Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Berlatih Tongkat?


__ADS_3

Theo kebingungan dengan apa yang akan dilakukannya.


'Kenapa mempelajari satu skill ini begitu sulit apa aku menyerah saja' pikir Theo sedikit putus asa.


Begitu berpikir menyerah Theo terbayang wajah ayahnya yang memuakan dan wajah ibunya yang penuh kasih sayang.


"Tidak tidak tidak jika hanya segini tidak cukup untuk membuatku menyerah," katanya menyemangati diri sendiri.


Kali ini Theo berlatih menggunakan summonnya.


"Gotcha bergeraklah dengan cepat dan akan kulempar tombak ini, jika akan mengenaimu tangkislah," perintah Theo.


"Kiikkk"


Sepertinya Gotcha paham dengan maksud Theo dan Theo mulai melempar tombak dengan menjadikan Gotcha sebagai sasaran.


Gotcha bergerak ke kanan dan kiri maju dan mundur dengan sangat cepat sehingga tidak ada tombak Theo yang bahkan mendekatinya.


"Goblin sial mati kau!" Umpatnya.


"Kiikkk"


Gotcha seolah berkata kan master yang menyuruhku.


Berjam-jam Theo berlatih melempar, bahkan tidak sekalipun mengenai Gotcha hingga membuatnya putus asa.


Saat pikirannya kosong Theo melempar tanpa ada pikiran untuk mengenainya dan alangkah kagetnya saat dia mendengar benturan tombak beradu dengan pedang milik Gotcha.


Kali ini Theo mencoba konsentrasi merasakan gerakan angin sudah seperti ahli beladiri tanpa ada emosi dan melemparnya.


"Tangg"


Gotcha menangkisnya lagi.


"Yeaaahhh bukan kebetulan."


Theo memekik kegirangan melihat keberhasilannya.


Theo kembali berlatih sampai bisa membidik dengan cepat dan Gotcha berkali kali menangkis lemparan tombak Theo.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat didunia luar waktu menunjukan sudah malam Theo memutuskan melanjutkan latihannya besok lagi.


Theo buru-buru kembali ke Romant town untuk log out dan segera pulang.


**************


Keesokan harinya saat diatap Arya mengobrol dengan Boby terkait permasalahan yang dialaminya dalam Game New World.


"Kenapa aneh sekali untuk membidik saja harus seperti itu tapi tunggu, yang aneh kamu seorang Summoner membidik dengan tombak " kata Boby tergelak.


"Aku tidak butuh ejekanmu aku butuh solusi bagaimana bisa berlatih tombak," kata Arya jengkel.


"Bagaimana jika berlatih tongkat bukankah tidak jauh beda."


Ada suara wanita yang menyahut dari samping, mereka berdua menoleh dan terlihat wajah yang tidak asing.


"Hei Varia," sapa Boby.


"Hai Bob."


"Bagaimana Ar apakah kamu mau berlatih," tanya Varia lembut.


Arya berpikir sejenak dan demi perkembangannya Arya menyetujuinya.


"Baiklah dimana tempatnya."


Varia mengirimkan tempatnya ke HP Arya dan setelah melihatnya tempat itu tidak jauh dari tempat Arya berlatih kendo dulu.

__ADS_1


Arya berencana sepulang sekolah menuju kesana jaraknya sekitar 30 menit dari sekolah.


"Apa mau kutemani?" Tanya Varia menawarkan.


"Bilang saja ingin berkencan," goda Boby.


"Diam kau"


"Diam kau"


Jawab mereka berdua bersamaan.


"Kalian memang pasangan serasi,"


ujar Boby dengan terkikik yang membuat wajah mereka berdua memerah.


"Tapi tunggu dulu disana ada....lupakan"


Varia tidak jadi meneruskan kata katanya.


Bel berbunyi tanda istirahat telah selesai.


"Baiklah aku pergi dulu Terima kasih atas infonya Var nanti aku akan kesana," kata Arya mendahului pergi.


"Arya jika kesana kau hanya berlatih tongkat kan," tanya Varia memastikan.


Arya bingung dengan pertanyaan Varia.


"tentu saja memang apa lagi."


"Baiklah kalau begitu semoga sukses latihannya," kata Varia Ceria.


"Ya tentu aku balik dulu."


Boby penasaran dengan kata kata Varia yang terputus.


"Cewek cantik," jawab Varia singkat dan dingin.


"Whoaa ada yang cemburu nih," ejek Boby dengan tertawa.


"Diam!" Kata Varia Galak dengan menendang betis Boby.


Varia pergi dengan meninggalkan Boby yang melompat-lompat kesakitan.


"Cewek gila!" Teriak Boby dengan menangis.


************


Sepulang sekolah Arya menuju Tempat yang ditunjukan Varia.


Arya melihat tulisan besar didepannya.


"Dojo Guanyu."


'Seperti nama pahlawan tiga kerajaan,' pikir Arya


Saat masuk tidak ada seorangpun yang menyambut Arya dan didepannya banyak orang menggunakan pakaian kungfu cina sedang memainkan tongkatnya ada yang berlatih menusuk, memukul atau hanya memutar mutar tongkatnya menurut anggapan Arya.


Ada seseorang yang menyadari Arya dan mendatanginya.


Seorang pria keturunan tiong hoa sekitar 30an menyapa Arya.


"Hei ada yang bisa kubantu," sambutnya dengan ramah.


"Aku ingin berlatih tongkat."


"Baik silahkan ke bagian administrasi nanti temui aku lagi," kata pria itu ramah.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan semua administrasi untungnya ada uang dari hasil New World, setelah berganti baju Arya mendatangi pria tadi.


"Baik panggil saja aku chen pertama akan kutunjukan cara memegang tongkat yang benar dan untuk dasarnya silahkan latihan menusuk dengan samsak itu sebagai targetnya."


Dan begitulah Arya mulai berlatih menusuk tanpa melakukan gerakan lain.


Setelah sejam melakukan gerakan yang sama Arya merasa lelah, sambil menghilangkan lelah Arya melihat sekitar dan tampaknya mereka semua cukup hebat.


Saat melihat sekitar Arya terpaku pada seorang gadis dan dari pandangan Arya dia cukup cantik tapi bukan itu yang dilihat Arya melainkan kemampuannya bermain tongkat sangat mahir sekali.


Dari gerakan memutar tongkat mengelilingi badannya sampai menusuk, memukul terlihat sangat luwes sekali dan itulah target Arya agar dapat mempelajari seperti itu.


Setelah lelahnya hilang Arya kembali latihan menusuk.


Arya tidak memperhatikan sekitarnya yang sudah pulang dan Arya tetap latihan menusuk.


"Hei sampai kapan kamu akan terus menusuk samsak itu, kasihan lho samsaknya," kata suara wanita yang tiba tiba disamping kirinya.


Arya menoleh dan terlihat gadis cantik berkulit putih dengan rambut sebahu terlihat dari wajahnya keturunan cina tersenyum riang.


"Sampai aku bisa menguasai seni tongkat," jawab Arya yang kembali melakukan tusukan.


"Aku baru lihat ada orang yang berlatih menusuk selama berjam-jam bahkan tanpa protes."


"Mau bagaimana lagi aku tidak paham ilmu tongkat dan pria bernama Chen tadi hanya mengajariku teknik menusuk ini."


Wanita ini terkikik mendengar jawaban Arya.


"Paman Chen sepertinya mengerjaimu, aku waktu pertama juga begitu tapi setelah setengah jam aku protes karena membosankan."


Arya tidak menjawab dan hanya mendengarkan sambil terus menusukan tongkatnya.


"Mau kuajari bermain tongkat."


Mendengar itu Arya berhenti menusukan tongkatnya.


"Boleh."


"Oh iya perkenalkan aku Tia."


"Arya."


"Cukup perkenalannya akan kuajarkan sesuai yang aku tahu."


Dan merekapun berlatih berdua, Tia meskipun tubuhnya mungil dengan tinggi sebahu Arya, tapi gerakannya bermain tongkat membuat Arya Takjub.


Setelah berlatih bersama cukup lama akhirnya Arya mengerti apa saja yang harus dilakukannya untuk berlatih tongkat.


Sekitar sejam mereka berlatih dan duduk di dekat dinding sambil menyeka keringat.


"Arya apa alasanmu berlatih tongkat?" Tanya Tia penasaran.


"Ehmm...sebenarnya karena bermain game sih."


"Game?"


"Jadi aku memainkan sebuah game namanya New World...."


"Kau main New World juga!"


"Juga?"


"Iya aku bermain game pakai job lancer, sebenarnya aku berlatih tongkat karena orang tua, katanya agar dapat melindungi diri tapi ternyata menyenangkan dan ketika bermain New World lebih menyenangkan lagi karena bisa membunuh monster seru deh," kata Tia menjelaskan dengan sumringah.


...**silahkan like dan comment...


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...

__ADS_1


...Negatife comment will be forgiven**...


__ADS_2