Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Membuat Guild


__ADS_3

"Hah? Kau pikir aku Swordsman? Aku Summoner lho Summoner." Protes Theo


Theo berusaha memastikan agar Boby tidak lupa siapa dirinya.


"Aku tahu tetapi mungkin kau punya ide lain bagaimana mempelajari Aura, kau kan Theo si Summoner aneh," katanya sambil tertawa.


"Bajingan mana yang memanggilku begitu?"


"Banyak kan."


"...."


Melihat dahi Theo berdenyut semakin membuat Boby tertawa dan melanjutkan pembicaraannya.


"Sudahlah kita bahas yang lain menurutmu kenapa aku bisa menang, karena aku punya tiga hal yang pertama dari segi level perbedaan kita cukup jauh yang kedua dari segi serangan aku memiliki skill aura, tanpa itu aku akan kesulitan mengalahkan si armor hitam tadi ketiga aku memiliki title khusus Steel Bison membuat pertahananku berlipat ganda dan yang keempat...."


"Bukannya tadi ada tiga," potong Theo.


"Sudahlah jangan merisaukan hal-hal kecil," kata Boby sambil mengibaskan tangannya.


"Sembarangan."


"Kau mau dengar apa tidak!"


"Iya tuan saya mau mendengarkan."


"Bagus, yang keempat aku sedang mencari Job Quest dan sudah setengah jalan sepertinya aku akan perlu bantuanmu."


"Kapanpun aku siap membantumu tapi apa itu Job Quest?" Tanya Theo dengan kebingungan.


"Ya ampun kau gila ya sudah bermain begitu lama tetapi tidak tahu Job Quest."


"Sudah jangan cerewet jelaskan saja."


"Job Quest adalah suatu pencarian misi untuk mendapatkan job unik atau legendaris contohnya ada pemain dengan job Robin Hood kau pernah dengar kan."


"Maksudmu Robin Hood dari Guild Atalarian, bukannya dia job Archer, kaena skill memanahnya jago dia mengganti namanya menjadi Robin Hood."


"Bukan bodoh,Robin Hood benar benar jobnya, dia mendapatkan Job quest secara kebetulan tetapi sampai sekarang dia tetap merahasiakannya bagaimana dia mendapat job quest itu dan sepertinya satu Job quest diberikan kepada satu player saja."


Theo sepertinya mulai paham apa itu Job Quest dan sungguh beruntung orang yang mendapatkannya.


"Ngomong-ngomong aku juga mendapatkan Job Quest Galahad lho ksatria meja bundar terkuat," kata Boby berusaha menyombongkan diri terlihat hidungnya sedikit lebih panjang.


"Bukannya yang paling kuat adalah Lancelot."

__ADS_1


"Tidak bodoh Galahad adalah yang terkuat, Lancelot hanya akan menjadi kotoran hidung jika melawannya."


"Sudahlah terserah kau saja tetapi apakah mungkin ada Job Quest untuk Summoner."


"..."


Mereka berdua terdiam sejenak dan sepertinya tidak menemukan solusi hingga Boby menepuk pundak Theo.


"Jika kau mencari mungkin suatu saat kau akan menemukannya," katanya dengan senyum menunjukan giginya yang bersinar.


"Enyahlah," kata Theo sambil menyingkirkan tangan Boby dari pundaknya.


"Baiklah jika begitu ksatria sejati Garahad akan pergi sampai jumpa lagi dan segera rekrut aku," ucap Boby sambil melangkah pergi dengan lambaian tangannya.


"Ksatria pantatmu."


Setelah Siluet Boby sudah tidak terlihat Theo mencari jalan menuju kota Rudovan dan menjalankan rencananya membuat Guild.


Perjalanan Theo menuju Kota Rudovan cukup sulit karena harus menghindari beruang juga para Troll yang menghuni hutan.


Theo tidak ingin menyia-nyiakan kekuatannya karena banyak berkurang gara-gara sahabatnya dan memutuskan sesegera mungkin menuju kota.


Setibanya di pintu gerbang raksasa yang dijaga oleh dua penjaga dengan zirah lengkap tampaknya berlevel 50 lebih menunjukan betapa kuat kota ini jika penjaganya saja berlevel tinggi.


Theo masih takjub dengan besarnya istana kerajaan Rudovan tetapi dia harus bergegas menuju tempat membuat Guild.


Theo memasuki bangunan dengan dibukakan oleh seorang penjaga perempuan dengan senyum ramah dan dibalas dengan Theo yang langsung menuju tempat resepsionis dengan wanita elf sebagai penjaganya.


"Selamat datang apa ada yang bisa kami bantu," sambut wanita elf dengan ramah.


"Aku ingin membuat Guild," jawab Theo singkat.


Wanita elf itu sempat terkejut dan berikutnya menyambutnya dengan senyuman, semua orang tahu jika ada guild akan menjadi pemasukan bagi pengembang game karena uang akan mengalir terus tiap bulan.


"Apa anda yakin ingin mendirikan Guild?" Tanya wanita elf memastikan sekali lagi.


"Yakin."


Wanita elf menanyakan karena banyak Guild yang sudah berdiri tetapi bubar dalam waktu dua sampai tiga bulan karena tidak mampu membayar biaya operasional yang besar tiap bulan, tetapi banyak juga Guild yang berhasil dan bisa mendapatkan kekayaan dari Guild tersebut.


"Untuk membuat guild silahkan bertemu dengan ketua di lantai dua, mohon ditunggu sebentar"


Setelah beberapa lama Elf tersebut kembali


"silahkan ikuti saya."

__ADS_1


Theo mengikuti wanita elf dengan patuh menuju lantai dua, wanita Elf membuka sebuah pintu yang terlihat mewah dan masuk lebih dulu.


"Ketua saya sudah membawa tamu sesuai perintah anda."


"Terima kasih suruh dia masuk dan silahkan pergi."


"Baik ketua."


Wanita elf mempersilahkan Theo masuk dan Theo melihat seorang Dwarf dengan pakaian mewah dengan rambut klimis serta kumis dan jenggot rapi serta memakai kacamata satu sisi di mata kirinya seperti seorang penilai barang, pria Dwarf mempersilahkan Theo untuk duduk di sofa mahal, Theo memperhatikan ruangan itu penuh dengan barang mewah mulai lukisan vas bunga, patung dan lain-lain, tampaknya pengembang game suka dengan hal-hal mewah sayangnya itu semua hanya di game jadi di mata Theo hanya sekedar dekorasi.


Dwarf itu turun dari meja kerjanya dan duduk didepan Theo.


"Perkenalkan nama saya Govic, Apakah benar anda ingin membuat sebuah Guild silahkan anda pikirkan baik-baik," tanya pria dwarf dengan nada tegas.


Theo berpikir sebentar apakah pilihannya benar karena membuat guild bukan perkara mudah, dibutuhkan uang dan kerja keras tetapi jika dia tidak membuat guild dia tidak akan memiliki tempat perlindungan dari serangan ayahnya sehingga dia mulai memantapkan hatinya meskipun airmata menetes sedikit dari bola matanya.


'Mahal bangsat,' batinnya sambil menangis.


"Iya tuan saya ingin membuat Guild," katanya dengan yakin.


"Baik silahkan penuhi administrasinya sekarang."


Sebuah pemberitahuan muncul didepan Theo yang memerintahkan dia untuk mentransfer ke ID yang ditentukan sebesar 50 emas atau lima puluh juta rupiah serta sewa bangunan sebesar 10 emas dan Theo mengikuti petunjuknya untungnya sekarang kantong Theo cukup tebal dengan hadiah dari turnamen dan penjualan power potion.


'Mahal hik hik.'


"Terima kasih tuan selanjutnya silahkan tanda tangan disini."


Govic menyodorkan sebuah kertas berwarna coklat untuk ditandatangani oleh Theo bahwa dia telah sah sebagai pemilik guild dan dibolehkan memilih bangunan yang ditentukan selama bangunan itu masih dalam kota Rudovan, Govic juga mencantumkan agar membayar 3 emas tiap bulan jika gagal membayar perjanjian akan dibatalkan dan kepemilikan guild akan dihapus.


Theo menyetujuinya dan mengambil pena untuk menandatanganinya.


"Tunggu," Govic menghentikan Theo untuk tanda tangan.


"Ada apa lagi?" tanya Theo keheranan.


"Anda belum memberi nama Guild."


"Hah!"


"..."


"Nama?"


"Ya... apakah anda membuat guild tanpa nama baiklah jika begitu silahkan tanda..."

__ADS_1


"Tidak!, tunggu! Aku akan memberikan nama."


__ADS_2