Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Misi Ujian


__ADS_3

Theo tiba di depan gerbang kerajaan Romant tetapi dihalangi oleh dua prajurit yang menyilangkan tombaknya.


"Maaf petualang ada keperluan apa datang kemari," tanya salah satu prajurit.


"Aku ingin mendaftar turnamen."


"Baik, bolehkah kami mengecek status persyaratanmu."


Theo menganggukan kepala tanda menyetujuinya status yang boleh di cek hanya terkait level dan Fame yang lainnya tidak akan bisa dilihat tanpa persetujuan pemilik.


"Sepertinya anda sudah memenuhi persyaratan maafkan kami jika tidak sopan karena prosedur dari kerajaan."


"Tidak masalah."


"Baik silahkan ikuti saya."


Salah satu prajurit mengantarkan Theo ke tempat pendaftaran memasuki istana, Theo sebelumnya hanya melihat keindahan istana dari luar dan sekarang dia bisa melihat kemegahan dan keindahan istana Romant.


Prajurit itu membawa Theo bukan ke tempat singgasana melainkan ke tempat pendaftaran dari pintu samping menuju pria yang sedang duduk di meja besar.


"Tuan ada petualang yang ingin mendaftar turnamen pertarungan."


"Oh baiklah, silahkan duduk petualang."


Perugas pendaftar mempersilahkan Theo duduk dan menjelaskan terkait turnamen.


"Baik tuan kriteria anda sudah memenuhi tetapi ada satu tes untuk mendaftar dalam turnamen."


Theo tidak menyangka bahwa ada tes lagi untuk persyaratannya karena di TV tidak dijelaskan secara detail.


"Persyaratan apa itu?" Tanya Theo.


DING


Sebuah jendela tampilan muncul didepan Theo.


"Silahkan memilih dari quest ini untuk diselesaikan, jika berhasil menyelesaikannya silahkan kembali kemari."


Theo melihat quest satu persatu dan tampaknya semua quest itu adalah yang menganggu ketertiban wilayah Romant Kingdom.


Theo jadi curiga sebenarnya turnamen ini adalah untuk menjaga keamanan wilayah kerajaan Romant, tetapi itu tidak masalah selama quest itu memberikan hadiah yang layak Theo akan mengambilnya.


Habisi para Goblin di selatan perbatasan, bantai para Orc di Luboch Swamp, tumpas perampok di utara Oloff Grassland.


Setelah mengamati quest satu persatu hadiahnya tidak jauh berbeda, Theo bosan jika melawan goblin lemah sementara Luboch Swamp tempatnya cukup jauh, sehingga Theo memilih menumpas perampok di utara Oloff Grassland karena sekalian untuk melatih skill bertarungnya.


"saya ambil yang ini," kata Theo mantap.


Misi : kerajaan memberikan misi untuk menguji para peserta musnahkan kawanan perampok Einji di perbatasan Oloff Grassland


Kesulitan : D


Syarat : peserta turnamen


Hadiah : Str +2, fame + 100, uang 5 emas , pusaka kerajaan lantai pertama


Apakah anda akan menerima? Dan Theo menerimanya.


"Semoga berhasil petualang dan kami doakan yang terbaik untuk anda."

__ADS_1


"Terima kasih."


Setelah menjawab Theo segera keluar dari Istana dan menuju Oloff Grassland.


Kali ini Theo tidak akan menggunakan summonnya, hanya menggunakan kemampuannya sendiri agar mendapatkan skill yang dicarinya.


Para perampok kemungkinan berada di sekitar perbatasan Oloff Grassland dan Vagan Hill menghalangi jalan warga dan petualang untuk memeras mereka.


Dalam perjalanan Theo membunuh serigala yang dia temui hanya dengan permainan pedangnya dan sesekali menggunakan Freezing Spear.


Freezing Spear


Rank : D


Deskripsi : melemparkan es berbentuk tombak


Efek : Ice damage 200%, damage area 50%, freeze effect.


Cost mana : 14


Casting : 2 detik


Cooldown : 19 detik


Theo hanya merentangkan tangan muncul bongkahan panjang es dengan ujung runcing, dengan sedikit gerakan bongkahan es melesat menghunjam tubuh serigala dan membekukannya dalam es.


Setelah cukup lama es hancur bersama tubuh serigala yang membeku didalamnya.


"Luar biasa."


Tidak sia-sia Theo membeli skill ini dengan banyak manfaat mulai damage sampai menghentikan gerakan.


Theo mencobanya pada beruang tetapi tidak langsung membunuhnya dan berikutnya menargetkan kakinya, beruang tidak bisa bergerak dan hanya berdiri di tempat.


Untungnya Freezing Spear memiliki cooldown sedikit jadi setiap 2 menit Theo mengaktifkan Spell Scave untuk menggunakan skillnya


Sungguh rugi jika Theo hanya berlatih sendiri, Theo memanggil Gupi untuk meningkatkan skillnya juga.


Gupi dapat meningkatkan skillnya dengan cepat karena hanya menunggu cooldown dari skill Freezing Spear bukan Spell Scave seperti Theo.


Syarat mendapatkan skill baru dengan menggunakan tombak es sebanyak 200 kali akan mendapatkan skill Ice tower, Theo berharap sudah mendapatkannya sebelum turnamen dimulai.


Setelah beberapa jam Theo tiba di perbatasan Valgan Hill sebenarnya bisa lebih cepat jika hanya berjalan dan menghindari monster.


Di daerah perbukitan yang lebar Theo melihat sebuah Kamp sepertinya para perampok membuat markasnya disini.


"Hei penjahat keluarlah," seru Theo.


Untuk menghadapi mereka Theo tidak memikirkan strategi dan langsung hajar jika melihat mereka.


"Siapa yang berani mengganggu kami," teriakan kemarahan dari dalam kamp bersahut sahutan dan mereka semua keluar dengan senjata lengkap.


"Hei kau bajingan, apa kau tidak tahu siapa kami!"


"Kami adalah..."


"Sudah diam maju sini semua."


Theo memotong kata-kata mereka dengan pedang terhunus membuat para perampok murka.

__ADS_1


Theo memberikan skill Slash kepada goblin yang juga memiliki skill Agile Feet meskipun sama level E, agar dia dapat menggunakan pedang karena goblin pengguna skill pedang sudah dia bebaskan.


Theo mengamati ada sekitar 20 perampok hanya terdiri dari Barbarian tetapi ada yang kecil bertudung memegang tongkat kemungkinan Mage dan pria besar dengan pedang di punggung melipat lengannya sepertinya dia pemimpinnya.


Mereka hanya memaki tetapi tidak bergerak seperti menunggu perintah.


Pria besar menyuruh dua orang didepan untuk maju barulah mereka bergerak.


Dua orang perampok dengan kapak terayun menerjang Theo, dengan lihai Theo menghindarinya, akan sangat bodoh jika pedangnya beradu dengan kapak yang memiliki kekuatan besar.


Meskipun kekuatannya besar tetapi gerakannya lambat sehingga mudah bagi Theo untuk memberikan tebasan-tebasan beruntun tanpa menggunakan skillnya dan dalam beberapa detik dua perampok tumbang.


"Maju semua," tantang Theo dengan pedang menunjuk ke arah mereka.


"Bawakan kepalanya padaku."


Semua perampok berbondong-bondong menyerang Theo.


"Spell Scave"


Theo menggunakan skill Agile Feet membuat pergerakannya sangat cepat.


Kawanan perampok tidak mampu mengikuti kecepetan Theo sehingga menjadi bulan-bulanannya, Sebentar menebas disini sebentar menebas disana.


Meskipun kewalahan para perampok berhasil mengepung Theo.


"Kau sudah terkepung mau lari kemana kau."


"Siapa juga yang lari."


"Wave Slash."


Pedang Theo bergerak naik turun menghancurkan kepungan perampok membuatnya bisa meloloskan diri.


Bola api meluncur hampir membakar kepala Theo untungnya dia dapat menghindarinya sepersekian detik.


Theo mencari sumber serangan dan hendak mengincarnya tetapi para perampok menghalangi.


"Baiklah kita selesaikan dengan cepat."


"Ice Tower."


Theo menggunakan skill yang baru didapatnya, sebuah balok es raksasa berdiameter 3 meter dengan ujung lancip keluar dari dalam tanah membekukan beberapa perampok dan membunuhnya


[Perampok telah mati]


[Perampok telah mati]


[Perampok telah mati]


Theo menyerang kembali si penyihir yang menembakan bola api tetapi berhasil dinetralkan oleh Theo dengan tangannya yang menggunakan Lassart Glove.


Perampok berikutnya menghalangi lagi tetapi jaraknya sudah dekat untuk Theo menggunakan skill


"Blink Step"


Para perampok kebingungan pendekar pedang di depannya menghilang, berikutnya kepala si penyihir menggelinding di tanah dengan satu tebasan.


"Mudah."

__ADS_1


__ADS_2