Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Negosiasi


__ADS_3

"Theo!"


Theo menoleh ke arah suara yang memanggilnya dari jauh serta banyak player yang memperhatikannya.


"Hei lihat ada Summoner."


"Sudah lama aku tidak melihat Job itu."


"Sepertinya sekarang sudah banyak yang memakai job sampah itu."


Bahkan dilevel tinggi pun penghinaan terhadap Summoner masih marak tetapi Theo sudah kebal dengan semua itu dan berakting pura-pura tak mendengar.


"Lihatlah yang ditemui Summoner itu sepertinya aku mengenalnya."


"Itu Garahad penyerang utama dari Guild Havoc."


"Ada hubungan apa player terkenal seperti Garahad bisa berhubungan dengan Summoner sampah itu."


Sepertinya Boby cukup terkenal di kota Igana bahkan dalam sekejab banyak player sudah mengenalnya.


"Astaga tidak bisakah kau datang dan menghampiriku saja lihat mereka semua memperhatikan kita."


"Memang apa urusannya dengan mereka, sudahlah ayo ikuti aku."


Tanpa banyak bicara Theo segera mengikuti Boby seperti rencana semula untuk menemui ketua guildnya.


Boby membawa Theo kesebuah bangunan besar mewah di jalan utama dekat dengan kerajaan Igana.


Setelah memastikan bangunan ini adalah yang terbesar, sepertinya menjadi Guild terhebat juga harus memiliki gedung yang besar, ini tidak ada bedanya dengan kehidupan nyata.


"Sudah ayo masuk," ajak Boby.


Theo segera mengikutinya dan memperhatikan setiap orang yang berpapasan dengannya pasti menundukan kepala memberi hormat.


"Selamat siang tuan Garahad."


"Kapan raid berikutnya kami menunggu kabar dari anda."


"Apa itu teman anda, bukankah dia seorang Summoner."


Boby tidak menjawab sapaan mereka bahkan seperti berusaha untuk mengabaikannya, Theo yang melihat sahabatnya yang lucu tidak menyangka ternyata dia sangat dihormati di Guildnya.


Boby menuntun Theo ke sebuah ruangan paling besar berdiri di depan pintunya dan mengetuknya.


"Ini aku."


"Masuklah."

__ADS_1


Setelah dipersilahkan masuk Boby dan Theo segera memasuki ruangan terlihat seorang lelaki berdiri mengenakan pakaian putih dengan memakai penutup kepala serta memakai kacamata baca dari penampilannya sepertinya dia seorang Priest atau penyembuh dan dia tersenyum ramah kepada mereka berdua.


"Selamat datang," sambutnya dengan ramah.


"Aku membawanya," kata Boby sambil melihat ke arah Theo.


"Tentu saja silahkan duduk."


Mereka berdua segera duduk setelah dipersilahkan oleh pria didepannya.


"Apakah ini Summoner yang sering kau ceritakan kepadaku," tanya si Priest dengan sopan.


"Benar tuan dia adalah orang yang saya maksud."


Theo tidak tahu apa yang diceritakan Boby tentangnya tetapi dia menduga pasti cerita yang baik.


"Apakah benar tuan ingin bergabung dengan Guildku," tanya priest dengan nada rendah hati.


"Hah?"


Theo kebingungan mendengar kata-kata si Priest dan memandang Boby apa maksudnya tetapi Boby menatapnya dengan menggerakkan kepalanya seolah ingin berkata katakan saja keperluanmu.


"Maaf tuan..."


"Tidak usah memanggilku dengan tuan panggil saja aku Waller," potongnya.


"Begini tuan Waller sebenarnya kedatangan disini bukan untuk bergabung dengan Guild anda tetapi ingin merekrut salah satu anggota anda."


"Siapa yang ingin anda rekrut?" Tanyanya dengan nada lemah lembut.


"Dia," kata Theo sambil menunjuk Boby yang berdiri di sebelah kanan Waller.


"Apa!...tidak...ke-kenapa harus dia."


Waller terkejut orang yang ingin direkrut Theo adalah salah satu penyerang dungeon terbaiknya dan tentu saja ketua guild ini tidak ingin kehilangan assetnya, melepaskan Boby sama saja dengan mengurangi pemasukan Guild.


"Sayangnya tuan Theo kami tidak dapat memberikan keinginan anda karena...."


"Saya akan memberikan kompensasi."


"Bukan begitu maksud saya, uang bukan permasalahannya."


Waller berpikir seorang player dengan guild yang baru berdiri tidak akan memiliki sumber daya maupun dana, kompensasi yang akan dia berikan tidak akan mencapai sepuluh juta dan paling besar hanya mencapai dua puluh juta jadi dengan tegas dia akan menolaknya.


"Maafkan saya tetapi..."


"Apakah anda tahu power potion."

__ADS_1


Waller kebingungan apa maksudnya player didepannya menanyakan hal ini, semua orang juga tahu potion itu adalah barang yang menjadi incaran guild nomor satu, siapapun yang mendapatkannya akan dengan cepat menaikan posisi guildnya.


sementara Boby juga tidak menyangka sahabatnya bisa memasukan itu kedalam negosiasinya, ini akan menarik pikirnya.


"Power potion, tentu saja semua orang tahu potion yang dapat meningkatkan Atk player sebesar 20% sungguh item yang bisa memutar balik keadaan tapi kenapa anda menanyakan itu."


"Jika anda memberikan Garahad aku akan menukarnya dengan power potion."


Kali ini Waller cukup terkejut mendengarnya, bagaimana Summoner ini bisa mendapatkan power potion sementara anggota guildnya saja kesusahan untuk mendapatkannya mungkin dia hanya punya satu atau paling banyak dua tidak mungkin lebih dari itu, jika hanya segitu tidak akan berguna untuk guildnya, lagipula guild Havoc sudah mulai mendapatkan health potion dengan keefektifan dua kali lipat.


"Tetap saja itu tidak akan cukup..."


Theo tidak mendengarkan perkataan Waller dan malah sibuk mengeluarkan botol dengan cairan berwarna kuning, Waller mengenali cairan itu sebagai power potion


Satu, dua, tiga dan seterusnya....


"Tuan Theo tolong..."


Theo terus mengeluarkan potion dari inventorynya dan menatanya dimeja, ketika mencapai angka sepuluh lebih Waller tidak dapat berkata karena mulutnya hanya menganga dengan lebar hingga menyentuh tanah.


"Ya ampun..."


Theo terlihat tidak berhenti mengeluarkan power potion dari inventory dan semakin membuat Waller mengalami kebimbangan antara mempertahankan Boby atau mengambil harta karun didepannya.


"Power potion 50 buah," kata Theo sambil tersenyum manis kearah Waller.


"Ini semua untuk anda tuan Waller," rayu Theo dengan menunjukan seringai liciknya.


Waller tidak merespon perkataan Theo hanya menatap botol-botol yang ada didepannya dengan mata mengkilat membayangkan jika itu menjadi miliknya dan dijual dua kali lipat dari aslinya pasti masih laku keras dan banyak Guild besar yang akan berebut sementara pemasukan Guildnya perbulan bahkan tidak mencapai angka dua digit.


Sungguh suatu dilema dihadapkan padanya apakah harus menerima harta didepannya dengan catatan kehilangan penyerang utamanya yang akan membuat penghasilan guild menurun atau tetap mempertahankan tanker utamanya dan keuangan mereka stabil.


Theo melihat Waller mengalami kebimbangan dan berusaha memancingnya sedikit lagi.


"Sepertinya anda tidak tertarik dengan potion ini lebih baik saya ambil lagi."


Melihat tangan Theo hendak memasukan kembali ke dalam inventory Waller buru-buru mencegatnya.


"Tung-tunggu tolong jangan terburu-buru mari kita pikirkan sebentar," ucap Waller dengan sedikit panik.


"Maksud anda bagaimana?" Theo mencoba bertanya.


"Maksud saya, potion ini sungguh menggoda saya apakah tidak ada cara lain atau anggota lain yang menarik minat anda," Waller mencoba membujuk Theo.


"Tidak ada, hanya dia yang aku inginkan," jawab Theo tegas.


Waller masih berusaha mencoba untuk mempertahankan Boby dan mendapatkan potion tersebut.

__ADS_1


"Tuan Garahad adalah aset kami jika saya melepaskannya maka pemasukan guild akan menurun dan tinggal menunggu waktu guild yang sudah lama kudirikan ini akan runtuh," kata Waller dengan pura-pura memelas.


'Dasar rubah licik masih ingin bermain rupanya,' pikir Theo.


__ADS_2