Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Juara


__ADS_3

Mendengar perkataan Theo Anakin baru tersadar jika barrier miliknya telah habis durasinya.


Dalam sekejap Ghost yang telah bersembunyi sedari awal kembali dengan menunjukan pisaunya ke leher Anakin.


"Selesai sudah."


"Si bocah Drake sudah tidak memiliki pelindung pemenangnya sudah ditentukan."


Anakin yang merasakan dinginnya besi tajam di lehernya sudah pasrah dan menerima kekalahannya.


'Seandainya aku lebih kuat,' pikir Anakin.


"Hei Anakin... tidak akan seru jika berakhir begini kan," ujar Theo.


"A-apa maksudmu."


"Bagaimana jika kita tentukan siapa yang lebih kuat Drakemu atau pasukan goblinku."


Mendengar perkataan Theo Anakin tidak dapat mempercayainya tapi itu membuat persaingan mereka kembali bergejolak.


"Dasar kau Summomer aneh kali ini kekalahanku, aku sudah banyak belajar dari kesalahanku tapi ayo kita bertarung sampai akhir."


Anakin yang awalnya frustasi tiba-tiba kembali bersemangat dan merasakan adanya ikatan persahabatan dan persaingan disaat yang bersamaan.


"Gitu dong, itu baru Anakin yang kukenal."


Dengan kibasan tangan Theo, Ghost menarik pisaunya dan menghilang.


"Drake musnahkan mereka," teriak Anakin yang kembali bersemangat.


Sementara penonton kebingungan dengan apa yang terjadi kenapa pertandingan belum selesai dan goblin dibelakang anakin menghilang.


Masa bodoh dengan semua itu yang penting pertarungan kembali dilanjutkan dan sudah mencapai klimaksnya.


"Drake sembur mereka."


Karena cooldown semburannya sudah habis Anakin memerintahkan Drakenya untuk mengeluarkan nafas apinya tidak peduli berhasil atau tidaknya.


SWOOSSSHH


"Call"


Kali ini Theo tidak punya cara untuk melindungi goblinnya sehingga menarik semua summonnya kecuali Gort yang cukup tahan api dengan Armornya.


Theo berpikir apakah keputusannya benar untuk meneruskan pertarungan sepertinya dia mulai menyesal.


"Aku dan mulut besarku," umpatnya pada diri sendiri.


Semua penonton bingung terlebih Anakin kenapa dia menarik semua summonnya.


"Ka-kau sengaja kan"


"Hah?"


"Kau menarik semua summonmu karena aku tidak cukup kuat untuk melawanmu kan, sampai sejauh apa kau meremehkanku," bentak Anakin.


'Lihatlah si bodoh ini.'

__ADS_1


"Baik jika itu maumu aku tidak akan membiarkanmu menang mudah."


"Gort"


Gort segera maju untuk menahan Drake Anakin sementara Theo mengaktifkan skill andalannya.


"Spell Scave"


Theo mengambil Urcelos Spear dari penyimpanannya.


"Mau apa kau dengan tombakmu, aku sudah melihatnya serangan petir tidak akan mempan baginya."


"Lihat saja."


Theo tidak dapat membiarkan lebih lama karena Gort juga akan berakhir, dia segera mengambil ancang- ancang.


"Bullet Spear"


Theo melemparkan tombaknya dengan kecepatan peluru dan menghunjam lehernya membuat Drake lunglai tidak berdaya dan detik berikutnya Drake yang tidak mampu mempertahankan tubuhnya tumbang dengan suara keras.


Melihat kejadian itu mulut penonton mengangah lebar masih tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya.


Terlebih lagi Anakin hanya berdiri mematung begitu Drake miliknya dikalahkan.


[Berhasil mengalahkan monster jenis naga seorang diri mendapatkan title Dragon Slayer]


Theo tidak menyangka didalam pertandingan bisa mendapatkan sebuah Title tetapi dia mengesampingkan hal itu dan mendatangi Anakin.


"Sebegitu lemahnya aku hingga kau memberikan handicap dengan menarik semua goblinmu," katanya dengan suara bergetar.


Theo menjitak kepala Anakin dengan keras membuatnya kesakitan dan mengelus kepalanya.


"Kau bodoh ya, jika aku tidak menarik monsterku mereka semua akan musnah dengan semburan kadalmu itu."


"Tapi kau bisa menetralkan apiku tadi."


"Itu tidak bisa digunakan terus menerus."


"Kau sialan pasti masih menyimpan banyak trik."


"Hmm...itu mungkin saja setidaknya aku masih ada dua cara lagi untuk mengalahkanmu."


"Aku mengerti aku masih punya banyak kelemahan dan berkatmu aku tahu apa yang harus kuperbaiki," kata Anakin mengintrospeksi dirinya.


Mendengar penjelasan Theo sepertinya Anakin bisa menerimnya, melihat Anakin yang kembali bersemangat Theo ingin menggodanya lagi.


"Sudahlah yang jelas aku menang dan kau kalah...oh sepertinya tidak terdengar ya kau KALAH," kata Theo sambil menunjuk hidung Anakin.


"Dasar kau saja Summoner yang aneh lain kali aku akan mengalahkanmu dengan telak akan kucari monster yang kuat."


"Baik janji kita akan menjadi lebih kuat," kata Theo dengan mengulurkan tangan.


"Tentu saja," Anakin menyambutnya.


***************


Pemberian penghargaan juara segera diberikan terlihat semua peserta berada di arena dan 3 player berada di depannya dengan Theo juara satu disusul Anakin dan berikutnya Catrain yang sebelumnya mengalahkan peserta lainnya dengan telak.

__ADS_1


Sorakan dan sambutan penonton begitu besar bahkan pertarungan mereka akan menarik minat guild-guild besar untuk merekrut mereka karena kedepannya mereka akan menjadi penghasilan bagi guild tersebut.


THEO THEO THEO THEO


nama Theo begitu dieluh-eluhkan karena dia adalah aktor utama yang berdiri dipuncak dengan mengalahkan yang lain.


"Aku menginginkan dia."


"Berapapun kontrak yang dia inginkan kita harus menerimanya."


"Dia harus bergabung dengan guild kita."


Selain banyaknya orang yang ingin merekrutnya juga ada sebagian yang memiliki niat jahat kepadanya.


"Tuan kapan kita akan mendatanginya."


"Jangan sekarang kita tunggu saat suasana mulai sepi.


Yang ditunggu pun tiba pemberian hadiah kepada ketiga juara mulai dari Catrain yang disematkan emblem berikutnya Anakin dan yang terakhir Theo, selain emblem yang diterimanya juga mendapatkan 50 emas setara limapuluh juta sementara Anakin dan Catrain mendapatkan 30 dan 15 juga pusaka kerajaan lantai pertama dan Theo akan mendapatkan pusaka kerajaan lantai kedua, Theo sudah tidak sabar item apa saja yang ada di kerajaan Romant lantai dua.


Dan begitulah seluruh rangkaian acara pertandingan berakhir tetapi banyak orang tidak ingin membubarkan diri, mereka memilih untuk mendatangi Theo dan peserta lain.


"Catrain kau akan terlihat cantik jika bergabung dengan guild kami."


"Anakin kami sangat membutuhkan Summoner sepertimu."


Dan tentu saja permintaan paling banyak kepada Theo.


"Theo kumohon bergabunglah dengan kami."


"Denganmu kita akan bisa menjadi guild nomor satu di dunia."


"Ayah ayo rekrut dia," terlihat Dana si Assassin meminta ayahnya agar merekrut Theo.


Bahkan peserta lain seperti Lynna, Isana, Ranard dan lain-lain tidak luput dari kejaran guild.


Dengan segala kehebohan Theo dan yang lain menyampaikan akan mempertimbangkan dan segera melarikan diri setelah menerima kartu nama.


"Gila aku tidak menyangka akan banyak Guild yang mencoba merekrutku jika Theo aku tidak heran tetapi aku," kata Anakin tidak percaya.


"Jangan merendahkan diri sendiri kau itu kuat."


"Hmm...Theo," potong Catrain tiba-tiba membuat mereka berdua menoleh.


"Pertarungan kita...lain kali aku tidak akan lengah dan aku akan semakin kuat."


Theo dan Anakin tidak tahu bagaimana merespon Catrain.


"Ja-jadi berapa nomor ID mu."


Mereka tidak percaya Catrain yang biasanya sombong memulai berbicara lebih dulu bahkan meminta nomor ID untuk ditambahkan sebagai teman.


"Jika kau tidak mau ya sudah anggap saja aku tidak pernah bicara."


"Tunggu ******** itu nomor ID ku."


"Baik terima kasih," setelah berkata Catrain segera pergi dan menghilang, Anakin berani bersumpah bahwa dia melihat wajah Catrain yang merah padam.

__ADS_1


__ADS_2