Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Serangan Treant


__ADS_3

Setelah menambahkan Theo kedalam Party. Gain yang melihat statusnya tertawa terbahak terbahak.


"Lihatlah dia ternyata masih level 19 dan dengan sombongnya mengikuti quest Urcelos."


"Tapi tidak apa-apa nak aku akan mengikuti kemauanmu karena kau sudah memberiku bonus item luar biasa hahaha," tambahnya dengan mengusap kepala Theo.


"Hentikan itu," kata Theo.


"Itu jika kita gagal quest ini," imbuhnya.


"Ya..ya terserah kau saja tuan," kata Gain meremehkan.


"Daripada terus berbicara mari kita berangkat saja," perintah Lynna untuk menghindari pertengkaran lebih lama dan mereka keluar dari pintu gerbang menuju arah timur.


Letak quest berada di dalam Hawinn Forest sebelah timur dari Beorn Village dan pintu masuk quest berada di kedalaman hutan.


"Theo apa kau yakin dengan taruhanmu aku lihat senjata itu adalah sebuah artefak, pasti mahal sekali harganya," kata Lynna khawatir.


"Tidak apa kita pasti berhasil," ucap Theo dengan tenang.


"Tapi serius Theo alasan apa kau memilih job samp...maksudku Summoner itu," tanya Echo penasaran.


"Ceritanya panjang sekali jika aku bercerita."


"Tidak apa ceritalah perjalanan kita masih panjang," kata Echo dengan tersenyum, Lynna dan Raissa juga sedikit penasaran.


"Tidak lain kali saja,"


Dan mereka tidak memaksa Theo lagi untuk bercerita karena menghargai Theo.


Mereka mengindari monster hutan untuk mencegah pertarungan sia sia akhirnya mereka melihat sebuah portal seperti pusaran berwarna hijau tempat masuk quest.


"Theo itu adalah pintu masuk Urcelos" Lynna memberitahu Theo karena hanya Theo yang belum pernah memasukinya.


Lynna menjelaskan lagi strateginya.


"Kita akan bertahan sampai ke tempat bos dan untuk melawan bos satu lawan satu Gain dan aku yang akan maju kalian paham?"


Semua menganggukan kepala dan mereka memasuki portal ke hutan tersembunyi.


Ketika sudah memasuki portal mereka sudah dihadang oleh Treant, monster berbentuk batang pohon kering dan seluruh wajahnya di batangnya, memilik tangan dan kaki dari batang pohon.


7 Treant menyerang party Theo dan mereka sudah bersiaga.


"Summon."


Theo mengeluarkan Gort yang sudah siap dengan posisi bertahan.


"Lihatlah pakaian monsternya sungguh orang kaya yang bodoh," hina Gain.


Tampilan Gort memang cukup memukau dengan tameng Ellown Shield dan Armor terbuat dari Stone Boar harganya sudah mencapai puluhan juta.


Lynna cukup terkejut dengan Theo dimana penampilan disekolah cukup sederhana sedangkan di game seperti sultan.


'Jangan jangan dia menghabiskan kekayaanya di game sehingga di dunia nyata serba kekurangan,' pikir Lynna.


Theo bisa saja mengeluarkan semua summonnya tapi dengan party Lynna akan mengacaukan formasi sehingga memutuskan hanya mengeluarkan summon yang dibutuhkan.


"Maju," perintah Lynna.


Gort menghadang 3 Treant yang memukul- mukul Gort dengan batangnya yang besar.


"Bagus sekali tuan kaya raya," puji Gain dengan sindiran seraya mengayunkan kapaknya menghadapi 2 Treant.

__ADS_1


2 Treant lagi dihadang Lynna yang menyerang sambil menghindari hantaman batang kayu raksasa.


Sementara Echo membantu Gort menyerang 3 Treant dengan tembakan panahnya.


"Wahai penguasa api hancurkan semua penghalangmu," Raissa membacakan mantra.


"Fireball"


Sebua bola api meluncur menuju Treant yang menyerang Lynna dan membakarnya.


[Treant terkena Burn]


[Treant terkena Burn]


[Treant telah mati]


[Treant telah mati]


Dua Treant juga sudah dihabisi oleh Gain.


"Pertahanan bagus tuan kaya," kata Gain sembari menyerang Treant dari belakang.


Dalam hitungan menit, Treant berhasil dimusnahkan dalam sekejap.


"Jangan lengah berikutnya Treant akan datang lebih banyak."


Lynna memperingatkan mereka dan benar saja kali ini 10 Treant datang.


Kali ini Gort menahan lebih banyak, separuh Treant menyerang Gort dan player lainnya menghabisi para Treant.


Meskipun terpukul mundur Gort masih bisa bertahan dari gempuran.


"First Aid"


Setelah menghabisi separuh Treant party mulai menyerang Treant yang menyerang Gort dari belakang.


"Selesai!" Teriak Gain dengan semangat.


"Aku baru sadar ternyata summonmu cukup kuat untuk bertahan agar kau yang pengecut bisa tenang dibelakang haha," tambahnya.


Theo hanya diam saja tidak membalas.


"Sudahlah Gain jangan menganggu Theo, dia punya cara sendiri untuk bertarung," bela Lynna.


"Iya kau kenapa sih Gain biasanya tidak seperti ini," kata Raissa.


"Ya ya kalian bela saja terus summoner kaya ini mari kita lanjut lagi."


Mereka melanjutkan perjalanan dengan Gain di depan sementara Gort melindungi Theo.


"Theo kamu tidak apa apa?" Tanya Lynna.


"Kenapa," Theo bingung dengan pertanyaan Lynna.


"Gain... dia sebenarnya orang baik biasanya dia tidak begini, ini karena ada beberapa masalah yang membuatnya uring uringan, mulai dari rekan kami yang mundur dari party sampai dia tidak bisa melihat idolanya apalagi namanya sama dengan nicknamemu."


"Memang idola apa?"


"Kamu tahu ada sebuah game yang cukup populer selain New World yaitu game jenis RTS dan player yang paling jago namanya Theo tidak pernah kalah satu kalipun."


"Hah!!!"


"Tetapi sudah beberapa hari ini player tersebut tidak pernah bermain padahal Gain setiap malam menonton permainannya."

__ADS_1


Theo cukup terkejut mendengarnya ternyata Gain yang pemarah ternyata adalah penggemarnya memang sudah beberapa hari ini Theo tidak pernah memainkan game tersebut karena fokus pada New World.


"Persiapan gelombang besar monster akan datang."


Echo memberi peringatan karena dia punya skill yang bisa mendeteksi musuh yang mendekat dalam radius 50 meter meskipun tidak bisa memastikan jumlahnya.


Disinilah Party Lynna selalu gagal karena jumlah Treant yang menyerang berjumlah banyak.


Theo menghitung ada sekitar 20


"Summon"


Theo mengeluarkan Gupi untuk menambah kekuatan.


"Apa gunanya kau mengeluarkan goblin kecil itu sialan," hardik Gain.


Theo tidak mempedulikannya dan berfokus pada pertarungan.


Kali ini sepuluh Treant menyerang apakah Gort mampu menahannya Theo juga agak meragukannya dan benar Gort kesulitan menahan hujan pukulan dari para Treant.


Sementara Gain menahan 5 Treant dengan cukup berdarah-darah dari sebelah kanan dan dari kiri Lynna mengandalkan kecepatannya menghadang 5 Treant.


"Fireball"


"Fire Arrow"


Raissa dan Echo menyerang Treant yang dihadang oleh Gort membuat monster pohon terlempar dan terbakar.


"Flash Step"


Lynna bergerak dengan cepat seperti sambaran kilat dan Treant yang dilewatinya terkena efek petir dan Lynna berhenti ditengah-tengah Treant, Lynna mengambil gerakan menancapkan pedang ke tanah


"Lightning Rod"


Treant disekitarnya mengalami kejutan listrik dari dalam tanah.


Theo menduga Lynna memiliki element petir dalam serangannya.


Setelah memperhatikan sekitar Theo membantu Gain yang kesusahan bertahan


"Gupi"


Theo menunjuk Treant yang bertarung dengan Gain dan Gupi mengangkat tangan kanannya dan melemparkan bola api


BLARR


Para Treant terkena ledakan dan bergerak tidak beraturan karena efek Burn


"Terima kasih Rais..."


Gain kebingungan melihat Raissa sedang berperang dengan Treant yang menyerang Gort lalu siapa yang membantunya.


Gain melihat Theo saat Theo melemparkan sebuah potion dan Gain menangkapanya.


Gain yang memperhatikan potion terkejut bukankah ini potion dari Bardar shop yang selalu habis.


Gain bahkan kesulitan untuk membelinya bagaimana dia bisa mendapatkannya.


"Dasar orang kaya tapi terima kasih."


Setelah meminum Gain kembali menyerang para Treant.


"HIAHHHH"

__ADS_1


__ADS_2