Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Membagi Jarahan


__ADS_3

Theo menyentuh kotak dan ketika cahayanya hilang kotak tersebut terbuka.


Terlihat ada 7 item didalamnya, sebelum Theo mengambilnya dia menoleh ke belakang.


"Kalian yakin dengan keputusanku memberikan kalian 1 item, kukira hanya ada 5 item ternyata ada 7."


Mereka bertiga mengangguk bersamaan.


"Tanpa kau kami semua sudah benar-benar tamat," kata Rash dengan keyakinan dan mereka berdua setuju dengan perkataan Rash.


"Benar Theo tanpamu kami tidak akan berani memasuki ruang bos ini," tambah Ira.


Saat Freedom hendak berkata Theo menghentikannya.


"Cukup."


Theo mulai mengambil item pertama sebuah tombak bernama Blaze Spear menambah Atk +10 dan memberikan Fire damage.


Item ini cocok untuk Ira karena pengguna tombak dan dia tidak dapat menutupi kegembiraannya ketika Theo memberikan tombak itu padanya.


Item berikutnya sebuah Skill Core diambil dari dalam peti, Theo segera membaca deskripsinya


Skill Core


(Epic)


Jenis : consumption


Deskripsi : item yang didapatkan dari membunuh Lassart Serpent


Efek : memberikan Skill C Fire Blaze


Syarat : semua job, level 30


"Jackpot" seru Theo dengan gembira


"Maaf kawan-kawan item ini untukku aku sangat menginginkannya," kata Theo dengan menunjukan senyum lebarnya dan mereka bertiga juga tidak tertarik dengan item itu.


Sepertinya skill itu adalah semburan api milik Lassart Serpent dan skill itu tidak melihat job apapun semua bisa memakainya, mungkin nanti Theo akan mencobanya.


"Baiklah mari ambil item ketiga," kata Theo pada mereka yang masih penasaran ada apa saja.


Theo mengambil sebuah pedang dengan desain cukup keren dimana gagang berwarna merah memiliki hiasan ular merah mengelilinginya sampai kepalanya menggigit bilahnya.


Melihat itu Freedom meneteskan air liurnya dan berharap dapat memilikinya.


"T-Theo maksudku tuan apakah kau ingin menyimpannya," tanya Freedom sangat penasaran.


Theo sudah tahu gelagat Freedom, dari wajahnya terlihat sangat ingin memilikinya tapi Theo ingin sedikit menggodanya.


Theo melihat efek pedang ini sangat bagus menambah Attack 13, dan dapat memberikan Fire damage.


Theo mencoba menggunaknnya, saat diayunkan keluar api dari bilahnya yang membuatnya tampak menakjubkan.


Terlihat Freedom sangat ingin mendapatkannya tapi apa daya semua keputusan berada pada Theo.

__ADS_1


"Hmmm pedang ini cukup bagus akan sangat bagus jika goblinku menggunakannya," katanya dengan nada seperti sedang berpikir.


'Tentu saja dia pasti akan menyerahkan pada goblinnya, ternyata goblin pun lebih baik dari aku hik hik' batin Freedom sambil menangis dalam hati.


"Ambillah."


Theo melemparkan pedang itu pada Freedom.


"Hah...apa..."


Frredom bngung dan terkejut menangkap pedang itu yang tidak disangkanya.


"Kenapa..." tanya Freedom dengan kebingungan.


"Kau tidak mau?" Goda Theo.


"Bukan begitu tentu aku senang tapi goblinmu..."


"Kau juga salah satu kekuatanku," jawab Theo enteng.


Mendengar jawaban Theo, Freedom ingin menangis tetapi menangis bahagia.


Dia bahagia menerima pedang ini tetapi lebih bahagia mendengar kata-kata Theo.


Dia mengayunkan pedangnya dengan gembira dan mencoba menggunakan skillnya pada sebuah batu.


"Slash"


Batu tersebut tergores cukup dalam dan dari bekas goresan muncul api yang langsung membara.


"Hei...apa kau mau tukar dengan senjata kesayanganmu ini," kata Theo memberi tawaran dengan menunjukan Silver Scar di depan matanya tetapi kelihatannya Freedom sudah tidak tertarik dengan pedang yang dipegang Theo.


"Kau simpan saja meskipun ini lebih lemah tapi pedang ini sangat keren, pasti banyak gadis yang melirikku saat aku menggunakan pedang ini," ucap Freedom dengan bangga.


'Si bodoh ini menginginkan pedang itu karena ingin terlihat keren bukan terlihat kuat... huft aku menyesal memberikannya pedang itu,' desah Theo tapi dia hanya pasrah melihat kelakuan Freedom.


"Theo bagaimana jika kau mulai mengambil lagi item siapa tahu ada yang cocok untukku," ujar Rash dengan tidak sabar karena hanya dia sendiri yang belum mendapatkan item sementara Ira masih sibuk sendiri mengagumi tombak yang baru saja dia dapatkan.


Theo menuruti permintaan Rash dan mengambil kembali sebuah item dari peti, kali ini yang dia dapatkan adalah sebuah sarung tangan warna hitam dengan motif ular warna merah dan ditempat punggung tangannya terdapat batu kristal merah.


Theo membaca deskripsinya meskipun hanya menambah pertahanan sedikit tetapi memiliki efek dapat menetralkan serangan tipe api.


Lassart Glove


(Super Rare)


Syarat : -


Deskripsi : sarung tangan yang digunakan untuk menjinakkan Lassar Serpent


Efek : Def + 4, Int +3 ,Negate Fire Attack


Theo cukup menginginkannya tapi dia akan mengiklaskan pada Rash apabila dia menginginkannya.


"Rash apa kau mau menerima sarung tangan ini," tanya Theo sambil melambaikan sarung tangan dengan menunjukan deskripsinya.

__ADS_1


Rash kelihatan berpikir sebentar apakah barang itu cukup berguna baginya atau tidak.


Jika hanya serangan, dia dapat menghindar dengan cepat kecuali serangan tipe aura darahnya tidak akan bertahan karena vitalitasnya yang kecil.


Rash memutuskan untuk tidak mengambilnya karena terlihat Theo juga menginginkannya.


"Kau simpan saja Theo mungkin ada item yang lain cocok buatku."


Mendengarnya Theo cukup senang dan segera menyimpannya.


"Jangan menarik perkataanmu lagi, mari kita ambil item berikutnya," katanya sumringah.


Sebuah item diambil dari peti terlihat dari bentuknya sebuah pisau dengan gagang berwarna merah.


"Itu...itu berikan padaku aku mau itu," sergah Rash.


Sebelum Theo memberikannya dia melihat deskripsinya dan sepertinya pisau ini cukup bagus, karena selain memiliki efek api juga memiliki efek telekinetik, dimana pisau tersebut dapat digerakkan dengan mengkonsumsi sejumlah mana.


Theo menyerahkan pisau itu meskipun dia juga menginginkannya, janji tetaplah janji dengan berat hati Theo memberikan pisau itu karena tidak tega merusak ekspresi Rash yang begitu bahagia mendapatkan pisau ini.


"Hei Rash jika kau bosan dengan Item itu juallah padaku," kata Theo meskipun Rash tidak akan menjualnya.


Setidaknya masih ada dua item yang bisa Theo dapatkan, dia tidak mau menjadi lebih serakah karena sudah mendapatkan 4 item sementara yang lain hanya satu item.


Theo mengambil lagi satu item, terlihat sebuah Armor besi berwarna merah seperti terbuat dari sisik ular segera Theo membaca deskripsinya.


Lassart Armor


(Super Rare)


Syarat : level 30, Warrior atau knight


Deskripsi : pakaian besi yang terbuat dari kulit Lassart Serpent


Efek : Def + 8, Vit + 4, Fire Resistance, Burning Aura


Setelah melihat Armor itu, Theo tidak terlalu kecewa memberikan pisau pada Rash karena Armor ini sangat cocok dipakai Gort membuatnya semakin tebal apalagi memiliki efek meskipun Theo belum tahu efek seperti apa.


"Oke kita ambil yang terakhir," kata Theo bersemangat dan mereka juga tertarik item apa yang terakhir muncul.


Theo mengambilnya tetapi yang didapatnya adalah sebuah perkamen.


Theo kebingungan dan tidak tahu item apa ini serta kegunaannya, mereka pun sama saja tidak tahu.


Karena tidak ada petunjuk Theo membka deskripsinya


Scrolls ???


(???)


Deskripsi : ????


Theo terkejut dengan deskripsinya karena hanya berisi tanda tanya tanpa ada petunjuk sama sekali.


Theo mencoba menarik gulungan itu untuk membaca isinya tetapi malah membuat dia semakin kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2