Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Fruit of Capacity


__ADS_3

Tombak yang diambil Theo adalah senjata milik Urcelos dan sebuah artefak.


Di dalam party tidak ada yang dapat menggunakan tombak dan semua sudah mendapat item, mereka akan menerima jika Theo memang menginginkannya.


"Theo lebih baik kau simpan tombak itu," kata Lynna dan yang lain mengiyakan.


Sebelum bicara Theo melihat mereka satu persatu.


"Kalian yakin? Ini adalah sebuah artefak lho dan akan terjual dengan mahal."


Mereka semua bahkan tidak memikirkannya.


"Theo kaulah yang pantas mendapatkannya, bagi kami itu hanya akan dijual menjadi koin emas tetapi bagimu bisa menjadi kekuatan," kata Lynna menjelaskan.


"Baiklah aku berterima kasih atas kemurahan kalian aku akan mengambil tombak ini."


"Justru sebaliknya kami yang berhutang padamu karena menyelesaikan quest ini."


Setelah membagikan semua item mereka memutuskan kembali ke desa Beorn agar bisa log out.


Sepanjang perjalanan mereka asik mengobrol tanpa mempedulikan ada monster menyerang yang langsung diatasi oleh summon milik Theo.


"Theo apakah jobmu adalah hidden job?" Tanya Echo penasaran dan yang lain juga berfokus mendengarkan.


"Tidak...job ku hanya job biasa seorang summoner."


"Tapi aku melihat anda menggunakan pedang dan bertarung seperti seorang Swordsman," tanya Gain dan yang lain membenarkan.


"Oh Gain aku geli mendengar bicaramu," kata Theo tertawa dan yang lain juga ikut tertawa.


"Tidak mungkin aku bicara tidak sopan dengan idolaku," kata Gain membenarkan.


Theo menyerah melihat sikap Gain dan berusaha menjelaskan daripada dengan kata-kata lebih baik dengan tindakan.


"Spell Scave"


Theo mengarahkan tangan kanannya ke arah pohon.


"Fireball"


Bola api meluncur dan membakar pohon yang menjadi targetnya.


Party Lynna melihat dengan mulut mengangah.


"Kalian lihat aku juga bisa mengeluarkan Fireball kan."


Mereka semua mengangguk.


"Sebenarnya itu hanya skill bawaan summoner yaitu Spell Scave, skill yang mengcopy skill dari mahkluk summonnya."


"Aku mengerti jika itu tapi bagaimana dengan skill bertarung Swordsman aku melihat kau menggunakan skill combo Swordsman tidak mungkin dengan Spell Scave." Tanya Lina


"Sama saja itu juga Spell Scave tapi combo yang lainnya itu skill milikku."


Mendengar penjelasan Theo mereka semakin bingung bagaimana mungkin seorang summoner mendapatkan skill Swordsman.


"Berarti kau sangat beruntung Theo bisa mendapatkan goblin yang bisa menggunakan Fireball dan skill lainnya bahkan Hobgoblinmu juga menggunakan skill milik Knight," kata Echo dengan menyimpulkan.


"Ehmm..bagaimana ya bila dibilang keberuntungan tidak juga karena skill mereka aku yang memberikannya kepada mereka."


"Hah!"


Mereka semua menoleh kepada Theo meragukan pendengaran mereka sendiri.


"K-kau memberikannya," tanya Lynna dengan kebingungan.


Tanpa banyak bicara Theo menunjukan skill rahasianya yaitu Einherjar Gift.

__ADS_1


Setelah melihat itu mereka mulai mencerna perkataan Theo yang tadinya tidak mungkin menjadi masuk akal.


"Mungkin aku akan mengganti jobku menjadi Summoner saja dan membentuk karakter seperti tuan Theo," kata Gain serius.


Gain yang tadinya selalu menghina job summoner sekarang sangat menghargainya.


"Coba pikirkan lagi kau melihat bagaimana Theo bertarung, bagaimana dia mengendalikan medan perang apa kau mampu."


Lynna memperingatkan Gain sebelum mengambil keputusan.


"Lagipula syarat mendapatkan Enheirjar Gift adalah bertarung secara solo quest raja Gornage apa kau mampu," tambah Echo.


"Iya Gain kau lihat sudah berapa banyak summoner yang hanya menjadi job tidak berguna mungkin selama ini hanya Theo saja yang sukses memainkan jobnya," kata Raissa khawatir dengan Gain akan benar benar merubah jobnya.


Mendengar semua itu keringat dingin bercucuran dari kepala Gain.


"Ahaha... tidak mungkin aku berganti job aku hanya bercanda serius siapa yang cukup gila bertarung dengan raja Gornage seorang diri dengan job summoner."


Mereka semua menunjuk Theo dan Gain jadi semakin salah tingkah.


"Te-tentu saja selain tuan Theo maksudku."


Theo baru ingat sesuatu karena membicarakan raja Gornage.


"Aku baru ingat quest raja Gornage sudah tidak ada ketika aku menyelesaikannya dan sekarang dia menjadi summonku."


Theo menunjuk goblin kekar dengan membawa Gornage Axe.


"Ya karena aku mendapatkan World quest haha," kata Theo polos.


Mendengar kata kata Theo mereka semua membeku.


'Ya ampun aku berurusan dengan siapa.'


'Disekolah dia hanya pria tampan biasa disini sudah seperti pro player.'


'Sial...kenapa aku tidak sopan kepadanya bodohnya aku.'


"Theo tolong tambahkan aku ke dalam kontakmu dong," pinta Raissa.


"Aku juga Theo," kata Echo.


Gain berdiri di depan Theo dan membungkukkan badan.


"Tolong masukan saya ke dalam kontak anda," kata Gain dengan sopan.


Theo semakin pusing melihat kelakuan Gain meskipun lucu.


Setelah sampai di desa Beorn mereka memutuskan untuk segera log out, Theo sebenarnya penasaran ingin mencoba item yang baru didapatkan tetapi sudah lelah sehingga memutuskan log out juga.


"Dah Theo," kata Raissa dengan centil.


"Sampai jumpa."


"Sampai ketemu lagi tuan Theo."


"Sampai ketemu disekolah besok."


Saat hendak log out Theo dihentikan oleh seseorang.


"Tuan Theo tunggu sebentar!"


Dan ternyata orang itu adalah Gain.


Gain berlari mengejar Theo dengan nafas terengah- engah


"Tuan Theo maaf menganggumu lagi ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu hosh...hosh..."

__ADS_1


"Ada apa Gain?"


"Maafkan atas sikap saya pada anda sebelumnya dan sebagai permintaan maaf terimalah ini."


Gain memberikan sebuah buah berbentuk bulat dengan warna hijau seukuran kepalan tangan, Theo penasaran buah apa ini karena belum pernah melihatnya.


Fruit of Capacity


Rank : epic


Jenis : consumption


Deskripsi : buah pemberian dewa kepada sang pemanggil


Efek : meniadakan kapasitas monster Rank D ke bawah secara permanen


Cooldown : -


Begitu melihat deskripsinya Theo melejit tak percaya dengan apa yang diberikan Gain.


"Gain....ini gila"


"Y-ya tuan"


"Ini sungguh luar biasa terima kasih Gain hadiah ini lebih berharga daripada tombak Urcelos yang aku dapatkan hari ini," kata Theo dengan mengguncang bahu Gain.


Gain tidak menyangka ekspresi Theo seperti itu dengan hadiah pemberiannya dan Gain juga senang sekali melihat idolanya bahagia.


"Aku merasa terhormat jika anda menyukainya."


"Tentu saja Gain hadiah ini luar biasa," kata Theo masih bersemangat.


Gain mendapat buah ini ketika memasuki gua penuh monster tengkorak dan yang didapatkan hanya buah tidak berguna menurutnya.


Melihat Theo Gain merasa usahanya tidak sia sia.


"Gain aku tidak bisa menerima ini dengan Gratis aku akan memberimu 5 emas bagaimana."


Tawaran yang sangat menarik bagi Gain tetapi dia tulus ingin menghadiahkan pada Theo.


"Tidak usah...begini saja bagaimana jika anda membantuku dalam quest..."


"Baik Gain kapanpun butuh bantuanku hubungi aku."


"Be-benarkah tuan"


Gain benar benar senang mempunyai sekutu yang kuat.


"Baiklah tuan kalau begitu sampai jumpa lagi."


Gain pun berpamitan dan keluar dari game.


Theo tidak menyangka laki laki yang dari awal terus memusuhinya ternyata adalah pria baik.


Arya segera logout dan ketika keluar Boby sudah menyambutnya.


"Aku rasa kencanmu sukses dilihat dari ramainya di world chat."


"Ya... lumayan lah cukup susah juga questnya."


"Mustahil....mulai belajar melucu kau."


"Ya begitulah aku pulang dulu bye."


Dan Theo menghilang dengan cepat meninggalkan Boby.


**silahkan like dan comment

__ADS_1


Comment kalian sangat membantu author bersemangat


Negatife comment will be forgiven**


__ADS_2