Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Membagi Jarahan


__ADS_3

Theo memperhatikan ada 4 elf di pepohonan.


"Tim Gotcha habisi para elf."


Mendengar perintah masternya Tim Gotcha segera berlari menuju mereka.


Para elf menembaki Gotcha dan dapat dihindari dengan sempurna oleh Gotcha sementara Grass dan Gross harus menangkisnya.


Setiap tim Gotcha mendekat para elf melarikan diri tetapi Gotcha dengan cepat dapat mengejarnya sementara Grass dan Gross kesulitan mengimbanginya.


Tetapi rencana Theo berhasil karena tujuannya hanyalah menganggu mereka agar tidak ikut campur pertarungannya.


Dan benar saja dimata party Lynna ,Urcelos yang tadinya terlihat sangat menakutkan dihadapan Theo hanya terlihat seperti sapi yang siap untuk disembelih.


Gort menahan pukulannya berulang kali sementara tim Gobiru menusukinya meninggalkan banyak lubang di tubuhnya dan Gornage dengan brutalnya mengayunkan kapak besarnya membuat Urcelos merintih.


Saat pertarungan berlangsung seru terlihat Theo sedang mengusap usap kepala Gupi sambil menguap dan melambaikan tangan ke arah party Lynna seolah berkata tenang semua bisa kuatasi.


Party Lynna yang menyaksikan dari samping seolah tidak percaya, Urcelos yang menghancurkan Gain dalam beberapa menit dan membuat Lynna sekarat terlihat bagai mainan oleh Theo.


"Gain kau lihat Theo sedang menguap menghadapi monster itu," kata Echo.


"Dia bahkan terlihat bosan," tambah Raissa.


Lynna yang sudah sedikit tenang dan ingin menggoda Gain.


"Dan kapaknya ingin kau rebut Gain," kata Lynna dengan senyuman manisnya.


Mendengarnya keringat Gain bercucuran.


"Ayolah kalian tahu kan tadi aku hanya bercanda ya.. haha."


"Hmmm...dan disepanjang jalan Gain terus menghina Theo," kali ini Echo yang menggodanya.


"Iya aku juga dengar dari awal," tambah Raissa.


Gain tampak sudah tidak tahan lagi dan berharap dia mati saja diserang Urcelos tadi.


Mereka semua sadar jika Theo mau dia bisa menyelesaikan quest Urcelos seorang diri.


Urcelos yang diberondong serangan bertubi tubi mengeluarkan serangan terakhirnya dengan mengangkat tombaknya dan menancapkan ketanah.


Theo sudah mengantisipasi dan mundur dua langkah dan benar saja serangan petirnya tidak dapat menjangkaunya.


Lynna sangat kagum dengan kontrol permainan Theo dia bahkan dapat menghitung radius serangan hanya dalam sekali lihat.


[Gort terkena Paralysis]


[Guts terkena Paralysis]


[Gobiru terkena Paralysis]


[Gornage terkena Paralysis]


[Goblin terkena Paralysis]


Para goblin yang berada disekitarnya terkena setruman dan tidak bisa bergerak


Urcelos yang dipermalukan dari tadi menghindari mereka dan tatapannya hanya ke Theo.


'Kaulah penyebabnya yang harus kubunuh,' pikir Urcelos.


Urcelos segera berlari menuju Theo dan dihadang oleh sebuah bola api.

__ADS_1


"Fireball"


Gupi melemparkan bola apinya ke arah Urcelos meskipun sempat mundur dengan kesakitan Urcelos tetap menuju Theo.


Saat tinggal satu meter mendekati Theo sebuah anak panah menancap didadanya membuatnya tidak bisa bergerak.


"Blitz Sting"


Sebuah tembakan dari Gotu membuat Urcelos tidak dapat bergerak.


[Urcelos terkena Paralysis]


Melihat pemandangan di depannya party Lynna merasa kasihan dengan Urcelos, mulai dikeroyok, dibakar dan sekarang disetrum mereka kebingungan menentukan siapa sebenarnya yang Bos.


"Spell Scave"


Theo mendekatinya dengan santai dan mengeluarkan tombaknya kemudian menancapkan tepat didahi Urcelos.


[Urcelos telah mati]


[Level up]


[Mendapatkan skill baru silahkan memilih]


Bertepatan dengan itu tim Gotcha juga sudah membereskan ke empat elf.


Sebuah pemberitahuan terdengar di seluruh New World.


[Selamat kepada player Theo, Lynna, Raissa, Echo dan Gain telah menyelesaikan quest Raja Hutan Urcelos untuk pertama kali, semua stat + 2, mendapatkan fame 100]


"Whoaa luar biasa mereka."


"Theo? Apakah ini Theo yang membuka world quest."


"Siapa sebenarnya dia."


Setelah pemberitahuan World Chat penuh dengan komentar.


[Player Theo mendapatkan title Forest King]


Ketika pembatas menghilang mereka semua berlari ke arah Theo meluapkan kegembiraan dan hanya Gain yang berjalan dengan malu- malu.


"Gain kita berhasil taruhannya aku yang menang," kata Theo dengan gembira.


"Ah i-iya tentu saja," kata gain dengan malu-malu.


"Kenapa dia?" kata Theo penasaran.


"Mungkin dia malu bertemu idolanya bahkan mengejekmu terus menerus," kata Echo dengan terkikik.


"Sudahlah lupakan itu Gain ayo kita lihat hadiahnya," ajak Theo dengan semangat.


Gain yang mukanya merah kembali bersemangat meskipun masih tidak berani menatap Theo saking malunya.


Hadiah penyelesaian quest pertama pasti akan drop item item terbaik dan membuat mereka penasaran.


Sebuah kotak peti emas terlihat dari tempat mayat Urcelos yang menghilang.


"Lynna bukalah kau kan ketua partynya," kata Theo.


"Hah...A-apa kenapa aku kau kan yang paling berjasa seharusnya kau.."


"Ayolah kumohon," kata Theo dengan tersenyum sambil memegang bahu Lynna yang membuat mukanya merah seperti tomat.

__ADS_1


Lynna yang gugup akhirnya membukanya dan terlihat ada lima item pas untuk mereka dan meminta Theo untuk membagikannya.


"Theo silahkan bagikan," kata Lynna.


Dan mereka semua sepakat apapun keputusan Theo, tanpa Theo quest ini sudah dipastikan akan gagal.


"Hmm... baiklah tapi jangan menyesal dengan keputusanku ya,"


Mereka semua mengangguk dan berpikir mereka bahkan tidak pantas menerima item.


"Coba kulihat Urcelos Helm ini cocok untukmu Gain menetralkan serangan petir dan defensenya lumayan."


Gain menerimanya dengan kedua tangannya seperti menerima hadiah dari seorang raja membuat mereka tertawa lepas.


"Lihatlah si pemberani ini betapa kakunya dia," kata Echo menggoda membuat mereka tertawa lagi.


"D-diam kau aku harus menerimanya dengan rasa hormat," kata Gain.


"Ehmm...tuan Theo maafkan atas kesalahanku tadi dan terima kasih atas itemnya," sambil berkata Gain menundukan kepalanya membuat Theo terpingkal pingkal.


"Ehm item berikutnya Urcelos Necklace meningkatkan mana dan Int membuat pemakai dapat memanggil elf, Raissa kau cocok dengan kalung ini dan terlihat cantik"


"Makasih Theo bisa kau pakaikan juga."


DUAKK!


terdengar seperti suara peti yang ditendang.


"Maaf aku tidak sengaja tersandung," kata Lynna dengan senyum manis.


'Tidak mungkin,' batin mereka bersamaan.


Theo mengambil Elf bow dari peti dan memberikannya kepada Echo meskipun tidak terlalu hebat tetapi masih lebih baik dari busur milik Echo.


"Berikutnya ada Urcelos Ring meningkatkan Thunder damage dan menambah movement speed Lynna..."


Theo belum selesai berkata Lynna sudah menyodorkan tangannya dengan menunjukan wajahnya yang paling manis.


'Lihatlah gadis ini'


Dengan ekspresi aneh Theo memasukan cincin ke jari manis Lynna.


"Waduh ada yang sudah dilamar nih," goda Echo.


"Lynna kenapa kau padahal aku dulu yang mengenal Theo," kata Raissa kesal.


"Apa! kamu kenal lebih dulu... dia itu teman sekolahku."


Terlihat tatapan mata mereka seperti mengeluarkan listrik, Theo tidak tahu apa yang terjadi.


"H-hei kalian ada masalah apa?"


"DIAM" kata mereka berdua bersamaan membuat Theo mematung.


'Ya ampun para cewek ini lebih menakutkan dari Urcelos,' batin para pria.


Theo ingin memperbaiki suasana dengan mengambil item terakhir.


"Ini yang terakhir."


Theo mengambil sebuah tombak raksasa dengan 3 mata pisau diujungnya.


...**silahkan like dan comment...

__ADS_1


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...


...Negatife comment will be forgiven**...


__ADS_2