
'Berhasil,'
Pancingan Arya sukses.
"Lihat si bodoh itu melakukan hal licik lagi," komentar Boby dari jauh melihat kelakuan Arya.
"Hoh...kau berani menantangku, jangan berpikir pertarungan ini tidak ada konsekuensinya."
"Bagaimana jika pemenang mendapatkan karakter yang kalah," tambah Arya.
Mendengar syarat itu seisi gedung menjadi ramai kembali.
"Gila! Pemenangnya mendapatkan karakter sama saja dengan mendapatkan semuanya."
"Pemenangnya akan mengambil item, skill bahkan semuanya."
Jaka tidak bisa mundur lagi dan mencari cara untuk keluar dari situasi ini.
"Si-siapa yang butuh job sampah itu dibandingkan dengan Holybladeku yang luar biasa."
"Jika tidak berani akui saja, kau takut kalah dengan seorang pengguna job sampah dan sudah kubilang gantilah jobmu dengan Orator."
Kemarahan Jaka sudah memuncak dan dia tidak bisa lebih malu dari ini.
"Baik aku terima tantanganmu " ujar Jaka.
Seisi ruangan menjadi gempar karena Jaka menerima tantangan Arya.
"Woow....pertarungan satu lawan satu antara Knight melawan Summoner pasti seru."
"Tapi bagaimana mungkin seorang Summoner memiliki kesemparan menang melawan Job Knight yang kuat dalam pertahanan."
Gilang yang mendengar itu segera mendatangi mereka untuk menghentikan pertarungan, karena keduanya adalah aset berharga untuk tim sekolah Gilang tidak mau kehilangan salah satunya.
"Hentikan kalian," ujar Gilang menengahi pertarungan mereka.
Melihat ada yang menghentikan pertarungan terlihat wajah Jaka yang tegang mulai lega.
"Kau beruntung ada yang menyelamatkanmu," teriak Jaka yang langsung dipotong oleh Gilang.
"Aku menyelamatkanmu," katanya sambil melotot kearah Jaka.
"Arya kau pemain hebat selamat bergabung dengan tim," ujar Gilang sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih senior " balas Arya yang menyambut tangan Gilang.
Pertandingan berikutnya giliran Boby, penampilannya cukup luar biasa hanya saja tertutup oleh kehadiran Arya yang menakjubkan.
Boby berhasil bertahan dari gempuran pedang Gilang yang sangat cepat, meskipun tidak dapat menunjukan kemampuan terbaiknya dia berhasil lolos dari seleksi.
"Sialan gerakan dia lincah sekali seperti belut," gumamnya.
Setelah itu seleksi terus berlanjut dan tidak ada yang istimewa hingga semua peserta telah melakukan tes.
__ADS_1
Seleksi telah berakhir dan hanya 6 peserta yang lolos termasuk Arya.
"Terima kasih telah mengikuti tes ini dan silahkan kembali bagi peserta yang gagal," seru Gilang dan mereka semua membubarkan diri.
Berikutnya Gilang melihat keenam peserta yang lolos.
"Selamat buat kalian yang lolos, mulai sekarang kita akan sering berlatih jadi mungkin kalian akan sering meninggalkan beberapa mata pelajaran,"
Mendengar penjelasan Gilang wajah beberapa orang menjadi cerah bahkan Jaka yang menyebalkanpun tidak dapat menutupi ekspresi wajahnya.
'Dasar Player,' batin Gilang dengan senang sampai seseorang memprotesnya.
"Tidak bisa," protes Varia.
Mereka semua menoleh kepadanya.
"Bagaimana mungkin kami meninggalkan pelajaran, kami akan tertinggal dengan yang lain, jadi aku tidak akan meninggalkan pelajaran," tegas Varia.
"Tentu saja jika kau keberatan tidak apa-apa silahkan lanjutkan setelah sekolah usai termasuk kalian jika mau bisa berlatih sepulang sekolah."
Tampaknya hanya Varia yang keberatan meninggalkan jam pelajaran beda dengan yang lain lebih senang meninggalkannya.
"Tidak, kau harus mengikuti pelajaran," katanya tajam pada Arya.
"Apa! Kenapa harus," protes Arya.
"Pokoknya kau tidak boleh meninggalkan pelajaran," kata Varia sambil menunjuk-nunjuk dada Arya seolah Ibu yang memarahi anaknya.
'Bajingan,'
Saat ini Arya ingin menangis, kali ini dia tidak dapat melihat kecantikan Varia sama sekali.
'Dasar nenek sihir.'
*************************
[Selamat datang Player Theo]
Theo kembali login begitu pulang sekolah meskipun jadwalnya padat karena harus berlatih di sekolah itu tidak masalah baginya malah semakin memperbanyak taktik tempurnya.
Pertama-tama dia mengecek statusnya.
Theo
Level : 51
Ras : manusia
Job : Summoner.
Title : Goblin expert, Insect Repellent, Fire Fist, Forest king, Dragon Slayer, Wolf Expert, Elf Tribe.
Fame : 970
__ADS_1
Str : 24+5
Agi : 25
Int : 24+11
Vit : 14
HP : 180
MP : 140+55
Capacity : 31+25
Skill : [Capture, Release, Summon, Call, Sage Seal (U), Eye of Precision (U), Garth Blessing (B), Wave Slash (C), Dark Mist (C), Fire Blaze (C), Ice Tower (C), Talent Trade (C), Goblin Warcry (D), Spell Scave (D), Triple Slash (D), Bullet Spear (D), Air Curtain (D), Fusion (D), Agile Boost (D), Einherjar Gift (C), First Aid (E), Asklepios Sight (E), Double Slash (E), Blink Step (E), Haste (E), Scout (E), Sword Mastery (F).]
Point distribution : 12
Equip : Ring of Power, Artog Ring, Lassart Glove, Hertan II
Theo memperhatikan statusnya cukup tinggi dan melihat skill Einherjar Giftnya menjadi Rank C, sekarang dia bisa menambahkan goblinnya dengan skill Rank C juga.
Theo melihat daftar monsternya yang berjumlah 14 terdiri dari 11 goblin, 1 Dark Fairy dan 2 Serigala.
Sebelas goblinnya terdiri dari Gotcha, Gobiru, Gort, Gotu, Gupi, Gornage, Gald, Ghost, Belgald, dan dua goblin tanpa nama yang satu memiliki skill Agile Feet dan yang satunya memiliki skill Slash.
Theo menggunakan keduanya karena waktu itu Theo belum memiliki skill Sword Mastery jadi harus mengcopy skill Slash agar dapat menggunakan pedang dan satunya Theo ingin mendapatkan skill lanjutan yaitu Agile Boost.
Karena sekarang Theo sudah dapat menggunakan pedang sesuka hatinya dan skill Agile Boost pun sudah Theo dapatkan sehingga Theo sudah tidak membutuhkan kedua goblin ini.
"Release"
Theo membebaskan kedua goblin itu karena sudah tidak membutuhkannya dan untuk mempermudah leveling karena expnya harus dibagi rata dengan semua mahkluk Summonnya.
Theo mengecek jumlah kapasitasnya sebesar 56 dan menampilkan semua kapasitas monsternya.
Gotcha (1), Gobiru (1), Gort (1), Gotu (1), Gupi (1), Gornage (1), Gald (8), Ghost (12), Belgald (5), Silphie (1), Remus (10), Remulus (10) dengan total keseluruhan 52 dan hanya tersisa 4 kapasitas saja.
Theo kecewa karena hanya tersisa sedikit dan tidak mungkin dia melepaskan monsternya lagi karena mereka sudah seperti aset milik Theo.
Padahal rencana Theo adalah menangkap monster yang memiliki skill yang dibutuhkannya dan ditukar dengan skill miliknya.
Menurut Theo dengan skill Talent Trade dan Spell Scave dia bisa menjadi apa saja dan bisa menjadi kuat seperti yang dia inginkan.
Permasalahan yang ada adalah kurangnya kapasitas untuk menangkap monster, kurangnya skill untuk ditukar karena skill yang dimilikinya adalah jati dirinya, jika dia menghilangkan salah satunya akan merubah semua strategi tempur miliknya.
Itu akan menjadi PR bagi Theo untuk saat ini yang bisa dia lakukan adalah memperkuat monster yang sudah ada, pertama targetnya adalah Ghost karena goblin ini belum mendapatkan skill sama sekali dari Theo, ada tiga skill yang dapat Theo berikan padanya.
Theo selama ini selalu menggunakan Ghost untuk membunuh musuh yang lengah sehingga Ghost tidak bisa menunjukan kemampuan sesungguhnya.
Selain Shadow Walk, skill Ghost yang lain sangat berguna untuk pertarungan satu lawan satu, Theo berencana membuat Ghost bertarung layaknya ninja.
"Aku bisa menjadi ninja," kata Theo bersemangat.
__ADS_1