Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Urcelos


__ADS_3

"First Aid"


Theo memberikan penyembuhan kepada Gort yang darahnya tinggal separuh.


[Treant telah mati]


[Treant telah mati]


Beberapa Treant mati terkena serangan beruntun Raissa dan Echo.


Sementara Gupi menembakan Fireball bergantian antara Gain dan Lynna.


Mana Gupi cukup banyak untuk bertahan dengan Artog Ring pemberian Theo.


Setelah beberapa waktu, lawan Gain dan Lynna telah musnah dan mereka beralih menyerang Treant yang dihadang oleh Gort.


Dan setelah 20 menit berlalu para Treant berhasil dimusnahkan.


Party Lynna bersorak karena berhasil melewati rintangan dimana selama ini gagal dan yang paling senang dari kemenangan ini adalah Gain dengan mengangkat kapaknya berulang kali.


"Wuuhuu kita berhasil yeahhhh," teriak Gain seperti anak kecil.


Theo dan yang lain memperhatikan Gain dengan tertawa.


Gain yang menyadari tiba tiba berhenti dan tersipu malu dengan wajah memerah Gain berkata.


"Ehm...ehm.. aku harus mengakui ternyata meskipun jobmu payah tetapi dengan kekayaan kau bisa sedikit berguna."


Theo tidak menjawab dan hanya tersenyum membuat Gain semakin salah tingkah.


"S-sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan kita"


"Theo siapa nama goblin ini kenapa imut sekali," tanya Lynna.


Saat Lynna dan Raissa akan memegang pipinya Gupi melarikan diri ke belakang Theo dan mengintip mereka dengan takut.


"Duh imutnya," kata Raissa gemas.


"Tapi goblinmu aneh bagaimana mungkin seekor goblin bisa menggunakan Fireball," tanya Echo penasaran termasuk yang lain juga penasaran.


"Paling dia juga membelinya dengan harga mahal di penjualan monster," kata Gain ketus.


"Apakah tempat bos Urcelos masih jauh Lyn?" Tanya Echo.


"Jika melihat di forum ada tiga serangan besar setelah itu baru menghadapi Urcelos kita sudah tiga kali tampaknya sudah dekat."


"Benar dan si Urcelos akan kuhajar begitu berhadapan satu lawan satu," kata Gain dengan percaya diri.


"Jangan sombong Gain kau tahu di forum, yang bertarung satu lawan satu adalah Ranker dan mereka tetap gagal," kata Lynna memperingatkan.


Mendengar perkataan Lynna Gain agak cemas tapi berusaha menutupinya.

__ADS_1


"Y-ya aku tahu kita harus tetap waspada."


Mereka tiba di tanah lapang di tengahnya terdapat air mancur disana ada sesosok mahkluk seperti Centaurus manusia setengah kuda tetapi memiliki badan yang lebih besar dengan armor berwarna perak sedang memperhatikan segorombolan monster kecil dengan pakaian terbuat dari daun yang bermain di sumber air.


[Perhatian hanya satu orang yang bisa memasuki tempat ini]


Terlihat sebuah tembok tidak kasat mata yang mengahalangi mereka untuk masuk seperti terbuat dari kaca.


"Kalian cukup perhatikan kemenanganku dari sini haha," kata Gain dengan arogan.


"Semoga berhasil Gain," kata Theo dengan tersenyum.


Gain menoleh ke Theo dengan wajah memerah.


"Hei kau Summoner jika kita gagal sekarang kau tetap simpanlah kapak tidak bergunamu," kata Gain dengan sedikit menangis.


"Wah wah ternyata Gain sudah mengakui Theo rupanya," goda Echo.


"Benar kau tidak mau kapaknya Gain," tanya Theo memastikan dengan sedikit tersenyum.


"Ja-jangan membuatku berubah pikiran."


Mereka semua tertawa melihat kelakuan lucu Gain.


"Su-sudah cukup sekarang aku akan mengalahkannya."


Saat Gain sudah memasuki penghalang para monster menoleh dan segerombolan kecil monster melarikan diri dan Urcelos mengambil senjatanya sebuah tombak yang lebih mirip gada raksasa tetapi diujungnya seperti sebuah golok dengan tiga mata pisau.


Urcelos memandang Gain dengan tatapan membunuh begitu juga sebaliknya sayangnya party mereka hanya bisa memberikan semangat dari kejauhan.


Benturan-benturan keras terdengar hingga membuat percikan api berterbangan sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


Setelah beberapa menit bertarung darah Urcelos cukup berkurang tetapi Gain lebih parah darahnya kehilangan separuh.


'Sial kuat sekali mahkluk ini,' pikir Gain dengan nafas tersengal.


Urcelos berhenti menyerang dan tiba tiba mengangkat senjatanya keatas dan sebuah petir menyambar Gain membuat luka Gain semakin parah dan sepertinya hanya tersisa 10%.


Party Lynna berteriak dari luar agar Gain segera melarikan diri dan Gain lari dengan terhuyung huyung menuju tempat mereka berharap Lynna cukup kuat untuk melawan Urcelos.


Dengan susah payah akhirnya Gain berhasil keluar dan digantikan Lynna.


"Kerja bagus Gain serahkan sisanya kepadaku."


Setelah berkata Lynna langsung menyerang menghadapi Urcelos.


Tiba tiba mereka semua terkejut darah Urcelos kembali penuh.


"Ya tuhan."


"Tidak mungkin."

__ADS_1


Sepertinya quest ini memang tantangan satu lawan satu bukan bertarung secara bergantian.


"Hosh...hosh dia kuat sekali aku tidak yakin bisa mengalahkannya."


Gain tampaknya sudah putus asa untuk mengalahkan Urcelos.


"Tidak apa apa Gain minumlah ini " kata Theo dengan memberikan dua buah potion warna merah dan biru untuk Health dan mana.


Lynna bertarung dengan cukup baik tidak seperti Gain yang adu pukul Lynna menghindari tiap ayunan tombak Urcelos dan membalasnya dengan tebasan tebasan kecil dan menggunakan semua skill serangannya, sayangnya tidak terlalu efektif karena kekuatan mereka sama sama pengguna elemen petir.


Saat darah Urcelos berkurang untuk kesekian kalinya dia kembali mengangkat senjatanya dan sambaran petir menghantam Lynna.


Tetapi semua terkejut bahkan Urcelos karena sepertinya lawannya baik baik saja tidak mengalami luka apapun dan terlihat Lynna menancapkan pedangnya dan menjauh.


"Thunder Rod"


Skill serangan penangkal petir milik Lynna digunakan seperti ini.


"Gadis luar biasa," puji Theo.


Mereka semua bersemangat dan menyemangatinya.


"Ayo Lynna kamu pasti bisa!"


"Kalahkan dia!"


Hal itu membuat Urcelos marah dan kembali menyerang Lynna tapi sayangnya serangan Urcelos tidak sebanding dengan kecepatan Lynna.


Dengan kesabaran Lynna memberikan luka meskipun tidak cukup dalam membuat Darah Urcelos sedikit demi sedikit berkurang,


karena merasa tidak bisa melukainya Urcelos mundur dan membuat gerakan aneh dengan tombaknya seperti sebuah isyarat dan benar saja dari pepohonan sekitar keluar monster berwujud manusia dan ternyata elf liar berjumlah empat dengan bersenjatakan busur panah.


"Curang katanya satu lawan satu!" teriak Gain.


Urcelos kembali menyerang Lynna dan Lynna hanya menghindar waspada ada serangan lain, dan benar saja sebuah anak panah menuju lehernya dapat dihindari dengan tipis tapi ayunan tombak Urcelos menghantamnya meskipun ditahan dengan pedangnya, Lynna terlempar menyebabkan darahnya berkurang hampir setengah.


"Oh tidak..." Raissa memegangi mulutnya.


"Kita gagal....kita gagal."


Terlihat wajah Gain yang frustasi.


"Tidak masih belum, aku masih punya trik lain" kata Lynna yang bangun dengan kesakitan.


Tiba tiba dari tubuh lina keluar aliran listrik putih yang menyelimutinya, Urcelos yang memperhatikannya langsung menyerang.


"Lighning Speed"


Dengan gerakan seperti kilat Lynna bergerak dan menyerang Urcelos berkali kali bahkan tembakan panah tidak mampu menyentuhnya.


**silahkan like dan comment

__ADS_1


Comment kalian sangat membantu author bersemangat


Negatife comment will be forgiven**


__ADS_2