Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Pertandingan Pertama


__ADS_3

Lima hari Telah berlalu, Theo berhasil menaikan levelnya 4 kali meskipun perlu usaha mati-matian dan untungnya monster summonnya jumlahnya agak berkurang sehingga cukup lumayan cepat untuk menaikan levelnya.


Turnamen Rookie ini disiarkan bahkan di acara TV serta menjadi perhatian banyak orang termasuk Guild besar untuk mencari kandidat baru meningkatkan kekuatannya.


Karena yang bisa mengikuti hanya peserta pemula dibawah level 40 sehingga pemain baru dapat menunjukan kemampuannya.


Hadiah dari turnamen cukup besar mulai dari pusaka kerajaan, 50 koin emas dan juga emblem dari Romant Kingdom, Theo masih belum tahu apa kegunaan dari emblem itu.


Acara akan segera dimulai para peserta berkumpul di ruang tunggu, Theo melihat Anakin yang menghampirinya dan melakukan toss


"Theo aku akan menjadi juaranya."


"Bermimpi saja."


Mereka berdua tertawa dan menghiraukan peserta sekitar yang mencibir mereka.


"Lihatlah apa yang dilakukan para sampah itu."


"melawan mereka seperti mendapatkan tiket gratis."


"Aku bisa menghabisi mereka berdua sekaligus."


"Sungguh lucu Summoner mengikuti pertarungan satu lawan satu."


Mereka berdua sudah kebal dengan hinaan semacam itu sehingga tidak mempedulikannya.


"Lihat saja Theo setelah turnamen ini berakhir akan banyak yang memakai job Summoner."


"Kali ini aku setuju dengan ucapanmu."


Saat asik mengobrol ada player wanita menghampiri mereka.


"Theo."


Theo menoleh kearah suara yang memanggilnya dan ternyata Lynna.


"Lynna...kau ikut juga," Theo tampak terkejut melihat Lynna.


"Iya nih aku juga ingin unjuk kebolehan biar ada Guild yang merekrutku."


"Kalau kamu pasti akan banyak Guild yang berebut."


"Iya asal tidak bertemu kamu di pertandingan sepertinya aku bisa terus menang."


Saat asik mengobrol Anakin menyodok rusuk Theo dengan sikunya.


"Ouchh...apa yang kau lakukan."


"Kenalkan aku dong," bisik Anakin.


"Oh iya Lynna kenalkan ini Anakin dan Anakin Ini Lynna."


"Senang bertemu denganmu," kata Anakin dengan wajah memerah.


"Iya sama-sama," ucap Lynna dengan tersenyum.


"Dengan karakter Elf kau sangat cantik sekali," puji Anakin dengan tulus.


"Tidak kau salah karakterku sengaja dipercantik tapi tidak dengan aslinya," kata Lynna sedikit malu.


"Iya kau salah Anakin wajah dia seperti Ogre untuk aslinya."

__ADS_1


"Theo!" Ujar Lynna kesal dengan menarik narik tangan Theo.


"Ya ampun hanya bercanda semua juga tahu kalau kau yang tercantik di sekolah."


Mendengarnya wajah Lynna menjadi semerah tomat.


"Sudah ah aku mau bersiap dah Theo dah anakin."


Berikutnya ada seorang pemanah menghampiri Theo.


"Yo Theo," sapa si pemanah.


"Scand...kebetulan terima kasih atas bantuanmu kemarin."


"Tidak masalah."


"Kau ikut turnamen juga Scand kenalkan ini Anakin."


Mereka berdua saling menyapa.


"Kau juga Summoner Anakin, tapi kau tidak aneh seperti dia kan?" Tanya Scand sambil menunjuk Theo.


"Apa maksudmu dengan aneh " potong Theo agak kesal.


"Tidak tidak, aku Summoner normal yang bertarung dengan monsternya jika itu maksudmu."


"Iya benar memang seperti itu kan Summoner."


"Atau tidak," mereka memandang Theo dengan keaneha yang membuat Theo cemberut.


"Kau tahu Anakin sepertinya kita bisa cocok," kata Scand ditanggapi dengan tawa Anakin.


"Diam kalian berdua," Kata Theo dengan ekspresi kesal yang membuat mereka berdua tertawa.


"Anakin sepertinya sudah dimulai."


"Benar semoga beruntung Theo."


Turnamen akan segera dimulai, para peserta berbaris untuk bersiap keluar dari ruang tunggu menuju arena.


Meskipun pertandingan Rookie tapi penontonnya cukup banyak yang ingin menyaksikan langsung bahkan para pemain tingkat atas ikut menonton sepertinya diberikan akses hanya untuk turnamen ini saja ataupun yang tidak ingin menonton langsung bisa melihat dari layar TV.


Saat Theo dan peserta lain berbaris terdengar hiruk pikuk penonton memilih jagoannya sepertinya menjadi ajang taruhan.


"Lynna kau pasti berhasil."


"Tuan Theo selamat berjuang."


Theo menoleh asal suara yang memberikannya dukungan ternyata party Lynna Echo dan Raissa serta Gain yang mengibar-ngibarkan bendera Theo dan Lynna membalasnya dengan lambaian tangan dengan menutupi mukanya karena malu.


Selain itu terdengar juga penonton yang menyemangati peserta lainnya.


"Itu Wiscard gosipnya sudah memanas dia menjadi rebutan antara Guild Egotist dan Sunroar sepertinya dia unggulan pertama."


"Belum tentu, Ranard memiliki job langkah Hybrid Swordsman pasti seru melihat combonya."


"Jika berbicara job langkah jangan lupakan Catrain meskipun wajahnya Cantik tapi kekuatannya parah."


"Kau belum lihat kecantikan penyihir Isana."


"Tapi lihatlah apa yang dilakukan dua summoner itu sungguh bunuh diri."

__ADS_1


"Mereka bodoh jika berani bertaruh pada summoner itu."


Begitulah celoteh para penonton dan semua suara tiba-tiba menjadi sunyi saat sang raja dari kerajaan Romant keluar dari ruang tunggu menuju kursi Raja untuk menonton, dan memberikan sambutan kecil.


"Wahai para petualang berjuanglah yang terbaik Aku berharap yang terkuatlah yang akan menjadi juara."


Setelah mengucapkan sepatah kata Raja duduk di singgasananya dan terdengar teriakan histeris penonton dan peserta dengan penuh semangat, setelah itu terlihat layar dengan gambar dari masing masing peserta dimana berjumlah 32 dengan sistem gugur, jika dilihat dari daftar Theo dan Anakin akan bertemu final jika mereka terus menang.


"Baiklah pertarungan pertama akan segera dimulai antara Ranard melawan Dimitri."


Para peserta melihat pertandingan dari layar didalam ruang tunggu.


Pertarunganpun dibuka oleh Swordsman dengan memiliki skill magic Wind melawan Monk.


Monk sangat tidak diuntungkan dengan serangan serangan angin dari jarak jauh dan dikombinasikan dengan berpedangnya membuat Monk terpuruk dan tidak dapat melanjutkan pertandingan.


Pertandingan kedua adalah pertandingan Theo dan dia segera bersiap.


"Pertandingan kedua antara Theo Summoner dengan Dana seorang Assassin."


HUUUUU


terdengar teriakan penonton yang kecewa betapa tidak serunya dan sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya.


Bagaimana mungkin seorang Summoner Job Support bisa menang melawan Assassin sang dealer.


Summoner yang tidak terkenal sementara satunya Assassin favorit dan putri dari pemilik Guild Hate Sword.


Tidak akan ada yang bertaruh untuk kemenangan Theo kecuali mereka yang mengenal Theo dan Theo sendiri.


"Putriku hancurkan Summoner itu menjadi berkeping-keping," Teriak seorang Paladin level tinggi beserta anak buahnya sepertinya anggota dari Guild Hate Sword.


Kedua peserta memasuki Arena dan saling berhadapan sebelum ada aba-aba mereka tidak dapat menyerang.


"Akan kuselesaikan dengan cepat," seringai Dana kepada Theo.


"Coba saja," jawab Theo malas.


"Cih."


"Pertandingan dimulai."


Begitu mendengar aba-aba Dana langsung menghilang dari pandangan menggunakan skill Cloaking.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan pedang Silver Scarnya.


Para penonton yang melihatnya terkejut kecuali yang mengenal Theo.


"Hei dia Summoner kan kenapa membawa pedang."


"Jangan tanya padaku, aku juga tidak tahu."


"Paling hanya untuk pajangan apa gunanya Summoner membawa pedang."


"Dengan sekali tebas dari Assassin juga bakal mati dia."


Dana yang awalnya terkejut kembali hendak menyerang seperti rencana awalnya.


Theo hanya diam dengan waspada.

__ADS_1


"Mati kau," bisik Dana ke telinga Theo tetapi Theo dengan cepat menebas perut Dana membuatnya terkejut


"Apa!"


__ADS_2