."
"Kau benar."
Akhirnya bel pertandinganpun dimulai.
"Summon."
Anakin segera mengeluarkan Drake miliknya setelah bel berbunyi dan terdengar auman yang mengintimidasi.
"Spell Scave"
"Summon"
__ADS_1
sementara Theo lebih memilih mengeluarkan Ghost goblin Assassin miliknya.
Tanpa menunggu aba-aba Ghost segera menghilang dari pandangan.
"Aku tahu rencanamu Theo tapi tidak akan berhasil," kata Anakin memperingatkan.
"Benarkah."
Tanpa menunggu aba-aba Ghost segera menghilang dari pandangan bahkan Drake milik Anakin tidak dapat mendeteksinya.
3 detik berikutnya Ghost muncul dibelakang Anakin dan menggorok lehernya sayangnya seperti sudah diduga pelindung tak kasat mata menghalanginya, begitu gagal Ghost segera mundur kembali.
"Kukira kau selalu belajar dari pengalaman," ledek Anakin.
"Tentu, barriermu bertahan 5 menitkan menurutmu apa yang terjadi setelah 5 menit ke depan."
"Apa kau yakin bisa bertahan selama 5 menit melawan Drakeku."
"Entahlah."
"Baik buktikan."
Setelah percakapan berakhir Anakin memerintahkan Drakenya untuk menyerang Theo.
Theo segera berlari menjauh dari Drake begitu Drake mendekat Theo segera berlari.
"Ya ampun inikah rencanamu dalam 5 menit," cibir Anakin.
"Tentu ini salah satu cara mengalahkanmu, tetapi ini sungguh tidak menarik aku akan pakai cara berikutnya."
"Oh...aku penasaran apa itu."
"Mengalahkannya."
"Summon"
Theo mengeluarkan semua summonnya Gort, Gotcha, Gobiru, Gald, bahkan Gornage dan dibelakang ada Gupi, Gotu dan Silphie.
Para penonton mulai menunjukan antusias setelah sebelumnya Theo hanya bermain kucing-kucingan.
"Lihat itu bukankah itu Raja Gornage yang membawa kapak itu."
"Kau benar bagaimana mungkin monster itu bisa menjadi summonnya."
"Kyaa lihat Gupi begitu menggemaskan."
"Sepasukan goblin melawan naga siapa yang bakal menang."
"Tentu saja Naga sebanyak apapun jumlah goblin mana bisa menembus kulit naga."
"Mari kita lihat saja bagaimana cara Theo beraksi."
"Maju!"
Begitu mendengar perintah Theo pasukan penyerang goblin menyerang, segala cara dilakukan mulai tebasan dan tusukan tidak mampu menembus kulit Drake.
"Sepertinya kulit Drake ku terlalu tebal mereka tidak bisa menembusnya Theo."
"Lihat saja dulu," kata Theo santai.
Begitu Gornage mendengus dia mengayunkan kapaknya ke arah kaki depan Drake dengan ganas memberikan sayatan.
__ADS_1
meskipun tidak terlalu dalam hal ini cukup membuat terkejut semua orang terlebih lagi Anakin bagaimana mungkin kulit Drake yang sekuat baja dapat tergores dengan kapak dari goblin.
"I-itu hanya Goresan tidak cukup melukai Theo."
"Lihatlah siapa yang mulai panik, ini baru awal Anakin."
"Gald"
Mendengar teriakan dari Theo Gald tahu apa yang harus dilakukannya.
"Warcry"
Kemampuan para Goblin meningkat drastis dan mulai menyerang Drake yang mulai merasakan kesakitan, serangan gabungan mereka mulai membuahkan hasil, Gornage dan yang lain menyerang dengan kejam saat Drake mulai mencakar ataupun mengayunkan ekornya Gort berhasil melindungi dengan tamengnya.
Anakin yang terlihat panik segera memberi perintah baru kepada Drakenya.
"Sudah cukup main-mainnya, Drake Fire Breath."
Melihat ada perubahan pada gerakan Drake Theo memerintahkan semua goblinnya mundur dan berlindung dibelakangnya.
Saat Drake bersiap menyemburkan api raksasa dari tenggorokannya Theo mengulurkan telapak tangannya kedepan seolah akan menghalangi api tersebut.
"Apa yang kau lakukan kali ini Theo," tanya Anakin penasaran.
"Lihat saja."
Semburan api menyambar Theo dan semua partynya, situasi diarena seperti lahar panas membuat penonton yakin bahwa Theo dan partynya telah musnah seperti lawan-lawan Anakin yang sebelumnya.
Saat penonton yakin akan kekalahan Theo, begitu asap mulai memudar terlihat siluet bayangan di arena dan itu adalah Theo dan para goblinnya yang terlihat baik-baik saja bahkan tidak ada gosong sedikitpun ditubuh mereka.
"Ba-bagaimana mungkin."
"Sungguh Summoner gila, apa yang dia lakukan."
Semua penonton tidak sempat bernafas melihat kejadian itu tetapi Anakin yang menyaksikan dari dekat tidak dapat menyembunyikan ketakutannya.
"Ap-apa yang kau lakukan bagaimana caranya," kata Anakin dengan suara bergetar.
"Rahasia perusahaan," balas Theo dengan mengedipkan matanya.
Rahasia Theo adalah karena dia memiliki Lassart Glove dengan efek Negate Fire.
Negate Fire Attack : melindungi dari semua serangan tipe api sekali dalam sehari.
Dalam hati Theo cemas karena jika Drake Anakin menyemburkan apinya lagi dia akan tamat karena tidak memiliki cara lagi untuk menahan serangan apinya tetapi Anakin cukup terpukul sehingga tidak menyadari itu.
Para goblin kembali menyerang karena durasi skill Warcry sudah habis kemampuan menyerang mereka kembali ke awal hanya Gornage yang serangannya cukup melukai.
"Efek Skillmu sudah habis lihatlah serangan mereka yang tumpul," kata Anakin sambil berusaha mengembalikan ketenangannya.
"Lihat saja." Kata Theo
"Goblin Warcry"
Theo mengaktifkan skill rahasianya membuat para goblin bersemangat bahkan lebih dari yang tadi sehingga menghasilkan serangan yang lebih butral.
terlihat dari wajah Anakin yang cemas sepertinya tidak memiliki taktik lain karena terlalu percaya diri dengan monsternya sehingga tidak memikirkan rencana lain berbeda dengan Theo yang Fleksibel selalu berpikir sepuluh langkah dari lawannya.
Drake Anakin yang awalnya memiliki tubuh kokoh bagai karang sekarang penuh luka di sekujur tubuhnya bersamaan dengan goblin Theo yang kehilangan banyak darah meskipun dibantu pertahanan Gort tinggal menunggu waktu siapa yang akan tumbang duluan.
"Ehm...Anakin," kata Theo dingin.
__ADS_1
Anakin tidak menjawab dan hanya melihatnya.
"Kau tidak lupa kan kalau lima menitmu sudah habis."