Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Hybrid Swordsman


__ADS_3

Tidak ada yang mau mengalah antara Theo dan Ranard tetapi keduanya sepertinya masih menyimpan kemampuannya.


"Theo sepertinya kita harus serius."


"Tentu saja."


Ranard mengeluarkan senjata lagi dari Inventorynya sepertinya dia pengguna Dual Blade seperti Gotcha, tetapi dia salah sangka yang dikeluarkannya adalah sebuah tongkat sihir.


Penonton bersorak kembali melihat Ranard mengeluarkan senjata keduanya.


"Akhirnya kita melihat kehebatan job Hybrid Swordsman."


"Apa yang akan dilakukan Theo kira-kira."


Ranard mulai menyerang ketika ayunan pedangnya dengan tangan kanan dapat ditahan dia mengayunkan tongkat sihirnya mengeluarkan serangan angin dahsyat membuat Theo harus mundur tetapi Ranard terus menempelnya memberikan tebasan dan serangan sihir secara bergantian.


Theo terpukul mundur hingga dia tidak menyadari bahwa dia sudah berada di batas arena.


"Selesai sudah," kata Ranard dengan percaya diri sambil mengibaskan tongkat yang mengeluarkan angin dahsyat.


"Ice Tower"


Tapi perkiraan Ranard salah, sebuah es muncul dari dalam tanah menahan terpaan angin dan melindungi Theo, membuat Ranard dan semua penonton terkejut.


"Hah?"


"Hei bukankah dia Summoner."


"Jangan tanya aku."


"Kau lihat sekarang dia memakai sihir."


"Sudah kubilang aku juga tidak tahu."


Theo mencari tempat aman memanfaatkan keterkejutan dari Ranard.


"Ranard sepertinya aku juga harus serius," kata Theo.


"Summon"


Theo mengeluarkan satu goblin yaitu Gotcha membuat semua penonton bengong.


"Ya ampun pantas saja dia tidak mengeluarkan summonnya karena cuma seekor goblin."


Para penonton tertawa dengan terbahak-bahak melihat summon milik Theo bahkan Ranard sedikit meremehkannya tetapi detik berikutnya mereka semua terkejut dengan kecepatan gerak Gotcha.


Dengan tebasan dua pedangnya yang sangat cepat membuat Ranard kewalahan bahkan memojokannya membuat semua penonton terperangah.


"Kau lihat goblin itu sepertinya lebih hebat dari pemiliknya."


"Pantas saja summonnya hanya goblin."


"Aku belum pernah melihat goblin setangguh itu apalagi dengan membawa dua pedang."


"Dimana dia menemukan goblin itu."


Ranard semakin kesusahan hanya dengan beradu pedang membuatnya tertekan dan juga harus membagi fokusnya dengan Theo yang tidak tahu kapan dia bergabung dan ikut menyerangnya.


Sesaat Theo melihat kesempatan emas dan menyergap Ranard dari sudut matinya tetapi Ranard sudah menduganya dan mengayunkan tongkat sihirnya.


"Stone Wall"

__ADS_1


Sebuah dinding batu muncul dari lantai Arena melindunginya dari sergapan Theo, Ranard selain Swordsman juga magician cukup hebat karena memiliki dua elemen angin dan tanah.


Melihat serangannya gagal Theo mundur kembali dan mencari kesempatan lain.


Jika kondisinya seperti ini hanya menunggu waktu saja sampai Ranard kalah dan mau tidak mau situasi tetap dikendalikan Theo.


Ranard memutuskan untuk menghindari Gotcha dan langsung menuju Theo tetapi menjadi pertarungan dua lawan satu tetap tidak menguntungkan bagi Ranard, mungkin dia dapat menahan serangan Theo tapi tidak Gotcha yang gerakannya sangat cepat, Ranard memutuskan menggunakan skill andalannya.


"Fujin"


Sosok Ranard tiba-tiba diselimuti angin dan dua kali lipat dari tubuhnya, Theo dan Gotcha terlempar karena kekuatan angin dari tubuh Ranard.


"It-itu skill unik kan."


"Gila bagaimana bocah itu bisa memiliki skill itu."


Komentar para penonton yang terkejut dengan skill Ranard.


"Bagaimana kau akan mengatasi ini Theo," ejek Ranard.


"Gotcha kembali."


Theo menarik Gotcha karena serangan fisik sudah tidak berguna kemungkinan hanya serangan jarak jauh yang dapat menembusnya.


Dengan sapuan pedang dan tongkatnya Ranard mengeluarkan pisau angin berkali-kali, sekali terkena tebasan tubuh Theo akan terpotong.


Meskipun tidak terkena secara telak tetapi serangan Ranard cukup melukai Theo, dan dia harus cepat memutar otaknya bagaimana mendekati Ranard dan mengalahkannya.


'Serangan ini pasti ada batas waktunya dan memerlukan banyak mana lebih baik aku bertahan sampai mananya habis,' pikir Theo.


"Summon"


Theo mengeluarkan Gort yang langsung menggunakan posisi bertahan.


"Ya ampun jangan jangan summonnya goblin semua."


Gort memasang posisi bertahan dan menahan semua serangan angin milik Ranard.


Meskipun melukai Gord tetapi hanya sedikit dan darahnya kembali dengan cepat.


Meditation (pasif)


Rank : D


Deskripsi : mengikuti jalan kesembuhan seorang pertapa


Efek : mengembalikan kesehatan target 2% per detik selama tidak bergerak


Cost mana : -


Cooldown : -


Theo memberikan Skill Core yang didapatnya saat mengalahkan Manshraka kepada Gort, membuatnya seperti kastil berjalan tak tertembus.


Ranard dan semua penonton keheranan bagaimana mungkin seekor Hobgoblin memiliki pertahanan yang sangat kuat bahkan ketika tubuhnya terluka dengan cepat sembuh, darimana dia menemukan goblin goblin ini itulah yang jadi pertanyaan Ranard dan para penonton.


Karena serangannya tidak membuahkan hasil Ranard maju menerjang Gort, hanya dengan benturan cukup membuat tubuh lawan tercabik-cabik tapi Gort memiliki tubuh baja dan tameng Ellown Shield sehingga masih bisa menahannya.


Ranard menyerang dengan putus asa dan tanpa membuahkan hasil, dia berusaha mengubah target serangannya ke Theo tetapi Gort menghalangi dengan sempurna membuat Ranard harus melangkahi mayatnya sebelum menuju Theo.


'Sial goblin ini seperti player yang bisa berpikir, aku tidak menemukan celah,' keluh Ranard dalam hati.

__ADS_1


Tentu saja Gort bisa bertahan sedemikian rupa karena latihan dari Theo dan berbagai pengalaman dari pertarungan yang mustahil.


Setelah satu menit angin di tubuh Ranard mulai memudar dan sepertinya Ranard sudah kehabisan ide, Theo melihat kesempatan ini untuk menghabisinya.


"Gort"


Gort sudah tahu apa yang harus dilakukannya dan segera menggunakan skillnya.


"Shield Bash"


Sebuah tameng menghantam tubuh Ranard membuatnya terlempar semua penonton gempar dan bahkan Ranard yang terkena serangan tidak menyadari apa yang terjadi.


"H-Hei kau lihat Hobgoblin itu menggunakan skill milik Warrior."


"Iya aku juga lihat."


"Ini semakin tidak masuk akal."


Theo menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Ranard dengan menebasnya sampai kehabisan darah.


"Peserta Ranard tidak bisa melanjutkan pertarungan pemenangnya Theo."


Sorakan keras terdengar dari tempat menonton dan mengeluh-eluhkan nama Theo.


"Gila goblinnya yang satu menggunakan dua pedang dengan kecepatan seperti setan satunya punya pertahanan seperti golem dan memiliki skill Warrior."


"Aku ingin memiliki goblin seperti itu."


"Kau gila lihat apa jobmu."


"Tapi Theo juga menggunakan pedang sama sepertiku."


"..."


Para penonton bertanya-tanya apa Theo memiliki job khusus karena kekuatannya tidak jelas dari menggunakan pedang, sihir dan monster panggilan.


Melihat pertarungan Theo para job mage membayangkan sungguh menyenangkan jika memiliki monster bertahan seperti itu mereka bisa melemparkan sihir dengan leluasa dan bisa leveling tanpa memerlukan party.


Mendengar itu kelompok Gain ingin tertawa dalam hati, bagaimana jika mereka melihat semua summonnya mereka akan menangis darah.


"Tunggu Theo...Theo...namanya juga Theo."


"Apa maksudmu."


"Yang mendapatkan prestasi karena menyelesaikan dungeon."


"Yang mendapatkan quest dunia juga."


Terjadi kehebohan di tribun penonton bahkan para peserta juga mulai menyadari bahwa saingan mereka adalah yang menyelesaikan dungeon yang tidak bisa diselesaikan bahkan oleh para Ranker.


Ranard yang sudah disembuhkan menghampiri Theo yang akan masuk kedalam ruang tunggu.


"Pertarungan bagus Theo," kata Ranard seraya menjabat tangan Theo.


"Kau juga, Fujinmu sungguh menakutkan," balas Theo.


"Tidak, Dewa anginku bahkan tidak bisa menembus pertahanan goblinmu," ucap Ranard kecewa.


"Itu..."


"Sudah jangan beralasan kau memang kuat aku harap kau jadi juaranya dan lain kali aku akan lebih kuat dari ini."

__ADS_1


Setelah mengucapkan Ranard pergi sepertinya dia menjadi lebih bersemangat dan punya tujuan baru.


__ADS_2