
Setelah mendengar info dari Scand Theo menutup percakapan.
"Datanglah sudah kutunggu kalian," kata Theo dengan seringai kejam.
Para kawanan itu keluar dari portal satu persatu dengan jumlah 30 terdiri dari Warrior dan Assasin serta 3 Swordsman dan dipimpin oleh seorang Mage.
Setelah lengkap mereka menuju Beorn Forest untuk mencari Theo.
"Hanya untuk membunuh Summoner sampai menggunakan kekuatan penuh," protes salah satu kawanan.
"Hush diamlah jika bos dengar kepalamu bisa terpenggal."
"Kalian semua dengarkan aku, aku akan membagi menjadi 3 team masing masing dipimpin para Swordsman kecuali yang ikut aku."
"Kalian pergilah ke kanan dan kiri susuri hutan dan aku ke tengah."
Setelah membagi tim mereka berpencar tanpa mereka sadari seorang Summoner mengawasi seperti hewan buas.
Setelah party mereka terpisah cukup jauh Theo mulai menargetkan party sebelah kiri.
Theo mencari tempat yang pas untuk menyerang.
"Summon"
Theo mengeluarkan semua goblinnya dan membekalinya dengan sebuah busur kecuali goblin inti Gotcha, Gort, Gobiru, Gornage malah sudah membuang busurnya.
Saat 10 player mendekati jarak serang, Theo memerintahkan summonnya segera bersiap dan mereka mulai menarik kencang busur panahnya.
"Spell Scave"
Theo juga mulai mempersiapkan skillnya.
Terlihat gerombolan player 10 orang Theo memerintahkan summonnya menembak.
"Tembak"
Syuttt
Puluhan panah menyerang para RATS dan melukai sebagian kecil mereka.
"Sharpshooter"
"Sharpshooter"
[Player telah mati]
[Player telah mati]
dengan dua tembakan critical dari tim Gowan di kepala, kedua player mati seketika.
"Sial jangan biarkan mereka lolos."
"Kejar mereka."
"Mereka hanya goblin."
"Assassin habisi mereka," perintah Swordsman.
Dua Assassin segera menghilang dan menyerang dari samping.
Sisanya para Warrior menyerang dari depan.
"Ganti senjata"
Saat para Warrior sudah dekat, tiba-tiba tanah tempat pijakan mereka merosot kebawah dengan cepat dan membuat lubang yang sangat dalam menjatuhkan mereka semua.
KUARGH!!
di dalam lubang terdapat banyak tombak yang menembus tubuh mereka.
[Player telah mati]
[Player telah mati]
Lima Warrior mati seketika
"Bodohnya," ucap Theo merendahkan.
Dua Assassin sudah mendekati Theo dengan pisau yang mengincar lehernya dan terlihat wajah Theo dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
"Gotcha, Gobiru"
Gotcha dengan dua tebasan membantai salah satu Assassin dan lainnya mendapatkan lubang ditubuhnya.
"B-bagaimana mungkin?" Tanya Assassin dengan terbata-bata.
"Entahlah," jawab Theo dengan senyum dingin.
[Player telah mati]
[Player telah mati]
Dua Assassin dapat dibunuh dengan cepat karena kelengahan mereka.
Rahasia Theo bisa mengetahui Assassin tersebut karena gelang yang dipakainya.
Tracker Bracer
(Rare)
Syarat : -
Deskripsi : salah satu harta berharga para goblin
Efek : Agi +3, mengetahui target dalam radius 10 meter
Skill : -
Theo memakai item yang didapatkan dari perburuan raja Gornage, meskipun penambahan statnya buruk tetapi memiliki efek lain untuk melawan player seperti Assassin yang hobi menghilang.
Swordsman yang tersisa wajahnya kaku melihat pemandangan yang terjadi didepannya, dengan penuh ketakutan mencoba melarikan diri.
"T-tolong aku... D-dia seperti iblis"
"Dimana posisimu cepat katakan."
"Aku di...."
"Blitzsting"
Panah Gotu menancap di punggungnya membuat tubuhnya mematung.
"Ingatlah ini aku akan memburu setiap dari kalian sampai muak"
SRAKKK
kepala Swordsman terpisah dari tubuhnya dengan tebasan dari Theo.
[Player telah mati]
10 player terbantai tanpa sempat mengeluarkan kemampuan mereka.
Theo memunguti barang yang mereka jatuhkan meskipun banyak yang tidak berharga kecuali item milik Swordsman.
Theo segera meninggalkan tempat ini , Jebakan yang dipakainya sudah tidak dapat digunakan lagi, dan para RATS pasti sudah mengetahui keberadaannya.
....
"Itu dia si summoner!" teriak salah satu anggota RATS yang melihat Theo.
"Hati-hati dia pasti melakukan kecurangan."
"Kejar aku kalau bisa," tantang Theo dengan tertawa.
Saat Theo berlari menghindar ternyata party Mage juga sudah menyambutnya dari depan.
Theo terkepung depan dan belakang oleh para RATS dengan summonnya melindunginya.
"Kau sudah terjebak tuan summoner, aku sengaja memancingmu ke arah sini," ucap pimpinan Mage dengan senyum licik.
"Siapa menjebak siapa," kata Theo dengan senyum tipis.
"Hah apa maksud...."
Theo menjentikan jarinya dan dari balik pepohonan banyak Arm Kong tiba tiba muncul entah darimana.
"B-bos kita dikepung."
"A-ada puluhan Arm Kong."
__ADS_1
"A-aku juga lihat idiot."
Bos Mage yang awalnya percaya diri menjadi panik.
"Summon"
Theo mengeluarkan semua monsternya dalam posisi bertarung.
'Summoner ini tidak normal bagaimana bisa dia menjinakan puluhan Arm Kong, jika hanya goblin bisa kami atasi tetapi ada 20 Arm Kong,' pikir bos Mage dengan cemas.
Seorang player level 20an bahkan kesulitan untuk bertarung satu lawan satu dengan Arm Kong dan sekarang mereka dikelilingi 20 Arm Kong.
Tetapi pikiran mereka salah yang jadi masalah bukanlah Arm Kong tetapi mahluk hijau di sekitar Theo.
Sehari sebelumnya...
"Scand aku butuh bantuanmu besok."
"Ada apa, sepertinya kau sedang ada masalah."
"Tolong bantu aku cek apakah dikota Romant banyak orang mencurigakan."
"Hah kenapa?"
"Ada bounty yang menargetkanku."
"Kenapa ada yang menargetkanmu."
"Nanti aku ceritakan."
"Memang berapa bountymu?" tanya Scand dengan asal.
"100 juta"
"Hah...uhkkk"
Mendengar jawaban Theo Scand sampai tersedak air liurnya
"Wah jika aku membunuhmu aku bisa kaya dong hahah," goda Scand.
"Entahlah"
"Dasar kau tidak bisa diajak becanda memang apa yang bisa kubantu," tanya Scand mulai serius.
"Jika besok mereka ada pancinglah mereka semua ke Beorn Forest."
"Memang apa yang mau kau lakukan."
"Aku akan membantai mereka disini."
"Hei kau gila para tikus itu selalu menyerang bergerombol jumlah mereka lebih dari dua puluh bagaimana mungkin kau menghadapinya sendirian, akan kubantu kau."
"Tidak usah aku punya rencana."
"Hei aku tahu kau kuat tapi berpikir jernihlah."
"Percayalah padaku."
Saat Theo mengatakan itu mau tidak mau Scand akan mempercayainya karena Scand melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana si summoner melakukan hal hal gila dan anehnya selalu berhasil.
"Baiklah besok akan kukabari."
Dan pembicaraan mereka pun berakhir.
Pertama Theo mencari monster yang jadi buruannya yaitu Ragmole, monster lemah tetapi memiliki kemampuan menggali.
Monster ini banyak di temukan di Beorn Forest dan tanpa susah payah Theo menemukannya.
Setelah menggunakan skill Charm Ragmole menjadi budaknya dan Theo memerintahkan untuk menggali lubang yang besar dan dalam untuk membuat jebakan.
Berikutnya sambil menunggu cooldown skill Charm milik Dark Sylph habis, Theo menghabiskan waktunya untuk leveling.
Saat Cooldown selesai Theo menggunakannya untuk menangkap Arm Kong.
Theo melakukannya sampai seharian hingga terkumpul puluhan Arm Kong.
Sementara itu di Oloff Grassland terlihat seorang Swordsman sedang bersusah payah menghadapi bahkan seekor serigala.
"SUMMONER GILA!"
__ADS_1
'Kenapa dia melarangku memakai skill-skillku yang kuat dan aku harus menggunakan skill kacangan, sampai kapan dia terus menyiksaku.'
Freedom memaki Summoner yang tidak ada dihadapannya sambil berguling guling menghadapi serigala.