
Saat Theo sudah pasrah menerima kematiannya tiba-tiba dari tempat gerombolan berdiri, muncul balok kayu tajam dan memporak-porandakan mereka.
"Aakkhhh apa ini," teriaknya dalam kebingungan.
Berikutnya kumpulan pedang tanpa diketahui pemiliknya terbang menyerang mereka.
"Siapa ini berani ikut campur!"
"Wind Cutter"
Angin tajam menyayat kelompok Zahar serta hujan panah benar-benar menghancurkan mereka semua.
Saat mereka hendak lari seekor Drake mulai membantai mereka bagaikan kecoa hingga hanya tersisa Zahar.
"Ka-kalian berani mengganggu kami kalian peserta pertandingan, Guild Egotist tidak akan membiarkan semua ini."
"Kalian akan ...."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya leher Zahar sudah terbelah oleh pisau tajam Assassin wanita.
"Banyak bicara beraninya keroyokan," cela Dana.
"Theo!" seru seorang pemanah dari kejauhan dan sisa player yang lain mendekati Theo.
"Kau tidak apa-apa," tanya Catrain.
"Kalian...aku sangat berterima kasih dengan bantuan kalian tapi bagaimana kalian bisa berkumpul padahal aku hanya minta tolong ke Scand."
Saat bertarung karena Theo tahu tidak akan menang dia meminta tolong teman yang ada di kontaknya kebetulan yang paling atas dan sedang online adalah Scand dan Anakin.
"Kebetulan kami sedang mengobrol begitu ada pemberitahuan darimu mereka semua memutuskan ikut." Ujar Scand
"Kau sudah jadi teman kami makanya kami membantumu," ucap Ranard sambil menggosok hidung dengan jari telunjuknya
"Kau berhutang pada kami," kata Dana tajam.
"Tentu lain kali aku akan melunasinya kapanpun kau butuh bantuanku," ujar Theo dengan ramah.
"Janji ya."
Sepertinya jika Dana tidak menggunakan penutup mulut pasti senyumnya kelihatan sumringah.
Selain Scand dan Anakin Theo memperhatikan mereka satu persatu Ranard, Catrain, Isana, dana adalah yang menjadi lawannya sekarang mereka menjadi temannya sungguh dunia yang aneh.
"Baru ditinggal sebentar sudah mau mati saja memang Summoner pembuat masalah," kata Anakin sambil merangkul leher Theo.
"Hei siapa yang pembuat masalah hentikan," kata Theo sambil meneguk potion.
mereka semua tertawa kecuali Catrain yang hanya terlihat garis senyuman di mulutnya.
"Theo apa yang akan kau lakukan sepertinya para Guild besar akan mengincarmu karena tahu kau adalah pemilik quest dunia," ucap Ranard.
"Mereka semua pasti akan kembali menyerangmu mungkin sekarang kau dapat selamat tetapi lain kali belum tentu," tambah Catrain.
"Jika mereka tidak dapat membuatmu bergabung mereka akan memusuhimu," kata Isana.
__ADS_1
Theo sudah tahu situasinya dan apa yang dikatakan mereka semua benar dan satu-satunya cara adalah bergabung dengan Guild yang dapat melindunginya.
"Hei bagaimana jika kau bergabung dengan Guild papaku, kami akan memberikan bantuan sumber daya apapun yang kau butuhkan dan juga para Bodyguard 24 jam untuk menjagamu."
Theo memahami maksud baik Dana tetapi dia tidak ingin terikat dengan menjadi bawahan orang lain.
"Terima kasih atas tawaranmu tapi harus kutolak," kata Theo sambil menepuk pundak Dana.
"Lalu apa yang akan kau lakukan tuan sok kuat."
Theo tidak dapat menjawabnya dan masih memikirkan banyak kemungkinan.
"Mungkin aku akan membuat Guildku sendiri."
Mendengarnya mereka semua nampak terkejut.
"Theo kau gila, tidak mungkin pemain awal seperti kita membuat guild selain membutuhkan sumber daya yang besar juga membutuhkan player yang kuat jika tidak guild akan dibantai oleh guild lain yang lebih besar," bantah Anakin.
"Hei Anakin apa kau lupa siapa dia" kata Scand sambil menunjuk Theo dengan ibu jarinya.
Mereka semua merenungkan sejenak bahwa yang didepannya adalah orang gila yang telah merusak semua tatanan dan membuat yang mustahil menjadi mungkin.
"Theo jika kau membuat Guild hubungi aku," kata Ranard dengan percaya diri.
"Hei kau gila jika dia membuat Guild tentunya aku yang akan dia hubungi sebagai sahabat pertamanya," protes Scand.
Sementara Catrain dan Isana tidak berbicara sepertinya berharap bisa bergabung juga.
"Seandainya aku tidak punya Guild," kata Dana lirih.
Anakin terdiam sebentar dan menjawab.
"Tentu saja aku tidak akan bergabung karena aku membuat Guild yang kuat juga."
"Tetapi jika Guildmu butuh bantuan Guildku akan selalu siap membantumu." Tambahny dengan senyum lebar
"Dasar sombong," seringai Theo sambil melakukan tos dengan anakin.
Setelah melihat situasi sudah aman mereka semua berpisah setelah Theo menambahkan mereka yang belum menjadi teman Theo kedalam daftar teman.
Karena sudah terlalu lelah dan summonnya juga hampir habis Theo memutuskan kembali untuk logout.
***********
Disekolah semua murid bercerita tentang serunya turnamen Romant Kingdom dan yang tidak mereka tahu juaranya adalah salah satu teman mereka yang ada di kelas ini.
"Kau lihat turnamen kemarin sangat gila mereka semua player-player berbakat terutama Theo juaranya, aku jadi penggemar dia sekarang."
"Tidak kusangka pertarungan finalnya adalah Summoner lawan Summoner."
"Kau benar bagaimana mungkin seorang Summoner bisa mengalahkan Naga sungguh gila."
"Aku tidak sabar ingin mengganti jobku menjadi Summoner."
"Apalagi goblinnya keren-keren semua."
__ADS_1
"Kau lihat goblinnya yang bernama Gupi dia bisa menembakan bola api dan juga sangat lucu."
"Katanya sudah ada kelompok penggemar untuk gupi."
"Kau serius."
Arya tidak percaya ada kelompok penggemar seperti itu bahkan dia sendiri sebagai pemiliknya tidak tahu.
'Lucu sekali jika monster summonku lebih terkenal daripada aku pemiliknya,' batinnya.
Dan sepanjang haripun penuh dengan pembahasan turnamen dan Theo sang Summoner, bahkan pencarian paling banyak dalam Internet adalah kata kunci Summoner.
Dirumah Boby pun Arya menjadi bahan bullyan Boby.
"Lihatlah sang juara yang hebat ini sudah datang."
"Diam kau Gorila."
"Ada apa bukannya senang telah menjuarai turnamen tingkat pemula."
"Senang sih senang tapi ada masalah lain yang lebih mendesak."
Boby hanya memiringkan kepala kebingungan dengan maksud sahabatnya.
"Karena aku sudah dikenal banyak orang, banyak juga yang mengincarku ingin mengetahui quest dunia yang kumiliki terutama Guild-Guild besar juga mengincarku, mereka semua ingin merekrutku jika menolak mereka akan memburuku."
Boby yang mendengarnya cukup terkejut dan tidak menyangka jika masalahnya akan berkembang seperti ini.
"Lalu apa kau punya solusinya?" tanya Boby.
"Ini aku sedang mencarinya," kata Theo sambil memainkan komputer.
"Solusi apa yang kamu dapatkan dalam komputer itu."
"Hmm...aku mencari informasi bagaimana cara mendirikan Guild."
"Guild!...kau ingin mendirikan guild...itu solusimu!" Teriak Boby
"Iya...setelah aku berpikir sepertinya hanya itu solusiku."
"Astaga apa kau tidak tahu berapa yang harus dikeluarkan untuk membuat Guild."
"Ehm... sebentar disini dijelaskan untuk membuat Guild diperlukan 50 emas untuk ijin pendirian, 10 emas untuk sewa tempat Guild jadi totalnya 60 emas kan."
"Itu benar dan tiap bulan Guild harus membayar sebesar 3 emas untuk pajak apakah kau mampu."
"Entahlah."
"Jika kau belum memiliki usaha yang tetap untuk menghasilkan uang lebih baik urungkan niatmu terlebih dahulu."
Arya masih menimbang-nimbang apakah dia bisa menghasilkan uang tetap jika membuat Guild.
"Lalu menurutmu penghasilan Guild darimana," tanya Arya.
"Ehm...penghasilan Guild biasanya dari iklan lalu dari grinding item untuk dijual biasanya guild memiliki dungeon tetap untuk berburu, semakin terkenal Guild maka akan semakin banyak quest yang dapat dihasilkan, yang terakhir dari penguasaan wilayah, jika kita menguasai tempat maka semua player yang memasuki tempat itu wajib membayar."
__ADS_1