Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Membalikan Situasi


__ADS_3

Shaman Orc tetap menari-nari seolah menarikan kemenangan.


Theo melihat para Orc sudah sampai atas dan hendak membunuhnya, sementara pasukan Orc dibawah sudah mulai berhasil menembus pertahanan para prajurit Leonard membuat Shaman Orc melonjak kegirangan dan seolah hendak mengatakan musnah kalian


Tetapi ada yang aneh kenapa petualang dihadapannya bukannya merasakan takut atau putus asa malah menunjukan seringai kejam.


"Tamat riwayatmu."


CRAAASSSHHHH


kepala Shaman Orc menggelinding dan jatuh dari tangga dan terus berputar hingga mencapai tanah.


Ghost dari belakang menebas leher Shaman Orc dalam sekali gerakan membuat kepala dan lehernya terpisah.


[Shaman Orc telah mati]


[Permusuhan anda dengan bangsa Orc meningkat]


[Level Up]


Sebuah pemberitahuan muncul dihadapan mereka semua.


"Kau berhasil Summoner Noob," ucap Dana dengan senyum bangga.


BERHASILL


Theo berteriak sangat kencang sehingga semua mendengarnya dan disambut dengan sorakan dari para prajurit Leonard.


Teriakan Theo meningkatkan semangat pasukannya dan menurunkan semangat tempur para Orc


Setelah beberapa detik Shaman Orc mati, dua Orc didepan Theo tumbang termasuk yang bertempur dengan Ranard, Lynna dan Dana mereka menjatuhkan dirinya sendiri.


Para Orc yang tidak memiliki kendali berhenti menyerang pasukan Leonard dan lari tunggang langgang tidak tentu arah.


"Bunuh mereka," perintah Leonard.


Kali ini giliran Leonard dan pasukannya yang mulai membantai secara membabi buta berusaha mengurangi populasi para Orc.


Kelompok Theo sudah tidak sanggup untuk bertarung dan menjatuhkan diri duduk terlentang.


Theo menuruni tangga dengan pelan-pelan sambil mengamati mereka semua.


"Kau Summoner gila, tidak kusangka rencanamu bisa berhasil," ujar Boby dengan meninjukan tangannya dengan tinju Theo.


Mereka masih tidak percaya berhasil menyelesaikan misi ini.


"Tapi ketua, bagaimana mungkin goblinmu bisa menyelinap di belakangnya padahal Orc itu memiliki skill deteksi," tanya Dana.


"Itu karena kamu lemah," kata Theo memicingkan sebelah matanya berusaha menggoda Dana.


"Dasar Summoner Noob aku tidak lemah."


Mereka semua tertawa tetapi juga penasaran bagaimana cara Theo menyusupkan goblin pembunuh itu.


"Seriuslah Theo bagaimana caranya," tanya Ranard yang masih penasaran.


"Ehm..baiklah sebenarnya mudah aku hanya mengalihkan perhatiannya saja dengan menyerang habis-habisan, Shaman Orc itu akan mewaspadaiku dan saat itulah aku memerintahkan Ghost untuk menyelinap dan..."

__ADS_1


Theo memperagakan gerakan menebas dengan jempol dari kiri ke kanan lehernya


"Kali ini kuakui kau hebat Summoner Noob," puji Dana dengan senyum lebar.


"Tapi sobat kau memang luar biasa rencanamu sungguh benar-benar berhasil," kata Scand dengan memberikan jempolnya dan mereka semua mengakui kecerdasan Theo.


"Tentu saja rencana tuan Theo tidak akan pernah gagal," puji Gain.


"Yaahhh....aku sendiri tidak yakin berhasil sih.." kata Theo sambil menggosok hidung dengan jari telunjuknya.


"Ketua..."


"Theo..."


Terdengar nada protes dari yang lain bahkan Isana dan Catrain yang jarang bicara langsung berkomentar.


"Lain kali aku tidak akan ikut rencanamu," protes Isana.


"Sama aku juga," tambah Catrain.


Melihat semua partynya memandangnya dengan geram Theo segera menambahi kata-katanya.


"Hei tidak... itu semua sudah ada dalam rencanaku lihatlah hasilnya haha..."


"Benarkah," kata Isana masih setengah tidak percaya.


"Tentu saja... hei kalian... sudah cukup istirahatnya ayo ambil semua drop item," perintah Theo berusaha mengalihkan perhatian.


Theo menarik semua Summonnya yang tersisa dan mereka semua mulai mengumpulkan item yang dijatuhkan para Orc.


Dari jauh Leonard datang mendekat dengan berlari dan menghadap kepada Theo.


"Lapor tuan Theo."


"Ada apa tuan Leonard."


"Kami sudah membereskan sebagian para Orc yang kabur tetapi masih banyak yang melarikan diri."


"Berapa prajuritmu yang tersisa."


"Separuh prajurit telah mati dan kami akan membawa mayat mereka untuk dimakamkan secara layak," kata Leonard dengan nada sedih.


"Kerja bagus Tuan Leonard jasamu akan dikenang di kerajaan Rudovan dan kemungkinan kau akan ditarik kembali dari pengasinganmu jadi jangan terlalu bersedih tuan Leonard."


"Maaf tuan Theo saya tidak bersedih dan mereka semua mati dengan bangga karena menyelamatkan banyak nyawa," katanya mantap.


"Kau benar tuan mari kita kembali ke desa Lanideen."


Setelah pertempuran yang sangat menguras fisik dan mental mereka semua berjalan kembali ke Lanideen Village dengan menyanyikan lagu kemenangan, karena bagaimanapun itu adalah prestasi dari mereka dengan menunjukan keberanian dalam pertarungan yang selama ini tidak pernah mereka tunjukan dan menghabiskan waktunnya hanya dengan mabuk dan bermalas-malasan.


Setiba didesa mereka semua disambut bak pahlawan dengan sorak sorai dan tepuk tangan yang meriah.


"Kau berhasil petualang," kata pria tua yang tak lain adalah kepala desa yang muncul dari sela-sela kerumunan.


"Tentu saja tuan."


Dan berikutnya sebuah pemberitahuan muncul dihadapan kelompok Theo.

__ADS_1


DING


[ berhasil menyelesaikan pembasmian Orc mendapatkan 10 emas, 100 Fame, affinity dengan desa Lanideen meningkat, 30% pemasukan desa]


Mereka semua bersorak atas keberhasilan mereka dalam penyelesaian quest.


Theo ingin membagi emasnya tetapi mereka semua menolak dan meminta untuk dimasukan kedalam Guild karena itu juga menjadi pemasukan mereka dan Theo menyetujuinya.


"Theo, Shaman tadi menjatuhkan skill Detect dan aku akan membelinya," kata Scand dan Theo mengangguk.


"Lakukan yang kau mau Scand."


Siapapun yang menginginkan Item di Guild bisa membelinya dengan harga lebih murah dari pasaran.


Setelah berpesta seharian mereka akhirnya berpamitan dan meninggalkan desa Lanideen.


"Apakah anda akan pergi hari ini tuan Theo?" Tanya Leonard.


"Benar kita akan berpisah hari ini tuan Leonard," kata Theo murung.


"Ada apa tuan Theo?"


"Maafkan aku jika saja strategiku lebih baik mungkin kita tidak akan kehilangan banyak nyawa."


Lenard hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan Theo.


"Jangan salahkan diri anda tuan, tanpa bantuan anda desa ini akan menghilang dari peta jadi bersemangatlah tuan," hibur Leonard.


"Terimakasih tuan Leonard, apakah kau akan kembali ke istana Rudovan?"


"Benar... Istana sudah memanggilku kembali tetapi saya menunda perintah itu untuk menyelesaikan tugas saya disini yaitu membereskan sisa sisa Orc yang menyerang desa ini dan memperkuat pertahanan desa ini."


"Kau memang seorang Ksatria sejati tuan Leonard," puji Theo.


Setelah bersalaman mereka semua pergi dari desa Lanideen.


Setelah cukup jauh Theo mulai membubarkan partynya.


"Theo aku pergi dulu sampai jumpa di sekolah kau juga Boby," kata Lynna dengan senyuman.


"Kami pergi dulu tuan Theo," sambung Gain beserta Raissa dan Echo.


"Sampai jumpa lagi Summoner Noob."


Setelah mengucapkan itu Dana langsung menghilang seperti angin.


'Gadis aneh,' pikir mereka semua.


"Theo aku pergi dulu jika Guild membutuhkan bantuanku panggil aku kapanpun," ucap Ranard.


"Sampai jumpa ketua," Catrain berpamitan disambung Isana dengan anggukan dan mereka menghilang.


"Yo Theo menyenangkan sekali berpetualang bersamamu jangan lupa ajak aku lagi," Scand pun langsung logout.


Yang tersisa tinggal mereka berdua.


"Hei bodoh ayo kita logout aku sudah lelah," kata Boby dan dijawab dengan anggukan setuju oleh Theo.

__ADS_1


__ADS_2