Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Quest terbengkalai


__ADS_3

Theo mencari tempat tinggal kepala desa dan terlihat sebuah rumah kayu tidak jauh berbeda dengan rumah lain hanya sedikit lebih bagus.


Saat Theo mendekat terlihat orang tua dengan badan bungkuk, meskipun banyak keriput diwajahnya tetapi masih terlihat garang.


Theo segera menyapa orang tua tersebut dengan sopan.


"Permisi pak, apakah bapak tahu seorang pria bernama Osmur."


Theo menunjukan kertas questnya dari inventorynya.


Quest : bebaskan desa Falldrift dari kekejaman para Goblin


Pemberi Quest : Osmur


Hadiah : 5 emas


"Oh jadi kau petualang yang telah mengambil quest itu, aku lah yang membuat quest itu dan aku sudah dihubungi oleh pihak Guild bahwa ada yang mengambilnya, jadi apa maumu anak muda."


Sambutan yang diterima Theo sama sekali tidak ada sikap ramah dari pembuat quest tetapi Theo sudah menyadari karena banyak yang mengambil quest ini dengan hasil nihil dan malah menganggap itu hanya keusilan pembuat quest sehingga membuatnya kecewa dengan perlakuan para petualang.


Pria tua itu memperhatikan Theo kenapa dia hanya sendiri padahal quest itu jelas untuk memberantas sejumlah besar goblin.


'Mungkin dia mengambil quest ini karena iseng,' pikir pria tua itu.


"Kalian semua sama saja," kata pria tua itu ketus.


"Maaf?"


"Sudahlah, masuklah kerumahku setidaknya aku akan berlaku sopan kepadamu dengan menyuguhkan segelas minuman."


Pria tua itu berbalik tanpa menunggu Theo meskipun Theo tetap saja mengikutinya dan membiarkannya masuk kedalam rumah.


Setelah menyajikan segelas teh mereka duduk dan ada keheningan sekejab.


"Baiklah anak muda adakah yang ingin kau tanyakan, jika kau keberatan dengan hadiahnya lebih baik kau batalkan misinya karena aku tidak dapat memberikan hadiah lebih dari itu," kata Osmur dengan malas.


Osmur sudah tidak peduli dengan orang yang mau mengambil quest itu karena sudah banyak yang mencobanya dan berpikir dia hanya orang tua gila yang berhalusinasi.


"Bukan itu yang ingin saya tanyakan tetapi mohon jelaskan dimana awal kemunculan goblin biasanya."


"Oh!"


Osmur cukup terkejut dengan petualang didepannya karena hal pertama yang ditanyakan adalah keberadaan goblin tidak seperti petualang lainnya yang mengeluh dengan hadiahnya atau sekedar melihat situasi.


"Ka-kau berbeda dengan petualang lainnya maupun prajurit kerajaan brengsek itu, mereka menganggapku orang tua gila," ucapnya dengan sedikit menangis.


"Saya mempercayai anda karena saya menemukan jejak kaki kecil disemak-semak seukuran anak kecil dan banyak warga desa yang menyaksikan jadi bisakah saya mendapatkan perhatian anda," kata Theo dengan lembut dan Osmur menghentikan tangisannya yang mulai tersedak-sedak.


"Baik pe...maksudku tuan petualang silahkan tanyakan apapun padaku," katanya mulai bersemangat.


"Saya ingin tanya darimana biasanya goblin muncul."


"Hmm...untuk munculnya aku kurang tahu tetapi mereka terlihat dari sebelah timur tempat tanah lapang."


"Bagaimana dengan jumlahnya dan apakah anda yakin hanya goblin dan tidak ada makhluk lain."


"Dari jumlah mereka tidak banyak hanya puluhan dan setahuku tidak ada mahluk lain hanya mahluk hijau menjengkelkan itu, mereka sering datang dan merampok serta menculik anak dan perempuan tidak berdaya," kata Osmur dengan geram.


Mendengar penjelasan Osmur Theo sedikit kecewa karena sepertinya mereka bukan dari golongan goblin dalam misi Theo, melihat wajah Theo menjadi kusut Osmur langsung bertanya.

__ADS_1


"Ada apa tuan petualang apakah kau juga akan meninggalkan quest ini?"


Melihat ekspresi kecewa Osmur, Theo segera menjawab.


"Tidak tuan anda salah paham, hanya saja sepertinya mereka bukan goblin yang saya cari tetapi jangan khawatir saya pastikan akan menyelesaikan misi ini," ucap Theo dengan tegas.


Mendengar jawaban Theo Osmur menjadi lega.


"Baiklah tuan saya pergi dulu untuk menyelidiki quest ini."


Theo segera meninggalkan rumah Osmur dan menuju tanah lapang tempat goblin pertama keluar sesuai petunjuk Osmur.


Theo memperhatikan tanah lapang itu memang ada sedikit jejak goblin dibalik semak-semak jika orang tidak teliti maka akan melewatkan petunjuk kecil ini.


Yang jadi masalah adalah kenapa para goblin ini hanya menyerang saat tidak ada petualang atau prajurit, kemungkinan kejadian seperti ini sesuai dugaannya.


Theo berjalan santai di tengah tanah lapang berputar-putar tidak jelas, dan benar saja dia merasakan ada seseorang atau sesuatu yang mengawasinya.


Theo mengangkat tangannya seakan-akan sebuah kode dan dalam hitungan detik orang yang mengawasinya segera ditangkap dari belakang oleh Ghost yang sedari tadi mengawasi dengan menggunakan skill Shadow Walk.


"Jangan bunuh dia dan bawah kesini," perintah Theo.


Ghost membawa sosok yang mengawasi dengan mengikat kedua tangannya di belakang badan.


Sosok yang dibawah Ghost sangat mirip dengannya monster hijau seukuran anak kecil.


"Goblin."


Theo memandangi si goblin yang meronta-ronta dan mengeluarkan pedangnya dalam posisi terhunus.


"Sebentar lagi mereka semua akan keluar."


Beberapa goblin muncul hendak menyerang Theo dengan berbagai senjata tajam kusam.


Melihat teman-temannya terbunuh si goblin berhenti meronta dan sudah pasrah dengan kematiannya.


Theo sudah menduga dialah pemimpinnya karena dari awal Theo memerintahkan Ghost untuk menangkap goblin yang paling sigap dalam mengawasi.


Para goblin tidak tahu jika Theo memiliki title Goblin Expert dapat melihat status goblin dan posisi mereka meskipun mereka bersembunyi, Theo ingin membuktikan dugaannya.


"Capture"


Theo mengulurkan tangan kanannya dan menyerap goblin seperti asap hanya dalam sekali percobaan dia berhasil menangkap si goblin.


[Anda berhasil menangkap goblin]


[Anda telah menyelesaikan quest dari Osmur]


Tidak menyangka quest yang telah membuat desa ini terpuruk bertahun-tahun dapat diselesaikannya dalam hitungan jam.


Theo segera mengecek status goblin untuk membuktikan kebenarannya.


Goblin (Level 46)


Klasifikasi : Human Beast


Rank : F


Str : 11

__ADS_1


Agi : 6


Int : 9


Vit : 7


Hp : 70


Mp : 45


Evolusi : -


Skill : Scout


Cost Summon : 1 MP


Capacity : 5


Potency : 0%


"Aha!"


Theo berseru setelah membaca status si goblin, dan segera mengecek skillnya.


Scout


rank : E


Deskripsi : tidak ada yang dapat kau sembunyikan


Efek : membaca status target


Cost mana : -


Cooldown : -


"Pantas saja mereka menyerang hanya ketika desa tidak dalam penjagaan karena dia bisa mengetahui status targetnya, jika target kuat dia akan bersembunyi, jika menurutnya lemah kawanan mereka akan menyerang."


Theo bingung goblin ini memiliki skill yang sangat berguna untuk memata-matai atau untuk analisa pertarungan tetapi statnya benar-benar sampah percuma merawatnya.


"Bodohnya aku bukankah aku punya skill itu," Serunya.


Theo memiliki skill praktis yang bisa dia gunakan yaitu Talent Trade, skill untuk menukar skill miliknya dengan skill makhluk panggilannya.


Theo mengecek statusnya mencari skill yang dianggapnya tidak berguna.


"Ketemu!"


Triple Attack


Rank : E


Deskripsi : serangan dasar milik Boxer pengembangan dari skill Jab


Efek : Atk 3 x 125%


Cost mana : 8


Cooldown : 2 menit 35 detik

__ADS_1


Theo menemukan skill Triple Attack yang jarang bahkan tidak pernah dipakainya, skill pengembangan dari skill Jab yang didapatnya saat mengembangkan Guts, monster summon yang dia lepaskan.


Theo juga penasaran bagaimana efek penggunaan skillnya.


__ADS_2