
Theo dan pasukannya berjalan kearah barat dari desa Lanideen sesuai dengan petunjuk arah yang diberikan Leonard.
"Leonard berapa jauh lagi jarak menuju markas mereka?" Tanya Theo.
"Sekitar 30 menit lagi tuan, nanti akan ada lembah tempat habitat Orc berada, kita bisa mengawasi mereka dari atas bukit."
Setelah 30 menit berjalan Theo dan yang lain tiba diatas perbukitan dan dibawanya ada lembah.
Mereka mengintip dari atas bukit untuk melihat dibawa lembah, Dana berlari terlebih dahulu untuk mengecek dan matanya melebar melihat yang ada dibawahnya.
"Su-Summober Noob kamu tidak akan percaya dengan apa yang aku lihat."
Theo dan yang lain mencoba memastikan apa yang dilihat Dana dan banyak monster lalu lalang serta banyak bangunan seperti rumah dari jerami mirip rumah suku pedalaman dan dipaling ujung ada bangunan altar sepertinya tempat Shaman Orc mengadakan upacaranya.
"Ya ampun."
"Itu bukan Ratusan tapi hampir ribuan," keluh mereka.
"Theo apa kau yakin kita akan tetap meneruskan quest ini " tanya Ranard memastikan yang mulai ragu apakah bisa memenangkan quest ini atau tidak ditambah dengan yang lain melihat ke arah Theo membuat tekananya tambah tinggi.
Theo tidak mau menunjukan ketakutannya karena mereka semua percaya padanya, jika dia sampai ragu maka yang lain akan ikut juga.
"Mereka hanya menang dengan junmlah bukan kekuatan, kita pasti bisa dan keberhasilan misi ini tergantung padamu dan Isana," kata Theo mantap.
Rencana Theo menahan para Orc dengan serangan AOE terutama mengandalkan Isana dan yang lain lalu mengandalkan Ranard untuk bertarung satu lawan satu menghadapi Shaman Orc.
Theo memperhatikan hanya ada satu jalan masuk dan hanya bisa menyerang dari jalan setapak tempat pintu masuk Orc.
"Kita akan menyerang dari sana." kata Theo sambil menunjuk jalan setapak.
"Kita pasti berhasil," ucap Theo dengan meyakinkan mereka semua.
Mereka turun menuju tempat yang ditunjuk Theo dan langsung membentuk formasi tinggal bersiap menunggu aba-aba dari Theo.
SERANG!!!!
Theo dan partynya berlari masuk sementara Leonard menunggu diluar menunggu aba-aba Theo.
Di tempat tinggal para Orc tidak ada menara pengawas sehingga mereka terkejut dengan serangan dadakan karena sebelumnya tidak pernah ada yang berani menyerang, tidak seperti Goblin yang cerdas meskipun mereka lemah tetapi tetap mempersiapkan pertahanan dengan sebaik mungkin, titik ini adalah salah satu kelemahan yang dimanfaatkan oleh Theo.
"Kalian maju!"
Theo memberi perintah kepada penyerang jarak jauh untuk menghabisi para Orc yang menghadang sebelum terjadinya bentrok.
Scand, Echo, Raissa ditambah Catrain maju kedepan untuk membersihkan jalan.
"Rapid Shoot"
Puluhan panah menancap tepat di kepala para Orc, setiap satu panahnya menumbangkan satu Orc.
"Fireball"
__ADS_1
Bola api meluncur tepat ke kawanan para Orc didepan, membakarnya dan menghalangi jalan mereka.
Sebuah pemberitahuan muncul didepan mereka semua.
[Para Orc akan menargetkan player Theo karena permusuhan yang tinggi]
"Apa ini," tanya mereka keheranan.
"Ehm mungkin karena questku yang dulu sudahlah jangan khawatir hehe," kata Theo nyengir.
"Bajingan ini," kata Boby kesal.
Berikutnya pedang Catrain yang terbang dari punggungnya menghabisi barisan Orc didepan dengan cepat, meskipun cukup kuat tetapi tidak sekeras kulit Red Horn Bear.
Saat ini Catrain adalah pembunuh Orc terbanyak tetapi bukannya berkurang jumlah Orc yang datang semakin bertambah karena banyak yang menyadari keributan yang ditimbulkan oleh mereka.
Saat Orc sudah semakin mendekati party, mau tidak mau Theo harus menarik mundur penyerang jarak jauhnya.
"Mundur!"
Mendengar aba-aba Theo mereka semua mundur kecuali Catrain.
"Catrain apa yang kau lakukan mundurlah..." perintah Theo.
"Tidak ketua, aku akan membuatkan jalan."
"Jalan apa..."
Catrain terlihat melayang, sepertinya Job Valkirye sudah sedikit terbuka sehingga dia bisa mengaktifkan job khususnya yaitu terbang, berikutnya sayap dari pedangnya tiba-tiba menyala dan terbakar.
"Wing of Fire"
Catrain menyerbu seorang diri dengan kecepatan seperti pesawat tempur menuju kawanan Orc yang menghalangi didepannya.
Catrain melewati mereka dengan cepat dan menyisakan tubuh mereka yang termutilasi dan terbakar.
"Gila!" teriak mereka yang bersorak kegirangan.
"Kau yakin pernah mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu," tanya Boby pada Theo dengan penuh keraguan.
"Aku sendiri tidak percaya pernah mengalahkannya," ujar Theo yang meragukan dirinya sendiri.
Jika benar bertarung lagi sepertinya nasibnya dan para goblinnya tidak jauh beda dengan mayat Orc yang terpotong-potong disekitar mereka.
"Maju terus!"
Theo tidak mau melewatkan kesempatan ini dan bergerak terus maju mengikuti jalan yang dibentuk Catrain, sayangnya skill Catrain tidak bertahan lama dan dia harus mundur kembali ke tempat mereka.
"Kerja bagus sekarang pulihkan mana dan Health milikmu," perintah Theo.
"Baik terima kasih ketua," katanya sambil menenggak mana potion.
__ADS_1
"Darimana kau memperoleh skill menakutkan itu," tanya Theo.
"Aku memperoleh dari quest terakhir sebelum naik ke tanah ini serta dari job quest juga."
"Hei kalian kenapa tidak sekalian makan camilan jika ingin mengobrol," protes Boby ketika melihat kawanan Orc datang lagi.
"Maaf-maaf baiklah Garahad dan Gain lindungi depan, Raissa fokus pada penyembuhan dua tanker sementara yang lain bantu menghabisi Orc."
"Summon"
Theo mengeluarkan Silphie untuk membantu Raissa menyembuhkan petarung depan.
"Siap!" teriak mereka bersamaan.
Berikutnya kawanan Orc datang dari samping kanan dan kiri melalui sela-sela rumah mereka membuat panik kelompoknya dan Theo sudah mengantisipasi ini.
'Sekarang giliran mereka,' pikir Theo.
"Leonard!"
Dengan aba-aba Theo, Leonard dan pasukannya segera menyusul dari belakang dan membuat barikade untuk melindungi party Theo dari belakang dan samping.
Kekuatan para pasukan Leonard hampir setara dengan Orc sehingga Theo hanya memerintahkan untuk bertahan bukan menyerang sambil mengikuti langkah Theo, dengan begini party Theo memiliki perlindungan dari sisi belakang.
Meskipun tidak secepat tadi tetapi party Theo sedikit demi sedikit maju kedepan.
"Summon"
Theo mengeluarkan Gort dan Gald untuk membantu pertahanan Boby yang mulai hancur terutama Gain sudah mulai sekarat meskipun dengan penyembuhan.
"Ganti posisi!"
Mendengar perintah itu Gain dan Boby segera mundur digantikan dengan Gort dan Gald.
"Sedikit lagi aku akan mati," desah Boby sementara Gain bahkan tidak dapat berkata-kata.
"Kerja bagus sekarang sembuhkan luka kalian dan bersiap kembali kedepan."
Mereka menggerutu sambil meneguk Health potion.
"Memang tidak ada yang mudah jika mengikuti jalanmu," keluh Boby tetapi Theo pura-pura tidak mendengar.
Pertahanan Gort dan Gald tidak kalah kokoh dengan Boby dan Gain bahkan sepertinya mereka lebih kuat karena para Orc tidak ada yang menggunakan sihir sehingga Gald dengan Armor hitamnya sangat kuat untuk bertahan.
Dengan cara tanker bergantian mereka terus maju kedepan meskipun banyak prajurit yang terluka tetapi berkat strategi Theo tidak ada yang mati.
"Tuan sepertinya prajuritku sudah tidak mampu menahan gempuran mereka," seru Leonard dengan wajah ketakutan.
Masalah tidak berhenti begitu saja para prajurit sudah mengeluarkan semua kemampuannya tinggal menunggu waktu sampai pertahanan mereka jebol untungnya Theo sudah menyiapkan rencana untuk itu.
"Isana sekarang giliranmu."
__ADS_1