Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Pusaka kerajaan


__ADS_3

Theo tidak percaya dengan apa yang didengarnya, bagaimana mungkin dia bisa mempunyai kapasitas sebesar itu sedangkan dirinya tidak sampai tiga puluhan.


"Kalau kamu berapa Theo," tanya balik Anakin.


Karena Anakin sudah jujur maka Theo juga akan menjawabnya.


"Ha-hampir tiga puluh," kata Theo malu.


"Kenapa sedikit sekali," kata Anakin heran.


Mendengar kata kata Anakin membuat harga diri Theo seolah diinjak injak mungkin Anakin sudah memiliki level tinggi.


"Mau bagaimana lagi levelku saat ini masih 30."


"Theo aku juga level 30."


"Hah!"


Mendengar Anakin rambut Theo seolah melompat dari kepalanya.


"Ba-bagaimana mungkin," Theo masih tidak percaya dengan yang didengarnya.


"Itu mudah saja tinggal kau distribusikan poinmu pada Int dan sedikit Vit selanjutnya membeli item yang meningkatkan kapasitas tapi harus kuakui item ini sangat mahal."


Theo mulai mengerti bagaimana Anakin bisa setinggi itu kapasitasnya.


"Tapi jika begitu kau tidak akan memiliki kekuatan untuk bertarung," bantah Theo.


"Ya ampun Theo kenapa Summoner harus bertarung biarkan monster kita yang bertarung."


Memang Anakin sudah benar dalam pembentukan Buildnya seperti Summoner pada umumnya, Theo saja yang membentuk Buildnya dengan aneh, daripada berdebat Theo segera menunjukan skillnya ketika melihat seekor serigala didepannya.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan pedangnya dan menebas serigala dengan cepat dan berusaha membanggakan kehebatannya membuat Anakin terperanjat.


"Bagaimana kemampuanku," kata Theo dengan bangga tetapi respon Anakin berbeda tidak seperti yang diharapkannya.


"Ya ampun Theo apa yang kau lakukan kenapa kau memegang pedang dan bertarung sendiri kau kan Summoner konyol sekali."


"Hah, apa katamu dengan ini aku dapat bertarung satu lawan satu dengan dengan player lain."


"Jika kau memiliki Summon kuat kau tidak perlu bertarung sendiri kan."


"Assasin akan dengan mudah membunuhmu kalau kau lemah."


"Cukup dengan buff perlindungan kan, lihatlah ini."


Anakin memperlihatkan kalung jimat yang dipakainya dimana deskripsinya selama monster belum mati tidak akan dapat membunuh pemiliknya.


"Tapi buff itu hanya bertahan lima menit berikutnya kau akan jadi daging cincang."


"Theo apa mereka berpikir dapat bertahan lima menit melawan monster Summonku."

__ADS_1


Kali ini Theo berpikir apa dia dapat bertahan lima menit dan mengalahkan Drakenya.


"Tapi tetap saja aku tidak sekaya kamu yang bisa membeli item mahal untuk meningkatkan kapasitas."


Sepertinya mereka sama-sama saling memahami meskipun berbeda pemikiran kemungkinan jika keadaan mereka tertukar mereka akan melakukan kebalikannya.


"Oh iya Theo apa monster summonmu?"


"Goblin," kata Theo singkat.


"Lalu yang lain."


"Tidak ada hanya goblin dan Silph untuk penyembuh."


Mendengarnya Anakin tertawa terbahak-bahak hingga sakit perutnya.


"Theo kau gila sebanyak apapun goblin tidak akan bisa mengalahkan Drakeku mereka akan disapu bersih dengan semburan apinya."


"Hmm... belum tentu."


"Apa...bagaimana kalau kita buktikan."


"Baik di turnamen nanti jangan sampai kalah."


"Seharusnya aku yang berkata begitu."


"Baik janji."


"Theo aku pergi dulu, berapa ID mu."


Anakin menambah Theo sebagai daftar temannya dan segera pergi setelah berpamitan karena ada urusan lain.


Theo segera menuju istana Romant untuk menyerahkan tanda bukti, kali ini penjaga langsung mengantarkan kepada ketua panitia.


"Selamat datang petualang apa kau sudah menyelesaikan misinya."


Tanpa banyak bicara Theo menyerahkan pedang milik Einji kepada ketua panitia dan panitia mengkonfirmasi pedang itu.


"Selamat petualang telah menyelesaikan misi, sekarang anda telah resmi menjadi peserta pertandingan dan terima hadiahnya."


Sebuah pemberitahuan muncul.


[Berhasil menyelesaikan misi perampok Einji Str +2, fame + 100, mendapatkan 5 emas]


Untuk pusaka saya akan mengantarkan anda silahkan ikuti saya petualang.


Theo mengikuti panitia dengan tubuh pendek dari perawakannya adalah ras Dwarf yang diketahui Theo bernama Zulamm.


Theo tiba di sebuah pintu kayu raksasa sepertinya dikunci, Zulamm mengeluarkan sesuatu dari sakunya sepertinya kunci untuk membuka pintu besar ini.


Ketika pintu sudah dibuka, Zulamm mempersilahkan Theo untuk masuk.


Theo cukup terpesona dengan isi dari ruangan tersebut, meskipun hanya pusaka dari lantai pertama tetapi item yang disajikan sangat luar biasa, bagaimana dengan item di lantai berikutnya pikir Theo.

__ADS_1


"Silahkan memilih salah satu dari pusaka kerajaan ini tuan."


Theo mulai bersemangat untuk mencari item yang diinginkannya, dia memperhatikan item satu persatu mulai pedang, panah, tombak serta aksesoris semuanya memiliki efek item dimana item ini lebih beharga dari yang beredar di pasaran.


Theo memperhatikan pedang sesuai namanya Nathan Sword dengan deskripsinya salah satu pedang yang digunakan kesatria Nathan memiliki efek Bleeding seperti Silver Scar, statnya masih lebih baik Silver Scar.


Theo melihat item yang lain Wort Hammer, Haill Bow, lalu ada aksesoris peningkat kecepatan, penambah serangan, setelah mencari pandangan Theo jatuh pada sebuah gelang.


"Ini dia" kata Theo dengan suka cita setelah melihat deskripsinya.


Hertan (gelang)


(Rare)


Syarat : Summoner


Deskripsi : gelang kebijaksanaan dari pemanggil kerajaan Romant


Efek : menambah kapasitas +5


Skill : -


Theo bisa memakai gelang ini ditangan lainnya karena satunya menggunakan Tracker Bracer.


Item ini benar benar yang dibutuhkan Theo untuk menambah kekuatan tempurnya meskipun tidak sehebat item milik Anakin yang menambah 30 kapasitas.


"Tuan aku memilih item ini," kata Theo sambil menunjuk Hertan.


"Wah kebetulan sekali kemarin ada yang mengambil Item seperti engkau petualang."


'Pasti si Anakin,' batin Theo.


Si anakin hanya akan mengambil item yang dapat menambah Int dan Vit tetapi yang paling utama item yang menambah Kapasitas.


"Silahkan ambil Item itu petualang dan semua hadiah sudah diberikan." kata Zulamm menjelaskan.


Setelah Theo mengambil dan mengenakannya mereka segera keluar dari ruangan pusaka kerajaan.


"Terima kasih petualang silahkan bersiap untuk pertarungan lima hari lagi dan semoga beruntung."


Setelah berpamitan Theo keluar dari istana dan menuju Oloff Grassland untuk meningkatkan kemampuannya.


Sebelum mulai berlatih Theo berpikir apa yang perlu ditingkatkan, untuk kecepatan dia memiliki Gotcha dan Ghost serta goblin dengan skill Agile Feet, untuk kekuatan dia punya Gald dengan skill Strenghtening, pertahanan sudah cukup kokoh dengan Gort, serangan Area menggunakan Fire Blaze serangan jarak jauh cukup berkurang dengan hilangnya Gowan, bagaimana dengan serangan penghabisan apakah cukup dengan Bullet Spear dan Skill Fusion.


Theo harus memikirkan serangan yang dapat menembus pertahanan monster milik Anakin.


Benar kata Anakin monsternya akan tersapu bersih dengan semburan api milik Drakenya.


Theo berpikir lagi untuk semburannya mungkin bisa mengatasinya tapi bagaimana dengan pertahanannya apa seranganya cukup kuat untuk menembusnya.


"Baiklah aku akan berusaha sampai turnamen dibuka."


Theo memutuskan sampai saat turnamen Theo akan mempelajari skill yang diperlukan dan meningkatkan levelnya.

__ADS_1


__ADS_2