
"Apa rencanamu sekarang," tanya Boby.
"Tentu saja aku akan tetap fokus pada caraku memperkuat diri, aku akan mengecek kebenaran ceritamu dulu."
"Masalah itu bisa menunggu tetapi penyeranganmu tampaknya sudah dimulai."
"Karena mereka gagal membunuhku, bajingan tua itu pasti akan memerintahkan Ranker yang lebih hebat lagi, Aku tidak masalah jika pertarungan terjadi tetapi yang membuatku takut adalah serangan mendadak," kata Arya dengan gusar.
"Hmm...kenapa kau tidak membeli skill Detect saja," saran Boby.
"Tidak skill Detect tidak akan bisa mendeteksi serangan dadakan, kita mengaktifkannya saat lawan menghilang."
"Lalu apa rencanamu," tanya Boby tidak sabaran.
"Sepertinya aku akan menemukan petunjuk baru saat aku menyelidiki desa itu, lagipula saat ini aku cukup tenang karena memiliki Ghost dalam monsterku, skill Shadow Walknya benar-benar selalu menyelamatkanku."
Theo tidak menyangka Shadow Walk yang dimiliki Goblin itu punya kualitas yang tinggi bahkan skill deteksi tidak dapat menemukannya.
"Sebelum aku ke desa itu aku akan leveling sampai level 50 baru aku akan menuju kesana," kata Arya.
Arya memutuskan untuk meningkatkan levelnya karena ketika level 50 dia akan mendapatkan skill baru.
"Baiklah aku pergi dulu," kata Arya.
Boby membalasnya hanya dengan lambaian tangan.
**********
[Selamat datang Player Theo]
Seperti biasa sebelum mulai Theo mengecek Statusnya.
Theo
Level : 48
Ras : manusia
Job : Summoner.
Title : Goblin expert, Insect Repellent, Fire Fist, Forest king, Dragon Slayer, Wolf Expert, Elf Tribe.
Fame : 770
Str : 21+5
Agi : 22
Int : 21+11
Vit : 11
HP : 150
__ADS_1
MP : 125+55
Capacity : 28+25
Skill : [Capture, Release, Summon, Call, First Aid , Asklepios Sight, Goblin Warcry, Spell Scave, Einherjar Gift, Double Slash, Triple Slash, Triple Attack, Blink Step, Haste, Bullet Spear, Air Curtain, Wave Slash, Dark Mist, Fire Blaze, Fusion, Ice Tower, Agile Boost, Sage Seal, Eye of Precision.]
Point distribution : 9
Equip : Ring of Power, Artog Ring, Lassart Glove, Hertan II
Theo melihat hanya tinggal 2 level lagi untuk mencapai level 50 jadi dia memutuskan untuk leveling ditempat favoritnya sekarang yaitu bukit Karvin.
Theo bertarung seperti orang gila menebas kesana kemari membuat para Carpara ketakutan.
Sekarang kecepatan Carpara bukan masalah baginya, tanpa menggunakan Eye of Precision pun matanya sudah dapat mengikuti gerakan Carpara.
Empat jam telah berlalu tetapi levelnya hanya meningkat satu dan setelah enam jam Theo sudah mencapai level 50.
"Berhasil!" Teriaknya puas.
Bersama itu muncul banyak pemberitahuan.
[Anda telah membunuh banyak monster dengan kemampuan berpedang anda]
[Kemampuan berpedang anda meningkat pesat]
[Mendapatkan skill Sword Mastery]
[Anda sekarang dapat menggunakan pedang]
Theo berteriak kegirangan dengan pemberitahuan barusan bukan hanya karena mendapatkan skill Sword Mastery yang sudah lama dia tunggu, ditambah ada tambahan Stat dan tidak perlu menggunakan skill Spell Scave untuk dapat menggunakan pedang, sekarang dia dapat dengan sesuka hati menggunakan pedangnya.
'Mungkin dengan memiliki skill ini aku bisa dianggap sebagai seorang pendekar,' pikir Theo.
Tapi tidak sampai disitu saja pemberitahuan selanjutnya segera menyusul.
[Anda mendapatkan skill baru silahkan untuk memilih]
Theo melihat dua skill yang harus dipilihnya yang pertama adalah Defensive Formation yaitu skill yang memberikan perisai kasat mata kepada makhluk panggilan disekitar pengguna dan yang lainnya adalah Talent Trade yaitu menukar salah satu skill pengguna dengan makhluk panggilannya secara permanen
Theo mempertimbangkan sebentar dan sudah mengambil keputusan.
Defensive Formation memang sangat kuat untuk meningkatkan pertahanan tetapi dengan adanya Gort dan Gald yang menurutnya sudah cukup dia tidak terlalu membutuhkannya.
Sementara skill satunya Talent Trade menurut Theo skill yang paling berguna karena Theo bisa menukarkan skill miliknya yang tidak berguna dengan skill milik monsternya dan itu memiliki kemungkinan tidak terbatas.
Mungkin bagi Summoner lain skill ini tampak tidak berguna karena skill Summoner sesungguhnya sangat sedikit dan apabila ditukar fungsi dari menjadi Summoner akan hilang, berbeda dengan Theo yang bisa memiliki banyak skill bisa membuat taktik dan strateginya semakin luas.
"Aku pilih skill Talent Trade."
[Anda mendapatkan skill Talent Trade]
Begitu ada pemberitahuan Theo segera mengecek deskripsi skill miliknya.
__ADS_1
Talent Trade
rank : C
Deskripsi : apa yang kau berikan maka kau berhak menerimanya
Efek : menukar skill pemakai dengan skill milik makhluk panggilannya
Cost mana : -
Cooldown : -
Syarat pemakaian : skill yang ditukarkan memiliki Rank yang sama
Perhatian : skill ini hanya dapat menukar skill asli milik monster bukan skill tambahan, dan tidak dapat menukar kembali dengan skill yang sama.
Melihat deskripsinya Theo agak sedikit kecewa karena dia tidak bisa mengambil skill yang dia inginkan dengan pemberian Einherjar Gift.
Sepertinya sistem sudah menyadari sehingga menerapkan penjelasan seperti itu.
Untuk saat ini tidak ada skill yang ingin dia tukarkan karena hanya akan membuat summonnya melemah, Theo berencana menangkap monster lain dan menukar skillnya tetapi itu untuk nanti.
Karena targetnya sudah terpenuhi Theo meninggalkan bukit Karvin dan menuju desa Falldrift tempat rumor berasal.
*************
Theo menuju Guild petualang di kota Igana untuk mencari Quest yang bermasalah itu.
Theo memasuki bangunan besar yang pernah dia masuki saat membuat Guild dulu.
Theo segera menuju papan Quest dan mencari quest yang terlihat dari kertasnya yang kusam sudah lama tidak ada orang yang mau mengambil questnya dan menyerahkan kepada resepsionis.
"Apakah benar tuan petualang mengambil quest ini," tanya si resepsionis memastikan.
"Tentu," jawab Theo singkat.
"Apakah tuan sudah mendengar rumor tentang quest ini, para petualang menyebutnya keusilan penduduk karena didesa ini benar-benar tidak ada Goblin yang terlihat dan hanya para penduduk desa yang pernah melihatnya."
"Aku belum tahu kebenaranya tetapi aku akan mengecek dengan mata kepalaku sendiri hingga aku yakin apa yang akan kuperbuat."
"Baik tuan terima kasih semoga berhasil dengan questnya."
"Terima kasih."
Dan Theo segera berlalu hendak menuju desa Falldrift.
Desa Falldrift terletak jauh diselatan kota Igana dan harus melewati beberapa desa dan kota.
Jika berjalan kaki atau mencari tumpangan kereta kuda pemuat jerami akan memerlukan waktu 3 hari perjalanan, untungnya Theo memiliki tunggangan yang sangat berguna yaitu Remus dan Remulus yang bisa digunakan secara bergantian sehingga waktu tersebut bisa ditempuh Theo dalam seperempat hari.
Setelah perjalanan jauh akhirnya Theo tiba di desa itu tetapi keadaan desa tersebut sangat menyedihkan bahkan lebih parah dari desa Lanideen sebelum diselamatkan oleh Theo.
Theo melihat pemandangan yang mengenaskan, banyak orang tua yang duduk dijalanan mengharapkan ada orang baik hati melemparkan koin kepadanya dan beberapa anak kecil dengan tubuh seperti ranting kayu kering mengemis dijalanan mengharapkan belas kasihan dari orang yang lalu lalang.
__ADS_1
'Desa macam apa ini,' pikir Theo.