Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Semifinal


__ADS_3

Dari atas Catrain memandang Lynna dengan merendahkan.


"Kecepatanmu sudah berkurang dan seranganmu tidak dapat menggapaiku jadi menyerahlah," saran Catrain.


Tetapi Lynna tidak mempedulikan usulan Catrain dan tetap mencari cara untuk menyerangnya.


"Baiklah jika itu maumu."


Ketujuh pedang Catrain menyeramg Lynna secara sepihak, sedikit demi sedikit darah Lynna berkurang dan akhirnya kalah.


[Pemenangnya Catrain]


Catrain turun kebawah dari pedangnya dan Penonton bersorak dengan riuh.


"Kasian gadis itu sebenarnya dia tidak lemah tetapi lawannya yang salah."


"Seandainya dia memiliki serangan jarak jauh mungkin hasilnya akan berbeda."


"Kenapa kalian berpikir begitu hasil tetaplah hasil."


Sebelum pergi Lynna berpamitan dengan Theo.


"Theo maafkan aku tidak bisa memenuhi janjiku," kata Lynna menyesal.


"Kau sudah berusaha dengan keras Lyn," ucap Theo dengan menggosok kepalanya.


"Aku akan menyemangatimu dari bangku penonton berjuanglah," setelah berkata Lynna pergi, terlihat dari raut mukanya penuh kekecewaan.


"Hmm...seperti sepasang kekasih yang akan berpisah," sindir Anakin.


"Diam kau, kenapa tidak bersiap sekarang giliranmu bertarung kan."


"Kenapa harus bersiap ini hanya pertarungan mudah, kau lihat lawanku itu kakinya gemetaran terus, akan kuselesaikan dengan cepat, yang harusnya waspada adalah kamu, berikutnya kau akan melawan gadis Valkyrie itu."


"Kenapa kau jadi banyak bicara segera kesana."


"Iya iya," kata Anakin mengangkat kedua tangannya seraya meninggalkan Theo dengan malas.


Dan benar saja yang terjadi sesuai perkataan Anakin, dia menyelesaikan pertarungan dengan cepat serta pertarungan berikutnya tidak terlalu spesial.


Memasuki semi final jumlah peserta yang tersisa tinggal empat orang dan Theo akan melawan Catrain, tidak berapa lama panggilan oleh panitia sudah menggema.


[Pertandingan semifinal antara Theo sang Summoner melawan Catrain si Valkyrie]


Bangku penonton kembali memanas mendengar nama mereka dipanggil.


"Pertarungan ini pasti akan seru sekali."


"Menurutmu siapa yang akan menang."


"Hmmm.. sulit sekali menebaknya Theo dengan skill anehnya serta para monster goblinnya yang cukup unik sementara Catrain dengan keahliannya."


"Mungkin kali ini Catrain akan menang tetapi tidak tahu juga jika Theo masih menyimpan kartu asnya."


Penonton yang memprediksi semua terdiam ketika melihat kedua peserta memasuki arena dan berubah menjadi sorakan.


"Tuan Theo kau pasti bisa menjadi juara," teriak Gain.


"Bos kau pasti menang," seru Freedom.


Mereka berdua saling menoleh dan memperhatikan masing-masing.


"Kau mengenal tuan Theo," tanya Gain penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja dia adalah bosku," jawab Freedom bangga.


"Berarti kita adalah saudara mari kita dukung tuan Theo."


"Tentu saja saudaraku."


Kembali ke arena Theo dan Catrain saling berhadapan menunggu bel pertandingan dimulai.


"Bagaimana Theo dengan kekuatanku menurutmu kau bisa mengalahkanku."


"Ah...yah kekuatanmu luar biasa tetapi sepertinya aku bisa."


"Kita lihat saja apakah kehebatanmu sehebat omonganmu."


"Tentu saja."


[Pertandingan dimulai]


Catrain mengeluarkan delapan pedang tanpa basa-basi semua pedang terbang ke arah Theo


"Spell Scave"


Theo dengan cepat mengeluarkan Silver Scar dan menangkis pedang yang datang satu persatu.


meskipun agak kesulitan Theo tetap berhasi menangkisnya tetapi pedang kembali lagi dan lagi sekarang dari segala penjuru membuatnya kelelahan.


"Sampai kapan kau akan bertahan," tanya Catrain.


"Selamanya."


"Summon"


Theo mengeluarkan Gort sebagai pelindungnya, beban Theo menjadi ringan karena pedang yang datang dari depan ditahan Gort dengan tamengnya.


Keadaan seimbang saat Theo harus bertahan dengan gempuran pedang, Catrain juga harus menahan serangan Gotcha yang cepat.


"Goblin macam apa ini kenapa dia begitu lincah dan serangannya sangat tajam," gerutu Catrain.


Catrain menarik salah satu pedangnya yang menyerang Theo untuk membantunya melawan Gotcha sekarang dia dapat mengimbanginya.


"Kau hebat juga tapi itu masih permulaan nona."


"Summon"


Kali ini Theo mengeluarkan Ghost untuk membantunya menyerang Catrain.


Si Valkyrie mulai panik dengan munculnya Ghost yang langsung menghilang sehingga dia menarik dua pedangnya untuk melindunginya dari sergapan goblin Assassin milik Theo.


"Itu belum cukup," seringai Theo.


"Summon."


Kali ini Gobiru yang Theo keluarkan dengan tombaknya langsung menuju Catrain dan mengeluarkan tusukan tusukannya.


Gobiru yang datang dengan cepat melakukan gerakan menusuk sehingga Catrain harus menarik pedangnya yang menyerang Theo.


"Kau hebat juga nona."


"Summon"


Kali Theo mengeluarkan Gotu yang menyerang dari jarak jauh dengan panahnya.


"Summon"

__ADS_1


Theo mengeluarkan Gald, goblin champion seukuran manusia normal yang kekar dengan pakaian zirah lengkap menyerang Catrain, satu pedang tidak cukup untuk menahannya sehingga Catrain membuat dua pedang untuk melawannya.


penonton semakin bersemangat melihatnya.


"Lihat Theo mengeluarkan goblin baru kali ini goblin bertombak."


"Juga ada goblin pemanah."


"Dan yang terakhir goblin Champion itu sangat menakutkan dengan zirah lengkapnya."


"Ya ampun situasinya berbeda dengan pertandingan sebelumnya dimana Catrain memojokan lawannya sekarang dia yang terpojok."


"Ka-kau sebenarnya punya berapa goblin apa kau mengolokku," kata Catrain yang mulai kelabakan.


"Entahlah," jawab Theo dengan enteng sambil menguap karena pedang yang menyerangnya hanya tinggal satu yang ditahan oleh Gort.


Dengan serangan dari goblin yang berbeda-beda membuat Catrain mulai Stress sehingga dia memutuskan melarikan diri dengan menarik pedangnya yang terakhir, dia menaikinya dan terbang ke atas jauh dari jangkaun Theo dan semua goblinnya.


Hanya Gotu yang dapat menyerangnya tetapi itu hal yang sepele, salah satu pedang Catrain dapat menangkisnya dengan mudah.


Mereka saling berpandangan tajam sepertinya Catrain dan Theo masing- masing mencari cara untuk menyerang masing-masing.


Catrain berencana bertahan diatas dan sisa pedangnya akan menyerang Theo tetapi Catrain merasakan ada yang tidak beres ketika melihat Theo menyeringai.


"Naif...aku sudah menunggumu melakukan itu."


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan tombaknya dan mengaktifkan salah satu skill bawaan tombak.


"Urcelos Wrath"


Sebuah petir menyambar dari atas Catrain tepat mengenai ubun-ubunnya, selain memberikan Thunder damage, yang menyakitkan adalah menyebabkan Paralysis sehingga membuatnya kehilangan kendali atas dirinya.


Catrain jatuh dengan bebas bersama dengan semua pedangnya dan dibawah goblin Theo sudah menyambutnya.


Catrain tak berdaya menjadi sasaran para mahluk hijau ini, dengan berbagai serangan yang dilancarkan para goblin dalam hitungan detik darah Catrain sudah habis berkurang dan kemenangan Theo sudah ditentukan.


[Pemenangnya Theo]


Pengumuman tersebut disambut gema gemuruh oleh para penonton.


"Luar biasa summoner itu dia selalu memutar balik pertarungan."


"Theo membuat kelebihan musuhnya menjadi kelemahan."


"Bahkan gadis Valkyrie itu seolah bukan apa-apa baginya."


"Theo semakin gila goblinnya semuanya aneh-aneh."


"Aku masih penasaran darimana dia mendapatkan goblin."


Theo kembali ke ruang ganti dengan disambut Anakin.


"Luar biasa Summoner aneh satu ini," kata Anakin dengan melakukan tos.


"Berikutnya giliranmu."


"Tenang, duduk saja dengan manis dan tunggu aku di final."


Setelah berkata Anakin segera keluar menuju arena dimana meninggalkan Theo sendirian di ruang ganti karena tidak ada siapapun.


"Kenapa begitu sepi."

__ADS_1


__ADS_2