
The masih melongo melihat Guts tersungkur tak bergerak dengan wajah berdarah menetes diwajahnya.
'Gila hanya satu pukulan bisa membuat summonku sekarat.'
"Lihatkan sudah kubilang."
Jagar hanya menggeleng-gelengkan kepala.
'Summoner aneh lagipula kenapa summonnya hanya goblin memang level berapa dia padahal banyak monster lebih kuat,' batin Jagar.
"Baiklah sekarang giliranku tunggulah dibelakang."
Saat Jagar bersiap akan menyerang Theo menghentikannya dengan merentangkan tangan kanannya.
"Mau apa lagi kamu?" Tanya jagar penasaran.
"Hei berilah aku kesempatan lagi untuk menghadapinya," ucap Theo dengan tersenyum.
"Tidak boleh jika kau mati aku tidak akan mendapat bayaran."
"Aku akan membayarmu dua kali lipat jika aku mati."
"Bagaimana kau bisa membayar jika mati?"
"Aktifkan sistem kontrak" kata Theo
Sistem kontrak adalah salah satu fitur dalam game untuk jual beli atau perjanjian sesuai kesepakatan yang tidak dapat dilanggar.
Jagar berpikir sebentar dan menyetujuinya.
"Baik...pegang janjimu."
Jagar bersandar di pohon terdekat dengan melipat tangan memantau pertarungan Theo.
"Hey Gorilla berdoalah sebelum kau mati," seringai Theo.
"Spell Scave"
Theo mengeluarkan pedangnya menyerang Arm Kong dan membuat bingung Jagar.
"Hei kenapa Summoner bisa memegang pedang," tanya Jagar dari kejauhan dan tidak dijawab oleh Theo.
Setelah mendekat Theo tidak langsung menyerang tapi hanya menghindari tiap pukulan Arm Kong menunggu cooldown Spell Scavenya habis.
Meskipun serangan Arm Kong sangat kuat tetapi tidak dengan kecepatannya, masih dalam batas yang dapat dihindari oleh Theo.
Setelah 2 menit berlalu Theo mempererat pengangan gagang pedangnya.
Theo menghindar dan membelakangi Arm Kong.
"Sekarang giliranku," seringai Theo.
"Double Slash"
"Triple Slash"
"Slash"
Tebasan silang dilanjutkan tebasan tiga kali dan satu tebasan diagonal menggores tubuh Arm Kong.
"Spell Scave"
Theo mengganti pedang Silver Scar dengan pedang besar yang dibelinya di Bardar Shop dengan sangat cepat.
"Smash"
Theo mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas menghantam dan melempar Arm Kong dengan keras membentur pohon dan tergeletak tak bergerak.
__ADS_1
[Arm Kong telah mati]
Jagar yang memperhatikan dari samping masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya seorang summoner menghabisi monster sendirian apalagi menggunakan pedang.
Matanya tidak mungkin salah penampilannya memang summoner dan tadi mengeluarkan monster goblin.
Jagar mengambil kesimpulan player di depannya melakukan kecurangan dan segera mendatanginya.
"Hei Theo kau adalah jenis player yang paling aku benci, cheater!" geram Jagar
"Hah?... aku Cheater, apa maksudmu?"
"Jelaskan apa jobmu."
"Summoner," jawab Theo singkat.
"Benar lalu jelaskan bagaimana kau bisa menggunakan pedang serta skill Swordsman dan terakhir kau menggunakan Smash kalau tidak salah lihat."
Jagar memberondongnya dengan banyak pertanyaan dan Theo jadi semakin ingin menggodanya.
"Maksudmu seperti ini," ucap Theo dengan meringis.
"Spell Scave"
Theo mengangkat tangan kanannya dan muncullah bola api semakin besar dan melemparkannya.
"Whoaaaa!" Jagar tidak dapat menyembunyikan kekagetannya.
"H-hei Theo ceritakan..."
"Hmm... bagaimana ya..." Theo berkata seolah berpikir sambil melirik Jagar.
"Ya baiklah aku akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan gratis kau puas kan."
"Puas sekali."
"Bagaimana apakah menurutmu aku bermain curang?" tanya Theo dengan cuek.
"Tidak kau tidak curang melainkan kau pemain hebat sampai bisa berpikir sperti itu, player lain tidak akan bisa melakukan seperti yang kau lakukan."
Jagar berpikir player seperti Theo akan terus menjadi besar potensinya, ternyata alasannya memakai goblin karena memiliki skill Enheirjar Gift.
Jagar mengetahui skill itu tapi tidak menyangka Theo menggunakannya seperti itu sementara si Swordsman yang pernah mendapatkan skill itu hanya menjadi sampah skillnya.
"Sudah cukup basa basinya ayo kita selesaikan questnya," perintah Theo.
Ucapan Theo membuyarkan lamunannya.
"Kau benar ayo kita selesaikan"
Setelah menyembuhkan Guts Theo menarik kembali ke penyimpanannya.
"Disana ada Arm Kong 10 ekor Mari kita selesaikan dalam sekali jalan."
Mendengarnya Jagar melonjak kaget.
"Kau gila! mereka berjumlah sepuluh kita bisa menjadi samsak hidup."
"Siapa tahu kalau belum dicoba," ucap Theo enteng.
"Aku tidak mau tahu kalau quest gagal jangan salahkan aku," Ucap Jagar pasrah.
"Kau dibelakangku saja biar aku yang maju duluan," pinta Theo.
"Tentu saja itu memang rencanaku jika kalah aku akan kabur, siapa yang mau mati kehilangan item."
Theo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jagar tetapi setidaknya dia lebih jujur dari kebanyakan orang.
__ADS_1
Theo langsung mendatangi gerombolan Arm Kong dengan terang terangan, melihat Arm Kong yang beringas Jagar ketakutan setengah mati.
"Tidakkk....tamat sudah nasibku," kata Jagar dengan sedikit mengeluarkan air matanya.
Berbeda dengan Theo yang sangat percaya diri.
"Summon"
Theo mengeluarkan semua Goblinnya dan langsung membentuk formasi.
Tim Gotcha memancing dua Arm Kong ke arahnya, Gotcha bertarung satu lawan satu sementara Grass dan Gross mengeroyok Arm Kong satunya.
Gort dengan kuatnya menahan dari depan 3 Arm Kong sendirian dengan tinjunya para Arm Kong memukul perisai Gort dan Gort tetap tidak bergeming.
'Sepertinya terjangan Stone Boar lebih kuat dari pukulan mereka,' pikir Theo.
Tim Gobiru pun tidak mau kalah mereka memancing satu Arm Kong ke arah mereka.
Guts seperti pertandingan ulang bertarung melawan Arm Kong sendirian dengan perlindungan dari tim Gowan.
Dan yang paling ganas Gornage dengan dengusannya sepertinya kesal karena sudah lama tidak di summon menghadapi 3 Arm Kong seorang diri.
Theo memantau semua situasi dengan Jagar disampingnya yang masih membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Gotcha menghindari tiap pukulan Arm Kong dengan mudah dan memberikan tebasan tebasan silang di setiap tubuh Arm Kong.
Sementara Grass dan Gross bergantian saat Arm Kong menyerang Grass maka Gross menyerang balik dan juga sebaliknya.
Tim gobiru mampu memberikan tusukan tusukan saat Arm Kong hendak memukul ditahan dengan tusukan tombak dan lainnya menyerang.
Guts yang merasa kesulitan untuk bertarung bahkan terpojok, untungnya ada bantuan dari tim Gowan membuat Arm Kong tidak bisa fokus menyerang Guts.
Yang paling brutal adalah Gornage, tiap ayunan kapaknya membuat Arm Kong terdorong mundur bahkan kepalan tinjunya tidak mampu menahan kapak Gornage.
"Fire Ball"
Arah pertarungan berubah sejak Gupi menembakan bola api ke arah 3 Arm Kong yang menyerang Gort, ketiganya terjungkal kedua goblin berperisai yang melindungi Gupi menyerang Arm Kong yang masih belum bangun.
Sementara Gotcha dengan santainya menebas Arm Kong yang berlutut di depannya dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya.
[Arm Kong telah mati]
Berikutnya Gotcha membantu dua goblin berperisai yang menyerang 3 Arm Kong
"Leap Crush"
Lompatan Gornage menghancurkan ketiga Arm Kong yang dari tadi hanya menjadi samsak bagi Gornage
[Arm Kong telah mati]
[Arm Kong telah mati]
[Arm Kong telah mati]
Para Arm Kong mati satu persatu, mulai terkena tusukan tebasan dan hanya menyisakan satu yang melawan Guts
Setelah menyadari teman temannya telah terbantai nyalinya menjadi ciut dan hendak melarikan diri.
"Jangan harap bisa kabur, Gobiru!"
Theo memberi perintah kepada Gobiru untuk menggunakan skillnya.
"Spear Throw"
Sebuah tombak terbang dan menancap tepat di belakang kepala Arm Kong.
[Arm Kong telah mati]
__ADS_1