Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Valkyrie


__ADS_3

Gupi meluluhlantakan semua tanaman yang mengelilingi Isana membuatnya tidak dapat menumbuhkannya lagi karena kehabisan mana, baru kali ini terjadi dalam hidupnya bertarung sampai mananya habis.


Theo benar-benar menjadi lawan yang buruk bagi Isana dimana semua skillnya banyak menggunakan Api.


"Gila goblin lucu itu benar-benar Mage."


"Aku ingin memeluknya."


Isana yang ketakutan bagaikan sasaran terbuka tanpa perlindungan dan kesombongannya pun telah runtuh bagai tembok yang dihancurkan Golem.


Theo melakukan gerakan jempolnya berada di leher kiri menuju leher kanan seolah mengatakan bunuh dia.


Bersamaan dengan tanda itu Ghost muncul dari belakang dan memotong leher Isana yang sudah dalam keadaan pasrah.


SRASSHHH


[Pertandingan dimenangkan oleh Theo]


Dengan pemberitahuan tersebut para penonton membuat kegaduhan hingga gempar.


"Pertarungannya sungguh gila."


"Dia bahkan bisa tiduran dan menyerahkan pada anak buahnya."


"Aku jadi penggemar Theo nomor satu."


"Kenapa kau harusnya aku kan."


Sorakan penonton tidak berhenti dan berlangsung cukup lama hingga Theo meninggalkan arena dengan lambaian tangan.


"Selamat lagi Theo " kata Lynna dengan memberikan tos dua tangan diatas kepala.


"Memang tidak salah jika mereka menjulukimu Summoner aneh," ejek Anakin.


"Aku tidak Aneh sialan."


Dan mereka tertawa membuat peserta yang tersisa semakin pesimis, bagaimana bisa mengalahkan kedua Summoner sepertinya tidak ada harapan.


"Lynna berikutnya giliranmu berjuanglah," kata Theo memberi semangat.


Lynna tersenyum dan menggangguk pelan.


"Sepertinya lawanmu cukup kuat kali ini nona," ucap Anakin memperingatkan.


"Aku tahu tetapi aku akan tetap berusaha sampai batas maksimalku agar berikutnya aku dapat melawan Theo."


"Kenapa semua orang tertarik dengan Summoner aneh ini," kata Anakin sambil menunjuk Theo dengan masam.


"Sudah kubilang aku tidak aneh," bantah Theo.


Mereka tertawa dan bercanda sampai dihentikan oleh pemberitahuan bahwa pertandingan berikutnya akan berlangsung.


"Semoga berhasil Lyn," kata Theo dengan mengepalkan tangannya dan dijawab dengan anggukan.


[Pertandingan berikutnya antara Lynna melawan Catrain]

__ADS_1


Begitu Lynna masuk disusul belakangnya Catrain, Theo melihat penampilan Catrain seperti seorang Knight memakai baju zirah dari besi tanpa tameng dengan pedang dipinggang kirinya, meskipun terlihat garang tetapi penampilannya anggun dengan rambut pendek seleher, Catrain sempat melirik sebentar ke arah Theo dan mata mereka saling bertemu, Theo tersenyum dan mengaggukan kepala sementara respon Catrain datar saja.


Lynna dan Catrain sudah berada dilapangan, mereka berhadapan dengan saling menatap menunggu aba-aba dari wasit.


[Pertandingan dimulai]


Lynna segera mencabut Rapier miliknya bersamaan dengan Catrain yang menarik pedangnya.


Lynna mengambil inisiatif lebih dulu untuk menyerang dengan memberikan tusukan- tusukan ringan dan Catrain meresponnya dengan sigap.


Dengan kelincahannya Lynna menyerang Catrain dari segala sisi tetapi Catrain tetap mampu bertahan.


Saat Catrain hendak melakukan tebasan Lynna segera mundur, dan Lynna mulai menggunakan skillnya


"Thunder Step"


Dengan gerakan secepat kilat dan terdapat kilatan-kikatan petir, Lynna dengan gencar menyerang Catrain yang mulai kesusahan untuk menahan seperti lalat yang mengerubungi makanan.


Meskipun serangan Lynna dapat ditahan tetapi efek petirnya memberikan damage yang lumayan untuk menembus pertahanan Catrain.


UUGHHH


"Tampaknya aku harus mulai serius," ancam Catrain dengan seringai mirip kucing dan Lynna sudah mewaspadainya.


Tiba-tiba aura Catrain berubah ada delapan pedang terbang dibelakang punggungnya seperti malaikat dengan delapan sayap sepertinya Catrain yang mengendalikannya, para penonton mulai bergumam melihatnya.


"I-itu kan job langkah."


"Hanya ada beberapa orang yang memilikinya."


"Tidak kusangka aku dapat melihatnya disini."


"Ka-kau lihat ada delapan pedang yang dapat dikendalikannya."


"Pertarungan ini semakin seru."


Valkyrie adalah salah satu job langka dan yang diketahui ada 3 orang termasuk Catrain yang mendapatkan job ini sepertinya salah satu kemampuannya bisa mengendalikan senjata tetapi Catrainlah yang pertama bisa mengendalikan delapan pedang.


Dengan jentikan jari pedang dipunggung Catrain terbang keatas kepalanya dan menuju Lynna.


Lynna tidak menahan dan memilih menghindari dengan gerakan lincah tetapi itu hanya sekedar mengulur waktu karena serangan pedang yang meleset akan kembali lagi sesuai kendali Catrain.


Catrain menerbangkan pedangnya dan berjatuhan satu persatu bagai hujan menancap di Arena, Lynna berusaha menghindarinya dengan gerakan salto ke belakang berkali-kali.


Lynna berpikir jika tidak mengalahkan pemiliknya akan percuma saja, pedang tersebut akan terus mengincarnya.


"Kirin Break"


Lynna membuat gerakan menusuk dengan aura petir disekitarnya dan melesat seperti kilat dengan sasaran Catrai


Catrain membuat pertahanan dengan pedangnya tetapi dengan kecepatan Lynna semua pedang terlempar kecuali pedang terakhir yang tidak dapat ditembus oleh Lynna.


"Jade Stone"


Pedang berubah warna menjadi hijau berubah sekeras batu giok sepertinya skill dari pedang tersebut.

__ADS_1


"Aku sudah menduga rencanamu sayang itu terlalu mudah."


Berikutnya pedang yang terlempar kembali lagi menyerang Lynna membuatnya terpaksa mundur menjauh sampai pojok Arena tetapi diluar dugaan Catrain memutuskan tidak mengejarnya.


Lynna berpikir keras bagaimana untuk mengalahkannya apakah menggunakan skill rahasiannya tetapi jika tidak berhasil akan menjadi senjata makan tuan karena efek skillnya menurunkan Movement Speed 50%.


"Kau yang maju atau aku," kata Catrain mencoba memprovokasi.


Lynna yang tidak punya pilihan terpaksa memakainya jika tidak dia akan menjadi bulan-bulanan Catrain.


"Lightning Speed"


Tubuh Lynna memancarkan cahaya biru terang bahkan rambutnya terlihat berwarna biru seperti tokoh anime yang dapat merubah warna rambutnya


Dalam sekejap mata Lynna menghilang dari pandangan Catrain yang tersisa hanyalah cahaya biru di tempat Lynna berdiri.


Dalam sekejap Lynna berada satu meter didepannya berikutnya menghilang lagi, Catrain sedikit panik sehingga mengeluarkan pedangnya untuk bertahan dan semua pedang mengitarinya membentuk posisi bertahan tapi itu tidak masalah bagi Lynna karena dia dapat menyusup dari sela sela pedangnya.


Lynna mulai menyerang dengan gencar melukai sedikit demi sedikit, Catrain pun tidak tinggal diam dirinya menjadi sasaran tusukan Lynna, dia mulai membuat pedangnya berputar mengelilinginya cepat dengan gerakan rumit.


Suara dentingan terdengar sepertinya karena benturan tusukan Rapier Lynna dengan pedang Catrain.


Lynna semakin Frustasi karena tidak mampu menembus pertahanan bahkan dengan kecepatannya.


setelah melihat pemandangan ini sorakan penonton semakin kencang.


"Gila yang satu menyerang satunya bertahan."


"Sudah tiga menit berlalu tetapi cewek petir masih bisa terus menyerang."


"Ini pertama kalinya melihat skill ini sampai 5 menit dan sepertinya belum ada tanda-tanda berhenti."


"Kenapa banyak jenius di turnamen kali ini."


Kembali ke arena Catrain mulai kehilangan konsentrasi untuk bertahan menggerakan pedangnya.


"Apa kau belum lelah seharusnya kau sudah mencapai batasmu kan," Tanya Catrain sedikit panik.


"Jangan khawatir aku bisa melakukannya seharian."


"Pembohong."


dengan cibiran Catrain mulai merubah taktiknya dia menaiki salah satu pedang dan naik keatas sampai Lynna tidak dapat menjangkaunya.


Lynna mengentikan gerakannya dan menengadah melihat Catrain dengan kesal.


"Turun kau pengecut mari bertarung dengan berani."


"Aku akan turun setelah waktu skillmu habis."


Dan benar saja tubuh Lynna yang memancarkan cahaya petir biru mulai memudar dan kembali seperti semula.


[Kecepatan berkurang 50%]


Tubuh Lynna terasa nyeri karena efek skill, Lynna yang seharusnya hanya menggunakan selama 3 menit bertahan hingga 10 menit.

__ADS_1


__ADS_2