Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Red Horn Bear


__ADS_3

"Catrain"


Mendengar Theo memanggilnya Catrain sudah paham apa yang harus dilakukannya, delapan pedang yang sedari tadi dibelakangnya segera meluncur dengan kecepatan tinggi dan menancap ditubuh beruang, meskipun tidak berhasil menembusnya tetapi memberikan luka yang sangat besar.


Red Horn Bear yang murka karena diserang secara sepihak segara menerjang dari segala arah tetapi semua Tanker sudah menghadang.


Meskipun diserbu banyak monster sekaligus Garahad dan Gort sama sekali tidak kesulitan karena pertahanannya yang tinggi khusus Boby karena levelnya juga tinggi tetapi berbeda dengan Gain yang aslinya bukan Tanker.


"Semoga kalian ingat kalau jobku adalah seorang Warrior," oceh Gain dengan terus mengayunkan kapaknya.


"Heal"


Raissa berusaha menyembuhkan Gain karena dia tidak dapat membantu dalam serangan.


"sudah jangan banyak omong aku akan mensupportmu."


"Tetap saja darah yang keluar lebih banyak dari yang masuk."


"Heal"


"Heal"


Theo dan Silphie memberikan penyembuhan kepada Gain karena memperhatikan sebelah kiri kesusahan.


"Wow terima kasih tuan," kata Gain yang disambut dengan kedipan mata oleh Theo.


Sisi sebelah kanan yang paling ganas dengan kombinasi antara Isana dan Ranard membuat damage mereka yang paling besar.


Sebuah akar belukar muncul dari tanah dan mengikat para Red Horn Bear hingga tidak dapat bergerak berikutnya dengan tebasan brutal dan sayatan anginnya membuat Ranard yang paling banyak membunuh ditambah Scand yang dapat menembak dengan akurat disela-sela gerakan Ranard membantai para Red Horn Bear itu.


Theo memperhatikan kerjasama mereka yang paling bagus dari semuanya meskipun baru pertama terbentuk tetapi sudah terlihat kekompakannya.


Disisi lain Catrain menyerang dengan giat semua pedangnya berpencar menyerang para Red Horn Bear meskipun tidak sedahsyat party Ranard tetapi Catrain dapat membunuh paling banyak seorang diri.


Berikutnya Lynna tidak kalah dari mereka semua dengan kecepatan petirnya dia bisa menyebabkan luka gosong seperti bekas sambaran petir hanya sambarannya berupa sayatan.


Sementara Theo hanya mengontrol pertarungan dengan memberikan penyembuhan kepada siapapun yang membutuhkan.


"Sepertinya akan segera selesai," ucap Scand sambil bersenandung.


Meskipun terlihat main-main tetapi Scand benar-benar serius dalam pertempuran.


SELESAI


Mereka semua mengangkat tangannya tanda pertarungan telah selesai dengan terbantainya semua Red Horn Bear.


"Yeah naik satu level," teriak Gain dan yang lain kecuali Boby yang levelnya sudah tinggi.


Theo juga salah satu yang tidak naik level karena levelnya harus dibagi dengan monsternya, begitulah derita menjadi Summoner.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan " perintah Theo.


"Tunggu sebentar ketua," kata Catrain menghentikan mereka.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Aku mendapat drop item ini dua," katanya sambil menunjukan dua buah kristal berwarna merah.


"Ini..."


"Betul ketua kita beruntung mendapatkan ini dua buah," katanya sambil menyerahkan kepada Theo.


Red Crystal Horn


(Epic)


Jenis : Material


Deskripsi : kristal yang berasal dari tanduk beruang yang mengkristal setelah bertahun-tahun


Dilihat dari deskripsinya termasuk jenis epic pasti sangat mahal dipasaran


"Kenapa kau berikan kepadaku bukanya kamu yang mendapatkan," kata Theo kebingungan.


"Ketua...semua item yang dijatuhkan atas nama Guild harus diberikan kepada Guild jika player menginginkannya bisa menebusnya dari Guild," tegas Catrain.


"Be-begitu ya," kata Theo cengar cengir.


"Ya ampun ketua," keluh Catrain.


Melihat kelakuan Theo mereka hanya geleng-geleng dan memakluminya karena masih baru sebagai pemilik Guild.


"Kau kadang-kadang bisa menjadi bodoh ya," ejek Boby dan mereka semua tertawa.


"Kau Gorila sialan," katanya sambil menggosok kepalanya yang benjol.


Setelah mengambil semua drop item, mereka meminum beberapa potion untuk menyembuhkan dan mengembalikan mana, berikutnya mereka menuju desa didalam hutan Lanideen tempat Isana mendapatkan quest.


Desa itu hanya desa kecil yang hanya menggunakan pagar dari kayu untuk perlindungannya.


Jika monster yang terkoordinasi seperti Orc menyerang maka desa ini akan rata dalam hitungan menit.


Selain memiliki perlindungan yang seadanya, pasukan yang ditugaskan di desa ini terlalu sedikit dan hanya seadanya, terlihat dari mereka menjaga desa dengan malas-malasan bahkan menggunakan tombaknya untuk tempat bersandar.


Saat Theo memasuki pintu masuk para penjaga terkejut dan berdiri membenarkan sikapnya.


"Se-selamat datang petualang," sambut salah satu penjaga.


Mereka senang jika ada petualang memasuki desa mereka karena seperti ada orang yang melindungi mereka meskipun tidak ada pikiran sedikitpun dari mereka untuk melindungi desa ini.


Penjaga ini berasal dari kerajaan Rudovan, sepertinya yang ditugaskan disini adalah mereka yang dihukum karena membuat kesalahan.


Desa ini bernama Lanideen tempat para bangsawan dari kota Rudovan biasanya melakukan perburuan rusa dan desa ini menjadi tempat persinggahan tetapi sekarang menjadi desa yang ditinggalkan karena habitat dari Orc yang terus meningkat dan sering menjarah desa ini.


Mereka segera menuju rumah kepala desa, NPC yang memberikan quest.


Letak rumah kepala desa berada di pinggiran desa dan terlihat tidak ada penjaga sama sekali sehingga Isana segera mengetuk pintu.

__ADS_1


"Permisi!"


Setelah beberapa saat pintu terbuka dan terlihat sosok pria paruh baya yang menyambut dan mempersilahkan party Theo untuk masuk.


"Selamat datang petualang maafkan jika sambutan kurang berkenan."


"Tidak apa pak langsung saja kami ingin menangani quest yang bapak berikan."


"Terima kasih petualang, tetapi maafkan kami hanya hadiah itu yang dapat desa ini berikan, itu adalah penghasilan yang kami kumpulkan" sesal kepala desa dan dia kembali melanjutkan ceritanya.


"kalian semua tahu dulu desa ini sangat ramai dan menjadi ajang perburuan rusa sehingga menjadi pemasukan desa kami tetapi setelah banyaknya Orc yang sering menyerang kami, desa ini menjadi sepi."


Theo melihat sekilas di peta desa ini memang sangat menarik dan dia memiliki ide yang bisa menguntungkan Guildnya.


"Maafkan saya kepala desa tetapi untuk menghadapi ratusan Orc itu saja tidak cukup," kata Theo.


Mendengarnya kepala desa hanya bisa tertunduk dan yang lain terkejut apa yang ketua mereka rencanakan tetapi mereka hanya diam melihat situasi.


"Bagaimana jika begini selain hadiah yang ketua sediakan pemasukan didesa ini 30% akan menjadi milik Guild Genesis."


Kepala desa berpikir sejenak dan segera mengutarakan pendapatnya.


"Tetapi tuan petualang seperti yang anda lihat sendiri desa ini adalah desa mati bahkan tidak akan ada pemasukan yang besar untuk desa ini."


"Tidak masalah jika syaratku tidak memberatkanmu maka kau bisa menerimanya."


"Baiklah jika itu yang anda inginkan saya bersedia."


Dan setelah itu sebuah perkamen muncul dan ditulislah perjanjian seperti yang sudah mereka sepakati dan tidak lama sebuah pemberitahuan muncul didepan mereka.


[Pembaharuan Quest]


Misi : hancurkan Orc di Lanideen Forest


Kesulitan : C


Batas waktu : 3 hari


Syarat : -


Hadiah : 10 emas, 100 Fame, affinity dengan desa Lanideen meningkat, 30% pemasukan desa.


Terima/tolak


Mereka semua menerimanya dan ini adalah misi resmi guild mereka yang pertama.


Setelah menyetujuinya mereka semua berpamitan dan mencari informasi terkait keberadaan Orc dan tempat tinggalnya.


"Apa itu tadi kawan," tanya Boby yang berada didekatnya.


"Maksudnya?" Theo kebingungan apa maksud pertanyaan Boby.


"Maksud tuan Garahad adalah bagaimana mungkin ketua merubah kesepakatan dengan NPC tadi," potong Catrain.

__ADS_1


__ADS_2